Premis dari seri Samsung Galaxy FE selalu sederhana, yakni menghadirkan pengalaman kelas premium ala seri S tanpa harus membayar harga flagship. Seiring waktu, seri ini semakin matang, dan dengan kehadiran Galaxy S25 FE, jarak antara versi “Fan Edition” dan seri utama kini hampir benar-benar kabur.
Tahun ini, Samsung memberikan cukup banyak peningkatan. Ponsel ini kini menggunakan chipset Exynos 2400 yang sama dengan seri flagship Galaxy S24, kapasitas baterainya naik menjadi 4.900 mAh dengan pengisian cepat 45 watt, rangkanya kini lebih kokoh dengan material aluminium, dan kamera depannya ditingkatkan menjadi 12 MP. Menariknya lagi, ini juga menjadi salah satu ponsel seri Galaxy S pertama yang langsung hadir dengan One UI 8 versi penuh secara out-of-the-box.
Jadi, dengan begitu banyak kemiripan dengan seri utama, apakah S25 FE masih bisa menonjol di pasar yang sangat kompetitif? Mari kita bahas dalam ulasan berikut.
Table of Contents
Desain bodi meningkat, namun tetap familiar
Perubahan yang paling terasa pada Galaxy S25 FE adalah betapa ramping dan ringannya ponsel ini. Kini ketebalannya hanya 7,4 mm, serta punya bobot 190 gram, turun cukup signifikan dari Galaxy S24 FE yang punya ketebalan 8 mm dan bobot 212 gram. Bezel layarnya juga lebih tipis, meskipun bagian bawah (dagu) masih sedikit lebih tebal. Kemungkinan hal ini disengaja agar tetap berbeda dari seri S utama.
Secara desain, tampilannya masih sangat mirip dengan Galaxy S24 FE. Panel belakang menggunakan kaca matte yang terasa halus dan tidak mudah dihinggapi noda sidik jari. Unit yang diuji tim 91Mobiles merupakan varian warna Navy Blue, tampil elegan sekaligus premium. Bingkai aluminium barunya memberikan kesan kokoh dan menambah kenyamanan grip, walau sayangnya panel belakang terasa cukup licin jika tidak memakai casing.

Kamera oke di berbagai kondisi pencahayaan
Konfigurasi kamera di Samsung Galaxy S25 FE hampir identik dengan pendahulunya, terdiri atas kamera utama 50 MP, ultrawide 12 MP, dan telefoto 8 MP yang mendukung zoom optis di tingkatan 3x.
Dalam kondisi cahaya terang, kamera utamanya menghasilkan foto dengan warna alami dan dinamis, meski terkadang bayangannya sedikit “tertekan”, alias terlalu gelap sehingga teksturnya tidak terlihat. Kamera ultrawide cukup baik namun sedikit mengorbankan detail, sedangkan kamera telefoto 3x justru tampil mengesankan dengan hasil yang konsisten dan memadai.

Peningkatan paling nyata terlihat pada kamera depan 12 MP. Selfie yang dihasilkan kini lebih tajam, natural, dan tidak terlalu “beautified”. Namun, yang paling menonjol justru performanya di malam hari. Dengan menggunakan Night Mode, hasil fotonya terlihat bersih, penuh detail, dan tetap realistis. Secara keseluruhan, sistem kameranya bisa diandalkan di hampir semua kondisi cahaya.
Pengalaman multimedia yang menakjubkan
Galaxy S25 FE menghadirkan layar Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,7 inci yang sama seperti pendahulunya, dengan tingkat kecerahan maksimal mencapai 1.900 nits. Panel ini memiliki refresh rate 120 Hz dan resolusi Full HD Plus, sehingga konten tampak mulus dan tajam. Namun, menurut pengalaman kami, tingkat kecerahannya terasa agak kurang di bawah sinar matahari langsung.
Namun, terlepas dari isu kecerahan tersebut, kualitas visualnya tetap salah satu yang terbaik. Panel layar ini menampilkan layar yang sangat cerah, warna hitamnya pekat dengan kontras tinggi yang membuat pengalaman menonton video terasa memanjakan mata. Dengan dukungan HDR10+, konten di semua platform streaming terlihat menawan. Layar ini juga dilindungi oleh Corning Gorilla Glass, dan kami harus bilang, kami cukup terkesan. Setelah seminggu penggunaan yang agak kasar, tidak ada satu goresan atau bekas pun yang terlihat.

