Ringkasan Tinjauan
Peringkat Pakar
Poco M7 Pro 5G resmi diperkenalkan di Indonesia pada 7 April 2025 lalu sebagai penerus dari Poco M6 Pro, salah satu smartphone paling populer di kelas harga mid-range. Mengikuti jejak sebuah produk pendahulu yang mendulang sukses di pasaran bukanlah hal mudah, lantaran mesti memenuhi ekspektasi tinggi dari para penggunanya. Untuk menangani hal ini, Poco pun menawarkan sederet peningkatan pada M7 Pro yaitu layar AMOLED 120 Hz, chipset yang lebih gesit, bodi lebih tangguh, kapasitas baterai lebih besar, dan masih banyak lagi.
Dengan sejumlah peningkatan tersebut, apakah Poco M7 Pro berhasil melanjutkan kesuksesan pendahulunya? Tim 91Mobiles sudah menggunakan smartphone ini selama dua minggu. Berikut ini pengalaman yang kami rasakan.

Table of Contents
Kesimpulan awal
Poco M7 Pro adalah ponsel yang layak dianggap sebagai suksesor M6 Pro, hadir dengan banyak peningkatan di sejumlah area utama. Ponsel ini menampilkan desain yang unik, build quality memadai, kamera utama yang mumpuni, layar cerah, baterai tahan lama, dan chipset yang bertenaga. Ponsel all-rounder ini cocok untuk sebagian besar orang, namun kameranya masih agak kurang saat dipakai memotret di kondisi minim cahaya. Antarmuka software ponsel ini juga masih kurang baik, diperparah dengan hadirnya sederet aplikasi prainstal. Namun di luar itu, Poco M7 Pro tetap menjadi pilihan yang sangat istimewa.
Desain dan layar
Poco M7 Pro hadir dengan desain unik yang menampilkan pola pasir gurun (desert sand) di sisi belakang. Modul kameranya tidak terlalu menonjol seperti sejumlah smartphone lain, sehingga memberikan tampilan yang lebih elegan.
Sebagai seseorang yang kurang menyukai modul kamera besar dan menonjol, dua sensor kameranya agak cenderung mengganggu. Namun secara keseluruhan, desain ponsel ini tetap terlihat menarik. Dengan rangka berbahan logam, yang cukup jarang ditemukan di kelas harganya, Poco M7 Pro memberikan rasa kokoh dan premium saat digenggam.

Tombol volume dan daya terketak di sisi kanan ponsel dan mudah diakses kendati hanya memakai satu tangan. Poco M7 Pro memiliki ketebalan 7,99 mm dengan bobot 190 gram, terasa ramping dan ringan. Tim pengujian pun tidak merasakan isu apa pun saat menggenggam ponsel selama beberapa jam.

Di bagian depan, tersedia layar AMOLED 6,67 inci dengan kecerahan maksimal 2.100 nit dan desain punch-hole sehingga mampu mencapai rasio bodi-ke-layar lebih dari 92 persen. Dengan bezel tipis di sekeliling layar, ponsel ini memberikan pengalaman menonton yang memadai. Dengan kecerahan maksimalnya yang tinggi, layar ponsel ini sanggup dilihat dengan nyaman meski di bawah terik matahari.
Karena menggunakan panel AMOLED, Poco M7 Pro sanggup menampilkan warna hitam lebih pekat dan warna-warna yang cerah, sesuatu yang masih jarang ditemui di kelas harganya. Salah satu hal menarik dari ponsel ini adalah keberadaan tiga profil warna yang bisa dipilih, yaitu Vivid, Saturated, dan Standard.
Yang cukup mengejutkannya lagi, profil Vivid justru menjadi yang paling seimbang dibandingkan yang lain. Umumnya, mode Vivid di banyak perangkat menghadirkan tampilan yang terlalu saturated dan mencolok, namun di ponsel ini, efek tersebut justru terdapat pada mode Saturated. Sementara itu, profil Standard memberikan tampilan warna yang lebih lembut dan alami. Profil Standard ini menurut kami adalah yang paling nyaman digunakan. Terlepas dari hal-hal ini, kehadiran panel AMOLED di Poco M7 Pro merupakan peningkatan besar dibandingkan pendahulunya yang masih memakai panel LCD.
Berbicara soal peningkatan, kini layar Poco M7 Pro mendukung refresh rate 120 Hz, naik dari 90 Hz pada model sebelumnya. Alhasil, pergerakan di layar pun terasa jauh lebih mulus, baik saat memainkan game maupun menavigasi antarmuka.
Kamera
Mari kita bahas soal detail teknisnya terlebih dahulu. Poco M7 Pro dibekali kamera utama 50 MP dengan sensor Sony LYT-600, lengkap dengan OIS (Optical Image Stabilization) dan aperture f/1,5 yang cukup mengesankan di kelas harganya. Sensor utama ini ditemani dengan kamera makro 2 MP, sedangkan di sisi depan terdapat kamera selfie 20 MP, yang merupakan peningkatan besar dibandingkan generasi sebelumnya.

