Review Samsung Galaxy S25 Plus: Ponsel Varian “Plus” Terbaik di Pasaran

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

8.0/10
Desain
 
7.8
/10
Layar
 
8.0
/10
Sistem operasi
 
8.2
/10
Kamera
 
8.0
/10
Kinerja
 
8.0
/10
Baterai
 
8.0
/10

Pros

  • Layar lega dan cerah
  • Hadir dengan Galaxy AI yang mumpuni
  • Baterai awet
  • Ada fitur mode log untuk perekaman video

Cons

  • Desain bodinya tidak berubah dari pendahulunya
  • Pengisian daya lambat, charger dijual terpisah

Ada cukup banyak alasan untuk menyukai Samsung Galaxy S25 Plus, kendati memiliki desain yang sama seperti pendahulunya. Ponsel ini menonjolkan Galaxy AI, serangkaian fitur berbasis kecerdasan buatan yang terus berkembang dan semakin intuitive setiap tahunnya. Ponsel ini diotaki dengan Snapdragon 8 Elite yang tak hanya memiliki performa dahsyat, melainkan juga menunjang fitur-fitur AI di dalamnya.

Kehadiran Snapdragon 8 Elite pada Galaxy S25 Plus adalah kabar menggembirakan lantaran punya lonjakan performa tinggi dibandingkan Exynos pada Galaxy S24 Plus. Selain gesit, layar ponsel ini juga menawarkan pengalaman visual yang luar biasa dengan kecerahan tinggi.

Namun, di harganya yang mulai dari Rp 17.999.000 (RAM 12 GB/ 256 GB), smartphone ini mesti bersaing dengan dua raksasa lainnya di kelas flagship yaitu Oppo Find X8 Pro dan Vivo X200 Pro. Kedua rivalnya ini turut menghadirkan sederet fitur AI dan sistem kamera yang luar biasa. Beberapa pesaing dari HP Samsung ini juga menyediakan charger di dalam kotak, yang tentu menjadi daya tarik sendiri bagi banyak pelanggan. Simak ulasan Galaxy S25 Plus selengkapnya berikut ini.

Table of Contents

Kesimpulan awal

Galaxy S25 Plus masih mempertahankan desain yang mirip dengan pendahulunya, Galaxy S24 Plus. Namun, performanya meningkat drastis dengan Snapdragon 8 Elite. Peningkatan fitur AI miliknya pun menjadi sorotan utama, menawarkan pengalaman pengguna yang jauh lebih baik.

Kendati punya sistem kamera yang serupa dengan Galaxy S25 standar, model Plus ini menonjol lantaran punya daya tahan baterai yang lebih unggul. Ponsel ini memang sempat mengalami peningkatan suhu ketika dipakai aktivitas intens, namun hal ini tidak berdampak pada performa secara keseluruhan.

Desain dan layar

Dua kubu pesaing berat, Samsung dan Apple, menerapkan pendekatan serupa dalam merancang varian “Plus” di lini flagship mereka masing-masing. Galaxy S25 Plus sejatinya hanyalah versi Galaxy S25 “reguler” yang diperbesar, sama halnya dengan iPhone 16 Plus yang merupakan versi besar dari iPhone 16 standar.

Ukuran bodi Galaxy S25 Plus yang besar memungkinkannya diselipkan dengan baterai yang besar pula. Oleh karena itu, fitur pengisian dayanya pun mesti lebih cepat dari versi standar agar keduanya memberikan pengalaman pengguna yang konsisten. Bukan cuman itu, resolusi layar Galaxy S25 Plus juga kini lebih tinggi guna menjaga kualitas tampilan yang sama seperti model standar, terlepas dari perbedaan ukuran bodi keduanya.

Seperti yang sempat disinggung, Galaxy S25 Plus punya desain bodi yang mirip dengan pendahulunya. Ini sebenarnya bukan hal yang buruk, karena masih tetap memberikan rasa tak asing bagi pengguna lama. Kami pribadi tidak keberatan dengan desainnya yang “lawas” lantaran punya daya tarik minimalis dan ergonomis, meski semestinya masih ada beberapa hal kecil yang perlu disempurnakan. Varian berwarna Blue Navy yang kami pegang menjadi warna yang kami paling sukai di antara opsi warna lainnya, termasuk Blueback, Coral Red, Pink Gold, dan Silver Shadow.

