Rekomendasi 4 Konsol Game Handheld, Cocok Buat Liburan

Sedang merencanakan liburan akhir tahun? Bagi Anda yang merupakan seorang gamer, mungkin bakal sedikit bersedih karena harus meninggalkan konsol gaming atau PC Anda di rumah. Tapi tunggu dulu, di tahun 2025 ini banyak konsol handheld gaming yang bisa Anda pertimbangkan agar tetap bisa bermain saat di perjalanan.

Perangkat gaming on-the-go yang punya bodi ringan namun performa yang memuaskan bisa menemani perjalanan panjang tanpa membuat bosan. Pasalnya, kini sudah banyak perangkat handheld yang mendukung game AAA, punya baterai awet, dan tidak membuat tangan pegal saat memainkannya dalam durasi panjang. Di artikel ini, kami akan membuat daftar rekomendasi handheld yang pas untuk dijadikan teman travelling. Simak berikut ini.

Table of Contents

Nintendo Switch 2: Kini tidak lagi mentok di game kasual

Satu hal peningkatan besar pada Switch 2 ketimbang generasi pertama adalah kompatibilitasnya yang semakin meluas. Dulu, game AAA hasil port dari PlayStation atau PC jumlahnya terbilang sedikit. Itu pun hanya port dari game keluaran lama, seperti The Witcher 3, Skyrim, Hogwarts Legacy, Red Dead Redemption, dan lain-lain.

Kini, Nintendo Switch 2 sudah mendukung game AAA yang lebih modern seperti Cyberpunk 2077, Star Wars Outlaws, Split Fiction, hingga Street Fighter 6. Semua game ini berjalan secara native dan bukan berbasiskan cloud, bisa langsung dimainkan dengan lancar tanpa perlu mengutak-atik preset grafis seperti handheld Windows atau SteamOS.

Di antara semua pilihan handheld yang bisa Anda dapatkan, Switch 2 juga salah satu yang paling ergonomis. Bodinya paling tipis dan ringan, memiliki finishing matte yang terasa premium serta memiliki aksen warna biru dan merah yang ikonik. Antarmukanya juga merupakan salah satu yang paling cepat dan simpel. Ditambah lagi, Joy-Con miliknya kini dapat dilepas dan dijadikan mouse, pas untuk memainkan game FPS di transportasi umum seperti kereta atau pesawat.

Kekurangannya, meskipun kompatibilitas game meningkat dari pendahulunya, Switch 2 tetap kurang cocok bagi yang ingin memainkan game di Steam, Game Pass, atau yang lainnya.

SpesifikasiNintendo Switch 2
PortabilitasBobot 535 gram (dengan Joy-Con 2)
Layar7,9 inci FHD, 120 Hz + HDR10
PerformaProsesor kustom dari NVIDIA, storage UFS 256 GB
Audio & KontrolSpeaker stereo, Joy-Con dengan mode mouse.
Daya TahanBaterai 2 – 6,5 jam, tergantung game
Kompatibilitas gameMendukung kartu game Switch dan Switch 2
Harga terbaruRp 8.525.000 (Butikgames Flagship Store)

Asus ROG Ally Xbox: Grip nyaman, game segudang

Baru rilis resmi di Indonesia pada Oktober kemarin, Asus ROG Ally Xbox dan ROG Xbox Ally X menawarkan pengalaman genggam yang nyaman untuk sebuah handheld. Ini lantaran di sisi kiri dan kanannya terdapat pegangan yang menyerupai gamepad Xbox.

Kedua varian ini menjalankan Windows dengan Xbox Game Pass yang terintegrasi penuh, Game Bar, layout tombol Xbox, dan Armoury Crate SE. Terdapat juga fitur Handheld Compatibility agar mendukung ribuan game secara otomatis tanpa perlu setting manual. Dengan ROG Ally Xbox, pengguna bisa bermain game dengan instalasi lokal, cloud streaming, atau Remote Play dari Xbox di rumah.

Lalu, kendati memakai Windows, antarmuka handheld ini bakal langsung mengantarkan pengguna pada antarmuka game, sehingga pengalamannya lebih mirip konsol ketimbang PC. ROG Xbox Ally ini cocok bagi yang mengutamakan kompatibilitas game di atas segalanya, lantaran mendukung librari game yang banyak seperti Steam, Battle.net, GOG, dan lain sebagainya.

