Kemunculan Infinix Note 60 Ultra Pininfarina beberapa waktu lalu cukup menarik perhatian penggemar gadget di Indonesia karena “mendobrak” kebiasaan sang pabrikan berkutat di segmen budget dan mid-range.
Berbeda dari ponsel-ponsel Infinix lainnya, Note 60 Ultra tampil berani dengan rancangan hasil kolaborasi bersama firma desain otomotif asal Italia, Pininfarina. Harganya pun kontras dengan HP Infinix selama ini, dengan banderol mencapai belasan juta rupiah.
Kendati demikian, Note 60 Ultra memberikan sejumlah keistimewaan yang jarang ditemukan di produk smartphone lain pada umumnya. Boleh jadi apa yang ditawarkan bisa menjustifikasi banderol harganya di mata calon pembeli.
Table of Contents
Kesimpulan awal
Kelebihan utama Infinix Note 60 Ultra terletak pada tampilan luarnya, tepatnya desain dan kelengkapan aksesori. Aspek-aspek lain seperti performa dan kemampuan kamera bisa diandalkan atau setidaknya sebanding dengan ponsel premium lain, meskipun ada juga beberapa kekurangan yang agak mengganjal.
Unboxing Infinix Note 60 Pro Pininfarina: Kental nuansa mobil sport
Nama “Pininfarina” pada ponsel ini mengacu pada firma desain otomotif dan karoseri asal Italia yang didirikan oleh Battista “Pinin” Farina lebih dari 90 tahun lalu, pada 1930. Pininfarina banyak merancang produk mobil mulai dari bikinan Alfa Romeo, Peugeot, Honda, hingga pabrikan supercar macam Ferrari dan Maserati.
Karena itu, tak mengherankan bahwa visual Infinix Note 60 Ultra kental dengan nuansa balap, termasuk aksesori pelengkapnya yang datang dalam boks persegi berukuran besar. Bukan sekadar jumbo, kotak hitam yang tampil mewah dengan handle dan dua klip pengunci tersebut dipenuhi aksesori pelengkap.
Begitu membongkar kotak dengan membuka pengunci dan menariknya ke arah atas, pengguna akan mendapati dua boks lain di dalamnya. Kedua kemasan berwarna merah itu bisa dilipat ke arah samping, seperti mekanisme pintu butterfly di mobil sport, untuk menampakkan unit ponsel di dasar kemasan.
Masing-masing kotak merah tadi memuat rangkaian aksesori. Sebagian besar terdapat di dalam kotak di sisi kiri, mencakup hard case, wireless charger berbentuk bundar, pelindung layar berjenis tempered glass, kabel USB-C ke USB-C, serta charger dengan keluaran daya 100 watt.
Kotak merah lainnya memuat sebuah benda mirip miniatur mobil dengan warna dasar hitam, empat kaki dari karet, aksen emas, serta lubang bundar di bagian tengah untuk menempatkan wireless charger. Fungsinya memang sebagai alas ponsel untuk melakukan charging nirkabel, karena di bagian bawah juga tersedia channel untuk melakukan routing kabel.
Satu catatannya, untuk bisa menempelkan wireless charger, pengguna mesti lebih dulu memasang hard case yang dilengkapi magnet. Sebab punggung Infinix Note 60 Ultra sendiri tidak memiliki magnet.
Aksesori terakhir adalah SIM card ejector tool yang disematkan pada kartu nama. Posisinya di bawah alas wireless charger berbentuk mobil. Alat sederhana ini pun tampil unik dengan desain yang mirip mobil.

Desain Infinix Note 60 Ultra: Tampil sporty dan galak
Selain kelengkapan aksesori, nuansa otomotif pastinya ikut menjalar ke unit ponsel Note 60 Ultra. Varian Torino Black yang berada di genggaman 91mobiles Indonesia memancarkan aura sporty dengan bagian punggung berpola mirip bahan carbon fiber. Ditambah dengan aksen lampu notifikasi berwarna merah di bawah camera island yang memuat logo “Pininfarina”, ia juga terkesan galak.
