Ringkasan Tinjauan
Peringkat Pakar
Kedatangan Samsung Galaxy A26 tergolong senyap jika dibandingkan dengan Galaxy A36 dan A56 yang lebih populer. Meski begitu, bukan berarti Galaxy A26 tak layak didapatkan. Ponsel ini rilis di Indonesia pada 10 April 2025 kemarin, membawakan sederet fitur AI dan dukungan masa upgrade OS yang panjang.
Meski tidak banyak yang meningkat dibandingkan Galaxy A25, ponsel penerus tersebut tetap membawakan sejumlah peningkatan penting. Beberapa di antaranya mencakup layar lebih lebar, desain yang lebih elegan dengan perlindungan IP67, serta chipset yang lebih powerful. Semuanya ditawarkan dengan harga cukup terjangkau di Indonesia, yakni Rp 4 juta. Mari kita lihat apakah perangkat ini mampu menonjol di segmen harga yang sangat kompetitif ini.
Table of Contents
Kesimpulan awal
Galaxy A26 adalah opsi yang bagus bagi mereka yang mencari ponsel berdesain ramping, layar cerah dan mulus, serta software yang bisa diandalkan. Perangkat ini juga punya kamera selfie yang memadai serta jaminan masa pembaruan OS terpanjang di kelasnya. Namun, ada beberapa hal yang mesti dikorbankan, yaitu kamera belakang yang terasa kurang, charger dijual terpisah, dan hanya dibekali mono speaker.
Desain dan layar
Tampilan bodi Galaxy A26 terlihat mirip dengan pendahulunya, namun kini dengan sejumlah peningkatan kecil. Kini, kamera belakang ditempatkan dalam modul berbentuk oval, sehingga tampil lebih berbeda dibandingkan seri Galaxy S. Panel belakang berbahan kacanya pun menambah kesan premium, kendati permukaannya mudah meninggalkan bekas noda sidik jari.

Sisi samping dan panel yang datar tetap dipertahankan, namun kini port audio jek 3,5 mm dan speaker kedua sudah dihilangkan. Perangkat ini hanya dibekali speaker tunggal di sisi bawah, berdampingan dengan port USB-C dan mikrofon. Di bagian kanan, terdapat tombol daya dan volume, di mana tombol power ini juga berfungsi sebagai pemindai sidik jari yang cepat dan andal.
Laci kartu SIM diletakkan di sisi kiri dan kini hadir dengan satu slot hibrida. Salah satu peningkatan utama pada Galaxy A26 adalah sertifikasi IP67 yang membuatnya tahan terhadap debu dan kedalaman air hingga 1 meter selama 30 menit. Hal tersebut menjadikannya sejajar dengan model Galaxy A series lainnya.

Layar juga meningkat, kini memakai panel Super AMOLED 6,7 inci dengan resolusi Full HD Plus dan refresh rate 120 Hz. Namun sayangnya, desain kamera depan masih dirancang dalam bentuk waterdrop notch. Bezel di bagian dagu juga masih terlihat tebal, membuatnya sedikit tertinggal di kelas harganya.
Meskipun Samsung tidak menyebutkan tingkat kecerahan layarnya, tampilan layar Galaxy A26 tergolong baik di dalam ruangan. Sayangnya, kecerahannya kurang oke untuk di luar ruangan. Berdasarkan pengujian laboratorium, layar ini hanya mampu mencapai kecerahan maksimal di sekitar 550 nit, kalah saing dengan ponsel lain di kelasnya yang rata-rata mencapai 800 nit.
Secara visual, layarnya tetap tergolong bagus dengan warna yang cerah dan kontras yang solid. Hanya saja, pengalaman multimedia secara keseluruhan sedikit terpengaruh karena hanya memakai satu speaker. Suaranya terdengar agak tipis dan kurang memiliki kedalaman.
Kamera
Galaxy A26 menggunakan setup kamera yang sama dengan pendahulunya, dilengkapi kamera utama 50 MP, ultrawide 8 MP, dan makro 2 MP. Di sisi depan juga masih ada kamera 13 MP untuk menunjang selfie dan video call. Seperti yang sempat disinggung, kamera belakangnya kini berada di dalam modul kamera berbentuk pil, membuatnya tampil setara dengan Galaxy A36 dan A56.
Kinerja kamera belakangnya cukup memadai, menawarkan dynamic range yang luas. Warnanya cenderung kurang “menonjol” dibandingkan subjek aslinya, begitu pun dengan detail yang masih terasa kurang terjaga, terlebih pada mode portrait.

