Review Poco C71: HP Rp 1 Juta yang Banyak Bisanya

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

7.5/10
Desain
 
8.5
/10
Layar
 
7.5
/10
Sistem operasi
 
7.5
/10
Kamera
 
7.3
/10
Kinerja
 
8.0
/10
Baterai
 
8.0
/10

Pros

  • Performa tinggi di kelasnya untuk bermain game.
  • Layar berukuran besar dengan refresh rate 120 Hz.
  • Daya tahan baterai yang sangat awet.
  • Kualitas kamera cukup oke untuk kelas harganya.

Cons

  • Pengisian daya (charging) tergolong lambat.
  • Pengalaman fotografi malam hari kurang baik.
  • Mode portrait di kamera belakang kurang dapat dian

Pada Mei 2025, sub-merk Xiaomi, Poco, telah kembali membuatkan gebrakan baru di persaingan HP entry-level Tanah Air. Pabrikan HP asal China ini telah merilis Poco C71 yang memiliki harga murah meriah, bahkan tidak sampai menyentuh angka Rp 1 juta saat awal perilisannya.

Tim 91Mobiles Indonesia telah berkesempatan melakukan review secara mendalam untuk Poco C71, sehingga dapat merasakan pengalaman memakai unit HP murah tersebut. Apa saja fitur-fitur yang ditawarkannya? Simak review Poco C71 berikut ini.

Table of Contents

Kesimpulan awal

Walau terjangkau, bukan berarti fitur-fitur yang ditawarkannya murahan. Performanya sudah tergolong sangat gesit untuk harganya, mampu memberikan pengalaman nyaman saat bermain game populer masa kini. Lalu, tampilan layarnya pun tergolong immersive lantaran punya ukuran yang sangat besar untuk bermain game, browsing, atau scrolling media sosial dengan nyaman.

Desain bodi

Poco C71 dengan desain bodi belakang berkonsep dual-tone.

Dari belakang, HP ini tampak manis dengan kehadiran nuansa dual-tone yang sudah menjadi ciri khas Poco series.

Terdapat sebuah garis pemisah vertikal yang letaknya agak menjorok ke sisi kanan. Di bagian kiri terlihat permukaan bodi yang polos beserta modul kamera berbentuk pil.

Sementara, di sisi kanan tampak guratan-guratan garis diagonal menyerupai zig-zag, dengan tambahan guratan halus dan tipis sebagai tekstur keseluruhan permukaan.

Camera island pada Poco C71 dihiasi dengan ring lensa dekoratif vertikal kecil yang memiliki sentuhan glossy, menjadi rumah bagi dual camera beresolusi 32 MP dan satu kamera tambahan.

Karena ukuran layarnya yang besar, bodi Poco C71 ini memang terbilang bongsor. Kendati begitu, bobotnya masih tergolong wajar di angka 193 gram.

Setidaknya, bobot tersebut belum melampaui batas 200 gram yang menurut kami sudah tergolong berat untuk seukuran HP entry-level. Adapun untuk dimensi bodinya mencapai 171,8 mm x 77,8 mm dengan ketebalan 8,3 mm.

Poco C71 yang terpasang dengan soft case, tampilan jadi agak glossy.

Ponsel ini memiliki layar dan bingkai yang datar sehingga memudahkan kami menggenggamnya dalam waktu lama tanpa takut tergelincir. Namun, kami mengakui bahwa HP ini mungkin saja agak kurang nyaman dipakai untuk mereka yang bertangan kecil, misalnya untuk sebagian perempuan atau anak-anak.

Untuk melindungi ponsel dari goresan atau benturan, kotak kemasan Poco C71 juga menyertakan casing silikon transparan sehingga dapat meningkatkan ketahanan tanpa menutupi desain bodinya.

Smartphone ini juga mengantongi sertifikasi IP52 agar melindunginya dari risiko rusak saat terkena debu dan cipratan air.

