Review Infinix Note 50x: HP Kaya Fitur yang Murah Meriah

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

7.9/10
Desain
 
7.7
/10
Layar
 
7.1
/10
Sistem operasi
 
7.8
/10
Kamera
 
8.4
/10
Kinerja
 
8.2
/10
Baterai
 
7.8
/10

Pros

  • Harga kompetitif
  • Performa gesit
  • Kamera memadai
  • Baterai awet

Cons

  • Tanpa headphone jack
  • Resolusi layar hanya HD Plus

Infinix Note 50x merupakan salah satu ponsel baru dalam lini smartphone terjangkau milik Infinix dan penerus langsung dari Infinix Note 40x, perangkat yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu ponsel kamera terbaik di bawah 15 ribu rupee (Rp 3 juta) di India. Sayangnya, kala itu Infinix Note 40x tidak diboyong masuk ke Tanah Air.

Kali ini, Infinix meningkatkan kinerja perangkatnya lebih jauh lagi. Dengan harga rilis Rp 2,6 juta, Infinix Note 50x menghadirkan peningkatan yang mengejutkan di kelas harganya.

Ponsel ini disokong oleh chipset MediaTek Dimensity 7300 Ultimate, baterai berkapasitas lebih besar yaitu 5.500 mAh, serta sederet fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman penggunaan sehari-hari.

Di atas kertas, harganya terlihat terlalu murah untuk spesifikasi yang ditawarkan. Lantas, apa yang menjadi kekurangannya? Itulah yang akan kami bahas dalam review lengkap kali ini. Mari kita mulai.

Table of Contents

Kesimpulan awal

Infinix Note 50x 5G adalah perangkat kaya fitur dengan harga yang sangat kompetitif. Ponsel ini menawarkan performa solid berkat chipset Dimensity 7300 Ultimate, kamera yang bisa diandalkan, serta baterai yang awet, menjadikannya pilihan ideal untuk pemakaian sehari-hari. Walau begitu, layarnya yang beresolusi rendah dan absennya jek audio port 3,5 mm merupakan kompromi yang harus diterima pengguna.

Desain dan layar

Infinix Note 50x tampil dengan cukup berbeda dibandingkan pendahulunya, Infinix Note 40x. Modul kameranya kini mengusung desain baru yang lebih mencolok, baik secara visual maupun fisik. Modul ini sedikit menonjol dari permukaan bodi belakang, sehingga membuatnya sedikit goyang saat diletakkan di permukaan datar. Namun, wobble alias goyangan tersebut sangat minimal dan tidak mengganggu pengalaman sehari-hari secara keseluruhan.

Selebihnya, bagian belakang bodi memiliki tampilan sederhana namun tetap terasa premium. Kami secara pribadi menyukai desainnya yang bersih dan minimalis. Ponsel ini juga sudah tersertifikasi IP64 sehingga tidak rentan rusak apabila terkena debu dan percikan air. Namun, sejumlah pesaingnya (seperti Realme C75x) kini sudah menawarkan peringkat ketahanan lebih tinggi yaitu IP68 dan IP69, sehingga kompetisi di segmen ini tentunya semakin sengit.

Beralih ke layar, Infinix Note 50x dilengkapi panel IPS LCD 6,67 inci dengan resolusi HD Plus (1.600 x 720 piksel), refresh rate 120 Hz, dan tingkat kecerahan maksimal 672 nit. Di sinilah celah yang tampaknya dimanfaatkan Infinix untuk menghemat biaya produksi. Di rentang harga Rp 2 juta, resolusi layar HD Plus kurang terasa menarik, karena resolusi HD Plus lebih sering dijumpai pada kelas harga Rp 1 jutaan.

Kendati reproduksi warna di layarnya cukup baik di dalam ruangan, resolusinya yang rendah membuat tampilan konten terlihat kurang tajam dibandingkan ponsel lain di kelas harga yang sama. Visibilitas luar ruangan juga hanya sekadar cukup, karena tingkat kecerahan layarnya kurang mampu menandingi teriknya sinar matahari.

Untuk fitur keamanan, ponsel ini dilengkapi sensor sidik jari yang terpasang di sisi bodi, kinerjanya cukup cepat dan akurat. Selama pengujian, respons dari sensor ini terasa konsisten dan andal tanpa kendala berarti.

Kamera

Spesifikasi kamera Infinxi Note 50x sedikit menurun dibandingkan pendahulunya, setidaknya di atas kertas. Ketimbang sensor utama 108 MP, kini ponsel ini dibekali kamera AI utama 50 MP di bodi belakang, serta kamera 8 MP di sisi depan. Namun, meskipun angka resolusinya lebih kecil, kinerja kamera utama 50 MP ini justru cukup mengesankan.