Kendati begitu, generasi terbaru ini punya bodi sedikit lebih ramping ketimbang pendahulunya, dan juga 6 gram lebih ringan. Perbedaan ini tergolong sedikit, namun cukup berarti bagi sebuah benda yang akan sering digunakan berjam-jam.

Walau bobotnya sedikit mengempis, Galaxy S25 Plus tetap punya ketahanan bodi yang sama. Bodinya tetap terasa premium dan kokoh dengan bingkai logam datar miliknya. Sisi depan dan belakang juga telah dilapisi Gorilla Glass Victus 2 serta IP68 untuk tahan terhadap debu dan air.

Sejumlah pesaingnya di platform Android sudah banyak yang meningkatkan standar ketahanan dengan IP69. Tampaknya, ini hanya soal waktu sebelum akhirnya Samsung mengadopsi sertifikasi yang sama untuk lini flagship-nya.

Dari segi tampilan layar, Samsung nyaris tidak pernah mengecewakan. Hal ini tercermin pada Galaxy S25 Plus. Bodi ponsel ini lebih pendek hampir 1 mm dari pendahulunya berkat bezel-nya yang lebih tipis. Namun, Galaxy S25 Plus masih menawarkan layar 6,7 inci yang sama. Seperti Galaxy S25, varian Plus ini mendukung resolusi QHD Plus (1.440 x 3.120 piksel).

Tampilan layarnya masih terlihat sama cerahnya, begitu pun dengan warnanya yang tampak hidup. Dengan refresh rate 120 Hz, layar ponsel ini sungguh terasa mulus ketika melakukan scrolling. Galaxy S25 Plus tidak menunjukkan kendala apa pun saat diujikan menonton YouTube, Netflix, dan JioHotstar.

Kamera

Galaxy S25 Plus dipersenjatai kamera yang sama dengan pendahulunya yakni kamera utama 50 MP, ultra wide 12 MP, dan telefoto 10 MP. Sisi depannya menunjukkan kamera selfie 12 MP dalam bentuk punch hole. Satu-satunya yang berbeda adalah sisi software yang dapat meningkatkan kualitas gambar dan juga alat pengeditan paska pemotretan.

Namun, walau pun perangkat keras kameranya tetap sama, Galaxy S25 Plus tetap mampu menghasilkan foto dan video yang tajam serta kaya warna. Seperti biasanya, Samsung mengedepankan karakter warna yang lebih kontras dengan white balance sedikit lebih hangat, dan hal ini masih berlaku pada ponsel terbarunya.

Kami pribadi berharap detail gambarnya bisa dihasilkan dengan lebih baik, namun saat ini sudah tergolong cukup memuaskan. Kameranya memang bisa sedikit kurang konsisten dalam kondisi minim cahaya, namun secara keseluruhan, Samsung mampu memetakan warna yang mendekati aslinya. Akurasi warna tersebut tentu menjadi hal yang disukai banyak pengguna, termasuk kami sendiri.

Secara keseluruhan, pengalaman kamera untuk foto subjek tak bergerak tetap mampu diandalkan, namun justru kemampuan videonya lah yang benar-benar mengejutkan kami. Pertama, mode log pada perekaman video sungguh membantu kreator konten karena bisa mengambil lebih banyak detail dalam format RAW, serta menyesuaikan warna secara fleksibel saat proses pengeditan.

Kini juga tersedia perekaman video 8K di 30 FPS, naik dari sebelumnya yang hanya 24 FPS. Hal ini bisa jadi berguna bagi sebagian pengguna. Namun, menurut kami stabilisasi terbaik adalah yang berada di mode 4K 30 FPS.

