Ringkasan Tinjauan
Peringkat Pakar
Pada awal Oktober, Realme baru saja meluncurkan lini Number series terbarunya di Indonesia, sekaligus mengonfirmasi bahwa tidak akan ada model Pro Plus kali ini. Hal ini membuat Realme 15 Pro menjadi penerus spiritual dari Realme 14 Pro Plus.
Dipasarkan sebagai “AI Party Phone,” Realme 15 Pro membawa sejumlah peningkatan signifikan. Tidak hanya pada sektor kamera, tetapi juga aspek lainnya. Ponsel ini menjadi salah satu mid-range pertama di Indonesia yang ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 7 Gen 4, menyusul Vivo V60 yang lebih dulu rilis pada Agustus kemarin.
Selain itu, perangkat ini mengusung baterai berkapasitas besar 7.000 mAh dan lensa ultrawide 50 MP yang lebih mumpuni, setidaknya di atas kertas. Realme 15 Pro juga memperkenalkan rangkaian fitur berbasis AI, dengan sorotan utama pada fitur AI Edit Genie yang dapat menyulap foto menjadi berbeda. Selain itu, kemampuan fotografi malam harinya pun meningkat.
Namun, satu kekurangan yang cukup disayangkan adalah absennya lensa telefoto, padahal Realme dikenal sebagai yang selalu menghadirkan telefoto di kelas harganya. Lalu, apakah ponsel baru ini masih layak disebut sebagai pilihan bernilai di harga mulai dari Rp 6.999.000? Simak review Realme 15 Pro berikut ini untuk mengetahui jawabannya.
Table of Contents
Kesimpulan awal
Realme 15 Pro akan menarik bagi konten kreator, atau mereka yang sering mendatangi event seperti pesta atau hajatan. Ini berkat kemampuan fotografi malam yang mengesankan serta fitur editing foto berbasis AI. Meski performanya tidak termasuk yang terbaik di kelasnya, kinerjanya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan target penggunanya. Daya tahan baterainya pun patut diapresiasi, mampu bertahan seharian penuh. Kendati begitu, dukungan software-nya tergolong terbatas, dan hasil foto portrait masih belum sesuai harapan.
Desain bodi yang menawan
Realme sepenuhnya mengubah desain Realme 15 Pro dibandingkan pendahulunya, Realme 14 Pro. Kini tidak ada lagi modul kamera berbentuk lingkaran yang terinspirasi dari jam tangan, digantikan dengan pulau kamera berbentuk persegi panjang dengan masing-masing lensa yang menonjol dari permukaan. Meskipun desain baru ini menghadirkan nuansa yang fresh, ada satu kelemahan yang cukup terasa. Ponsel menjadi sedikit bergoyang saat diletakkan di permukaan datar. Bahkan dengan casing bawaan terpasang, permukaannya tetap terasa tidak rata.
Modul kamera berbentuk lingkaran sebelumnya tidak hanya menambah stabilitas, tetapi juga membuat smartphone tampak berbeda dari yang lain. Kendati begitu, Realme 15 Pro menawarkan finishing halus seperti velvet (beludru) yang terasa nyaman digenggam, serta membantu menjaga bodi tetap bersih dari sidik jari serta noda. Smartphone ini hadir dalam tiga varian warna yakni Silk Purple, Velvet Green, dan Flowing Silver. Unit yang kami uji adalah Silk Purple, dengan desain dual-tone yang menampilkan modul kamera glossy sebagai aksen utama.

Smartphone ini juga menampilkan beberapa detail menarik, seperti warna tepi cincin kamera yang selaras dengan warna bodi, serta garis putih yang tidak begitu terlihat di sekeliling sensor pada cincin kamera terkecil. Kamera ini berfungsi sebagai ring light untuk notifikasi. Realme 15 Pro juga memiliki sisi curved alias melengkung, yang dipadukan dengan tepian datar berlapis matte, memberikan genggaman yang mantap dan kenyamanan ekstra saat digunakan. Selain itu, bobotnya pun hanya 187 gram, cukup mengesankan untuk ponsel dengan baterai 7.000 mAh sehingga tetap nyaman digunakan dalam waktu lama.
Dari segi ketahanan, perangkat ini sudah mengantongi sertifikasi tahan air dan debu IP69 serta dilapisi Corning Gorilla Glass untuk melindungi layar.
