Review iQoo 15: HP Gaming yang Layak Jadi Flagship

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

8.0/10
Desain
 
8.5
/10
Layar
 
8.0
/10
Sistem operasi
 
8.0
/10
Kamera
 
7.5
/10
Kinerja
 
9.0
/10
Baterai
 
7.0
/10

Pros

  • Kinerja sangat tinggi
  • Fitur gaming lengkap dan berguna
  • Kamera lebih bagus dari generasi sebelumnya
  • Desain minimalis tapi menarik

Cons

  • Baterai besar, tapi tak tahan terlalu lama
  • Selisih harga cukup jauh dari iQoo 13
  • Masih bisa mengalami throttling karena panas

Desember lalu, iQoo 15 resmi mendarat di Indonesia. Seperti sebelum-sebelumnya, ia menjadi smartphone pertama di Indonesia yang ditenagai chip terbaru dan teratas dari Qualcomm, kali ini Snapdragon 8 Elite Gen 5.

Satu hal yang agak mengejutkan adalah harganya yang berselisih cukup jauh dengan iQoo 13. Dibandingkan pendahulunya itu, iQoo 15 dibanderol lebih mahal Rp 2-3 juta untuk varian memori yang sama.

Kendati demikian, iQoo 15 mendapat banyak peningkatan, termasuk dari segi kamera yang kini kembali berlensa periskop dan kapasitas baterai. Apakah kelebihan yang ditawarkan bisa menjustifikasi harganya? Ikuti ulasan oleh 91Mobiles Indonesia di bawah.

Table of Contents

Kesimpulan awal

iQoo 15 first and foremost adalah HP gaming yang mengutamakan performa maksimal. Namun, ponsel ini sudah berada di taraf di mana penggunanya bisa dengan nyaman melakukan hal-hal lain, tak melulu bermain game saja. Ia pun menjadi all-rounder yang mampu bersaing ketat dengan smartphone flagship di pasaran, ditambah dengan kinerja yang sangat tinggi.

Unboxing: Siap gaspol

Kotak kemasan iQoo 15 melanjutkan tradisi dengan warna latar hitam, hanya saja penamaan produk kini lebih menonjol dengan ukuran font lebih besar. Gambar siluet squircle di latar belakang merupakan representasi dari fitur Halo Dynamic Light yang diwarisi dari iQoo 13, di mana modul kamera dikelilingi oleh lampu LED RGB yang fungsi dan warnanya bisa diatur sesuai kehendak.

iQoo 15 varian warna Legend (putih) dan kotak kemasannya.

Isi kelengkapan boks iQoo 15 sendiri lengkap dengan aksesori seperti layaknya kebanyakan HP modern. Meskipun tidak ada item ekstra yang menonjol -kecuali mungkin soft case berwarna senada dengan ponsel- pengguna iQoo 15 sudah bisa langsung gaspol memakai perangkat tanpa perlu merogoh kocek untuk membeli barang lain.

Di dalam kemasan terdapat unit charger dengan keluaran daya 100 watt sesuai dengan fast charging yang didukung iQoo 15, berikut kabel USB A ke USB C yang sama-sama berwarna putih. Terdapat pula booklet panduan singkat dan garansi serta sebuah SIM card ejector tool.

Kelengkapan aksesori di dalam kemasan iQoo 15.

Desain: Bersih dan menarik

iQoo 15 mempertahankan ciri khas desain minimalis yang tampilannya bersih dan menarik tanpa harus norak dengan estetik ala “gamer”, meskipun hardware di dalamnya termasuk paling bertenaga saat ini.

Bodi iQoo 15 varian warna Legend alias putih di tangan 91Mobiles Indonesia memiliki finishing matte yang nyaris kebal sepenuhnya terhadap noda sidik jari. Terdapat logo “iQoo” dan slogan “Monster Inside” berukuran kecil di salah satu sisi, berikut lambang bernuansa racing yang diwariskan dari beberapa generasi terdahulu.

