Review Poco F4 5G: Penerus Warisan Seri F

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

8.0/10
Desain
 
8.0
/10
Layar
 
8.0
/10
Sistem operasi
 
7.5
/10
Kamera
 
7.5
/10
Kinerja
 
8.0
/10
Baterai
 
8.0
/10

Pros

  • Layar menakjubkan
  • Performa luar biasa
  • Kamera utama yang layak
  • kecepatan pengisian daya yang baik

Cons

  • Sistem masih memiliki bloatware
  • Desain kurang segar

Poco cukup sukses dalam peluncuran Poco F1 pada tahun 2018 silam, bagi yang belum tahu, seri F1 ini adalah smartphone berkinerja tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar saat itu. Dan semakin bertambahnya tahun, merek ini telah mengembangkan portofolio produknya untuk memasukkan banyak perangkat dan aksesori yang menarik.

Namun, hanya segelintir perangkat dari perusahaan ini yang benar-benar mencoba meneruskan sisi kinerja seri F1. Memang sudah ada Poco F3 GT dan Poco X3 Pro, dimana dengan harga yang ditawarkan, menawarkan chipset luar biasa yang dapat menyelesaikan tugas-tugas yang paling berat dalam sekejap mata. Namun, Poco tampak masih belum puas. Dan, untuk kesekian kalinya, perusahaan menghadirkan produk penerus seri F1 yakni Poco F4 5G yang membawa deretan spesifikasi yang lebih lengkap. Saya berhasil mendapatkan satu unit untuk diulas dan inilah yang saya dapatkan.

Kesimpulan Awal

Poco F4 5G, sederhananya, adalah ponsel dengan harga yang kompetitif dan dapat melakukan segalanya. Jadi, jika Anda masih butuh perangkat serba bisa sebagai ponsel andalan berkinerja tinggi yang tidak menguras isi dompet Anda, F4 adalah pilihan yang tepat.

Desain dan Layar

Poco F4 mengambil satu atau dua bagian dari desain para pesaingnya. Faktanya, dari kejauhan, ponsel ini terlihat sangat mirip dengan Redmi Note 11 Pro Plus dan dari gaya modul kamera persegi panjang, tepi talang unit dan sudut-sudut yang membulat. Sedangkan penempatan merek Poco, desain F4 terasa sangat terinspirasi oleh saudaranya. Pada saat yang sama, warna Nebula Green pada ponsel ini mengingatkan kita pada warna hijau Alpine pada iPhone 13  dan warna Forest Emerald pada OnePlus 10 Pro.

Sekarang, sebagai seseorang yang hidup dengan teknologi, saya tidak bisa menutup mata terhadap kemiripan F4 dengan beberapa perangkat pesaing. Namun, orang awam pasti akan menemukan estetika Poco F4 sesuai dengan keinginan mereka. Bahkan, sejumlah teman saya memuji ketampanan smartphone ini ketika saya menggunakan perangkat ini sebagai gadget harian saya. Terlebih lagi, berdasarkan kualitas bodi ponsel, mereka memperkirakan harga smartphone ini di atas Rp 5 juta dan mereka pun bingung ketika saya mengatakan kepada mereka bahwa harganya jauh lebih murah dari itu.

Apalagi, bodi belakang smartphone yang terbuat dari kaca yang memberikan kesan premium saat menggenggam perangkat ini membuat ponsel tampak mahal. Saya sangat senang dengan keputusan perusahaan untuk memilih bagian belakang matte karena tidak hanya mencegah noda, tetapi juga menonjolkan keanggunan cat Nebula Green. Secara keseluruhan, desain poco F4 mungkin kurang berkarakter tetapi smartphone ini tetap terlihat cantik seperti gambar.

Yang menarik, Poco telah melengkapi perangkat dengan sensor sidik jari kapasitif yang dipasang di samping yang tertanam di dalam tombol daya. Sensornya terasa sangat responsif dan Anda bahkan dapat mengonfigurasinya untuk membuka kunci ponsel dengan sentuhan, atau dengan menekan tombol daya. Teknologi pengenal wajah di perangkat ini terasa sama tajamnya, meskipun ponsel kesulitan membuka kunci dengan mulus di lingkungan yang remang-remang.

Yang cukup mengecewakan, Poco F4 termasuk dalam deretan ponsel yang tidak memiliki jack headphone. Sisi baiknya, smartphone ini dilengkapi dengan pengaturan speaker stereo yang cukup keras. Terlebih lagi, audionya juga tidak mengalami distorsi pada tingkat volume tinggi, yang sangat bagus. Sedangkan untuk I/O lainnya, ponsel ini dilengkapi dengan port USB Type-C di bagian bawah untuk mengisi daya, bersama dengan IR blaster yang diposisikan di bagian atas.

