Review Motorola Edge 60 Fusion: Fitur Mumpuni di Harga Terjangkau

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

8.1/10
Desain
 
8.0
/10
Layar
 
8.2
/10
Sistem operasi
 
8.3
/10
Kamera
 
7.9
/10
Kinerja
 
7.5
/10
Baterai
 
8.0
/10

Pros

  • Performa yang mulus dengan storage 256 GB.
  • Perangkat yang memukau untuk hiburan.
  • Kamera mumpuni di siang hari.
  • Baterai awet dengan pengisian daya yang ngebut.

Cons

  • Kemampuan foto malam agak kurang.
  • Chipset kalah saing dari rival sekelas.

Motorola Edge 60 Fusion merupakan ponsel menengah pertama dari Motorola yang rilis di Indonesia setelah mereka comeback ke pasar Tanah Air pada Februari 2025 lalu. 

Edge 60 Fusion ini resmi hadir di Indonesia pada Kamis, 17 Juli 2025, sekitar tiga bulan setelah peluncuran globalnya di pasar Eropa. Ini merupakan smartphone Motorola kedua yang rilis di RI setelah kehadiran Motorola G45 pada bulan Februari. 

Sebagai ponsel kelas menengah, Edge 60 Fusion membawakan kinerja yang gesit dengan Dimensity 7400, baterai besar 5.000 mAh, layar dengan kualitas tajam, serta fitur-fitur AI yang praktis. Apakah ponsel ini layak dipilih di rentang harga Rp 5 jutaan? Simak pada review berikut ini.

Kesimpulan awal

Motorola Edge 60 Fusion merupakan ponsel all-rounder (seimbang di segala sisi) dengan harga yang kompetitif. Dengan performa multimedia yang solid, antarmuka software yang bersih, baterai awet, serta kamera menakjubkan, Edge 60 Fusion adalah ponsel yang layak dipilih bagi mereka yang mencari ponsel serba bisa. Namun, sayangnya kemampuan fotografinya di malam hari kurang begitu baik. 

Desain dan layar

Konsep desain yang sama pada pendahulunya masih dipertahankan pada Motorola Edge 60 Fusion, kendati dengan sejumlah peningkatan. Sisi belakangnya menyerupai Edge 50 Fusion keluaran tahun lalu, mengusung material kulit imitasi di bodi belakang yang terasa premium saat disentuh. Camera island pada ponsel ini berbentuk persegi dengan empat bulatan lensa di dalamnya. Pada sisi-sisi modul kamera, terdapat lengkungan halus untuk mencegah ketidak-nyamanan saat tak sengaja bersentuhan dengan jari tangan. 

Bingkainya berbahan plastik, namun memiliki finishing metalik yang serasi dengan skema warna cyan. Sayangnya, panel belakangnya terasa mudah kotor sehingga perlu sering dibersihkan. Untuk varian yang masuk Indonesia, Motorola turut menyediakan casing yang warnanya sama dengan varian warna ponsel. 

Edge 60 Fusion memiliki ketebalan bodi yang sedikit meningkat, menjadi 8,25 mm dari 7,9 mm pada pendahulunya. Bodi yang “membengkak” ini tampaknya untuk menampung baterai yang lebih besar. Tak hanya lebih tebal, bobot ponsel pun naik 6 gram dibandingkan Edge 50 Fusion.

Pada sisi-sisi ponsel ini, tersedia stereo speaker, port USB-C, dan slot kartu SIM. Satu hal tambahan paling menarik pada ponsel ini adalah sertifikasi IP68 dan IP69, membuatnya lebih tahan terhadap debu dan air. Bahkan tersedia fitur Wet Touch yang membuat layarnya tetap responsif meski sudah terkena air hujan. Fitur Wet Touch ini sudah ada sejak lama, dan baru diterapkan pada opsi ponsel terjangkau belum lama ini. 