Di Indonesia, iQoo 15 juga tersedia dalam pilihan warna lain, yakni Alpha atau hitam. Tampilannya lebih polos dengan hanya memuat logo “iQoo” yang nyaris tak terlihat karena berwarna gelap.

Bagian frame terbuat dari logam aluminium berwarna silver dengan finishing serupa, serta berbentuk flat tapi dengan pinggiran yang agak membulat sehingga terasa nyaman di tangan meskipun digunakan tanpa casing.

Di sisi atas terdapat IR blaster yang diletakkan berdampingan dengan mikrofon dan grille speaker kedua, sementara sisi bawah memuat laci SIM card yang bisa memuat 2 buah nano SIM tanpa microSD, berikut konektor USB C (USB 3.2) dan grille speaker pertama.

Perangkat dengan dimensi fisik 163,65 x 76,80 x 8,10 mm dengan bobot 215 gram ini juga mengantongi sertifikasi IP68/ IP69 sehingga sama tangguhnya dengan ponsel-ponsel flagship modern lain yang rata-rate sudah mengusung ketahanan tinggi terhadap debu dan air.

Layar iQoo 15 menggunakan panel LTPO AMOLED 6,85 inci (3.168 x 1.440 piksel) dengan refresh rate hingga 144 Hz dan tingkat kecerahan 2.600 nits (HBM). Di sisi bawahnya terdapat ultrasonic in-display fingerprint scanner yang bekerja dengan gesit dan akurat meskipun digunakan saat jari dalam keadaan basah.

Halo Dynamic Light bisa dikustomisasi sesuai kehendak.

Satu elemen desain lainnya yang menarik adalah Halo Dynamic Light berupa lampu LED RGB di sekeliling pinggiran luar modul kamera. Lighting serupa sebelumnya sudah diterapkan di iQoo 13, kemudian diteruskan ke iQoo 15. Warna dan pola lampunya bisa dikustomisasi sesuai selera. Fungsinya pun bisa sebagai indikator notifikasi, event tertentu dalam game, atau dinyalakan terus menerus untuk memeriahkan suasana.

Kamera: Bersaing dengan flagship

Apabila dilihat sekilas di lembar spesifikasi, rangkaian kamera iQoo 15 terkesan masih identik dengan pendahulunya. Ponsel ini tetap datang dengan tiga buah kamera belakang beresolusi 50 MP dan kamera depan 32 MP. Perbedaan yang langsung terlihat mungkin hanya unit LED flash yang tidak lagi berbentuk cincin.

Namun, di balik tampilan camera island yang seperti tak berubah itu, iQoo sebenarnya merombak susunan kamera sehingga lebih canggih. Kamera utama kini menggunakan sensor 50 MP Sony IMX921 berukuran 1/1,56 inci (f/1.9, 24 mm, OIS), sementara kamera ultrawide datang dengan sensor 50 MP Samsung Isocell JN1 (f/2.0, 15 mm, AF).

Modul kamera iQoo 15.

Paling menarik mungkin kamera telephoto yang mengembalikan lensa periskop dengan jangkauan zoom optis 3x (f/2.56, 85 mm, OIS) dengan sensor 50 MP Sony IMX882. Kamera depan bersensor 32 MP (f/2.2, 21 mm).

Dengan rangkaian kamera tersebut, iQoo 15 boleh dibilang memiliki kemampuan fotografi dan video bersaing dengan ponsel flagship dalam hal fleksibilitas pemotretan yang lengkap. Ponsel ini bisa merekam berbagai jenis objek, dekat maupun jauh, arsitektur dan pemandangan hingga detil halus.

Hasil fotonya sendiri, seperti bisa diamati dalam jepretan-jepretan 91Mobiles Indonesia, cenderung menghasilkan gambar dengan kontras tinggi dan warna yang punchy, tapi tetap konsisten antara ketiga kamera belakang.

Kamera utama menghasilkan gambar paling cemerlang di segala situasi karena memang sensornya adalah yang terbaik. Kamera telephoto dan ultrawide agak kedodoran di situasi low-light, tapi kualitasnya masih bagus. Di kondisi cahaya cukup, ketiga kamera nyaris tak bisa dibedakan dalam hal image quality.