Tidak jarang produsen smartphone melengkapi produknya dengan layar LCD untuk memberi ruang bagi chipset premium. Untungnya, poco F4 merupakan pengecualian karena perangkat ini memiliki panel AMOLED E4 yang menakjubkan dengan ukuran 6,67 inci dan kecepatan refresh 120Hz. Terlebih lagi, layarnya juga dilindungi oleh lapisan Gorilla Glass v5 dari Corning dan panelnya juga sangat terang pada 1.300 nits. Untungnya, cuaca cukup baik dan saya jarang sekali menggeser tombol kecerahan ke kanan, ke posisi maksimal saat di luar ruangan.

Tentu panel ini akan berfungsi dengan baik di lingkungan yang memiliki pencahayaan yang sangat baik. Terlebih lagi, smartphone ini dilengkapi dengan sertifikasi WideVine L1 dan bahkan dapat merelay media HDR dalam Dolby Vision dan HDR10 melalui layanan OTT seperti Netflix. Ini adalah prestasi yang luar biasa, mengingat sebagian besar perangkat hanya terbatas pada pemutaran HDR10.

Dengan Dolby Vision, media yang dikodekan dalam HDR dapat secara otomatis menyesuaikan dengan layar F4, sehingga memberikan pengalaman menonton film yang terbaik. Dan, jika Anda cenderung lebih sering bermain game daripada menonton film, maka Anda akan menikmati kecepatan touch sampling layar yang tajam sebesar 360Hz, yang memastikan semua usapan dan gerakan Anda ditangkap secara instan.

Kinerja dan Software

Ngomong-ngomong, Poco F4 didukung oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 870 yang bekerja bersama memori LPDDR5 yang cepat dan penyimpanan UFS 3.1. Nah, jika Anda belum tahu, Snapdragon 870 adalah salah satu prosesor tercepat dan chipset ini dapat menjalankan sebagian besar tugas dan game. Singkatnya, poco F4 dapat menjalankan BGMI (PUBG Mobile versi India) pada grafis HDR dan pengaturan FPS Extreme. Terlebih lagi, perangkat ini dapat memaksimalkan pengaturan grafis dan FPS di keduanya, Apex Legends Mobile serta Call of Duty Mobile juga. Tidak mengherankan, smartphone ini juga sangat mahir dalam menangani tugas sehari-hari. Faktanya, saya tidak pernah mengalami lag dan perlambatan saat menggunakan ponsel ini sebagai perangkat harian saya – aplikasi dibuka dengan cepat, game berjalan dengan sangat baik, transisi UI dan animasi terasa lancar dan perangkat berhasil menjaga suhu tetap terkendali.



Menariknya, smartphone ini menghasilkan skor yang sangat tinggi dalam aplikasi pengujian stres CPU seperti tes CPU Throttle dan 3D Mark. Singkatnya, meskipun dibebani dengan 20 thread, smartphone ini hanya mampu mencapai 89 persen dari performa puncaknya dalam uji CPU Throttle. Demikian pula, perangkat ini menghasilkan stabilitas 90 persen dalam uji stres ekstrim 3D Mark. Bisa dikatakan, Poco F4 akan membuat Anda puas di bagian kinerja. Sedangkan untuk baterai, Poco F4 dibekali dengan baterai berkapasitas 4.500 mAh yang dapat digunakan seharian penuh dengan penggunaan sedang. Sisi baiknya, ponsel ini dilengkapi dengan pengisi daya 67W di dalam kotak pembeliannya dan akibatnya, Anda dapat mengisi ulang daya ponsel dalam waktu singkat.

Dari sisi perangkat lunak, smartphone ini menjalankan Android 12 dengan MIUI v13 di atasnya. Sekarang, tidak seperti ponsel Xiaomi atau redmi lainnya, ponsel dari Poco biasanya memiliki bloatware yang jauh lebih sedikit. Terlebih lagi, perangkat ini juga dilengkapi dengan launcher milik perusahaan yang menawarkan tambahan seperti dukungan untuk paket ikon pihak ketiga, dan lain-lain. Jika memungkinkan, saya ingin melihat lebih sedikit lagi bloatware pada Poco F4, apalagi saat ini sudah dilengkapi dengan sejumlah aplikasi dari xiaomi termasuk Mi Credit, Mi Pay, dan sebagainya. Walaupun demikian, pengalaman sistem operasi di Poco F4 terasa sangat memuaskan.

Kamera

Tidak hanya desain, hal yang sama juga muncul di konfigurasi kamera smartphone ini. Namun, sebelum saya membedah performa kamera perangkat ini, mari kita lihat lebih dekat spesifikasi yang ditawarkan. Singkatnya, Poco F4 hadir dengan sensor utama OmniVision 64MP, dengan bantuan OIS, yang bekerja bersama kamera ultra wide 8MP dan kamera makro 2MP. Untuk selfie, perangkat ini memiliki sensor Sony 20MP di bagian depan.