Bagi yang ingin merasakan salah satu performa paling buas dari sebuah handheld, bisa memilih ROG Xbox Ally X yang ditenagai AMD Ryzen AI Z2 Extreme. Untuk perbandingan antara Asus ROG Xbox Ally dan ROG Xbox Ally X, bisa dilihat di tautan ini.

SpesifikasiROG Xbox Ally
ROG Xbox Ally X
Bobot608 gram678 gram
Daya Tahan Baterai60 WHr, 65 watt charging
80 WHr, 65 watt charging
Performa
CPU: AMD Ryzen™ Z2 A Processor 2.8GHz (6MB Cache, up to 3.8 GHz, 4 cores, 8 Threads)
GPU: AMD Radeon™ Graphics
CPU: AMD Ryzen™ AI Z2 Extreme Processor 2.0GHz (24MB Cache, up to 5.0GHz, 8 cores, 16 Threads); AMD XDNA™ NPU up to 50TOPS
GPU: AMD Radeon™ Graphics
Layar
7-inch FHD (1920 x 1080) 16:9 IPS-level
Penyimpanan512GB PCIe® 4.0 NVMe™ M.2 SSD (2280)1 TB PCIe® 4.0 NVMe™ M.2 SSD (2280)
Port I/O
1x 3.5mm Combo Audio Jack
2x USB 3.2 Gen 2 Type-C support DisplayPort™ / power delivery
1x UHS-II microSD card reader (supports SD, SDXC and SDHC)
1x 3.5mm Combo Audio Jack
1x USB 3.2 Gen 2 Type-C support DisplayPort™ / power delivery
1x Type C support USB 4 (Thunderbolt™ 4 compliance, DisplayPort™ 1.4 with Freesync support, Power Delivery 3.0)
1x UHS-II microSD card reader (supports SD, SDXC and SDHC)
Sistem operasiWindows, antarmuka aplikasi Xbox
Kompatibilitas gameXbox Game Pass, cloud, remote play, Steam, GOG, Battle.net
Harga rilisRp 9.999.000Rp 14.999.000

Steam Deck OLED: Layar memukau, harga bersahabat

Usia Steam Deck OLED memang cukup tua, lantaran sudah rilis pada November 2023 alias dua tahun lalu. Namun, handheld ini tetap masih relevan di tahun 2025 ini. Selain meningkatkan layarnya dari IPS LCD ke OLED, perangkat ini juga mengalami peningkatan dari segi baterai, audio, dan penanganan suhu.

Layarnya memang masih mentok di resolusi 1.280 x 800 piksel, bukan Full HD seperti "kawan-kawan"-nya. Begitu pun dengan refresh rate yang hanya 90 Hz. Namun, keberadaan panel OLED justru membuat tampilan visual layarnya paling memukau di antara yang lain.

Baterainya naik dari 40 Whr menjadi 50 Whr dibandingkan Steam Deck biasa, diklaim 30-50 persen lebih tahan lama. Selain itu bobotnya pun lebih ringan 30 gram dari versi LCD biasa.

Steam Deck OLED menggunakan antarmuka SteamOS yang nyaman dan sengaja dirancang untuk handheld. Apabila dibandingkan dengan Windows, SteamOS sering mampu meraih frame rate lebih tinggi untuk game dan pengaturan grafis yang sama. Ini karena alokasi resource CPU dan RAM untuk game memang lebih lega.

Steam turut menyediakan Proton dan profil khusus game untuk menjamin kompatibilitas game Windows. Pembaruan driver dan tuning permainan juga lebih oke, serta memiliki pengaturan optimal otomatis untuk setiap game-nya. Ini cocok untuk yang ingin memainkan game AAA pada PC seperti Mavel's Spider-Man Remastered, God of War Ragnarok, Assassins Creed Shadows, dan lain sebagainya.

Sayangnya perangkat ini tidak tersedia resmi di Indonesia. Namun, Anda dapat membelinya melalui sejumlah distributor terpercaya.

