Poco F7 resmi dirilis di Indonesia pada pertengahan 2025. Berbeda dari sebelum-sebelumnya, tahun ini ponsel gaming tersebut tak hadir sendirian, tapi bersama dengan dua kakaknya, Poco F7 Pro dan F7 Ultra, yang dirilis lebih dulu pada April.
Versi Pro dan Ultra diposisikan lebih tinggi dengan hardware yang lebih mumpuni pula. Namun, bukan berarti Poco F7 varian “polos” menjadi kehilangan daya tarik. Bagi mereka yang menginginkan ponsel gaming bertenaga besar di papan tengah, Poco F7 tetap bisa diandalkan.
Apalagi, banderolnya di kisaran Rp 5 jutaan juga terpaut cukup jauh dari kedua saudaranya sehingga lebih ramah kantong. Kira-kira apakah Poco F7 cocok dengan kebutuhan Anda? Silakan simak ulasan oleh 91Mobiles Indonesia di bawah.
Table of Contents
Kesimpulan awal
Ditenagai Snapdragon 8s Gen 4, Poco F7 cukup powerful untuk menjalankan aneka game mobile populer. Daya baterainya juga lebih besar dibanding produk terdahulu sehingga tahan lama. Namun, terdapat sedikit batu ganjalan dalam hal suhu yang dapat mengganggu kenyamanan bermain.
Unboxing: Langsung siap tempur
Datang dalam boks berwarna hitam dengan font kuning khas Poco, perangkat ini menyertakan semua aksesori yang dibutuhkan oleh gamer agar langsung siap tempur sejak membuka kotak kemasannya.
Selain gimmick berupa stiker khas Poco dan ucapan terima kasih, di dalamnya terdapat kabel USB berikut charger dengan keluaran daya 90 watt sesuai dengan dukungan fast charging Poco F7.
Rangkaian aksesori dalam kotak kemasan Poco F7.
Ada pula soft case yang sayangnya berwarna hitam sehingga menutupi keindahan desain ponsel, tapi setidaknya sudah mencukupi untuk melindungi perangkat tanpa mesti membeli casing lagi secara terpisah.
Desain: Lebih sedap dipandang
Kebetulan, unit Poco F7 di tangan 91Mobiles Indonesia merupakan varian warna Black dengan desain yang lebih menarik dan sedap dipandang dibanding Poco F6 sebelumnya. Bagian belakang sekilas memiliki finishing yang berbeda, tapi sebenarnya sama-sama glossy.
Hanya saja, setengah punggung bagian atas yang terbelah oleh garis diagonal sebenarnya memiliki pola garis-garis tipis yang hanya tampak ketika diamati dari dekat. Dari jauh, bagian ini tampak seolah memiliki finishing matte.
Selain Black, Poco F7 juga ditawarkan dalam varian White dengan konsep desain serupa, serta varian Cyber Silver Edition yang mengusung rancangan ala mecha dengan pola geometris. Satu kekurangannya, setidaknya untuk varian Black, adalah finishing glossy punggungnya sangat mudah ternoda sidik jari.
Bodi Poco F7 sendiri dilapis material kaca di bagian belakang dan depan (Gorilla Glass 7i untuk layar), sementara frame-nya bukan lagi terbuat dari plastik, melainkan logam aluminium yang lebih tangguh. Ketahanannya terhadap air juga meningkat jadi IP68 sehingga bisa direndam, berbeda dari Poco F6 yang hanya splash resistant dengan IP64.
Dua lensa kamera belakang kini juga ditempatkan di dalam modul berbentuk kapsul, sementara unit LED flash berbentuk memanjang terletak di sisi kanannya. Kedua kamera belakang itu terdiri dari kamera utama beresolusi 50 MP (f/1.5, 26 mm, OIS) dengan sensor Sony IMX882, didampingi kamera ultrawide 8 MP (f/2.2, 15 mm). Kamera depannya beresolusi 20 MP (f/2.2).
Laci SIM card di Poco F7.
Ukuran Poco F7 lebih tebal dan berat dari pendahulunya, dengan dimensi 163,1 x 77,9 x 8,2 mm dan bobot mencapai 216 gram. Mungkin karena kapasitas baterai yang tersemat di dalamnya juga jauh lebih besar, yakni 6.500 mAh, berbanding hanya 5.000 mAh di Poco F6. Meskipun demikian, Poco F7 masih nyaman digenggam dan tak lekas membuat pegal.