Satu kekurangannya adalah dari segi fitur yang tak selengkap ponsel flagship dengan kamera lebih mumpuni, seperti misalnya Vivo X300 Pro dan Oppo Find X9 Pro, yang menyajikan resep warna khas pabrikan legendaris (Zeiss dan Hasselblad).

iQoo 15, misalnya, tidak memiliki simulasi bokeh lensa ikonik Zeiss seperti Vivo X300 Pro atau opsi video super lengkap berikut perekaman LOG di semua kamera seperti Oppo Find X9 Pro. Namun, sebenarnya fitur-fitur ekstra tersebut boleh dibilang tak terlalu esensial di penggunaan sehari-hari. Jepretan kamera depan iQoo 15 pun masih bisa diandalkan dengan hasil yang cerah serta efek bokeh yang halus dan presisi dalam mode Portrait.



Meskipun bisa melakukan zoom hingga 100x, hasil zoom jarak jauhnya pun tak sebaik saudaranya dari Vivo meski sama-sama dibekali lensa dengan zoom optis yang mirip. Kemampuan sensor 200 MP di kamera telephoto X300 Pro masih sulit ditandingi dalam hal ini dengan membuahkan hasil lebiih tajam ketimbang iQoo 15.

Meskipun demikian, di luar segelintir pengguna yang sangat concern terhadap kemampuan kamera, rasa-rasanya iQoo 15 bisa memuaskan sebagian besar kebutuhan fotografi. Untuk menambah peluang berkreasi, ponsel ini juga menyertakan mode Humanistic yang umum ditemukan di ponsel Vivo dan bisa dipanggil dengan swiping dari bagian bawah interface aplikasi kamera.

Mode Humanistic mengetengahkan sejumlah filter warna yang bisa dikustomisasi lebih lanjut sesuai selera, misalnya dengan mengatur efek vignetting atau intensitas penerapannya. Terdapat juga mode full-manual dan sejumlah preset focal length populer untuk street photography mulai dari 24 mm hingga 100 mm.

Untuk kemampuan video, semua kamera di iQoo 15 sanggup merekam hingga 4K 60 fps. Kamera utama bisa setingkat lebih tinggi di 8K/ 30 fps. Terdapat opsi pengaturan manual lewat mode Pro (foto dan video), tetapi tidak ada perekaman dengan profil gamma Log.

Kinerja: Benar-benar monster

Dengan slogan “Monster inside”, aspek kinerja pastinya menjadi menu utama dari iQoo 15. Ponsel tersebut melanjutkan tradisi iQoo menjadi pabrikan pertama yang merilis perangkat dengan chipset teratas dan terbaru dari Qualcomm setiap tahun, kali ini Snapdragon 8 Elite Gen 5.

Sepert biasa, iQoo memadukan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan chip pendamping khusus buatan sendiri, yaitu Supercomputing Chip Q3. Fungsinya adalah untuk mendongkrak kinerja gaming dengan menambahkan DA core (untuk upscaling), RT core (untuk ray tracing), dan AI core (untuk pengolahan fitur AI).

Dengan kata lain, Supercomputing Chip Q3 menjalankan fitur gaming andalan iQoo 15, yaitu full-scene ray tracing, super resolution (upscaling), dan interpolasi frame hingga 144 fps. Di dalam menu Settings, Vivo menyediakan daftar judul-judul game yang mendukung ketiga fitur tersebut, berserta opsi untuk mengunduhnya apabila belum terpasang di perangkat. Jumlahnya relatif belum terlalu banyak. Misalnya, untuk ray-tracing, hanya terdapat satu buah judul game MMORPG populer, Genshin Impact.

Untuk memorinya, iQoo 15 menggunakan RAM LPDDR5X Ultra/ LPDDR5X Ultra Pro dan storage UFS 4.1. Konfigurasinya tersedia dalam tiga pilihan: 12 GB/ 256 GB, 16 GB/ 512 GB, dan 16 GB/ 1 TB. jenis RAM LPDDR5X Ultra Pro hanya digunakan di varian tertinggi saja.