Edge 60 Fusion juga hadir dengan panel P-OLED 6,7 yang melengkung di sisi-sisinya, dengan resolusi 1,5K (1.220 x 2.712 piksel) dan peningkatan kecerahan maksimal hingga 4.500 nit. Meski begitu, refresh rate layar kini menjadi 120 Hz, bukan 144 Hz seperti pendahulunya. Kami sebenarnya lebih menyukai layar datar, namun perlu diakui bahwa ponsel ini terlihat bagus dengan sisi-sisinya yang melengkung. 

Rasio kontras layarnya sungguh memukau, dengan cakupan warna 10-bit dan gamut DCI-P3. Warna-warna yang diperlihatkan sungguh terlihat hidup dan cerah. Stereo speaker di ponsel ini juga ditingkatkan dengan Dolby Atmos untuk memberikan pengalaman menonton yang lebih immersive

Seperti kebanyakan layar melengkung lainnya, layar ponsel ini juga rentan menampilkan refleksi. Namun, hal ini bukan masalah besar jika sudah terbiasa. Tingkat visibilitas layar di bawah sinar matahari juga cukup memadai lantaran mendukung kecerahan hingga 1.400 nit pada HBM (High Brightness Mode). 

Layar Motorola Edge 60 Fusion tersertifikasi Widevine L1 dan HDR10+, sehingga memungkinkan pengguna untuk menikmati konten beresolusi Full HD pada platform OTT (over-the-air) seperti Netflix dan Amazon Prime Video. 

Namun pada saat ulasan ini ditulis, dukungan pemutaran Netflix HDR belum didukung. Konten HDR untungnya masih bisa dinikmati pada dua platform lain yaitu YouTube dan Amazon Prime Video. 

Layar smartphone ini juga dikemas dengan sensor sidik jari yang responsif dan bisa diandalkan. Sayangnya, posisi sensor ini sedikit menjorok ke bawah layar sehingga butuh waktu agar pengguna terbiasa menggunakannya. 

Kamera

Edge 60 Fusion dilengkapi konfigurasi kamera yang mirip seperti pendahulunya, yaitu dengan sensor 50 MP Sony-LYT 700C dan ultra wide 13 MP. Di sisi depan, tersedia kamera 32 MP untuk menunjang selfie dan video call. Kali ini Motorola turut menyediakan sensor 3-in-1 yang dirancang untuk meningkatkan aspek exposureakurasi warna, pengurangan flicker pada hasil foto dan video.

Pada kondisi pencahayaan bagus, kamera belakangnya bekerja dengan sangat baik. Hasil foto yang ditangkapnya punya warna cerah dan detail yang tajam. Profil warna pada ponsel ini juga sedikit tersaturasi. Jadi, jika Anda menyukai hasil foto dengan warna yang lebih “keluar” sedikit, pasti akan menyukai hasilnya. 

Kamera depan ponsel ini namun menghasilkan foto wajah dengan detail yang sedikit soft, kendati difoto pada kondisi pencahayaan baik. 

Pemotretan malam hari di Edge 60 Fusion mengalami penurunan kualitas. Foto-fotonya tampak cukup baik, namun masih memiliki kekurangan. Tampilan warnanya, terutama warna merah, terlihat kurang akurat, dan kameranya pun kesulitan menangani sumber cahaya yang terang meski sudah mengaktifkan mode malam. 

Satu hal lagi, aplikasi kameranya terasa agak tersendat-sendat, terlebih saat berpindah cepat antar mode. Ini memang bukan masalah besar, namun ini jelas merupakan bagian yang bisa ditingkatkan lagi lewat optimalisasi. 