Fitur lainnya yang tak kalah menarik adalah Audio Eraser, mampu meningkatkan kualitas suara dalam video yang direkam tanpa mode log. Pengguna bisa memilih untuk meredam atau memperkuat suara di latar belakang, baik untuk menghasilkan vokal lebih jernih maupun efek suara mirip ASMR.

Ada juga opsi slow-motion berbasis AI dengan satu ketukan, fitur cerdas ini sudah diperkenalkan sejak tahun lalu dan masih berguna hingga saat ini.

Performa dan software

Sama seperti Galaxy S25 dan S25 Ultra, varian Plus ini kerap disokong oleh Snapdragon 8 Elite dengan RAM 12 GB. Chipset ini menghadirkan lonjakan performa yang dahsyat dari pendahulunya, sehingga menghasilkan animasi lebih mulus dan fitur AI yang lebih cerdas. Saat didasarkan pada hasil benchmark, Galaxy S25 Plus juga berhasil menorehkan skor lebih tinggi dibandingkan pendahulunya.

Galaxy S25 Plus mendapatkan skor AnTuTu v10 sebesar 2.298.707 poin, sementara skor Geekbench 6 miliknya sebesar 3.008 poin untuk single-core dan 9.730 poin untuk multi-core.

Samsung jarang menonjolkan angka-angka di atas kertas, karena pada akhirnya, performa nyata lah yang paling penitng bagi penggunanya. Selama pengujian, kami tidak mengalami lag atau stutter sama sekali, baik saat bermain game maupun ketika melakukan tugas berat lainnya. Ponsel ini terkadang terasa sedikit hangat, namun hal ini tidak berpengaruh terhadap performa keseluruhan.

Menariknya lagi, sisi software pada Galaxy S25 Plus juga sangat berdaya saing tinggi dibandingkan kompetitornya. Galaxy S25 Plus dijanjikan masa dukungan pembaruan OS hingga 7 tahun dengan patch keamanan selama 7 tahun. Hal ini membuatnya tetap relevan jika digunakan sampai tahun 2032. Antarmuka One UI berbasis Android 15 miliknya pun terasa segar dengan ikon aplikasi dan kontrol panel yang diperbarui. Tidak lupa, Samsung juga turut menawarkan ekosistem paling memadai jika dibandingkan dengan pesaingnya di platform Android.

Galaxy AI

Fokus utama pada generasi terbaru ini adalah fitur-fitur berbasis AI yang hadir secara konsisten di seluruh lini Galaxy S25 series. Sejumlah fitur tersebut juga hadir di model lama melalui pembaruan firmware, namun alat kamera berbasis AI seperti Audio Eraser tampaknya tetap bakal eksklusif untuk S25 series.

Dengan fitur Audio Eraser dan sederet fitur-fitur Galaxy AI lainnya, Galaxy S25 series tetap menjadi yang paling unggul dibandingkan Apple dan Google.

Mungkin bisa dikatakan bahwa sejumlah fitur seperti Generative Edit (menghapus atau memindahkan objek dalam foto) dan Sketch to Image hanya akan berguna pada situasi tertentu, dan ini memang benar.

Namun, ada juga fitur seperti Now Brief yang kendati masih berada di tahap awal pengembangan, sudah menawarkan tingkat kenyamanan yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Fitur ini memungkinkan pengguna melihat perkiraan cuaca dan jadwal harian secara otomatis, berkat kemampuan AI yang bisa memindai email dan kalender.

Potensinya pun sangat besar, terlebih dalam menghadirkan ringkasan harian yang dipersonalisasi. Apalagi jika ke depannya Samsung memperluas dukungan aplikasi di luar ekosistem Samsung dan Google.

Now Bar (kiri) dan Now Brief (kanan)

Kami juga menyukai fitur “Cross-App Actions” yang didukung oleh Gemini, memungkinkan pengguna melakukan beberapa tindakan sekaligus hanya dalam satu perintah saja. Misalnya, pengguna bisa membagikan daftar hasil kurasi AI kepada teman melalui aplikasi Messages. Langkah berikutnya yang potensial adalah integrasi lebih dalam dengan ekosistem Meta, sehingga pengguna bisa berbagi konten langsung lewat WhatsApp atau Instagram secara mulus. Lalu, fitur Circle to search yang ditingkatkan kini dapat memahami konten video, pertanda bahwa Google Search telah memasuki tahap baru evolusi.