Fotografi malam harinya pun masih perlu dibenahi, terutama dalam hal menawarkan hasil foto yang lebih tajam. Sisi baiknya, alat penyuntingan foto bawaan di ponsel ini cukup mudah digunakan, menyuguhkan sederet opsi untuk meningkatkan kualitas foto. Secara garis besar, kamera belakang ponsel ini mampu menghasilkan foto dengan baik, meskipun sisi hardware dan software miliknya masih perlu dibenahi. Menurut kami, daya tarik utama aspek fotografi di ponsel ini adalah kamera depan, karena sanggup menangkap foto dengan warna yang nyaris akurat serta tekstur yang terjaga dengan baik.
Performa dan software
Samsung Galaxy A26 disokong oleh chipset Exynos 1380, disandingkan dengan RAM 8 GB dan storage UFS 2.2 berkapasitas 256 GB. Penyimpanan ini masih bisa diperluas menggunakan kartu MicroSD. Dari segi performa, ponsel ini berjalan baik saat menangani tugas sehari-hari.
Ponsel ini kadang terasa lagging saat dicoba melakukan multi-tasking. Bahkan, menjelajahi menu pengaturan pun terasa lagging meskipun hanya sedikit. Jika melihat pada hasil benchmark, terlihat bahwa performa Galaxy A26 memang kalah saing dibandingkan rivalnya.
Samsung Galaxy A26 menorehkan skor AnTuTu v10 sebesar 610.383 poin, serta meraih skor Geekbench 6 sebesar 1.015 poin untuk single-core dan 2.951 poin untuk multi-core.
Performa yang dimiliki Galaxy A26 pun tampaknya bakal terasa kurang untuk gamer yang ingin bermain pada durasi panjang. Ponsel ini memang sanggup meraih performa tinggi pada pengaturan grafis sedang pada COD Mobile dan BGMI (PUBG Mobile versi India). Namun, frame rate akan terasa turun jika pengaturan grafisnya ditingkatkan lagi.
Samsung memang jarang memamerkan skor benchmark, dan lebih memilih untuk berfokus pada antarmuka custom One UI. Ponsel ini berjalan pada One UI 7 berbasis Android 15 secara out-of-the-box, dijanjikan masa pembaruan OS utama dan patch keamanan selama 6 tahun. Tidak ada rival mana pun yang punya jaminan update OS sepanjang ini.
Pengguna masih dapat menikmati sederet fitur kecerdasan buatan (AI) seperti Circle to Search, Object Eraser, AI Select, dan Read Aloud sebagai bagian dari sistem operasi Android 15. Namun fitur-fitur tersebut tergolong sedikit jika dibandingkan dengan Galaxy A series lainnya (Galaxy A36 dan A56).
Baterai dan pengisian daya

Perangkat ini disuplai dengan baterai 5.000 mAh yang disertai fast charging 25 watt via kabel. Samsung sebenarnya bisa saja mempertimbangkan baterai yang lebih besar, mengingat baterai 5.500 mAh dan 6.000 mAh sudah mulai menjadi standar baru di kelas harganya. Bahkan, sejumlah HP Rp 4 juta lain pun sudah ada yang memakai baterai 7.000 mAh.
Pada pengujian laboratorium 91Mobiles, baterai ponsel ini hanya drop 29 persen setelah dipakai bermain game dan streaming selama 2 jam. Penurunan baterai ini tergolong besar dibandingkan rata-rata pesaingnya yang hanya berkurang 24 persen. Tim 91Mobiles berhasil mendapatkan durasi pemakaian 6 jam screen-on time, dengan melibatkan penggunaan 5G di dalamnya.
Pengisian daya di ponsel ini juga bukan yang terbaik. Dibutuhkan sekitar 1 jam 10 menit untuk terisi penuh dari kosong hingga penuh, sedikit lebih lama daripada beberapa ponsel pesaingnya kendati baterainya lebih kecil. Perlu dicatat, tim 91Mobiles menggunakan charger 45 watt dari Lenovo mengingat Samsung tidak menyediakan charger di boks penjualannya.
Kesimpulan
Galaxy A26 dibanderol dengan harga rilis Rp 3.999.000 untuk satu-satunya varian memori di Indonesia, RAM 8 GB/ 256 GB, ini membuatnya bersaing dengan Poco X7. Dengan harga yang tidak berbeda jauh, Poco X7 menawarkan aspek pengalaman multimedia yang lebih solid, baterai lebih awet, hingga desain yang lebih tangguh.
Meski begitu, Galaxy A26 tetap menawarkan daya tarik jempolan dengan layar Super AMOLED yang cerah, antarmuka bersih, serta jaminan masa pembaruan yang panjang. Tidak adanya charger, port audio jek 3,5 mm, dan kinerja kamera yang biasa-biasa saja patut menjadi perhatian sebelum memilih ponsel ini. Akan tetapi, Galaxy A26 tetap menjadi opsi yang bisa diandalkan untuk yang mencari kualitas layar dan software memadai. Apalagi jika Anda melakukan pergantian ponsel dari HP Samsung lawas, Galaxy A26 akan terasa baru dan canggih.
Rating editor: 7,6 / 10
Alasan membeli:
- Galaxy A26 hadir dengan desain bodi ramping serta ketahanan debu dan air IP67.
- Panel AMOLED 6,7 inci miliknya menampilkan warna cerah dan visual yang memukau.
- Perangkat ini dijanjikan masa pembaruan OS terpanjang di kelasnya, yakni hingga 6 tahun.
- Kamera selfie menawarkan hasil foto yang impresif.
Alasan tidak membeli:
- Kamera belakangnya terasa kurang memadai.
- Charger dijual terpisah.
- Tidak ada port audio jek 3,5 mm.