Kamera utama ponsel ini benar-benar memberikan hasil memuaskan dengan akurasi warna yang baik, dynamic range yang luas, serta detail yang konsisten. Sementara itu, kamera sekundernya tergolong biasa saja dan sebenarnya bisa saja dihilangkan tanpa memengaruhi pengalaman fotografi keseluruhan.
Pada kondisi minim cahaya, ponsel ini sedikit kesulitan menangkap detail, namun tetap bisa memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan beberapa pesaing di harga yang sama.
Saat memotret di siang hari, Poco M7 Pro sanggup menghasilkan foto dengan warna akurat serta detail yang baik. Ponsel ini juga sanggup menangkap warna kulit dengan baik saat mode portrait.
Adapun ketika memotret selfie, Poco M7 Pro berhasil juga untuk menangkap warna kulit dan detail dengan baik, serta menunjukkan deteksi tepi yang rapi. Dalam kondisi cahaya redup, Poco M7 Pro mampu menghasilkan foto yang baik secara keseluruhan, kendati kurang unggul dalam hal mengontrol sumber cahaya. Beralih ke Night Mode alias mode malam, peningkatan yang dirasakan masih tergolong sedikit.
Performa dan software
Poco M7 Pro disokong oleh MediaTek Dimensity 7025 Ultra. Unit yang diterima tim 91Mobiles di India merupakan varian dasar dengan RAM 6 GB dan storage 128 GB, dijual dengan harga Rp 2,8 jutaan. Di Indonesia, Poco M7 Pro hanya tersedia dalam satu varian yaitu RAM 8 GB/ 256 GB yang dijual dengan harga rilis Rp 2.799.000.