Komponen-komponen di atas didinginkan oleh cooler chamber berukuran besar dengan luas 8.000 mm persegi. iQoo 15 pun diklaim sanggup menjalankan game dengan frame rate tinggi secara konsisten tanpa mengalami penurunan kinerja, sekaligus menjaga suhu perangkat tetap dalam batasan normal.

Hasilnya? Perangkat ini menjelma menjadi “monster” yang menorehkan kinerja sangat tinggi di dalam game maupun benchmark sintetis. Untuk menfasilitasi aktivitas gaming, iQoo 15 menyediakan Game Sidebar yang dapat dipanggil dengan cara swiping dari sisi kiri layar untuk mengakses aneka fungsi.

Terdapat tiga profil kinerja bernama “Battery Saver”, “Balanced”, dan “Monster”, berikut slider refresh rate, brightness, jaringan, dan touch sampling rate yang dapat diatur sesuai keinginan kapanpun saat berada di dalam game. Yang menarik adalah tab “Q Chip Zone” di mana pengguna dapat mengakses fitur-fitur khusus dari Supercomputing Chip Q3 apabila didukung oleh game yang bersangkutan.

Misalnya, di game Genshin Impact, Q Chip Zone menyediakan opsi untuk menyalakan dan mematikan efek ray-tracing secara real time sehingga perubahannya bisa langsung dilihat di layar. Di game kompetitif seperti Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), tersedia opsi Super Resolution dan Super Frame Rate untuk mendongkrak kinerja agar game berjalan semulus mungkin.

Kinerjanya sendiri jelas tak perlu diragukan. MLBB bisa berjalan di setting grafis tertinggi dengan frame rate 144 fps dengan relatif konsisten, kecuali saat berlangsung war yang sangat ramai di layar, di mana frame rate bisa menurun ke kisaran 120-an fps.

Delta Force bisa dijalankan hingga setting grafis “Max” dengan frame rate “Ultimate” (60 fps). Pengguna bisa menurunkan setelan grafis ke “HD” agar bisa memilih frame rate 120 fps. Sayangnya, opsi 144 fps tak dapat dipilih. Namun, setidaknya game ini bisa berjalan di setting HD dengan frame rate 120 secara konsisten.

Genshin Impact mampu berjalan dengan setting grafis “Highest” dan target frame rate 60 fps secara mulus dan konsisten. Saat ray-tracing diaktifkan, perbedaannya cukup kentara, misalnya dari bayangan awan di tanah yang menutupi cahaya matahari. Kinerjanya tetap konsisten, tapi perangkat agak memanas.

Perbedaan tampilan game Genshin Impact saat ray tracing diaktifkan (bawah) dan non-aktif.

Soal ini, iQoo 15 ternyata masih bisa mengalami throttling meskipun dibekali pendingin berukuran besar. Pengujian stress test dengan 3DMark Wild Life Extreme menunjukkan bahwa kinerja iQoo 15 berangsur menurun seiring dengan makin banyaknya loop yang dijalankan, sebelum akhirnya stagnan ketika suhu menyentuh kisaran 50 derajat celsius dengan nilai stabilitas 57,9 persen.

Berdasarkan hasil stress test 3DMark dan burnout, iQoo 15 masih bisa mengalami throttling yang cukup signifikan apabila dipaksa bekerja keras terus menerus.

Baterai: Besar, tapi…

Mengikuti tren di industri smartphone, iQoo mendongkrak kapasitas baterai di ponsel gaming terbarunya sehingga kini mencapai 7.000 mAh, lebih besar dari baterai iQoo 13 sebelumnya yang berkapasitas 6.500 mAh.

Akan tetapi, angka tersebut ternyata tak lantas tercermin dalam daya tahan yang lama. Pengujian 91Mobiles dengan PCMark Work 3.0 battery life menghasilkan angka 13 jam 7 menit yang agak mengecewakan karena kalah dari saudaranya, Vivo X300 Pro, yang mencatat daya tahan 3 jam lebih lama.

