Ringkasan Tinjauan
Peringkat Pakar
Beberapa waktu lalu di tahun ini, kami sempat mencoba Infinix GT 30 Pro, smartphone kelas menengah terbaru dari Infinix yang berfokus pada gaming. Perangkat tersebut menghadirkan peningkatan di hampir semua aspek dibanding pendahulunya, dengan sorotan utama berupa tambahan gaming triggers. Kini, Infinix GT 30 “reguler” hadir dengan filosofi yang sangat mirip.
Dibanderol sedikit lebih murah dibanding versi Pro, ponsel ini menawarkan banyak fitur serupa, meski dengan beberapa pengecualian. Chipset-nya menggunakan MediaTek Dimensity 7400, sistem kameranya lebih sederhana, dan hardware-nya pun lebih standar untuk kelas harganya. Kendati begitu, ponsel ini tetap berpegang pada filosofi yang sama yaitu berorientasi pada performa gaming. Dalam hal performa murni dan kemampuan bermain game, perangkat ini menempati posisi atas di segmennya.
Table of Contents
Desain khas gaming, ada GT Shoulder Triggers
Infinix GT 30 mengusung konsep desain yang sama dengan varian Pro dan mewarisi hampir seluruh spesifikasinya. Dengan ketebalan hanya 8 mm dan bobot sekitar 188 gram, ponsel ini terasa sangat nyaman digenggam. Varian warna Pulse Green yang diuji tim 91Mobiles menampilkan aksen visual khas perangkat gaming, yang kami apresiasi karena memberikan sedikit karakter pada desainnya.

Salah satu perbedaan utama dari model Pro ada pada pencahayaannya. Infinix GT 30 menggunakan lampu LED putih di semua varian warnanya, bukan pencahayaan RGB. Perubahan ini justru kami sukai karena tampilannya lebih minimalis. Namun, kompromi yang lebih terasa adalah sertifikasi IP64. Ini agak disayangkan, mengingat beberapa pesaing di kelas harga yang sama sudah menawarkan perlindungan IP68 atau bahkan IP69.
Kendati begitu, ponsel ini tetap membawa hampir semua fitur utama varian Pro dalam hal pengalaman bermain game. Fitur paling menonjol adalah GT Shoulder Triggers baru, yang menawarkan tingkat respons sentuhan 520 Hz, membuat permainan multiplayer cepat terasa lebih seru. Triggers ini terasa responsif dan presisi, meski sayangnya tidak memiliki tekstur atau tonjolan fisik untuk membedakannya dari bingkai samping, mirip seperti tombol bahu yang ditemui pada Infinix GT 30 Pro.
Layar memukau, namun kualitas speaker sedikit menurun
Infinix GT 30 menggunakan layar yang sama dengan varian Pro, dan ini merupakan salah satu aspek terbaik dari ponsel ini. Panel AMOLED berukuran 6,78 inci miliknya berada di resolusi tajam 1,5K, serta menampilkan warna cerah dengan cakupan 100 persen DCI-P3. Dengan refresh rate 144 Hz, semua aktivitas seperti scrolling hingga bermain game terasa sangat mulus. Layar ini juga mendukung PWM Dimming 2.340 Hz untuk kenyamanan di kondisi minim cahaya, telah tersertifikasi HDR10 untuk streaming platform seperti Netflix, serta dilapisi kaca pelindung Gorilla Glass 7i yang tangguh.

Namun, kekurangan terbesar pada sektor audio terletak pada keseimbangannya. Suara lebih dominan keluar dari speaker bawah (atau kanan jika dalam posisi lanskap), hanya terdengar sekitar 80 persen dari total suara. Sementara speaker atas terdengar lebih lemah. Hasilnya, keluaran suara terasa timpang dan nyaris tidak menyerupai stereo sejati, sehingga pengalaman menonton atau mendengarkan terasa kurang memuaskan dibandingkan sejumlah rivalnya di harga serupa.
Bagaimana kinerja dan software-nya?
Infinix GT 30 disokong oleh chipset MediaTek Dimensity 7400, dipasangkan dengan RAM hingga 12 GB LPDDR4X dan penyimpanan internal 256 GB UFS 2.2. Namun, kapasitas penyimpanannya tidak bisa diperluas lagi. Artinya, pengguna terikat pada konfigurasi yang dibeli, sehingga varian 256 GB menjadi pilihan yang kami rekomendasikan di tahun 2025.
Dalam penggunaan sehari-hari, ponsel ini terasa sangat gesit. Kami tidak menemukan penurunan performa atau lagging saat menjalankan banyak aplikasi sekaligus, berpindah antar aplikasi, maupun saat menelusuri antarmuka. Semua berjalan mulus tanpa kendala berarti. Untuk gaming, GT 30 mampu menangani sebagian besar game modern dengan baik. Sejumlah judul berat seperti BGMI (PUBG Mobile versi India) dan Genshin Impact bisa berjalan di kisaran 30- 40 FPS pada pengaturan tinggi, sementara BGMI juga mendukung mode 90 FPS pada grafik Smooth. Untuk game yang lebih ringan seperti COD: Mobile, performanya lebih stabil, rata-rata di atas 50 FPS pada pengaturan tinggi.
Dari segi benchmark, Infinix GT 30 ini menorehkan skor AnTuTu v10 sebesar 727.195 poin, tergolong kencang untuk ponsel di kelas harga Rp 3 jutaan. Lalu pada Geekbench 6, performanya mencatatkan skor 1.073 poin untuk single-core dan 3.221 poin untuk multi-core.
Manajemen suhu juga sangat mengesankan. Berkat sistem pendingin Vapour Chamber, suhu ponsel hanya naik rata-rata sekitar 3 derajat Celsius setelah digunakan bermain game selama 30 menit. Pembuangan panas yang efisien ini membuatnya menjadi pilihan menarik bagi gamer yang mengutamakan performa stabil dalam sesi bermain panjang. Dari segi throttling, perangkat ini mampu mempertahankan 71,6 persen dari performa maksimalnya pada pengujian Burnout Test.
Sisi software di perangkat ini sudah menjalankan XOS 15 berbasis Android 15, menawarkan beberapa peningkatan penting seperti animasi aplikasi yang lebih mulus, tampilan app drawer baru, serta panel notifikasi yang diperbarui. Antarmukanya terasa lebih bersih dan rapi dibanding versi sebelumnya, dan Infinix patut diapresiasi karena berhasil mengurangi jumlah aplikasi bawaan yang tidak diperlukan.
Menyoal masa jaminan update, Infinix GT 30 dijanjikan 2 tahun pembaruan OS utama dan 3 tahun patch keamanan, tergolong standar di kelas harganya.
Kamera memadai untuk sekelas ponsel gaming
Seperti yang bisa diduga dari ponsel gaming, sistem kamera menjadi area yang paling dipangkas pada Infinix GT 30. Kendati begitu, setup-nya masih tergolong bagus, dengan kamera utama 64 MP dan ultrawide 8 MP. Kehadiran ultrawide di harga Rp 3 jutaan merupakan sebuah tambahan yang patut diapresiasi. Soalnya, fitur ini mulai dihilangkan pada sejumlah ponsel rivalnya.