Di harga tersebut, Poco M7 Pro bersaing dengan iQoo Z9x (Snapdragon 6 Gen 1) di harga mulai dari Rp 2.999.000. Di antara dua smartphone ini, iQoo Z9x berhasil unggul dengan skor AnTuTu v10 lebih tinggi yaitu 552.168 poin, sementara Poco M7 Pro menorehkan skor 486.435 poin. Sebagai informasi, AnTuTu mengukur kinerja keseluruhan perangkat, termasuk CPU, GPU, memori, dan faktor-faktor performa lainnya.
Mesk hasil benchmark Poco M7 Pro tidak begitu menonjol dibandingkan rivalnya, pengalaman penggunaan sehari-hari ponsel ini masih terasa mulus. Selama pengujian, tidak ada aplikasi yang mengalami crash, dan kinerjanya pun tetap smooth dan stabil. Bahkan saat digunakan untuk bermain game, performanya masih terasa lancar dan responsif.
Jadi meskipun angka benchmark Poco M7 Pro tidak spektakuler, Anda dapat mengabaikannya dengan aman dalam kasus ini, karena Poco M7 Pro mampu menangani multi-tasking dengan baik dan cukup mendukung berbagai kebutuhan harian tanpa kendala berarti.
Smartphone ini menjalankan antarmuka HyperOS berbasis Android 14 dan dijanjikan bakal menerima 2x pembaruan OS utama serta 4 tahun patch keamanan. Seperti tren ponsel tahun 2024 pada umumnya, Poco juga menyertakan beberapa fitur berbasis AI untuk meningkatkan hasil kamera, yakni sebagai berikut.
- AI AF. Fitur ini dapat menyesuaikan tingkat zoom kamera depan secara otomatis hingga 0,8x, agar semua orang dalam grup bisa masuk ke dalam satu frame.
- AI Night Mode. Dengan fitur ini, ponsel dapat menyesuaikan pengaturan gambar agar hasil foto malam hari terlihat lebih terang dan detail.
- AI Eraser. Pengguna dapat menghapus objek tak diinginkan dari foto dengan menggunakan fitur ini.
- AI Sky Replacement. Sesuai namanya, fitur ini memungkinkan penggantian langit agar foto terlihat lebih menarik dan layak unggal ke media sosial, bahkan jika kondisi langit aslinya sedang tidak ideal.
Namun perlu dicatat, semua fitur ini masih bersifat “hit or miss” alias terkadang berfungsi baik, namun di lain waktu hasilnya kurang memuaskan. Kendati begitu, tetap saja lebih baik punya opsi fitur-fitur ini ketimbang tidak sama sekali.
Kendati punya dukungan pembaruan software yang panjang (2x ketimbang hanya 1x), sayangnya Poco M7 Pro memiliki jumlah aplikasi prainstal sangat banyak yakni hingga 63 aplikasi. Alhasil antarmukanya pun sedikit terlihat penuh dan berantakan saat pertama kali digunakan.
Secara keseluruhan, antarmuka HyperOS terasa cukup intuitive meskipun ada satu kekurangan kecil, yakni menu pengaturan utama yang tidak dapat diakses secara langsung via panel notifikasi, sesuatu yang kini sudah menjadi standar di banyak antarmuka Android lainnya.
Baterai dan pengisian daya
Poco M7 Pro dikemas dengan baterai yang lebih besar dari pendahulunya, kini berkapasitas 5.110 mAh dengan fast charging 45 watt via kabel. Ponsel ini cukup terlihat ramping terlepas dari baterainya yang besar. Selama uji pemakaian, ponsel ini mampu bertahan lebih dari sehari pada pemakaian berat. Pada penggunaan kasual, Poco M7 Pro bahkan bisa bertahan hingga dua hari.

Perangkat ini juga berhasil menorehkan skor tinggi pada pengujian PC Mark Battery, yakni bertahan hingga 17 jam 46 menit. Dengan charger yang tersedia di dalam paket penjualan, ponsel ini hanya memerlukan waktu 53 menit untuk terisi penuh.
Kesimpulan
Poco M7 Pro dapat direkomendasikan dengan begitu mudahnya untuk siapa pun yang menyukai Poco M6 Pro. Ponsel ini sungguh membawakan peningkatan di hampir semua aspek. Dengan layar AMOLED 120 Hz, baterai tahan lama, dan chipset yang bertenaga, ponsel ini layak dijadikan daily driver oleh mayoritas orang. Dari segi kamera, ponsel ini mampu menghasilkan foto memadai dengan kamera utamanya, namun hasil foto minim cahayanya kurang bagus karena memiliki banyak noise.
Terlepas dari harganya yang terjangkau di Rp 2,8 juta, Poco M7 Pro nyaris tidak melakukan penyunatan fitur sama sekali. Antarmuka ponsel ini masih terasa kurang oke karena punya banyak aplikasi prainstal. Namun jika Anda sudah familiar dengan antarmukanya Poco, ponsel ini adalah opsi yang bisa diandalkan.
Rating editor: 7,5 / 10
Alasan membeli:
- Poco M7 Pro hadir dengan panel AMOLED 120 Hz.
- Ponsel ini punya desain memukau dengan build quality yang baik.
- Smartphone ini punya baterai yang awet.
- Pengisian dayanya ngebut.
Alasan tidak membeli:
- Fitur mode malam di ponsel ini masih terasa kurang bagus.
- Ponsel ini dibekali dengan banyak aplikasi prainstal.