Layar Poco F7 pun bertambah lebar, dengan panel AMOLED 6,83 inci (2.772 x 1.280 piksel), refresh rate 120 Hz, dukungan Dolby Vision dan HDR 10 Plus, dan tingkat kecerahan maksimal 3.200 nits (1.700 nits HBM). Seperti sebelumnya, di sisi bawah layar terdapat pemindai sidik jari in-display berjenis optical.
Kamera: Cukup, tapi tak istimewa
Seperti disebut di atas, Poco F7 datang dengan dua kamera belakang dan sebuah kamera depan. Aplikasi kameranya menyediakan pilihan tingkat zoom 0,6x dari kamera ultrawide, 1x dari kamera utama, dan 2x dari pembesaran kamera utama dengan in-sensor zoom.
Ada pula mode Pro di mana pengguna dapat mengatur aneka macam parameter pemotretan seperti white balance, shutter speed, ISO, hingga mengolah preset picturestyle buatan sendiri dengan menentukan tingkat kontras, saturasi, dan ketajaman.
Rangkaian kamera Poco F7 memiliki kemampuan video yang berbeda-beda. Kamera utama bisa merekam video hingga resolusi 4K/ 60 fps, tapi kamera ultrawide terbatas hanya 1080p/30 fps. Apabila pengguna memilih tingkat resolusi atau frame rate lebih tinggi, ponsel akan otomatis beralih ke kamera utama. Adapun kamera depan bisa merekam hingga 1080p/ 60 fps.
Untuk kualitas gambarnya, meskipun tidak mengusung embel-embel “Leica” berikut resep warnanya seperti ponsel menengah ke atas dari Xiaomi (pabrikan Poco, tapi berdiri terpisah), Poco F7 masih bisa diandalkan dalam urusan potret-memotret.
Kamera utamanya bisa menghasilkan gambar yang terlihat bagus di segala situasi. Memadai, walaupun tidak istimewa. Sementara itu, kamera ultrawide memiliki perbedaan kualitas yang agak jauh dari kamera utama. Hasil jepretannya rawan menurun di situasi low-light.
Namun, asalkan masih terdapat cukup cahaya, misalnya dalam lingkungan indoor dengan lampu, atau luar ruangan di kala mendung, kamera ultrawide masih bisa menghasilkan foto dengan perspektif lebar yang menarik dan kualitas memadai.
Kinerja: Kencang, tapi…
Ponsel F Series dari Poco selalu mengedepankan aspek kinerja, tak terkecuali pula keluarga Poco F7. Meskipun tak sekencang versi Ultra yang ditenagai Snapdragon 8 Elite, Poco F7 tetap memiliki kinerja tinggi berkat chip Snapdragon 8s Gen 4 di dapur pacunya.
Snapdragon 8s Gen 4 bahkan bisa dibilang sebanding dengan Snapdragon 8 Gen 3 yang digunakan di Poco F7 Pro, meskipun masih tertinggal dalam hal kinerja GPU. Poco F7 memasangkan chip tersebut dengan RAM LPDDR5X berkapasitas 12 GB serta storage UFS 4.1 sebesar 512 GB.
Sistem operasi yang dijalankan saat review berlangsung adalah HyperOS 2 berbasis Android 15. Mestinya Poco F7 bakal mendapat pembaruan ke HyperOS 3 yang berbasis Android 16 pada Oktober 2025.
Tampilan antarmuka HyperOS 2 dan keterangan spesifikasi Poco F7.
Ketika dicoba bermain sejumlah game populer, Poco F7 bisa menjalankan semuanya dengan lancar tanpa hambatan berarti. Game MOBA Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yang termasuk kelas ringan, misalnya, bisa dimainkan dengan setting grafis dan frame rate tertinggi. Sewaktu permainan berjalan, counter Game Turbo menunjukkan frame rate senantiasa mendekati angka 120 fps.
Keadaan serupa ditemukan di game PUBG Mobile, di mana pemain bisa memilih setting grafis Smooth dengan frame rate Ultra Extreme untuk mendapatkan kecepatan respons dan kemulusan maksimal. Frame rate terlihat lebih fluktuatif dibandingkan game MLBB, tapi secara keseluruhan masih cukup konsisten mendekati 120 fps.
