Tak hanya lini mid-range dan flagship, iQoo juga memasuki segmen harga terjangkau melalui jajaran iQoo Z series. iQoo Z9 menjadi salah satu yang paling menonjol di kategori tersebut, terutama dari segi performa. Sekarang, iQoo Z10 yang merupakan penerusnya resmi diluncurkan di Indonesia dengan menargetkan mahasiswa sebagai peminatnya. Ponsel ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan mereka melalui baterai jumbo 7.300 mAh, pengisian cepat 90 watt, chipset Snapdragon 7s Gen 3, kamera 50 MP, dan layar AMOLED 120 Hz.
Kendati sederet peningkatan ini membuat iQoo Z10 layak dianggap sebagai penerus iQoo Z9, apakah ponsel ini cocok untuk menyalip para pesaing dan menetapkan standar baru di kelas harga terjangkau? Simak ulasan berikut ini untuk mengetahuinya.
Table of Contents
iQoo Z10 membawakan peningkatan menarik di segmen harga di bawah Rp 4 juta, hampir semuanya berada di aspek yang dibutuhkan untuk pelajar maupun pengguna umum dengan anggaran terbatas. Ponsel ini juga memadukan kinerja, daya tahan, dan desain dalam satu paket yang komplet, tanpa melupakan kebutuhan target penggunanya. Kendati begitu, bagi penggemar fotografi, sebenarnya masih ada pilihan lain yang menawarkan hasil foto lebih baik.
iQoo Z10 tampil mengesankan dari segi desain. Walau disuplai dengan baterai berkapasitas jumbo, bodinya tetap ramping, tipis, dan ringan sehingga tidak membuat tangan terasa berat atau memenuhi saku. Dengan bobot 199 gram dan ketebalan yang hanya 7,9 mm, bodinya sebanding dengan para pesaing di segmen harga yang sama. Ponsel ini cukup layak dianggap menghadirkan keseimbangan antara kekuatan dan portabilitas. Selain itu, iQoo Z10 juga memiliki distribusi bobot yang baik dan juga tampilan menarik. Camera island miliknya punya ukuran besar dengan bentuk lingkaran, terinspirasi dari seri flagship. Terlihat bagus atau tidaknya cenderung subjektif, alias mungkin saja tidak disukai oleh semua orang.
iQoo Z10 ditawarkan dalam dua varian warna yakni Glacier Silver dan Stellar Black. Unit yang kami uji merupakan varian Stellar Black, menampilkan desain dua tekstur yaitu modul kamera glossy dipadankan dengan panel belakang matte. Permukaan matte tersebut membantu mengurangi noda sidik jari agar perangkat tetap terlihat bersih setelah pemakaian. Namun seiring berjalannya waktu, noda sidik jari tetap bisa muncul. Alhasil perangkat ini pun sebaiknya digunakan dengan casing bawaan guna tetap terlihat bersih tanpa sering dilap. Soal ketahanannya, iQoo Z10 tersertifikasi IP65 dan MIL-STD-810H, diklaim mampu bertahan dari benturan kecil berkat pelindung Shield Glass dan struktur bantalan internal yang dapat menyerap sebagian dampak benturan.
Untuk urusan port, tersedia sensor sidik jari di bawah layar yang bekerja secara akurat dan responsif. Selain itu ada pula port USB Type-C untuk pengisian daya dan transfer data, serta laci kartu SIM dengan slot MicroSD khusus untuk ekspansi penyimpanan. Meski tidak memiliki speaker stereo, perangkat ini dilengkapi dengan IR Blaster yang dapat mengontrol sejumlah elektronik rumah tangga tertentu. Lalu, meski versi globalnya tidak memiliki NFC, iQoo menyediakan fitur ini untuk versi di Indonesia agar dapat mengisi saldo kartu uang elektronik dengan mudah.
Perihal visualnya, iQoo Z10 mengandalkan layar AMOLED 6,77 inci dengan keempat sisinya yang melengkung. Layar ini berada dalam resolusi Full HD Plus, disertai refresh rate 120 Hz, dan tingkat kecerahan maksimal hingga 5.000 nit. iQoo Z10 bahkan menjadi salah satu smartphone dengan layar paling terang di kelasnya, memastikan visibilitas yang optimal di bawah terik matahari langsung. Ponsel ini turut mendukung pemutaran konten HDR, namun saat ulasan ini pertama kali dibuat, Netflix dan streaming platform lainnya masih berkutat di resolusi Full HD. Dukungan resolusi lebih tinggi kemungkinan bakal hadir melalui pembaruan perangkat lunak via OTA (over-the-air).