Hasil foto yang diambil memiliki detail, rentang dinamis, dan kejernihan yang baik. Kamera juga mampu menangani subjek manusia dengan cukup baik, terlebih dari segi reproduksi warna kulit yang natural. Area detail wajah masih kurang oke, namun ini bukan kekurangan besar untuk ponsel di harga Rp 2 jutaan.

Untuk pemotretan di kondisi minim cahaya, hasilnya sesuai ekspektasi di kelas harga Rp 2 juta. Hasil fotonya cenderung lebih soft dan sedikit noisy. Namun begitu, perangkat ini tetap lebih unggul dari segi akurasi warna dan kinerja keseluruhannya di kondisi minim cahaya, setidaknya saat dibandingkan dengan sejumlah rivalnya.

Di kondisi cahaya terang, ponsel ini memberikan hasil foto dengan profil warna yang cenderung warm. Meski begitu, tampilan warnanya tetap menonjol tajam tanpa merusak estetika keseluruhan. Detail foto juga lebih terjaga dibandingkan pesaingnya, terlihat dari tekstur di permukaan dan objek yang tampak jelas.

Saat berada di mode portrait, ponsel ini karakter warna di Infinix Note 50x cenderung mengarah kepada “skin smoothing”, namun hasil fotonya masih lebih tajam. Foto pun masih memperlihatkan detail yang bersih meskipun sudah diperbesar. Reproduksi warna kulit dan koreksi warna keseluruhannya pun terlihat lebih alami, begitu pun dengan edge detection yang lebih akurat.

Pada hasil foto selfie, Infinix Note 40x memberikan detail dan akurasi warna kulit yang cukup baik. Hasil fotonya pun terlihat lebih seimbang, tak seperti pesaingnya yang kadang terlalu terang.

Di bagian pemotretan pada kondisi cahaya rendah, Infinix Note 50x berhasil menekan noise dengan baik dan menampilkan hasil yang lebih realistis berdasarkan kondisi sebenarnya. Namun, perangkat ini masih kewalahan menangani flare lensa serta sumber cahaya yang terlalu terang.

Performa dan gaming

Infinix Note 50x dibekali dengan chipset MediaTek Dimensity 7300 Ultimate, dipadukan dengan RAM hingga 8 GB LPDDR4X dan storage 128 GB UFS 2.2. Untuk kategori menengah ke bawah, Infinix tidak berkompromi soal performa, mengingat chipset yang sama juga digunakan pada ponsel dengan harga lebih tinggi, seperti Motorola G86 Power dan Poco X7 (keduanya rilis di harga Rp 3 jutaan).

Pada pengujian benchmark, Infinix Note 50x berhasil menorehkan skor AnTuTu v10 di angka 620.348 poin. AnTuTu merupakan tolok ukur yang menilai kinerja CPU, GPU, memori, dan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Sedangkan, pada pengujian Geekbench 6, perangkat ini mencapai skor 1.007 poin pada single-core dan 2.896 poin pada multi-core.

Bagaimana dengan kinerja di dunia nyata? Dengan dukungan Dimensity 7300 Ultra, ponsel ini mampu menjalankan aktivitas harian dengan lancar dan multi-tasking berat tanpa lagging. Menariknya, kendati Vivo T4x menggunakan chipset yang sama dan dikenal sebagai ponsel berfokus performa, performa Infinix Note 50x menyuguhkan kinerja yang sebanding dengan harga yang lebih terjangkau.

Pengalaman gaming di ponsel ini pun cukup solid. Judul populer seperti BGMI (PUBG Mobile versi India) dan COD: Mobile berjalan lancar di pengaturan grafis menengah, dengan frame rate stabil dan pengalaman yang mulus. Meski sejumlah uji benchmark tambahan tidak dapat dijalankan lantaran terkendala kompatibilitas aplikasi, performa dalam permainan menunjukkan hasil stabil di kisaran frame rate yang kompetitif untuk kelas harganya. Dengan optimalisasi lanjutan melalui pembaruan OTA (over-the-air), ponsel ini bahkan berpotensi mendukung gaming hingga 90 FPS di masa mendatang.

Software dan AI

Infinix Note 50x menjalankan XOS 15 berbasis Android 15 secara out-of-the-box. Versi XOS kali ini membawa sejumlah peningkatan signifikan, termasuk animasi aplikasi yang lebih mulus, app drawer yang diperbarui, serta panel notifikasi baru. Antarmukanya kini terasa lebih bersih dan rapi, dan Infinix patut diapresiasi karena mengurangi jumlah aplikasi bawaan, hal yang sering dikeluhkan pada ponsel menengah ke bawah.