Layar

Tampilan antarmuka Poco C71

Untuk menunjang hiburan, layar Poco C71 dirancang dalam ukuran besar agar aktivitas menonton lebih immersive. Ukuran layarnya adalah 6,88 inci dengan resolusi HD Plus (720 x 1.640 piksel), dibekali dengan panel IPS LCD serta mendukung refresh rate 120 Hz.

Layar tersebut dapat mencapai kecerahan 450 nits (tipikal) dan 600 nit (High Brightness Mode), sehingga tetap menawarkan visibilitas cukup baik di bawah terik matahari.

Pengguna dapat mengaktifkan mode di luar ruangan (outdoor mode) yang bisa membuat kecerahannya meningkat drastis, namun mode ini bakal otomatis dimatikan jika tidak ada aktivitas selama 15 menit.

Antarmuka pengaturan layar pada Poco C71.

Namun menurut pengalaman kami, mengaktifkan outdoor mode ini agak merepotkan karena harus membuka menu pengaturan display. Saat kami coba membuatkan shortcut di Quick Settings, fitur ini sayangnya tidak tersedia.

Layar benar-benar menjadi terang dan memperlihatkan visibilitas yang jelas saat mode ini diaktifkan, bahkan sedikit melebihi kecerahan saat slider brightness digeser hingga mentok kanan.

Kendati begitu, mode ini hanya bisa aktif beberapa menit sebelum otomatis nonaktif lantaran HP terlalu panas dan tidak dapat diaktifkan lagi.

Saran kami, jika ingin menggunakan HP di luar ruangan saat siang hari, lebih baik menggeser brightness hingga maksimal ketimbang mengandalkan mode outdoor tersebut. Ini akan membuat visibilitasnya lancar walau tidak seterang outdoor mode.

Resolusi tertinggi yang dapat diraih Poco C71 saat menonton video HDR 4K.

Fitur-fitur layar yang tersedia di menu pengaturan antara lain brightness level, adaptive brightness, lock screen, screen timeout, dark theme, night light, color contrast, auto-rotate screen, dan refresh rate.

Walau hanya beresolusi HD Plus, layar Poco C71 masih menawarkan pengalaman menonton yang nyaman. Tidak sekalipun kami merasa adanya bagian yang buram, baik saat menonton maupun bermain game. Reproduksi warnanya pun masih tergolong memukau kendati tidak secerah AMOLED.

Kamera

Poco C71 menyuguhkan kamera utama dengan resolusi 32 MP dengan aperture f/1.8. Satu-satunya kamera pendamping di HP ini hanyalah auxiliary lens yang bisa dikatakan sebagai “kamera bonus”.

Walau di atas kertas terlihat sederhana, kemampuan fotografi di HP ini masih tergolong oke untuk kelas harga Rp 1 juta lebih sedikit. Kami masih bisa mendapatkan foto dengan detail mencukupi.

Namun, jangan berharap pemrosesan gambarnya sebagus HP entry-level lain yang mendekati rentang Rp 2 juta. Ketika dilihat secara teliti, akan ada beberapa detail yang hilang, terutama di area gelap.

Kamera di HP ini tampaknya agak kurang baik dalam menangkap cahaya, terlihat dari hasil foto di siang hari yang saturasinya cenderung rendah. Akan tetapi, setidaknya hasil foto di mode default (1x) masih terlihat jelas tanpa noise.

Ketika berada di mode portrait, kami agak kesulitan menangkap foto dengan efek bokeh saat memotret objek benda. Pengguna dapat mengatur rentang aperture dari f/1.0 hingga f/16, namun berdasarkan pengalaman kami ini hanya memberikan dampak minim terhadap kualitas bokeh yang dihasilkan.

Namun, uniknya, efek bokeh ini justru sangat mudah didapatkan ketika memakai kamera depan. Poco C71 dibekali kamera selfie 8 MP yang dirancang dalam desain waterdrop notch. Dengan mode portrait yang tersedia, kami berhasil mendapatkan selfie portrait dengan efek bokeh yang creamy secara effortless.