Meskipun begitu, pengalaman menonton tetap menyenangkan dan profil warna layar bisa disesuaikan melalui menu pengaturan. Ponsel ini juga menghadirkan bezel sangat tipis untuk memberikan tampilan yang lebih immersive, serta viewing angle yang luas agar bisa ditonton dengan jelas dari berbagai arah. Namun sayangnya, lubang kamera depan masih terasa agak besar dan sedikit mengganggu pengalaman menonton.
Menyoal fotografi, iQoo Z10 dipadankan dengan kombinasi sensor utama 50 MP dan depth 2 MP di sisi belakang. Pada bagian depan, terdapat kamera 32 MP untuk menunjang selfie dan video call yang ditempatkan dalam bentuk punch hole. Sayangnya, smartphone ini tidak menawarkan fleksibilitas seperti para pesaingnya, misalnya Redmi Note 14 dan Motorola Edge 60 Fusion yang sudah mendukung ultrawide. Namun sebagai nilai tambahnya, iQoo Z10 mendukung perekaman video 4K di 30 FPS baik di kamera depan maupun belakang. Hasilnya pun tergolong memadai di kelas harganya. Soal kualitas gambar, iQoo Z10 memberikan kinerja kamera yang andal dengan warna akurat, highlight terjaga, dan hasil selfie yang tampak alami.
Kendati begitu, iQoo Z10 masih kesulitan mempertahankan detail, terutama pada kondisi cahaya rendah pada foto portrait. Kamera ini namun masih dapat mempertahankan tampilan tone warna kulit yang realistis dan juga pemrosesan warna yang bersih. Hasil foto portrait sedikit redup dan underexposed, namun efek bokeh yang dihasilkan cukup menarik. Sementara, selfie terlihat seimbang dengan warna kulit yang alami. Mode malamnya mampu mempertajam hasil foto, meski terkadang membuat warnanya tampak terlalu jenuh. Secara keseluruhan, iQoo Z10 tetap tampil solid meski belum bisa dikatakan istimewa.
iQoo Z10 ditenagai oleh chipset menengah MediaTek Dimensity 7300, dipadankan dengan RAM hingga 12 GB dan penyimpanan hingga 256 GB. Kombinasi hardware tersebut menawarkan performa gesit, menorehkan skor 800 ribuan poin di AnTuTu. Hasil skornya di Geekbench juga tak kalah mengesankan, mengungguli beberapa pesaingnya di harga yang sama baik pada pengujian single-core maupun multi-core. Ponsel ini juga menampilkan konsistensi yang baik saat dipakai aktivitas terus-menerus. Pada pengujian Burnout CPU Throttle, iQoo Z10 berhasil mempertahankan 68,3 persen dari performa maksimalnya.
iQoo Z10 tidak dibekali dengan sistem pendingin vapour chamber lantaran Snapdragon 7s Gen 3 miliknya sudah dianggap cukup efisien sehingga tidak mudah panas. Untuk mengujinya, perangkat ini dimainkan dengan tiga judul populer yaitu BGMI (PUBG Mobile versi India), COD: Mobile, dan Real Racing 3. Dengan total durasi bermain selama 90 menit, suhu ponsel ini hanya meningkat 14,5 derajat Celsius.
Perangkat ini juga diuji pada berbagai ragam skenario pemakaian sehari-hari, seperti streaming, browsing, scrolling, editing, dan multi-tasking. iQoo Z10 tetap terasa mulus tanpa adanya lagging atau stutter. Selain dari hardware, mulusnya performa ini juga dikarenakan software yang memadai. iQoo Z10 berjalan pada antarmuka Funtouch OS 15 berbasis Android 15. Meski bukan antarmuka terbersih (ada 61 aplikasi prainstal), pergerakan animasinya sangat mulus tanpa stutter, tidak ada freeze atau crashing sama sekali. Ditambah lagi, software ini menyuguhkan opsi kustomisasi sangat luas serta fitur-fitur kecerdasan buatan (AI) yang praktis. Fitur-fitur AI yang dimaksud mencakup AI Super Doc yang dapat memindai, cropping, dan memperbaiki posisi scan dokumen yang miring; fitur Instant Document Converter yang dapat membuat PDF dari gambar dan dokumen; AI Eraser untuk menghapus objek tak diinginkan pada foto.