Gemini sekarang dapat membagikan hasil kurasi dengan teman atau keluarga melalui aplikasi Messages.

Sebenarnya memang masih ada ruang untuk penyempurnaan. Namun, Samsung patut diapresiasi karena berhasil mengintegrasikan AI ke dalam penggunaan sehari-hari, bukan hanya membatasinya pada fitur kamera seperti mayoritas flagship lain. Galaxy S25 Plus juga masih menghadirkan fitur AI lama yaitu AI Summary dan AI Writer di dalam Samsung Keyboard, yang sangat membantu untuk meringkas atau memeriksa teks langsung tanpa harus keluar dari aplikasi yang sedang dipakai.

Perlu dicatat, mayoritas fitur AI tersebut hanya bisa optimal jika terkoneksi dengan internet. Jika Anda memilih opsi “Process data on-device” di menu pengaturan, fitur-fitur tersebut memang bisa digunakan secara offline namun hasilnya tidak akan seakurat atau selengkap saat online.

Baterai dan pengisian daya

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, ukuran bodi Galaxy S25 Plus yang lebih besar memungkinkan penggunaan baterai yang lebih besar pula. Namun, tidak seperti Oppo dan OnePlus, Samsung belum menerapkan teknologi silikon-karbon yang dapat meningkatkan kapasitas tanpa menambah bobot atau ketebalan.

Akibatnya, Galaxy S25 Plus masih dibekali baterai standar berukuran 4.900 mAh, dengan dukungan pengisian cepat 45 watt dan pengisian nirkabel 15 watt yang sudah kompatibel dengan Qi 2. Secara keseluruhan, daya tahan baterainya tergolong andal, dan Anda dapat mengandalkan pemakaian seharian penuh dengan pengaturan moderat (refresh rate 120 Hz aktif dan AOD dimatikan).

Dalam pengujian baterai PC Mark, perangkat ini juga memberikan hasil cukup baik kendati bukan yang terbaik di kelasnya, yakni bertahan hingga 12 jam 51 menit. Ponsel ini juga disuguhkan dengan pengisian daya 45 watt (charger dijual terpisah) yang bisa mengisi baterai dari nol hingga penuh dalam 61 menit.

Kesimpulan

Meskipun sebagian besar peningkatan pada Galaxy S25 Plus hanya meningkat sedikit, tak diragukan bahwa ini adalah varian “Plus” paling cerdas dan paling bertenaga di pasaran saat ini. Snapdragon 8 Elite menghadirkan performa luar biasa, sementara fitur Galaxy AI miliknya sanggup meningkatkan pengalaman pengguna, baik dalam produktivitas maupun fungsi kamera. Dibandingkan iPhone 16 Plus, Galaxy S25 Plus menawarkan daya yang lebih besar dan fitur AI yang lebih pintar.

Kinerja baterainya masih tergolong standar, alangkah baiknya jika Samsung mempertimbangkan untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan pengisian daya di masa mendatang. Selain itu, Galaxy S26 Plus nanti sebaiknya juga menghadirkan hardware kamera baru untuk meningkatkan ketajaman detail. Jika dua faktor ini menjadi prioritas utama Anda, maka Oppo Find X8 Pro dan Vivo X200 pro dapat menjadi opsi alternatif yang layak dipertimbangkan.

Namun, dalam hal produktivitas, Samsung tetap berada di posisi teratas. Dukungan seperti pembaruan perangkat lunak selama 7 tahun, ekosistem Samsung yang solid, dan keamanan Knox menjadikannya paket lengkap bagi para profesional.

Rating editor: 8 / 10

Alasan membeli:

Alasan untuk tidak membeli:

Samsung Galaxy S25 Plus Harga
Rp. 14.300.000
Pergi Ke Toko
Rp. 15.399.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua
Home Reviews