Sekarang, di bawah pencahayaan yang ideal, Poco F4 dapat mengambil gambar yang menakjubkan dengan sensor utamanya. Hasil foto siang hari yang dilampirkan pada slider di bawah ini, Anda akan melihat bahwa setiap gambar penuh dengan warna-warna yang tajam dan cerah serta banyak detail. Elemen-elemen dalam bingkai juga menawarkan ketajaman yang memadai dan smartphone ini juga mampu meredam noise yang merembes ke sudut-sudutnya. Dengan demikian, dynamic range sensor masih menyisakan sedikit yang diinginkan. Bahkan, saya perhatikan bahwa F4 mengambil gambar dengan nada kontras. Akibatnya Anda akan melihat bahwa bagian yang gelap tampak sangat gelap pada beberapa pemotretan.


Saya juga mengamati, bahwa sensor ini kesulitan untuk mempertahankan rona warna yang cerah. Sebagai contoh, jika Anda melakukan zoom in pada gambar close-up bunga pada slider yang terpasang di atas, maka, Anda akan melihat bahwa kelopak bunganya seakan-akan menyatu satu sama lain, dan warna jingga tampak agak bernoda pada bidikan yang lebih dekat. Hal ini tidak berarti bahwa ponsel ini mengambil bidikan close-up yang buruk. Sebaliknya, bidikan close-up bunga merah marun tampak cukup baik dan sensor bahkan berhasil menangkap detail yang lebih halus di sekeliling kuncup bunga secara mengagumkan. Meskipun demikian, pasca-pemrosesan perangkat dapat dilakukan dengan beberapa penyesuaian untuk memberikan hasil yang lebih baik.

Sebaliknya, gambar ultrawide yang diambil dari ponsel ini, tidak ada yang bisa dipuji. Meskipun Anda akan menikmati bidang pandang yang lebih luas, namun foto-foto tersebut menawarkan ketajaman sudut yang kurang tajam. Terlebih lagi, gambar tampak cukup berbintik-bintik saat dilihat lebih dekat. Sedangkan untuk pemotretan kondisi cahaya minim, F4 dapat menghasilkan detail yang wajar dari pemandangan yang remang-remang, bahkan dengan menonaktifkan mode malam.

Meskipun demikian, dengan mengaktifkan fitur tersebut, smartphone ini berhasil menghadirkan palet warna yang lebih otentik. Mode ini cukup membantu meningkatkan visibilitas secara keseluruhan dalam pemandangan, sehingga membuka jalan untuk bidikan yang lebih sarat detail. Sebaliknya, kamera selfie tidak menampilkan warna kulit subjek dengan benar. Meskipun hasil fotonya tampak cukup tajam, namun rona kulit subjek tampak agak pucat. Sedangkan untuk video, smartphone ini dapat merekam video hingga resolusi 4K pada 60FPS. Saya merekam banyak klip 1080p 60fps dan cukup puas dengan hasilnya. Apalagi, video-video tersebut menawarkan stabilitas yang wajar dan pengukuran exposureyang baik.

Kesimpulan Akhir

Poco F4 dibanderol dengan harga mulai dari Rp 3,9 juta dan untuk harganya, sangat sesuai dengan spesifikasi yang ditawarkan. Singkatnya, ponsel ini menawarkan tampilan layar yang menakjubkan, prosesor yang sangat cepat dan kamera utama yang mumpuni. Perangkat ini juga dapat mengisi daya dengan cepat dan menawarkan skin kustom yang sarat fitur.

Maklum, smartphone ini menawarkan spesifikasi yang mirip dengan iQoo Neo 6, yang menimbulkan pertanyaan – apakah poco F4 lebih baik untuk dibeli? Jawabannya tidak hitam putih seperti yang saya inginkan. Anda tahu, iQoo Neo 6 memiliki banyak hal yang menarik dan ponsel ini memiliki fitur pengisian daya kabel 80W yang lebih cepat. Meski begitu, saya lebih menyukai gambar yang diambil oleh sensor kamera utama F4. Selain itu, layar Poco memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan Dolby Vision HDR di layanan OTT seperti Netflix. Dan, Anda juga akan menemukan lebih banyak opsi penyesuaian dengan antarmuka MIUI di F4. Bisa dikatakan, sulit untuk menentukan pemenang yang jelas di sini, tetapi, jika saya berada di posisi Anda, saya akan memilih Poco F4 dalam sekejap.

Rating editor: 4 / 5 

Kelebihan:

  • Layar menakjubkan
  • Performa luar biasa
  • Kamera utama yang layak
  • Kecepatan pengisian yang baik

Kekurangan

  • Sistem masih memiliki bloatware
  • Desain yang kurang baru
POCO F4 5G Harga
Rp. 4.875.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua