Persaingan di ranah HP flagship belakangan semakin sengit. Beberapa tahun lalu, segmen teratas hanya diisi oleh segelintir pabrikan yang menguasai pasar seperti Samsung. Keadaannya sekarang sudah berubah seiring dengan makin beraninya brand lain asal China untuk merangsek masuk.
Salah satu brand tersebut adalah Oppo yang pada Mei lalu meresmikan kehadiran Find X9 Ultra. Perangkat ini adalah “raja terakhir” atau final boss dari Oppo yang semua parameternya mentok kanan tanpa kompromi.
Sebenarnya produk top-of-the-line dari pabrikan lain pun begitu, tapi Oppo Find X9 Ultra menawarkan beberapa hal yang tak ditemukan di ponsel lain, sesama flagship sekalipun. Simak ulasannya oleh 91mobiles Indonesia di bawah.
Table of Contents
Snapdragon 8 Elite Gen 5? Baterai besar? Ah, semua itu pasti ada di HP flagship teratas pada 2026. Aspek umum seperti kinerja mereka pun bisa dibilang sebelas dua belas karena mengandalkan hardware dan teknologi yang lebih kurang serupa. Kelebihan Oppo Find X9 Ultra bukan di situ (meskipun performanya juga sangat tinggi), tapi di rangkaian kameranya yang lengkap dan sulit ditandingi. Sejumlah fitur lainnya seperti AI dan kemampuan video juga layak diacungi jempol.
Berbeda dari Find X9 Pro sebelumnya yang memiliki kotak kemasan rectangular konvensional, Oppo mengemas Find X9 Ultra di dalam boks persegi berukuran lebih besar. Kesannya juga lebih mewah dengan desain minimalis berlatar hitam. Di bagian depan hanya ada tulisan nama produk serta logo Oppo dan Hasselblad berukuran kecil.
Sejak pandangan pertama, Oppo Find X9 Ultra varian warna Tundra Umber di tangan 91mobiles Indonesia sudah menarik perhatian dengan desain uniknya. Punggung perangkat berukuran 163,2 x 77,0 x 8,7 mm dengan bobot 235 gram ini berlapis material vegan leather berwarna hitam.
Bagian yang bertekstur serupa kulit dan terasa halus di tangan itu tidak menutupi seluruh sisi punggung, melainkan dibatasi di bagian pinggir dan terbelah oleh frame logam berkelir abu-abu gelap atau gunmetal di sepertiga bagian bawah. Walhasil, tampilan Find X9 Ultra jadi mirip kamera dengan “handgrip”. Apalagi, di salah satu sisinya bertengger logo “Hasselblad”.
Kemiripan tersebut memang disengaja. Oppo merancang Find X9 Ultra berdasarkan penampilan kamera medium format Hasselblad X2D 100C Earth Exporer Edition yang berbalut bodi magnesium alloy. Selain Tundra Umber, tersedia varian warna lain bernama Canyon Orange dengan tampilan berpola gelombang serupa tebing ngarai Grand Canyon.
Sayangnya, soft case yang disertakan dalam kemasan hanya berwarna polos saja dan tidak tembus pandang sehingga menutupi desain menarik Find X9 Ultra ketika dipasang. Namun, ini persoalan minor saja karena pengguna bisa tetap membeli casing lain secara terpisah untuk melindungi perangkat.
Desainnya sendiri mirip dengan model Find X8 Ultra terdahulu, dengan modul kamera bundar berukuran besar yang memuat lensa-lensa kamera belakang, tapi lampu LED flash ditempatkan di luarnya, di pojok kanan atas. Ini membuat Find X9 Ultra terlihat berbeda dari model yang diposisikan persis di bawahnya, Find X9 Pro, yang memiliki modul kamera persegi.
Terkait layar, Oppo menggunakan panel display LTPO AMOLED 6,82 inci (3.168 x 1.440 piksel) dengan permukaan flat, refresh rate 144 Hz, tingkat kecerahan 1.800 nits (HBM), dan lapisan kaca pelindung Gorilla Glass Victus 2. Tampilannya terlihat jernih dan cerah di berbagai situasi, termasuk di bawah pancaran sinar matahari langsung. Sensor sidik jari in-display berjenis ultrasonic di sisi bawah mampu bekerja dengan gesit dan bisa senantiasa mengenali sidik jari meskipun layar dalam keadaan basah.