Layar AMOLED yang cerah
Realme 15 Pro dibekali layar AMOLED berukuran 6,8 inci dengan tingkat kecerahan puncak 6.500 nit, resolusi Full HD Plus, refresh rate hingga 144 Hz, dan rasio aspek 19,8:9. Realme menyebutnya sebagai layar revolusioner di tahun 2025, dipasarkan dengan nama “4D Curve+ display” lantaran memiliki tepian layar yang melengkung di keempat sisi, kendati lengkungan di bagian atas dan bawahnya tidak begitu terlihat.
Di luar itu, layar ini tetap memukau untuk dilihat, menampilkan bezel simetris di semua sisi. Punch hole di atas tengah memang terlihat agak besar, namun tidak mengganggu pengalaman menonton maupun menimbulkan efek warna yang mengganggu di sekitarnya. Selain itu, dengan panel 10-bit dan cakupan warna 100 persen DCI-P3, layar ini menghasilkan warna yang hidup dan kontras, sehingga tampilan terasa menonjol.

Perangkat ini juga telah mendukung sertifikasi Widevine L1, memungkinkan streaming Full HD di platform seperti Netflix untuk kualitas gambar yang tajam dan detail. Selain itu, layarnya juga mendukung HDR10+, menghasilkan area terang yang lebih cerah dan area gelap yang lebih pekat, sehingga memberikan pengalaman menonton yang lebih realistis dan immersive.
Meski profil warna bawaannya disetel ke mode Vivid dengan tampilan warna yang mencolok, pengguna yang lebih menyukai warna alami dapat menggantinya ke profil Natural melalui menu pengaturan. Sementara itu, refresh rate 144 Hz miliknya memang tidak sepenuhnya dinamis, namun dapat beradaptasi secara cerdas antara 60 Hz hingga 144 Hz, tergantung pada konten yang ditampilkan. Hal ini dilakukan untuk menyeimbangkan kelancaran dan efisiensi daya.
Kamera memadai saat memotret malam hari
Salah satu alasan utama mengapa Realme 15 Pro dipasarkan sebagai “AI Party Phone” adalah sektor kameranya. Ponsel ini dibekali tiga kamera belakang, terdiri atas sensor utama Sony IMX896 beresolusi 50 MP dengan OIS dan ultrawide 50 MP. Kamera ketiganya, sayangnya, tidak disebutkan secara spesifik. Kamera ketiga ini bukan lensa telefoto yang banyak diantisipasi untuk foto potret maupun pemotretan jarak jauh. Sistem kameranya didukung lampu Dual LED Flash dengan dua nada warna, putih dan warm, yang dirancang untuk meningkatkan detail dalam kondisi cahaya redup.
Di bagian depan, terdapat kamera 50 MP untuk selfie dan panggilan video. Ketiga kameranya mendukung perekaman video 4K pada 60 FPS. Kendati demikian, hasil video dari sensor ultrawide tampak lebih noisy dibandingkan kamera utama. Selain itu, tidak adanya transisi mulus antar lensa menjadi kekurangan lain, sehingga pengguna tidak dapat beralih antara kamera utama dan ultrawide saat sedang merekam video.

Untuk kualitas hasil foto, Realme 15 Pro cenderung sedikit meningkatkan saturasi warna, membuat warna terlihat lebih cerah. Namun hasil akhir terkadang menampilkan semburat kemerahan. Reproduksi detail tergolong mengesankan untuk kelas harganya, dengan kemampuan menangkap detail kecil, bahkan di area gelap.
Sementara, kamera ultrawide miliknya mampu menghasilkan warna yang selaras dengan hasil foto kamera utama. Akan tetapi, kamera ini mengalami isu noise yang cukup terlihat, distorsi, dan dynamic range yang kurang luas.
Kamera depan mampu menangkap detail dan tone kulit dengan cukup baik, tetapi ponsel ini masih kesulitan dalam mode portrait, masalah yang semestinya bisa diatasi seandainya punya kamera telefoto. Realme 15 Pro memang berhasil menjaga warna kulit agar tetap alami dan menghasilkan efek bokeh yang lembut, namun detail serta pemisahan antara subjek dan latar belakang masih terasa kurang tajam. Di sisi lain, kemampuan fotografi malamnya justru sangat impresif. Ponsel ini mampu menekan flare cahaya dan mengurangi noise dengan baik. Sejumlah warna, terutama warna merah, memang kadang terlihat lebih mencuat dari seharusnya, tetapi secara keseluruhan hasilnya tampak bersih dan enak dilihat.