Poco C71 juga dibekali dengan mode malam untuk meningkatkan kualitas foto di kondisi gelap, dan ini tergolong fitur langka di harganya. Hasilnya tergolong oke jika dinilai dari minimnya noise.

Eksposur cahaya yang ditampilkan memang lebih gelap dibandingkan rivalnya yang sedikit lebih mahal. Namun, untuk HP seharga Rp 1,1 juta seperti Poco C71, kemampuan fotografi malam harinya tergolong layak.

Secara umum, mode malam ini nyaris tidak memberikan perbedaan ketimbang mode auto. Namun jika ada sumber cahaya yang masuk ke dalam frame, seperti lampu dan neon box, mode malam ini akan menyelaraskan rentang dinamis agar logo terlihat lebih jelas.

Sementara untuk pengalaman merekam video, Poco C71 hanya menyediakan dua resolusi yaitu 720p dan 1080p di 30 FPS. Tidak ada mode 60 FPS di HP ini, begitu pun dengan mode 4K.

Ditambah lagi, mengingat harganya yang murah, Poco C71 memang tidak menyediakan stabilisasi video sama sekali. Ponsel ini pun lantas akan menghasilkan video dengan “efek gempa” yang cukup kentara, terutama ketika merekam sambil berjalan.

Performa

Poco yang merupakan sub-merk Xiaomi ini memang dikenal selalu menghadirkan performa bersaing tinggi, dan hal tersebut lagi-lagi tercermin pada Poco C71. Walau hanya sejuta lebih sedikit, HP ini sudah ditenagai chip Unisoc T7250 yang memiliki mikroarsitektur Cortex A75.

Cortex A75 merupakan klaster core CPU yang memiliki performa tinggi, sehingga sudah dapat dikatakan “layak” untuk bermain game berat masa kini.

Unisoc T7250 sendiri dilengkapi 8-core CPU yang meliputi 2x Cortex A75 (1,8 GHz) dan 6x Cortex A55 (1,6 GHz). Cip entry-level ini dipasangkan dengan GPU Mali-G57 MP1.

Dari kiri ke kanan: AnTuTu v10, Geekbench 6, CPU Throttling Test.

Performa dari Poco C71 setara dengan ponsel yang diotaki Helio G85. Unit Poco C71 yang kami uji berhasil menoreh skor cukup tinggi pada benchmark AnTuTu v10 yakni 272.164 poin.

Pada pengujian Geekbench 6, Poco C71 meraih skor 438 poin (single-core) dan 1.473 poin (multi-core). Ini merupakan hasil skor yang tinggi untuk ponsel entry-level.

Untuk mengetahui kinerjanya saat diberi beban berat dalam waktu lama, Poco C71 juga diujikan pada tes CPU Throttling yang menakar kecenderungan overheating.

Hasilnya, Poco C71 berhasil mempertahankan 85 persen dari performa maksimalnya setelah diberikan beban berat selama 10 menit.

Tak sekadar pada benchmark, kinerja tinggi Poco C71 juga tercermin pada pengalaman gaming yang ditawarkan. Judul populer seperti Mobile Legends: Bang Bang, misalnya, dapat meraih frame rate tinggi pada pengaturan grafis rata kanan.

Pun pada pengujian PUBG Mobile, pengaturan untuk “High – HD” rupanya sudah terbuka dan bisa diaplikasikan untuk Poco C71. Selama match berlangsung, kami sama sekali tidak merasakan frame rate yang tersendat-sendat. Tandanya, frame rate tidak pernah turun di bawah 30 FPS.

Absennya sensor giroskop namun menjadi hal yang disayangkan. Bahkan Poco tidak menyiapkan fitur giro dalam bentuk software, terlihat dari opsi gyroscope aiming yang tidak dapat diaktifkan saat menjelajahi pengaturan dalam game.

Poco C71 juga mampu memainkan game shooter berjudul Delta Force dengan cukup nyaman pada pengaturan grafis Smooth-Medium. Hanya saja, pengalaman stutter akan cukup terasa jika sudah memainkannya lebih dari 10 menit.