Sayang, dibandingkan ponsel-ponsel lain sekelasnya, ketahanan smartphone yang memiliki ketebalan 7,90 mm dan bobot 220 gram ini agak tertinggal karena hanya memiliki sertifikasi IP64. Namun, setidaknya Note 60 Ultra terbilang masih aman apabila terkena hujan ringan atau cipratan air.
Infinix menerapkan layar LTPS AMOLED berdiagonal 6,78 inci (2.644 x 1.208 piksel) dengan refresh rate hingga 144 Hz, tingkat kecerahan 1.600 nits (HBM), cakupan color space DCI-P3 100 persen, dan lapisan kaca pelindung Gorilla Glass 7i. Tampilannya jernih, cerah, dan jelas terlihat, termasuk ketika berada di luar ruangan pada siang hari.
Bagian frame yang berbentuk flat memuat dua tombol tambahan di luar power button dan pengatur volume. Pertama, di sisi kiri terdapat tombol bernama One-tap Button yang secara default berfungsi untuk mengaktifkan mode mute dengan cara menekan dan menahannya (long press).
Fungsi One-tap Button diganti dengan shortcut sejumlah fitur, mulai dari menyalakan senter, menjalankan asisten pribadi Folax, hingga melakukan screen recording.
Kedua, yang terdapat di sisi kanan dan berbentuk kapsul, sebenarnya bukan tombol, melainkan sensor denyut nadi. Pengguna bisa memakainya untuk mengukur heart rate dan kadar oksigen darah (SpO2) lewat aplikasi Health yang tersedia di ponsel. Caranya cukup dengan meletakkan ujung jari di sensor selama beberapa saat, lalu aplikasi pun akan menampilkan hasil pengukurannya.
Kamera Infinix Note 60 Ultra: Lengkap dan memadai
Untuk keperluan pengambilan gambar, Note 60 Ultra menyajikan rangkaian kamera yang tergolong lengkap. Modul di bagian punggung memuat kamera utama 200 MP dengan sensor Isocell HPE (1/1/,4 inci, 23 mm, f/1.7, OIS), didampingi kamera telefoto 50 MP bersensor Isocell JN5 (1/2,76 inci, 90 mm, f/2.8 zoom optis 3,5x, OIS), dan kamera ultrawide 8 MP (f1/4.0 inci, 14 mm, f/2.2 AF).
Kamera utama membuahkan hasil gambar yang berkualitas tinggi dalam berbagai situasi. Saat siang hari, warna-warnanya tampak cerah dengan kontras tinggi. Jepretan di kondisi low-light pun minim noise.
Sayangnya, lensa di kamera utama rentan mengalami flaring ketika dihadapkan pada sumber cahaya yang terang seperti lampu. Efeknya adalah pendaran di sekeliling sumber cahaya dan ghosting berupa bola-bola berwarna hijau yang bisa kentara serta mengganggu.
Output default yang dihasilkan adalah 12 MP. Infinix menyediakan mode khusus untuk menjepret gambar dengan resolusi native 200 MP pada kamera utama. Namun, ketika di-zoom 100 persen (actual pixel), hasilnya terlihat kurang meyakinkan karena detail halus pada gambar banyak yang hilang oleh smoothing.
Untuk menjepret dari kejauhan, kamera telefoto mampu membuahkan hasil gambar dengan karakteristik yang mirip dengan kamera utama. Bukaannya yang relatif lebar di angka f/2.8 juga membuat kamera ini tetap bisa diandalkan saat lingkungan sekitar berubah gelap.
Note 60 Ultra menyediakan digital zoom hingga 100x. Namun, seperti bisa, kualitasnya akan berangsur turun seiring dengan makin tingginya pembesaran. Hasil terbaiknya tentu diperoleh pada tingkat zoom native 3,5x. Angka 7x yang berasal dari in-sensor zoom masih membuahkan gambar berkualitas tinggi yang sulit dibedakan dari optical zoom.