Pada sisi pembaruan OS, iQoo menjanjikan masa jaminan 2 tahun pembaruan OS utama dan 3 tahun patch keamanan.
iQoo Z10 dipasangkan dengan baterai berbasis teknologi silikon-karbon, menawarkan kepadatan energi yang lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion biasa. Dengan begini, kapasitasnya bisa mencapai ukuran besar tanpa memengaruhi ketebalan dan bobot bodi. Itulah mengapa iQoo Z10 tetap ringan dan ringkas meski disuplai baterai jumbo 7.300 mAh.
Hasil pengujian sintetis dan dunia nyata pada ponsel ini membuktikan bahwa iQoo Z10 adalah ponsel yang hemat daya. Pada PC Mark Battery Test, perangkat ini mampu bertahan selama 16 jam dan 41 menit, sangat unggul dibandingkan ponsel-ponsel lainnya yang hanya punya baterai 6.000 mAh.
Lebih lanjut lagi, pada pengujian menonton video (streaming) selama 30 menit, baterai ponsel hanya berkurang 1 persen, menjadikannya standar baru pada pengujian internal kami. iQoo Z10 juga bisa menangani penggunaan berat dengan efisien, misalnya ketika bermain game. Saat pengujian, baterai iQoo Z10 hanya berkurang 4 persen setelah dipakai bermain BGMI (PUBG Mobile versi India), Call of Duty Mobile, dan Real Racing selama masing-masing 30 menit. Rata-rata pesaingnya yang lain bisa berkurang 6 persen pada pengujian yang sama.
Pengujian di atas membuktikan bahwa iQoo Z10 merupakan smartphone dengan baterai paling awet, tak hanya di segmen yang sama, melainkan juga di atasnya. Selain itu, Anda juga tidak perlu menunggu lama untuk mengisi baterai ponsel ini hingga penuh. iQoo telah berbaik hati menyajikan fitur fast charging 90 watt pada perangkat ini, disertai pula dengan charger yang dayanya sesuai di dalam boks. Fitur ini hanya memerlukan waktu 42 menit agar ponsel terisi dari 20 ke 100 persen.
Bukan itu saja, smartphone ini juga mendukung fitur bypass charging yang dapat mengalihkan daya listrik dari sumber langsung menuju mainboard. Jadi, perangkat bisa dicolok ke listrik sambil dipakai gaming sembari tetap menjaga kesehatan baterai.
iQoo Z10 adalah ponsel dengan value for money yang tinggi, menyuguhkan fitur-fitur yang bahkan tidak dimiliki beberapa ponsel ultra-premium. Baterai sebesar 7.300 miliknya juga bakal menarik minat mahasiswa atau pun pengguna umum yang memprioritaskan daya tahan lama serta responsivitas. Lebih lanjut lagi, Snapdragon 7s Gen 3 miliknya memastikan pemakaian multi-tasking yang mulus, layar AMOLED 120 Hz juga membuatnya ideal untuk konsumsi konten dan gaming kasual.
Di luar itu, iQoo Z10 kurang cocok untuk penggiat fotografi garis keras. Soalnya, kamera belakangnya yang cuman dua membuatnya kalah saing dibandingkan ponsel lain yang sudah punya ultrawide dan mode makro. Meskipun cenderung baik pada pemotretan di mayoritas skenario, kinerjanya di kondisi low light masih perlu dibenahi.
Namun apabila Anda memprioritaskan baterai yang luar biasa awet, fast charging yang “ngebut”, software mulus, performa sehari-hari yang lancar, dan layar jernih, cerah, serta tajam, iQoo Z10 adalah salah satu opsi terbaik di kelasnya. iQoo Z10 ditawarkan dalam harga rilis mulai dari Rp 3.699.000 untuk RAM 8 GB/ 128 GB.
Rating editor: 8,4 / 10
Alasan membeli:
Alasan tidak membeli: