
Mantan raja komputer pada era 80-an, Commodore, telah bangkit dari tidur panjangnya. Bukannya meluncurkan komputer, merek legendaris ini justru memperkenalkan sebuah flip phone unik bernama Commodore Callback 8020.
Ponsel ini tampaknya dirancang khusus untuk membantu pengguna melepaskan diri dari adiksi media sosial dan hiruk-pikuk notifikasi pekerjaan. Dengan kata lain, ia merupakan perangkat “anti smartphone”.
Salah satu daya tarik utama dari Commodore Callback 8020 adalah sistem operasinya. Perangkat ini menjalankan Sailfish OS dari Jolla, sebuah sistem operasi yang dikembangkan oleh mantan tim engineer Nokia MeeGo.
Meskipun Sailfish OS sanggup menjalankan aplikasi Android, Callback 8020 hadir tanpa Google yang mengutamakan privasi tanpa monetisasi data atau pelacakan cookie. Untuk mengatasi kecanduan ponsel, perangkat ini sengaja memblokir aplikasi browser dan media sosial.
Akan tetapi, ponsel ini masih dibekali dengan fitur relevan di masa sekarang. Pengguna masih dapat mengakses fitur penting seperti Google Maps, WhatsApp, dan Spotify untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Table of Contents
Spesifikasi Commodore Callback 8020
- Chipset: Commodore Callback 8020 diotaki oleh chipset MediaTek Helio G81. Cip ini dibangun pada fabrikasi 12 nm dengan CPU 2x Cortex-A75, 6x Cortex-A55, berikut dengan GPU Mali-G62.
- RAM dan penyimpanan: Ponsel lipat ini dibekali dengan RAM 4 GB dan storage 64 GB, turut disertai slot kartu MicroSD dengan kartu memori 32 GB di dalamnya. Slot tersebut mendukung kapasitas hingga 256 GB.
- Layar: Saat ponsel ini dibuka, tersedia layar utama 3,25 inci dengan resolusi 480 x 640 piksel. Di bagian depannya terdapat layar eksternal berukuran 1,77 inci yang hanya berfungsi untuk menampilkan informasi waktu dan tanggal tanpa gangguan notifikasi.
- Kamera: Sisi fotografinya didukung oleh kamera utama 48 MP dengan sensor Sony di bagian belakang, serta terdapat kamera khusus panggilan video di layar utama.
- Baterai dan pengisian daya: Daya tahan ponsel ini ditopang oleh baterai berkapasitas 1.550 mAh yang diklaim mampu bertahan hingga satu minggu untuk pemakain sedang.
- Fitur-fitur lain: Ponsel ini dilengkapi dengan port audio jek 3,5 mm, fitur DAC, radio FM terintegrasi, serta pemutar musik dan nada dering berbasis chip audio SID dari Commodore 64.
- Fitur touchscreen pada layar dimatikan untuk mengurangi adiksi gawai, namun sehingga navigasi utamanya dilakukan menggunakan keyboard fisik dan D-pad. Commodore juga menyertakan koleksi game Commodore 64 yang sudah terpasang di dalam perangkat.
- Bodi: Ponsel ini mengusung desain retro dengan notifikasi LED di bagian luar serta mendukung kustomisasi fisik melalui panel belakang bernama “Snapback” dan pelindung “Backpack”.
Harga Commodore Callback 8020
Kebangkitan Commodore ini digawangi oleh Peri Fractic, seorang YouTuber dan penggemar berat Commodore yang membeli perusahaan tersebut pada tahun 2025. Fractic kini menjabat sebagai CEO dan berkomitmen untuk merilis dua produk berkualitas setiap tahunnya.
Nama “Callback 8020” sendiri merupakan kelanjutan dari lini modem Commodore 8010 yang dirilis pada awal 1980-an. Commodore Callback 8020 akan mulai membuka pemesanan pre-order pada 30 Juni 2026, serta ditargetkan rilis sebelum akhir tahun. Berikut ini adalah daftar harga untuk berbagai variannya, sebagaimana dihimpun dari Android Police.
- Basic Beige, ProtoPET White, dan SX Silver: 500 dolar AS (Rp 8,9 jutaan)
- Starlight Edition (transparan): 550 dolar AS (Rp 9,8 jutaan)
- Founders Edition: 640 dolar AS (Rp 11,4 jutaan)