Berdasarkan pengujian kami, sistem kamera Infinix GT 30 ternyata cukup mengejutkan. Di siang hari, kamera utamanya mampu menghasilkan gambar dengan warna hangat yang menarik dan dynamic range yang luas, meski kadang harus mengorbankan detail halus. Kamera ultrawide miliknya memberikan hasil yang cukup baik dalam kondisi pencahayaan bagus.
Untuk foto portrait, ponsel ini mampu memisahkan subjek dari latar belakang dengan baik, namun menurut kami pemrosesan warnanya kadang terlalu agresif hingga membuat warna kulit terlihat kurang alami. Pola ini berlanjut pada hasil selfie, yang memang detail tetapi sering menampilkan warna yang saturated. Fotografi dalam cahaya rendah adalah aspek terlemahnya. Meski night mode miliknya dapat menghasilkan gambar yang terang, mode ini kesulitan mempertahankan detail dan mengontrol sumber cahaya dengan baik. Singkatnya, kameranya cukup andal dan serbaguna untuk foto kasual dan unggahan media sosial, namun bukan pilihan tepat bagi mereka yang mengutamakan akurasi warna.
Ketahanan baterai yang memuaskan dengan pengisian daya “ngebut”
Infinix GT 30 disuplai dengan baterai 5.500 mAh yang disertai dukungan pengisian cepat 45 watt via kabel, konfigurasi baterai yang sama dengan Infinix GT 30 Pro. Dalam pengujian baterai kami, hasilnya tergolong rata-rata jika dibandingkan dengan para pesaing utamanya.
Kendati begitu, dalam penggunaan sehari-hari, daya tahannya seharusnya cukup untuk satu hari penuh bagi sebagian besar pengguna. Ponsel ini berhasil bertahan sekitar 7 jam pada durasi screen-on time, meski perlu diingat bahwa ini dalam skenario penggunaan harian biasa. Saat digunakan untuk sesi bermain game (2 jam atau lebih), waktu screen-on time menjadi sekitar 5 jam hingga 5,5 jam. Durasi tersebut masih tergolong baik.

Kesimpulan
Infinix GT 30 rilis di Indonesia pada September 2025 dalam satu-satunya varian memori yakni RAM 8 GB/ 256, dibanderol seharga Rp 3,5 juta. Dengan harga yang ditawarkan, Infinix GT 30 menghadirkan layar AMOLED beresolusi tinggi 144 Hz yang mengesankan, performa kelas atas untuk gaming maupun penggunaan harian, daya tahan baterai yang cukup baik, serta sistem kamera yang layak.
Fitur utamanya terletak pada rangkaian alat pendukung gaming, termasuk GT Shoulder Triggers, yang menjadikannya ideal bagi gamer serius. Satu-satunya kekurangannya, menurut kami, adalah speaker stereo yang tidak seimbang dan daya tahan baterai yang, meski cukup baik, belum bisa dibilang unggul dibandingkan perangkat lain di kelasnya. Selain itu, perangkat ini menawarkan fitur all-rounder yang cukup oke sembari berfokus pada gaming. Anda bahkan bisa menambahkan aksesoris gaming Infinix GT seperti kipas pendingin untuk meningkatkan pengalaman bermain.
Rating editor: 8,2/ 10
Alasan membeli:
- Desain khas gaming, ada tombol bahu L+R “GT Shoulder Triggers”.
- Layar AMOLED 144 Hz dengan tampilan warna yang cerah.
- Performa gaming yang menonjol, cocok untuk gaming berat atau pemakaian sehari-hari.
- Sensasi getaran (haptic feedback) yang memuaskan untuk kelas harganya.
Alasan tidak membeli:
- Speaker stereo miliknya menghasilkan suara yang kecil sebelah.
- Baterai cukup awet untuk seharian, namun kalah saing dibandingkan rivalnya.
blibli | Rp. 3.592.000 | Pergi Ke Toko |
Tokopedia | Rp. 3.729.000 | Pergi Ke Toko |