Untuk meningkatkan pengalaman foto malam bagi para party-goer, Realme 15 Pro menghadirkan fitur Fill Light, yang membuat kedua lampu Flash di kamera belakang menyala terus-menerus alih-alih berkedip singkat. Cara ini membantu menghindari risiko overexposure dan menghasilkan pencahayaan yang lebih seimbang. Pengguna juga dapat menyesuaikan tingkat pencahayaannya sesuai preferensi, meski secara umum warna yang dihasilkan cenderung warm.
Secara pribadi, kami lebih menyukai penggunaan mode malam, karena menawarkan warna yang lebih alami dan exposure yang lebih proporsional. Namun tentu, itu tergantung selera, kami sendiri bukan tipe yang menggemari foto-foto ria di suasana hajatan.
Berbicara soal pencahayaan, Realme 15 Pro juga menghadirkan dua efek yang kreatif, yakni Starburst dan Heart. Keduanya bisa dengan cerdas mengubah sumber cahaya (seperti lampu) menjadi bentuk bintang atau hati, menambah kesan artistik pada foto. Ponsel ini juga menyediakan beragam fitur tambahan lain seperti filter, memberi pengguna banyak cara untuk berkreasi. Secara keseluruhan, Realme 15 Pro bisa dibilang sebagai salah satu smartphone dengan fitur kamera paling lengkap di kelasnya.
Foto siang hari
Realme 15 Pro unggul dibandingkan Motorola Edge 60 Pro dalam hal dynamic range, mampu mempertahankan detail di area gelap dan menangkap tekstur dengan optimal. Meskipun keduanya masih kurang akurat dalam reproduksi warna, Realme 15 Pro lebih mendekati tampilan yang menyerupai kondisi nyata. Kendati begitu, Motorola Edge 60 Pro tetap unggul dalam ketajaman keseluruhan dan kemampuan mempertahankan detail kecil.
Ultrawide
Realme 15 Pro menampilkan konsistensi warna yang serupa dengan kamera utamanya saat menggunakan lensa ultrawide. Namun, detail yang dihasilkan sedikit kurang tajam dibandingkan Motorola Edge 60 Pro. Selain itu, terdapat sedikit distorsi di tepi gambar dan juga dynamic range yang kurang luas.
Portrait
Dalam mode portrait, Motorola Edge 60 Pro dengan lensa telefotonya mampu menghasilkan gambar yang detail dengan skin tone serta reproduksi warna yang cukup akurat. Edge detection pada kedua ponsel hampir seimbang, meski sesekali muncul distorsi atau efek yang terasa sedikit artifisial. Sementara itu, Realme 15 Pro unggul dalam menciptakan efek bokeh alami, memberikan kedalaman dan kesan realistis pada hasil portrait.
Selfie
Kedua ponsel sama-sama dibekali kamera depan 50 MP dengan desain punch hole dengan hasil foto nyaris identik. Namun, bagi pengguna yang menginginkan hasil lebih akurat, Realme 15 Pro adalah pilihan yang lebih baik. Di sisi lain, Motorola Edge 60 Pro unggul dalam hal exposure terhadap latar belakang, kemampuan mempertahankan detail bayangan.
Pemotretan minim cahaya
Dalam kondisi minim cahaya tanpa mode malam, Realme 15 Pro lebih baik dalam mengontrol light flare, meniadakan noise, dan mempertahankan detail dibandingkan para pesaingnya. Meski demikian, akurasi warnanya masih di bawah Motorola Edge 60 Pro, yang mampu menghasilkan warna lebih seimbang dan realistis.
Night Mode
Dengan mengaktifkan mode malam, Realme 15 Pro semakin meningkatkan kualitas hasil jepretan dengan meminimalkan light flare dan noise. Akurasi warna juga meningkat secara signifikan, membuatnya sedikit lebih unggul dari Motorola Edge 60 Pro, yakni dalam hal menghasilkan foto dengan warna yang lebih alami, serta tampilan yang mendekati kondisi sesungguhnya.