Dari segi dukungan update, Infinix Note 50x dijanjikan masa pembaruan OS utama 2 tahun dan patch keamanan 3 tahun. Adapun jumlah aplikasi bawaan yang disediakan berjumlah 48 aplikasi.

Terdapat beragam fitur berbasis AI yang cukup fungsional dan praktis, misalnya seperti aplikasi Galeri yang memungkinkan penggunanya menekan lama objek di foto untuk melakukan “cutout”. Hasil potongan ini bisa disalin atau langsung dibagikan. Pengguna juga dapat menyalin teks langsung dari gambar, berguna untuk hal-hal seperti nota atau catatan.

Fitur Circle to Search dari Google juga tersedia, dan seperti biasa, sangat praktis untuk pencarian cepat. Salah satu fitur besar lainnya adalah penerjemah langsung alias live call translation, sanggup digunakan di aplikasi seperti WhatsApp dan Messenger. Fitur ini bahkan juga mendukung terjemahan dua arah dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris, Hindi, Rusia, Indonesia, Prancis, Spanyol, Arab, dan lain sebagainya.

Kami mengujinya dalam bahasa Inggris dan Hindi, dan hasilnya pun beragam. Kendati idenya menarik, hasil terjemahannya kadang kehilangan konteks dan sesekali terpotong di tengah kalimat. Walau begitu, fitur ini tetap berguna di situasi tertentu. Fitur AI lainnya mencakup Wallpaper Generator, AI Notes, AI Writing, dan AI Document.

Pada Infinix Note 50x juga terdapat fitur Smart Translation untuk menerjemahkan teks yang ditampilkan di layar. Namun, kami mengalami sedikit kesulitan mengaktifkan gesture-nya, sehingga harus menyeleksi tulisan secara manual, yang untungnya tetap berfungsi baik setelah aktif.

Baterai dan pengisian daya

Infinix Note 50x dilengkapi dengan baterai 5.500 mAh serta dukungan pengisian cepat 45 watt. Kendati baterai 6.000 mAh mulai umum ditemukan pada tahun ini, kapasitas 5.500 mAh masih tergolong besar dan tidak kalah awet dalam penggunaan sehari-hari. Dalam pengujian baterai kami, ketahanannya tergolong rata-rata saat dibandingkan dengan para pesaingnya, namun tetap mampu bertahan seharian penuh bahkan dengan penggunaan intensif.

Pada pengujian PC Mark Battery, Infinix Note 50x mampu bertahan pada durasi 12,1 jam. Salah satu tambahan menariknya adalah fitur bypass charging yang bisa menyalurkan daya langsung ke motherboard tanpa melewati baterai. Fitur ini sangat berguna saat bermain game karena membantu mengurangi panas berlebih, sekaligus menjaga kesehatan baterai tetap awet dalam jangka panjang.

Dengan fast charging 45 watt, ponsel ini bisa terisi penuh dalam waktu sekitar 40 menit saja. Jadi di saat baterainya habis, ponsel ini dapat diisi ulang dengan sangat singkat. Selain itu, tersedia juga fitur reverse charging 10 watt yang berguna untuk mengisi daya perangkat lain ketika bepergian.

Kesimpulan

Di Indonesia, Infinix Note 50x dijual dengan harga Rp 2.599.000 untuk satu-satunya varian memori yakni RAM 8 GB/ 256 GB. Pesaing utamanya, Poco M7 Pro, juga merupakan pilihan kuat di kelas harga yang sama.

Jika Anda mengutamakan pengalaman multimedia yang lebih baik serta dukungan update software lebih panjang, maka Poco M7 Pro adalah pilihan yang lebih masuk akal. Namun jika menginginkan paket serba lengkap dengan harga terjangkau, Infinix Note 50x menawarkan value yang sangat menarik. Ponsel ini unggul di beberapa aspek penting seperti performa, baterai, dan kualitas kamera. Walau pengalaman multimedia-nya sedikit berkurang akibat layar beresolusi rendah, hal ini tidak menjadi kekurangan besar. Secara keseluruhan, pengguna kemungkinan bakal mengapresiasi performa mulus serta fitur AI yang berguna dari perangkat ini.

Rating editor: 7,9 / 10

Alasan membeli:

Alasan tidak membeli:

Infinix Note 50X Harga
Rp. 2.999.000
Pergi Ke Toko
Rp. 3.393.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua
Home Reviews