Kamera ultrawide menjadi titik terlemah, seperti bisa diduga dari ukuran lensanya yang sangat kecil, persis di bawah unit flash LED. Kualitas jepretannya cenderung berada di bawah kamera utama dan telefoto, dengan warna-warna yang tampak lebih pudar (washed out) dan kontras lebih rendah.
Metering kamera juga kadang tidak konsisten ketika menggunakan lensa ultrawide, rentan mengalami overexposure di kondisi low-light. Untungnya, asalkan masih ada cukup cahaya di sekitar, tangkapan gambarnya masih bisa bagus. Kamera ultrawide di ponsel ini juga mampu melakukan autofokus yang berguna untuk memotret objek-objek berukuran kecil dari jarak dekat, seperti mainan.
Untuk perekaman video, masing-masing kamera di Infinix Note 60 Ultra memiliki kemampuan yang berbeda. Kamera utama dan telefoto sanggup merekam hingga resolusi 4K/ 60 fps. Kamera depan sedikit mundur ke 4K/ 30 fps. Sementara itu, kamera ultrawide mentok di angka 2K/ 30 fps.
Kinerja Infinix Note 60 Ultra: Lancar dengan catatan
Bukan hanya eksterior saja, tema otomotif Pininfarina juga meluas sampai ke tampilan antarmuka sistem operasi XOS 16 berbasis Android 16 yang dijalankan oleh Note 60 Ultra. Infinix menerapkan desain ikon dan wallpaper kustom dengan tema warna yang sama seperti tampilan luarnya, yakni paduan hitam, merah, dan putih.
Bagian kanan modul kamera memuat jajaran lampu LED putih bernama Active Matrix Display. Selain informasi seperti waktu, kapasitas baterai (ketika charging), dan cuaca, panel yang sebenarnya berbentuk persegi panjang kecil ini bisa pula menampilkan animasi gambar, tentu dalam format titik-titik LED.
Pengguna bisa mengatur apa yang ditampilkan oleh Active Martrix Display melalui menu ponsel, atau via widget yang disertakan di home screen secara default sebagai shortcut. Di sini terdapat banyak opsi pengaturan kustomisasi, termasuk juga untuk lampu berwarna di bawah camera island.

Terkait performa, Note 60 Ultra mengandalkan MediaTek Dimensity 8400 Ultra yang sebenarnya merupakan chipset keluaran tahun lalu dan kini sudah diteruskan oleh seri Dimensity 8500. Chip tersebut dipadankan dengan RAM LPDDR5X dan media internal UFS 4.0 dengan konfigurasi 12 GB/ 512 GB.
Perangkat ini pun duduk di kelas menengah atas atau kategori premium untuk soal spesifikasi hardware, seperti yang ikut tercermin dari hasil benchmark. Di AnTuTu v11, Note 60 Ultra mencetak skor di kisaran 2 juta poin.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan ponsel Dimensity 8400 pada umumnya yang memiliki range skor di bawah 2 juta poin, meskipun masih belum setinggi Dimensity 8500 yang mampu mencetak nilai di atas 2,2 juta poin di benchmark serupa.
Ketika dipakai bermain sejumlah judul game mobile populer, Note 60 Ultra mampu menjalankan semuanya dengan lancar, meskipun menggunakan preset “Balanced” di menu sidebar Xboost AI yang dapat dipanggil dari sisi kiri layar lewat swiping jari ke arah tengah. Namun, ada sedikit catatan di sini.
Game MOBA Mobile Legends: Bang Bang yang termasuk judul ringan mampu berjalan dengan setting grafis “Ultra” dan frame rate “Ultra”. Akan tetapi, frame rate tidak selalu konsisten berada di angka 120 fps. Apabila terdapat war yang ramai dengan efek visual, frame rate dapat turun di bawah 100 fps.
Genshin Impact yang termasuk kelas berat juga dapat dijalankan dengan setting grafis “Highest” dan target frame rate 60 fps. Setelah sekitar 30 menit, performa cenderung mengalami penurunan ke kisaran 50 fps. Mungkin ini adalah efek throttling di mana ponsel mengurangi kinerja untuk meredam panas akibat setting tinggi.