Performa andal, tapi kurang stabil secara termal
Galaxy S25 FE dibekali chip kelas flagship sebenarnya, yakni Exynos 2400 yang sama seperti pada Galaxy S24 dan S24 Plus. Kendati begitu, meski merupakan chip tahun lalu, performanya masih sangat kuat dan berjalan mulus untuk penggunaan sehari-hari. Kami tidak menemui stutter atau lagging sama sekali. Dalam perbandingan langsung, performanya menjadi tandingan yang sepadan bagi Snapdragon 8 Gen 3, jadi Anda tidak akan merasa banyak kehilangan kecuali jika Anda seorang gamer berat.
Ponsel ini berhasil menorehkan skor AnTuTu v10 di angka 2.069.599 poin, dengan skor Geekbench 6 sebesar 2.011 poin (single-core) dan 6.687 poin (multi-core).
Terlepas dari performanya yang tinggi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, ponsel ini hanya hadir dengan RAM 8 GB di semua varian memorinya. Ini memang masih sangat cukup untuk sebagian besar pengguna umum saat ini, tetapi ketiadaan opsi RAM 12 GB bisa jadi pertimbangan untuk pemakaian jangka panjang, terutama ketika banyak kompetitor di kelas harga yang sama sudah menawarkan RAM lebih besar.
Kami juga memperhatikan bahwa ponsel ini bisa terasa sedikit panas saat menjalankan tugas berat. Misalnya saat bermain game atau merekam dengan kamera dalam waktu lama, bagian samping dan area sekitar kamera terasa panas saat disentuh. Hal ini memang kerap terjadi pada ponsel dengan chip bertenaga tinggi, dan mungkin dapat diperbaiki lewat optimisasi software di masa depan. Berbicara suhu, Galaxy S25 FE berhasil mempertahankan 29,4 persen dari performa maksimalnya saat diujikan pada benchmark Burnout.
Secara keseluruhan, ponsel ini bukan perangkat yang dirancang untuk sesi gaming panjang atau multi-tasking berat. Jika penggunaan harian Anda tidak melibatkan skenario berat seperti itu, maka performanya sudah lebih dari cukup, dan panasnya pun tidak akan jadi masalah berarti.
Di sisi software, Samsung Galaxy S25 FE sangat unggul. Ini merupakan salah satu ponsel pertama yang hadir dengan Android 16 dan One UI 8 secara out-of-the-box. Anda mendapatkan seluruh rangkaian fitur Galaxy AI yang juga ada di seri utama S, seperti Live Translate, Circle to Search, Chat Assist, serta berbagai alat bantu foto dan transkrip lainnya.
Namun yang paling menarik adalah janji Samsung untuk memberikan pembaruan OS dan patch keamanan selama 7 tahun, yang berarti ponsel ini akan tetap didukung hingga tahun 2032. Ini merupakan komitmen yang luar biasa, namun sisi future-proofing-nya terhalangi dengan fakta bahwa ponsel ini cuman punya RAM 8 GB.
Baterai tergolong oke, namun masih kalah saing
Kendati Samsung telah meningkatkan kapasitas baterai ponsel ini menjadi 4.900 mAh, pengalaman kami terhadap daya tahannya sehari-hari tidak terlalu mengesankan. Dalam penggunaan berat, ponsel ini beberapa kali tidak mampu bertahan hingga malam hari dan mengharuskan ponsel untuk dicas sebelum mencapai penghujung hari. Kami mendapatkan waktu screen-on time sekitar 4,5 jam saat menggunakan jaringan 5G dan Wi-Fi, yang bisa sedikit meningkat menjadi sekitar 5 jam saat hanya memakai Wi-Fi di kantor.
Untuk pengguna ringan, daya tahan ini mungkin sudah cukup. Namun bagi pengguna berat, mungkin akan terasa kurang. Pengujian baterai menggunakan PC Mark sempat gagal dua kali, jadi kami tidak bisa memberikan skor sintetis, namun pengalaman penggunaan nyata terasa agak kurang memuaskan.

Kesimpulan
Pengalaman menggunakan Galaxy S25 FE terasa cukup campur aduk. Soalnya, ada sejumlah hal yang menjadi kekurangan. Daya tahan baterai menjadi salah satu kekurangan utamanya. Sebagai pengguna berat, kami harus mengisi daya 2 kali sehari. Ponsel ini juga terasa sedikit panas, bukan hanya saat bermain game, tetapi juga ketika digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Meskipun performanya bagus, kami agak khawatir bahwa RAM 8 GB miliknya mungkin tidak akan terasa secepat itu dalam beberapa tahun ke depan, terutama dengan janji pembaruan software yang panjang.
Terlepas hal tersebut, ada juga banyak hal yang patut disukai. Desainnya terasa dan terlihat memukau karena ramping, ringan, dan memiliki nuansa premium khas Samsung. Layar dan speaker miliknya menjadikannya perangkat yang memadai untuk menonton film, dan performa hariannya mulus, persis seperti yang diharapkan dari chip kelas flagship. Jaminan update software selama 7 tahun juga menjadi hal yang sangat menarik. Kameranya bisa diandalkan, terutama dalam kondisi cahaya rendah yang hasil fotonya terlihat lebih realistis dan menarik.
Galaxy S25 FE adalah ponsel yang sangat matang untuk pengguna yang menghargai pengalaman software konsisten dan dukungan multimedia yang hebat. Dengan harga mulai dari Rp 9 juta, ponsel ini worth it dimiliki bagi pengguna moderat yang menginginkan pengalaman media kelas atas sekaligus dijanjikan masa update yang panjang.
Rating editor: 8 / 10
Alasan membeli:
- Desain premium, ramping, dan nyaman di genggaman.
- Layar cerah dengan speaker yang mantap, cocok untuk menunjang aktivitas hiburan.
- Masa jaminan pembaruan OS utama dan patch keamanan hingga 7 tahun, sulit ditandingi di kelasnya.
- Kamera bisa diandalkan untuk menghasilkan foto yang realistis dan menarik, terutama di kondisi minim cahaya.
Alasan tidak membeli:
- Perangkat ini hanya punya RAM 8 GB.
- Daya tahan baterainya tergolong biasa saja, bahkan kemungkinan tidak bakal tahan seharian untuk pemakaian berat.
- Cenderung sedikit panas, bahkan pada penggunaan sehari-hari.