Peningkatan di fitur AI
Untuk mendukung performa fotografinya, Realme 15 Pro menawarkan beragam mode AI dan alat editing foto. Fitur-fitur tersebut mencakup AI Party Mode terbaru yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan fotografi dalam kondisi cahaya rendah. Mode ini menyediakan empat skenario bawaan, yaitu Party, Stage, Silhouette, dan Fireworks. Berbagai mode ini dapat diakses melalui ikon panah ke atas di sebelah menu “Photo” pada aplikasi kamera.
Memilih salah satu skenario akan mengubah dua hal sekaligus. Pertama, pengaturan kamera langsung menyesuaikan diri dengan lingkungan yang dipilih. Kedua, tampilan antarmuka aplikasi berubah menjadi tema gelap dengan tombol shutter yang menyala. Perubahan ini dibuat untuk memberikan pengalaman visual yang lebih menarik dan menyenangkan bagi pengguna.

Mode ini juga menawarkan watermark bertema pesta pada hasil foto agar siap dibagikan secara instan. Karena ponsel ini memang punya hasil foto malam hari yang bagus, setiap skenario bertema tersebut benar-benar memadai dan memberikan efek pencahayaan yang berbeda. Kendati begitu, mode ini masih terasa kurang intuitive. Akan lebih membantu jika Realme secara otomatis menyarankan pengguna untuk beralih ke skenario yang relevan (seperti party atau stage) setelah menganalisis objek yang sedang difoto, selayaknya sejumlah ponsel lain yang dapat menyarankan untuk beralih ke mode Portrait atau Night Mode.
Selain itu, Realme 15 Pro juga dibekali AI Landscape yang meningkatkan kontras agar foto lanskap tampak lebih dramatis, AI MagicGlow 2.0 untuk menghasilkan tone kulit dan portrait yang alami, serta AI Snap Mode yang dapat mengambil hingga 50 bidikan berturut-turut dalam kecepatan tinggi untuk menangkap subjek yang bergerak cepat. Ada juga AI Glare Remover yang membantu menghilangkan pantulan cahaya berlebih sehingga menghasilkan gambar yang lebih bersih dan seimbang, serta beberapa fitur lainnya. Namun, meski hasilnya cukup baik, sebenarnya masih ada ruang untuk penyempurnaan.
Jika pengguna kurang puas dengan hasil foto, tersedia alat penyuntingan berbasis AI milik Realme bernama AI Edit Genie. Fitur ini diklaim sebagai yang pertama di industri yang dapat menggunakan perintah teks maupun suara (dalam bahasa yang didukung, termasuk Hindi dan Inggris) untuk mengubah foto secara kreatif. Tidak hanya foto yang diambil menggunakan perangkat itu sendiri, melainkan juga hasil foto dari kamera perangkat lain. Dalam pengujian kami, fitur ini dapat menangani berbagai tugas dengan mudah, mulai dari menambahkan objek, mengganti latar belakang, mengubah cuaca, memperhalus fitur wajah, hingga menghapus elemen yang tidak diinginkan.
Bagi yang kehabisan ide, fitur AI Inspiration yang terintegrasi di Edit Genie dapat menganalisis foto dan memberikan saran penyempurnaan yang cukup akurat, seperti peningkatan bayangan, ketajaman, kontras, dan lainnya. Meski Realme mengklaim AI Edit Genie bekerja secara on-device, fitur ini tetap memerlukan koneksi internet aktif untuk memproses hasil edit.

Fitur ini sebenarnya patut diapresiasi, namun masih terdapat sejumlah kekurangan. Proses pengeditan bisa memakan waktu cukup lama (sering kali lebih dari satu menit), dan hasilnya terkadang tidak konsisten. Dalam beberapa kasus, foto hasil edit tampak lebih redup dengan warna yang lebih soft, meskipun tidak ada perintah untuk mengubahnya. Selain itu, Realme belum sepenuhnya menjelaskan batasan dari fitur ini. Walau beberapa permintaan seperti menambahkan selebriti akan ditolak, AI Edit Genie masih bisa menambahkan sosok manusia generik, yang berpotensi menimbulkan penyalahgunaan. Realme sebaiknya menambahkan penanda atau watermark khusus untuk menandai hasil edit semacam ini.
Jika Realme dapat memperbaiki masalah-masalah tersebut melalui pembaruan software mendatang, AI Edit Genie berpotensi menjadi fitur yang benar-benar revolusioner pada perangkat ini.