Performa dan gaming

Seperti yang sempat disinggung, Edge 60 Fusion disokong oleh MediaTek Dimensity 7400 yang cukup bertenaga di kelas menengah. Perangkat ini juga punya memori hingga RAM 12 GB LPDDR4X dan storage 256 GB UFS 2.2. Kabar baiknya, versi termurah dari ponsel ini sudah dibekali memori besar yaitu RAM 8 GB/ 256 GB. Kalau penyimpanannya terasa kurang, masih bisa diperluas via MicroSD pada slot SIM berbagai. Walau kecepatan baca-tulisnya sudah cukup oke, tentu akan lebih baik jika memakai standar UFS 3.1 untuk future-proofing

Menyoal kinerja ponsel itu sendiri, Edge 60 Fusion bekerja dengan sangat mulus tanpa kendala untuk pemakaian sehari-hari. Ponsel ini tidak menampilkan adanya penurunan performa atau lagging saat menjelajahi antarmuka, membuka laci aplikasi, berpindah-pindah antar aplikasi, hingga multi-tasking. Bahkan tidak ada isu overheat juga saat melakukan tugas sehari-hari. Manajemen daya RAM di ponsel ini juga sangat baik, lantaran berhasil mempertahankan sejumlah aplikasi di latar belakang ketimbang menutupnya untuk menjaga efisiensi daya. 

Motorola Edge 60 Fusion menorehkan skor Geekbench 6 sebesar 1.050 poin untuk single-core dan 3.050 poin untuk multi-core. Sedangkan untuk skor AnTuTu-nya, skor yang dicapai adalah 692.185 poin. 

Performa ponsel ini memang bukan yang terbaik di kelasnya, lantaran masih ada pesaing seperti Poco F7 dan iQoo Neo 10 dengan Snapdragon 8s Gen 4 (skor AnTuTu v10 mencapai 2 juta poin). Namun, kinerja yang ditawarkan Edge 60 Fusion tetap memuaskan untuk kalangan di khalayak umum.

Adapun pada kemampuan gaming-nya, Edge 60 Fusion dapat memainkan mayoritas judul populer seperti BGMI (PUBG Mobile versi India) dan Genshin Impact, pada pengaturan grafis sedang. Frame rate yang diraihnya mencapai 40 FPS. 

Untuk game yang tidak begitu demanding seperti Call of Duty Mobile, perangkat ini bisa meraih frame rate hingga 55 FPS lebih pada pengaturan grafis sedang. 

Terlepas dari semua itu, sistem manajemen panasnya masih perlu dibenahi. COD Mobile dan Real Racing 3 bisa membuat ponsel ini terasa panas, dengan peningkatan suhu rata-rata 10 derajat Celsius setelah 30 menit bermain. 

AI dan software

Motorola Edge 60 Fusion menjalankan antarmuka Hello UI berbasis Android 15 dari pabrikannya. Antarmuka ponsel ini sungguh terasa seperti stock Android, sehingga tidak ada aplikasi prainstal yang tidak diperlukan. Selain itu, pengalaman saat menjelajahi antarmukanya pun terasa gesit dan minim distraksi. Antarmuka ini juga menawarkan segudang opsi kustomisasi berkat penggunaan Android 15. 

Seperti mayoritas ponsel lain di tahun 2025, Motorola juga telah menyematkan sejumlah fitur AI pada Edge 60 Fusion. Beberapa di antaranya bahkan terasa begitu praktis dan relevan dengan keseharian pengguna.

Dengan widget Moto AI di bagian bawah laci aplikasi (app drawer), pengguna ditawarkan akses yang lebih mudah. Anda juga dapat melakukan tap ganda pada bodi belakang ponsel atau tekan ganda tombol power untuk mengakses fitur Moto AI. Berikut ini adalah fitur-fitur Moto AI yang bisa Anda manfaatkan.