Game Delta Force bisa dijalankan dengan setting grafis Ultimate dan frame rate Ultimate untuk mendapatkan kualitas visual tinggi dan responsivitas yang masih memadai untuk game FPS kompetitif di ponsel. Dengan setelan ini, frame rate bisa bertahan di kisaran 60 fps.
Meskipun demikian, Poco F7 agak rawan kepanasan apabila dipakai bermain game berat terus menerus. Di Genshin Impact, ponsel ini memang bisa menjalankannya dengan setting grafis maksimal (highest) dengan target frame rate di angka 60 fps.
Namun, setelah sekitar 30 menit bermain, suhu permukaan ponsel mulai terasa memanas dan kinerjanya tersendat. Counterframe rate pun menunjukkan bahwa performa game naik turun, yang boleh jadi merupakan indikasi adanya throttling atau pengurangan kecepatan secara periodik untuk meredam panas.
Poco sebenarnya sudah menggunakan solusi pendingin berupa vapor chamber seluas 6.000 mm persegi di Poco F7. Namun, cooler tersebut mungkin masih belum terlalu memadai untuk meredam panas dari Snapdragon 8s Gen 4 yang dipaksa bekerja keras. Apabila Anda menemukan kinerja Poco F7 kurang konsisten saat bermain game, ada baiknya menurunkan setting gratis dan/ atau frame rate supaya performanya lebih stabil.
Baterai: Besar dan gesit
Poco F7 versi Indonesia dibekali dengan baterai berkapasitas 6.500 mAh yang jauh lebih besar dibandingkan Poco F6 sebelumnya (5.000 mAh). Meskipun masih lebih kecil dibandingkan Poco F7 vesi India (7.550 mAh), ponsel ini nyatanya mampu membuahkan daya tahan baterai yang mumpuni dengan skor PCMark Work 3.0 battery life selama 16 jam 47 menit.
Ketika dipakai bermain game Delta Force dengan setting grafis dan frame rate Ultimate selama 1 jam, kapasitas baterainya berkurang sekitar 17 persen. Daya tahannya bisa dibilang memadai untuk ukuran ponsel gaming dan kuat diajak bermain hingga berjam-jam.
Skor benchmark AnTuTu, Geekbench, dan PC Mark Work 3.0 battery life.
Poco F7 pun mendukung fast charging 90 watt, lengkap dengan charger dengan keluaran daya sebesar itu di kotak kemasannya. Saat dicoba dengan kabel USB dan charger bawaan, Poco F7 bisa mengisi daya baterai dari kosong hingga 63 persen dalam waktu 30 menit. Saat waktu menyentuh menit ke-55, baterainya sudah terisi penuh 100 persen.
Kesimpulan
Melalui F7, Poco sekali lagi menegaskan komitmen Poco menghadirkan perangkat berkinerja tinggi di kelas harganya. Seperti ponsel-ponsel F Series sebelumnya, Poco F7 fokus pada performa melalui penggunaan hardware bertenaga.
Chip Snapdragon 8s Gen 4 yang menjadi dapur pacunya sanggup menjalankan game apapun dengan lancar, ditambah dengan baterai berkapasitas jauh lebih besar dibandingkan generasi terdahulu. Desainnya yang kini menjadi lebih menarik menjadi cherry on top.
Satu catatannya adalah suhu perangkat yang bisa cepat menghangat apabila dipakai bermain game berat dengan setting tinggi berlama-lama. Kalau tetap tidak teratasi dengan update software, pengguna bisa mengatasinya dengan cara lain seperti menurunkan setelan game atau memasang kipas pendingin.
Aspek yang agak kurang menonjol adalah kameranya yang biasa saja. Kamera ultrawide kualitasnya cukup di bawah kamera utama. Meskipun demikian, Poco F7 Pro pun sebenarnya tidak lebih baik dalam hal ini. Kamera mumpuni baru hadir di Poco F7 Ultra yang harganya terpaut jauh di kisaran Rp 10 jutaan. Nyaris dua kali Poco F7 yang dijual mulai Rp 5,5 juta di Indonesia.
Pendek kata, ketimbang memilih Poco F7 Pro, mungkin Anda akan lebih cocok dengan Poco F7 yang menawarkan kinerja sebanding dengan harga lebih murah, atau sekalian membeli Poco F7 Ultra atau ponsel lain jika butuh kamera bagus. Kalau pertimbangannya lebih condong ke performa daripada kamera, Poco F7 adalah pilihan andal untuk main game di segmen menengah.