Performa bisa diandalkan
Realme 15 Pro disokong oleh Qualcomm Snapdragon 7 Gen 4 SoC, sama seperti yang digunakan pada Vivo V60. Chipset ini merupakan penerus Snapdragon 7 Gen 3, dengan peningkatan signifikan pada kecepatan CPU dan GPU, serta kemampuan AI yang lebih canggih. Hal ini terlihat dari performa raw ponsel yang diukur menggunakan aplikasi benchmark global seperti AnTuTu dan Geekbench. Meski Realme 15 Pro mencatat hasil sekitar 20 persen lebih tinggi dibandingkan smartphone dengan Snapdragon 7 Gen 3, performanya masih di bawah sejumlah pesaingnya.
Realme 15 Pro mendapatkan skor AnTuTu sebesar 1.086.379 poin, sedangkan Motorola Edge 60 Pro yang menggunakan Dimensity 8350 Extreme menorehkan skor 1.440.382 poin. Pada pengujian Geekbench (multi-core), perangkat Realme ini meraih skor 3.541 poin, lagi-lagi kalah saing dari Motorola Edge 60 Pro di angka 4.759 poin.
Terlepas hal tersebut, kendati Motorola Edge 60 Pro meraih skor lebih tinggi, Realme 15 Pro justru tampil lebih stabil saat menangani beban berat. Dalam uji Burnout CPU Throttle, perangkat ini hanya mengalami penurunan menjadi 63,1 persen dari performa maksimalnya.
Dalam penggunaan sehari-hari, Realme 15 Pro menjalankan berbagai aktivitas dengan lancar. Aktivitas seperti menonton video, menjelajah media sosial, dan berselancar di internet bisa dilakukan tanpa hambatan berarti. Ponsel ini juga dilengkapi sistem pendingin besar berukuran 7.000 mm persegi bernama AirFlow Vapor Chamber untuk menjaga suhu tetap stabil selama penggunaan intensif.
Solusi pendinginan tersebut terbukti efektif selama pengujian game seperti BGMI (PUBG Mobile versi India), Call of Duty: Mobile, dan Real Racing 3, yang dimainkan masing-masing selama 30 menit pada pengaturan grafis dan frame rate menengah. Realme 15 Pro hanya mencatat kenaikan suhu sekitar 9,6 derajat Celsius, jauh lebih rendah dibanding Motorola Edge 60 Pro (17,4 derajat), menunjukkan manajemen termal yang unggul.

Untuk kian meningkatkan pengalaman bermain, Realme 15 Pro menghadirkan GT Mode yang meningkatkan performa untuk permainan lebih mulus, meski dengan konsumsi daya lebih besar. Selain itu, terdapat AI Gaming Coach yang memberikan saran waktu nyata berbasis AI untuk membuat pemain lebih unggul saat bermain, serta AI Motion Control yang memungkinkan pengguna melakukan aksi dalam game hanya dengan memiringkan perangkat, menjadikannya pilihan menarik bagi gamer kasual.
Software
Realme 15 Pro menjalankan Android 15 secara out-of-the-box, dengan antarmuka Realme UI 6.0 yang sangat customizable. Ini adalah versi software yang sama seperti pada pendahulunya, Realme 14 Pro, sehingga pengalaman pengguna secara keseluruhan tidak banyak berubah. Sistem ini hadir dengan total 61 aplikasi bawaan, termasuk 7 aplikasi pihak ketiga, dan ikon aplikasinya pun jauh dari tampilan stock Android. Kendati begitu, pengguna tetap bisa menyesuaikan ikon aplikasi maupun elemen lain di software ini untuk mendapatkan pengalaman yang lebih personal.
Ponsel ini juga dibekali berbagai fitur produktivitas berbasis AI, seperti AI Smart Loop untuk berbagi konten dengan cepat antar aplikasi, serta Google Gemini yang membantu menulis, merekam, dan mencari apa pun di layar melalui fitur Circle to Search. Gemini juga berfungsi sebagai asisten pribadi berbasis AI yang dapat membuka atau menyesuaikan pengaturan di dalam aplikasi melalui perintah suara.