Skor benchmark AnTuTu v11 (kiri), Geekbench 6 (tengah) dan PCMark Work 3.0 battery life untuk iQoo 15.

Padahal, X300 Pro hanya dibekali baterai 6.510 mAh. Daya tahan baterai ponsel flagship lain seperti Oppo Find X9 Pro lebih lama lagi. Efisiensi daya Snapdragon 8 Elite Gen 5 di iQoo 15 boleh jadi masih tertinggal dari MediaTek Dimensity 9500 di kedua ponsel lain itu.

Untungnya, iQoo 15 bisa mengisi daya dengan cukup cepat, meski hanya berselisih tipis dari Vivo X300 Pro. Saat diuji dengan charger 100 watt dan kabel bawaan, baterai iQoo 15 terisi 17 persen dalam 10 menit, lalu 45 persen dalam 30 menit.

Setelah satu jam berlalu, kapasitas baterai menunjukkan angka 85 persen. Pengisian dari nol hingga penih memakan waktu sekitar 75 menit.

Kesimpulan

iQoo sekali lagi membuktikan kepiawaiannya merancang ponsel berkinerja tinggi yang sanggup menjalankan aneka game dengan mulus. Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang menjadi dapur pacunya memiliki performa sangat kencang, ditambah dengan fitur-fitur Supercomputing Chip Q3 yang berguna untuk menambah kemulusan bermain dan meningkatkan visual game.

Di luar urusan gaming, iQoo 15 pun bisa diandalkan sebagai ponsel harian all-around yang serba bisa. Semua hal sanggup ditangani dengan apik, termasuk kreasi konten berkat kemampuan kameranya yang mumpuni meskipun belum bisa menyamai flagship terkini.

Ditambah lagi, desainnya juga simple dan menarik tanpa terkesan norak ala ponsel gaming. Halo Dynamic Light di sekeliling modul kamera menambah aksen yang manis dan tampak indah di varian warna Legend lantaran punggungnya yang putih bersih.

Lantas, apakah iQoo 15 cocok buat Anda? Seperti biasa, jawabannya tergantung kebutuhan dan budget. Jika memerlukan kamera terbaik, mungkin flagship yang mengedepankan imaging seperti Vivo X300 Pro dan Oppo Find X9 Pro lebih cocok.

Apabila mencari ponsel berkinerja tertinggi, Anda dapat memiliih di antara tiga ponsel berbasis Snapdragon 8 Elte Gen 5 yang ada di Indonesia saat ini, yaitu iQoo 15, Redmagic 11 Pro, dan Poco F8 Ultra. Redmagic 11 Pro dibanderol lebih tinggi dengan selisih signifikan sehingga kompetitor langsung dari iQoo 15 adalah Poco F8 Ultra di kisaran Rp 12 juta.

Konsumen memang mesti merogoh kocek ekstra untuk membeli iQoo 15 yang dijual mulai Rp 13 juta hingga Rp 16 juta -lebih mahal dari iQoo 13 yang dijual Rp 10-12 juta pada saat peluncuran. Namun, ponsel ini menawarkan kapasitas media internal hingga 1 TB dan baterai lebih besar.

Sekali lagi, keputusan akhir berada di tangan konsumen. Apabila menjatuhkan pilihan pada iQoo 15, hal yang pasti adalah Anda akan mendapatkan salah satu smartphone berkinerja tertinggi saat ini yang mampu memenuhi berbagai macam kebutuhan dan layak menyandang julukan “flagship”.

Rating editor: 8/10

Kelebihan:
+ Kinerja sangat tinggi
+ Fitur gaming lengkap dan berguna
+ Kamera lebih bagus dari generasi sebelumnya
+ Desain minimalis tapi menarik

Kekurangan:
– Baterai besar, tapi tak tahan terlalu lama
– Selisih harga cukup jauh dari iQoo 13
– Masih bisa mengalami throttling karena panas

iQOO 15 Harga
Rp. 12.599.000
Pergi Ke Toko
Rp. 12.999.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua
Home Reviews