Judul game lainnya, Dead Trigger 2, juga mampu memberikan pengalaman mulus pada pengaturan grafis tertingginya. Sayangnya, kendati layar Poco C71 sudah mendukung 120 Hz, game ini hanya dapat menampilkan 60 FPS sebagai frame rate maksimalnya.

Secara garis besar, Poco C71 sungguh memberikan kenyamanan bermain yang layak dan bisa diandalkan, terlebih jika mengingat harganya yang pada saat rilis bahkan tidak menyentuh angka Rp 1 juta.

Perangkat ini juga menyuguhkan antarmuka yang sangat simpel dan bersih tanpa aplikasi bawaan dalam jumlah besar. HP ini berjalan pada sistem operasi Android 15, dijanjikan masa pembaruan OS hingga 2x.

Iklan yang ditampilkan di HP ini juga tergolong minim, terutama jika Anda hanya menggunakan aplikasi pihak ketiga. Satu-satunya iklan yang pernah kami temui adalah ketika perangkat melakukan verifikasi saat menginstal aplikasi baru.

Baterai dan pengisian daya

Di saat sejumlah brand lain sedang gencar-gencarnya menyuplai baterai 6.000 mAh atau 7.000 mAh, Poco C71 masih dibekali kapasitas 5.200 mAh. Lagi-lagi, ini tampaknya adalah salah satu kompromi dari penetapan harga jual yang begitu murah.

Walau begitu, perangkat ini masih mampu bertahan hingga seharian penuh, bahkan lebih, saat digunakan untuk aktivitas sehari-hari (bermain game, scrolling medsos, menonton YouTube, dan fotografi).

Skor PC Mark Battery Life untuk Poco C71, tahan selama 18 jam 56 menit.

Aktivitas bermain Mobile Legends: Bang Bang selama 15 menit hanya memakan baterai sebanyak 2 persen. Sementara, pengujian PUBG Mobile dengan durasi yang sama hanya mengurangi baterai sebanyak 3 persen.

Ketahanan baterainya yang awet juga terasa saat menonton YouTube. Memutar video daring selama 38 menit hanya mengurangi baterai sebanyak 3 persen.

Kendati memiliki kapasitas baterai yang besar, Poco C71 namun hanya disertai fast charging dengan daya 15 watt. Umumnya daya sebesar ini memerlukan waktu 2 jam untuk mengisi baterai dari kosong hingga penuh.

Berdasarkan pengujian kami, Poco C71 dapat mencapai kondisi baterai 42 persen setelah diisi daya 30 menit dari kondisi awal 20 persen. Jika dilanjutkan hingga durasi 1 jam, kondisi baterainya mencapai 64 persen.

Sedangkan, keseluruhan waktu yang dibutuhkan dari 20-99 persen untuk mengisi daya Poco C71 adalah 1 jam 52 menit. Angka 99 persen sudah dapat dikatakan penuh lantaran butuh waktu lama untuk mencapai 100 persen sebagai akibat dari trickle charge.

Kesimpulan

Poco C71 adalah smartphone di kelas entry-level yang banyak bisanya. Ponsel ini punya performa gesit untuk produktivitas dan hiburan, layar berukuran besar, serta baterai yang tahan lama. Bahkan kameranya pun masih cukup layak untuk fotografi sehari-hari, kendati akan sangat sulit untuk menghasilkan foto setara profesional.

Desain bodinya yang berkelas pun cukup menyamarkan fakta bahwa Poco C71 hanya dihargai sejuta. Ini adalah salah satu smartphone paling bisa diandalkan untuk segala keperluan bagi mereka yang terpentok dana.

Rating editor: 8,0 / 10

Kelebihan:


Kekurangan:

POCO C71 Harga
Rp. 1.500.000
Pergi Ke Toko
Rp. 1.565.000
Pergi Ke Toko
Rp. 1.672.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua
Home Reviews