  • Catch Me Up: Fitur ini memperlihatkan ringkasan notifikasi sehingga pengguna tidak perlu mengeceknya satu per satu. Meski merupakan tambahan fitur yang menarik, penerapannya masih terasa kurang sempurna. Fitur ini hanya bekerja untuk notifikasi media sosial, dan hasil ringkasannya pun memiliki beberapa kesalahan grammar. Ini akan cukup menyulitkan jika pengguna ingin melakukan double check terhadap informasinya.
  • Take Notes: Ini adalah alat untuk perekaman suara dan pembuatan transkrip, serta perangkum catatan hasil rapat dan diskusi. Fitur ini bekerja cukup baik untuk menghasilkan poin-poin utama dari percakapan. Saat diuji oleh tim 91Mobiles di India, fitur ini juga tetap akurat saat memroses ucapan bahasa Inggris beraksen India. 
  • Remember This: Fitur ini cocok untuk mereka yang sering mencatat informasi penting agar bisa dilihat kembali di lain waktu. Tak hanya dapat menyimpan catatan dalam bentuk tulisan, fitur ini dapat “menampung” hasil screenshot dan foto untuk dijadikan referensi. 
  • Magic Canvas: Fitur ini dapat menghasilkan foto hasil generate AI, hanya memerlukan waktu 5 hingga 8 detik tergantung dari prompt yang disediakan.
  • Journal: Ini adalah pusat utama tempat semua hal dari “Remember This” dan “Take Notes” disimpan. Mudah diakses dari app drawer, fitur ini dilengkapi pencarian suara yang memungkinkan Anda menemukan catatan yang pernah disimpan dengan cepat. Fungsi pencariannya juga bekerja dengan cukup baik. 

Baterai dan pengisian daya

Ponsel ini mendapatkan peningkatan kapasitas baterai dibandingkan pendahulunya, dari 5.000 mAh menjadi 5.500 mAh. Motorola juga membekalinya dengan pengisian daya 68 watt via kabel. Charger dengan daya tersebut sudah tersedia di dalam boks, sehingga Anda tidak perlu membelinya secara terpisah. 

Motorola Edge 60 Fusion berhasil bertahan selama 11 jam pada pengujian PC Mark Battery. Walau bukan yang paling besar di kelas harganya, namun baterai ponsel ini bisa bertahan cukup lama pada pemakaian sehari-hari, yakni mencapai durasi 7 jam screen-on time dengan konektivitas 5G. 

Pada pengujian baterai selama dua jam di lab kami, baterai ponsel ini hanya berkurang 26 persen setelah dipakai gaming dan streaming. Angka ini sedikit lebih tinggi dari rata-rata 23 persen pada ponsel lain di kelasnya. Meski sedikit lebih boros, perbedaan konsumsi daya tersebut tak layak dianggap deal-breaker

Pengisian dayanya pun tergolong “ngebut” lantaran didukung dengan charger 68 watt. Ponsel ini hanya memerlukan waktu 50 menit untuk terisi dari 20 ke 100 persen. 

Kesimpulan

Motorola Edge 60 Fusion rilis di Indonesia pada Mei 2025 dengan harga Rp 5.699.000 untuk satu-satunya varian memori, RAM 12 GB/ 256 GB. Di harganya tersebut, Motorola berhasil mengemas begitu banyak daya tarik dari segi performa, baterai, kamera, dan pengalaman software yang memukau. Semuanya tersimpan di dalam bodi dengan desain ciamik dan ketahanan jempolan.

Ponsel ini tidak benar-benar mengalahkan pesaingnya di satu area mana pun, melainkan hadir sebagai all-rounder yang dapat melakukan banyak hal dengan sangat baik. Jika Anda mencari smartphone praktis yang bisa memenuhi segala kebutuhan, Motorola Edge 60 Fusion adalah salah satu opsi terbaik di harganya. 

Rating editor: 8,1/ 10

Alasan membeli:

  • Performa sehari-hari yang mulus dengan storage 256 GB yang lega.
  • Perangkat yang memukau untuk hiburan lantaran punya layar berwarna cerah dan speaker Dolby Atmos.
  • Kamera mumpuni di siang hari dengan hasil foto yang detail.
  • Baterai awet dengan pengisian daya yang ngebut

Alasan tidak membeli:

  • Kemampuan fotografi malam harinya bisa lebih ditingkatkan lagi. 
  • Chipset miliknya kalah saing dengan rival di harga yang sama.