SpesifikasiSteam Deck OLED
Layar
7,4 inci OLED HDR, 1280×800, hingga 90 Hz, 1.000 nits (HDR), 600 nits (SDR)
Prosesor & RAM
AMD APU 6 nm (Zen 2 + RDNA 2), RAM 16 GB LPDDR5
Storage
512 GB / 1 TB NVMe SSD + slot microSD
Baterai
50 Wh, estimasi 3–12 jam tergantung game
Konektivitas
Wi-Fi 6E, Bluetooth 5.3, USB-C DisplayPort 1.4
Bobot640 gram
Fitur Kontrol
Thumbstick hall effect, dual trackpad haptic, gyro 6-axis, tombol ABXY, L1/L2/R1/R2, back buttons, touchscreen
Kompatibilitas game
SteamOS dengan Proton, bisa memainkan hampir semua game di Steam
Harga terbaru
Rp 9.099.000 (dari PS Enterprise Official)

Lenovo Legion Go 2: Paling mahal, tapi juga paling mewah

Jika Anda ingin mendapatkan pengalaman handheld terbaik, mungkin akan cocok dengan Lenovo Legion Go 2 yang baru rilis dua bulan lalu di Indonesia. Namun, Anda memang perlu merogoh kocek dalam-dalam karena handheld ini dihargai Rp 18 juta.

Meski mahal, spesifikasinya sungguh tidak main-main. Legion Go 2 dibekali AMD Ryzen Z2 Extreme, sehingga performanya menyerupai ROG Xbox Ally X. Perangkat ini mendukung RAM LPDDR5X hingga 32 GB serta SSD PCIe hingga 2 TB.

Visualnya didukung dengan layar PureSight OLED 8,8 inci yang mengusung refresh rate hingga 144 Hz, cocok untuk permainan FPS. Uniknya lagi, Legion TrueStrike Controller miliknya bisa dicabut-pasang untuk dijadikan mouse, cocok untuk permainan shooter.

Karena memiliki panel OLED, maka visual layarnya pun menampilkan warna-warna yang hidup dan cerah sekaligus hitam yang lebih pekat. Anda juga tidak perlu khawatir stik analog mengalami drifting, karena semua joystick-nya sudah mengusung hall effect.

Kekurangannya, selain harganya yang mahal, perangkat ini berjalan pada OS Windows 11 yang memiliki banyak background process, mengurangi alokasi tenaga untuk RAM dan GPU. Kontras dengan Steam Deck (dengan SteamOS) yang performanya lebih optimal. Selain itu bobot Legion Go 2 juga nyaris menyentuh 1 kg, akan terasa berat saat dimainkan dalam durasi panjang.

Namun untungnya, perangkat ini bisa menjalankan game dari banyak platform PC seperti Steam, Epic Game Store, Xbox Game Pass, dan layanan cloud seperti NVIDIA GeForce NOW. Anda bisa menyimak perbandingan Lenovo Legion Go 2 dengan Asus ROG Xbox Ally X di tautan ini.

SpesifikasiLenovo Legion Go 2
Layar
8,8 inci OLED, 1920×1200, hingga 144 Hz
Prosesor dan GPU
AMD Ryzen Z2 Extreme
RAM dan storage
Hingga 32 GB LPDDR5X + SSD M.2 (hingga 2 TB)
Baterai
74 Wh, fast charging via USB-C
Bobot dan dimensi
295,6 × 136,7 × 42,25 mm, bobot 920 gram (dengan kontroler terpasang)
Kontrol dan konektivitas
TrueStrike detachable controllers, Wi-Fi 6E, Bluetooth 5.x, USB-C ganda
OS dan kompatibilitas game
Windows 11, kompatibel penuh dengan game PC (Steam, Epic, Xbox PC Game Pass)
Harga rilis
Rp 17.999.000

Itu tadi adalah beberapa rekomendasi konsol handheld yang bisa Anda jadikan teman liburan. Jika membutuhkan sejumlah opsi yang lebih terjangkau, Anda dapat mempertimbangkan Nintendo Switch system pendahulu Switch 2, yakni seperti Switch V1, Switch V2, Switch OLED, atau Switch Lite. Kompatibilitas game tentu lebih terbatas, namun masih mendukung game yang layak dimainkan seperti The Legend of Zelda: Breath of The Wild dan Tears of the Kingdom, Super Mario Odyssey, Super Smash Bros. Ultimate, dan masih banyak lagi.

Home Fitur Daftar