Satu game yang relatif lebih konsisten adalah Delta Force. Ketika dijalankan dengan setting grafis “Standard”, Delta Force membuka pilihan frame rate hingga maksimal 120 fps. Infinix Note 60 Pro pun sanggup bertahan mendekati angka tersebut sepanjang permainan.
Baterai Infinix Note 60 Ultra: Kurang tahan lama
Infinix menyematkan baterai berkapasitas 7.000 mAh sebagai sumber tenaga Note 60 Ultra. Angka itu termasuk standar untuk ukuran ponsel masa kini, tidak kecil, tapi bukan pula yang terbesar.

Ketika diuji menggunakan PC Mark Work 3.0 Battery Life, daya tahannya cenderung kurang lama dengan capaian 12 jam dan 48 menit. Saat dipakai bermain game Mobile Legends: Bang Bang dengan profil kinerja “Balanced” pun, penurunan kapasitas baterainya mencapai 14 persen setelah bermain selama lebih kurang satu jam.
Untungnya, charger 100 watt dan kabel bawaan mampu mengisi baterai dengan cepat. Infinix Note 60 Ultra hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk mengembalikan kapasitas baterai dari 0 hingga 26 persen. Setelah 30 menit berlalu, angkanya meningkat jadi 62 persen, lalu 87 persen di menit ke-45. Pengisian hingga penuh 100 persen memakan waktu sekitar 57 menit.
Kesimpulan
Daya tarik utama dari Infinix Note 60 Ultra Pininfarina tak lain dan tak bukan adalah desain uniknya yang berasal dari kolaborasi dengan firma desain otomotif tersebut. Elemen-elemen visual lain seperti garis lampu di bawah camera island dan Active Matrix Display semakin menambah pesonanya.
Kelengkapan ponsel ini juga layak diacungi jempol. Bukan hanya boks kemasannya yang besar itu terkesan eksklusif, rangkaian aksesori di dalamnya pun jarang ditemukan di ponsel lain di pasaran.
Mulai dari yang memiliki kegunaan tinggi seperti screen protector tempered glass dan hard case magnetik hingga yang lebih bersifat trivia macam alas wireless charging dan SIM card ejector tool, semuanya didesain dengan apik.

Aspek-aspek lain dari Note 60 Ultra sebenarnya termasuk biasa saja dibandingkan para kontemporernya, kalau bukan malah agak tertinggal. Hal tersebut lebih terasa lagi apabila mempertimbangkan banderolnya yang mencapai belasan juta rupiah, tepatnya Rp 11.999.000 (12 GB/ 512 GB).
Apabila ingin mencari kinerja, banyak ponsel lain di papan tengah yang menawarkan performa sebanding atau lebih kencang. Baterai pun setali tiga uang. Smartphone zaman now sudah umum dibekali baterai mencapai kisaran 8.000 mAh atau lebih, bahkan di papan bawah sekalipun.
Kamera Infinix Note 60 Ultra sebenarnya cukup menjanjikan, tapi lagi-lagi tersandung jika menilik harga. Rangkaian kamera serupa bisa ditemukan di ponsel dengan kisaran harga di bawah Rp 10 juta, yang rata-rata sudah dibekali telefoto berjangkauan tinggi dengan dukungan video hi-res.
Akan tetapi, memang bukan hal-hal tersebut yang ditawarkan oleh Infinix Note 60 Ultra. Seperti yang disebutkan di awal tadi, nilai jualnya ada pada desain serta aksesori pelengkap eksklusif hasil rancangan bersama Pininfarina. Apabila itu yang Anda cari, maka Anda tidak akan kecewa.
Rating editor: 7.5/10
Kelebihan:
+ Desain bernuansa sporty yang menarik
+ Aksesori pendamping sangat lengkap dan mewah
+ Kamera utama 200 MP berkualitas tinggi
+ Fast charging kencang mengisi baterai
Kekurangan:
– Rating ketahanan hanya IP64
– Kamera ultrawide agak mengecewakan
– Baterai tidak tahan lama
– Harga cenderung tinggi untuk spesifikasinya