Inilah aspek yang menjadi keunggulan utama Find X9 Ultra dibandingkan dengan para rivalnya di papan atas. Kalau dibandingkan dengan Find X8 Ultra sebelumnya yang hanya dirilis di China, Find X9 Ultra memiliki jumlah kamera serupa, yakni 4 kamera belakang dan 1 kamera depan. Namun, Oppo merombak semua kamera tersebut.
Perubahan pertama ada di kamera utama yang kini bersensor Sony Lytia 901. Ukurannya bukan lagi 1 inci, melainkan 1/1,12 inci, tapi masih tetap sangat mumpuni dan resolusinya naik menjadi 200 MP. Oppo meyematkan lensa ekuivalen 23 mm (f/1.5, OIS) di kamera ini. Kamera telefoto pertama juga memiliki resolusi 200 MP, tapi dengan sensor berbeda (Omnivision OV52A), dipasangkan dengan lensa 70 mm (f/2.2, OIS, zoom optis 3x).
Ada beberapa tambahan baru yang menarik dan berguna. Misalnya, Mind Pilot di mana pengguna bisa memberikan prompt ke tiga model AI (LLM) sekaligus, yakni Gemini, Perplexity, dan GPT. Respon ketiga AI tersebut terhadap satu prompt atau instruksi bisa langsung dilihat di tempat yang sama tanpa perlu berpindah-pindah sehingga praktis.
Fitur AI lain yang layak mendapat sorotan adalah kemampuan kamera lebih canggih dari aplikasi Translate, yakni menerjemahkan menu restoran dari satu bahasa ke bahasa lain. Bukan hanya sekadar menerjemahkan, Translate kini akan menampilkan antarmuka khusus bernama AI menu yang tampilannya mirip aplikasi pemesanan menu di restoran pada umumnya.
Tampilan itu sebenarnya AI generated. Istimewanya, selain menunjukkan gambar makanan -juga dibuat oleh AI- sebagai ilustrasi, antarmuka menu restoran di aplikasi Translate turut menampilkan berbagai hal lain seperti prediksi komposisi makanan yang bersangkutan berikut harganya setelah dikonversi ke mata uang lokal.
Pengguna pun bisa memperoleh gambaran mengenai bentuk makanan yang bersangkutan, serta komposisinya apabila ingin menghindari bahan tertentu seperti yang bersifat alergen. Ini tentu berguna dalam situasi seperti ketika mengunjungi restoran di negara lain yang tidak menampilkan gambar makanan atau keterangan bahan dalam Bahasa Inggris.
Setelah mengetahui apa yang ingin dipesan, pengguna bisa memilih porsi sesuai keinginan, persis aplikasi pemesanan di restoran. Translate kemudian akan menampilkan instruksi order dalam bentuk teks di layar sesuai bahasa tujuan penerjemahan, untuk ditunjukkan ke waiter agar bisa dipesan. Teks itu bisa juga diperdengarkan dalam bentuk audio.
Aplikasi Translate dan AI menu mendukung penerjemahan beragam bahasa secara dua arah. Selain Bahasa Indonesia dan Inggris, bahasa di sejumlah negara Asia dan Eropa seperti Thailand, Vietnam, China, Arab, Hindi, Polandia, Perancis, Spanyol, Italia, Jerman, hingga Rusia serta Portugis juga didukung.
Sistem operasi Colos OS 16 yang dijalankan oleh Find X9 Ultra dibangun dari basis Android 16. Oppo menyediakan jaminan update versi Android hingga 5 generasi dan patch sekuriti selama 6 tahun yang agak tertinggal dari pesaingnya di segmen harga yang sama.
Oppo menanamkan baterai berkapasitas 7.050 mAh di Find X9 Ultra. Angka tersebut lebih kecil dibandingkan baterai 7.500 mAh milik HP yang diposisikan persis di bawahnya, Oppo Find X9 Pro.
Daya tahan versi Ultra pun tak selama “adiknya” itu, tapi sudah termasuk memadai di kisaran 17 jam menurut benchmark PC Mark Work 3.0 battery life.