Realme menjanjikan 2 tahun pembaruan sistem operasi utama dan 3 tahun pembaruan patch keamanan untuk smartphone ini. Meski masih tertinggal dibandingkan beberapa pesaing (seperti OnePlus yang menawarkan hingga 4 pembaruan OS besar di segmen yang sama), Realme 15 Pro tetap diperkirakan akan relevan hingga sekitar tahun 2028. Terlepas dari jangka pembaruan yang terbatas, pengguna masih bisa mengharapkan hadirnya fitur-fitur baru sesekali serta penyempurnaan animasi dari waktu ke waktu.
Baterai paling awet di kelasnya
Baterai 7.000 mAh pada Realme 15 Pro termasuk salah satu yang paling besar di kelasnya. Kapasitas tersebut dimungkinkan berkat teknologi silikon-karbon canggih yang menawarkan kepadatan energi lebih tinggi dibandingkan sel litium-ion tradisional. Sehingga, bodinya pun tetap ramping di 7,69 mm. Dengan baterai besar, pengguna tidak akan sering terikat pada kabel pengisi daya. Perangkat ini mendukung pengisian cepat kabel SuperVOOC 80W, yang mampu mengisi daya dari 20-100 persen dalam waktu sedikit lebih dari satu jam. Adaptor pengisi dayanya pun sudah disertakan di dalam kotak penjualan.
Setelah terisi penuh, Realme 15 Pro mampu bertahan lebih dari satu hari penuh dalam penggunaan sedang hingga berat. Dalam uji PC Mark Battery, ponsel ini mampu bertahan hingga 15 jam 40 menit. Ini merupakan durasi yang impresif, meski masih terpaut sekitar 42 menit dibandingkan iQoo Neo 10R dengan baterai 6.400 mAh. Dalam pengujian streaming YouTube selama 30 menit, Realme 15 Pro hanya mengonsumsi 1 persen daya baterai, yang merupakan hasil sangat efisien. Kinerja daya saat bermain game juga menunjukkan manajemen daya yang baik. Setelah 90 menit bermain, baterainya hanya berkurang 16 persen. Hasil ini sebanding dengan iQoo, yang memang dirancang untuk kebutuhan gaming.
Selain itu, Realme 15 Pro juga mendukung fitur bypass charging, yang menyalurkan daya langsung dari adaptor ke komponen internal ponsel selama bermain game. Fitur ini membantu mengurangi peningkatan suhu sekaligus memperpanjang umur baterai.
Kesimpulan
Realme 15 Pro berhasil menempatkan dirinya sebagai smartphone kelas menengah yang kaya akan fitur, bakal terlihat menarik bagi pengguna yang mengutamakan fotografi, daya tahan baterai panjang, dan layar besar yang cerah. Kendati begitu, raw performance dan fleksibilitas kameranya masih kalah dibanding beberapa pesaing. Pengalaman software-nya pun terasa agak berat, sementara dukungan pembaruan OS yang terbatas membuatnya sedikit tertinggal dari kompetitor di segmen yang sama.
Meski demikian, Realme 15 Pro tetap setia pada tagline “AI Party Phone” dengan kemampuan fotografi malam hari yang mengesankan, ditunjang berbagai mode khusus untuk mengabadikan momen hajatan dengan gaya. Fitur berbasis AI seperti Edit Genie dan Party Mode turut menambah nilai nyata, meski masih memerlukan penyempurnaan agar bisa berfungsi optimal.
Didukung desain baru yang lebih fresh, chipset Snapdragon 7 Gen 4 yang gesit, serta baterai besar 7.000 mAh, Realme 15 Pro bukan sekadar perangkat yang berfokus pada kamera. Jika keunggulan-keunggulan tersebut sesuai dengan kebutuhan Anda, ponsel ini layak dipertimbangkan. Di Indonesia, harga Realme 15 Pro dibanderol mulai dari Rp 6.999.000 hingga Rp 7.499.000.
Rating editor: 8,1 / 10
Alasan membeli:
- Punya fitur AI Edit Genie yang dapat mentransformasi hasil foto.
- Kinerja fotografi malam hari yang oke.
- Chipset Snapdragon 7 Gen 4 yang bertenaga dan efisien secara termal.
- Baterai bisa bertahan lebih dari sehari pada pemakaian sedang ke berat.
Alasan tidak membeli:
- Kurang dapat mempertahankan detail pada hasil portrait.
- Masa dukungan update OS utama hanya 2 tahun, beberapa pesaingnya dijanjikan 4 tahun.
