Review Samsung Galaxy Z Fold 7: Bodi Ramping dan Ringkas, Banyak Bisanya

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

8.5/10
Desain
 
8.7
/10
Layar
 
8.7
/10
Sistem operasi
 
8.7
/10
Kamera
 
7.8
/10
Kinerja
 
8.3
/10
Baterai
 
7.5
/10

Pros

  • Bodi tipis dan ringan
  • Performa mulus dan lancar
  • Kamera mumpuni
  • Fitur AI dan ekosistem yang unggul

Cons

  • Harga selangit
  • Baterai kurang awet
  • Pengisian daya lambat
  • Mudah goyang di permukaan datar

Membuat smartphone lipat membutuhkan kemampuan teknis yang mumpuni, dan menghadirkan layar yang dapat dilipat di tengah merupakan sebuah inovasi besar. Selain itu, bisa dibilang ponsel lipat tampak lebih menonjol dari segi bentuk, baik itu model flip maupun book-style. Ketika berbicara mengenai ponsel lipat, Samsung adalah nama pertama yang terlintas di benak kami, merk ini telah bermain di ranah ponsel lipat paling lama, setidaknya di Indonesia.

Meski beberapa model terakhir dalam seri Galaxy Z terasa kurang membawa terobosan, generasi terbaru tampak berhasil memecah pola tersebut dan mengembalikan antusiasme khalayak umum, khususnya pada Galaxy Z Fold 7. Dibandingkan pendahulunya, ponsel ini menawarkan peningkatan signifikan pada aspek inti seperti fotografi, dan yang paling penting, kenyamanan penggunaan secara keseluruhan. Dengan menghilangkan masalah terbesar ponsel lipat, yaitu ketebalan dan bobot, Samsung berhasil menjadikannya perangkat yang layak dipakai sebagai ponsel harian. Harganya memang selangit, namun Anda bisa mendapatkan sebuah smartphone yang bisa berubah menjadi tablet kapan pun dibutuhkan.

Table of Contents

Kesimpulan awal

Harganya memang mahal, daya tahan baterainya pun tergolong biasa saja, dan kecepatan pengisiannya pun tidak terlalu istimewa. Namun, Samsung Galaxy Z Fold 7 tak dipungkiri merupakan tablet kuat dalam wujud sebuah smartphone, yang tetap terasa konvensional dan nyaman digunakan selayaknya ponsel biasa saat dilipat.

Dengan bodi yang lebih tipis dan ringan, Galaxy Z Fold 7 menjadi ponsel lipat yang benar-benar bisa digunakan setiap hari dengan nyaman, menawarkan performa solid di berbagai aspek seperti kinerja, produktivitas, kamera, fitur AI, software, hingga ekosistem yang saling terintegrasi dengan baik.

Inovasi sesungguhnya: desain

Salah satu sorotan utama dari Samsung Galaxy Z Fold 8 terletak pada desain dan konstruksinya. Meskipun tetap mempertahankan filosofi desain yang sama dengan sebelumnya, atau pun dengan foldable lainnya, Samsung berhasil memangkas ketebalan dan bobot secara signifikan.

Dengan bobot 215 gram, Galaxy Z Fold 7 menjadi 19 gram lebih ringan dari pendahulunya, dan 3 gram lebih ringan dibandingkan Galaxy S25 Ultra. Ketika dilipat, ketebalannya pun hanya 8,9 mm, jauh lebih ramping dibandingkan model sebelumnya yang mencapai ketebalan 12,1 mm. Sebagai perbandingan, Galaxy S25 Ultra memiliki ketebalan 8,2 mm, sehingga secara keseluruhan Galaxy Z Fold 7 sangat mirip dalam hal bobot dan dimensi.

Saat dibuka, Galaxy Z Fold 7 hanya setebal 4,2 mm, sedangkan pendahulunya 5,6 mm. Ketebalan Fold 7 ini tentu tergolong sangat tipis, dan berkat sisi-sisinya yang flat, perangkat ini terasa nyaman digenggam.

Selain itu, layar depannya juga kini hadir dalam aspek rasio 21:9 yang lebih besar dari generasi sebelumnya. Dalam penggunaan sehari-hari, perubahan ini terasa sangat signifikan dalam hal kenyamanan dan kepraktisan.

Jika sebelumnya banyak pengguna mengeluhkan layar depan yang terasa sempit, kini Samsung berhasil memperbaikinya dengan layar cover yang lebih luas, membuat Fold 7 semakin terasa bak ponsel biasa ketika dilipat, baik dari segi berat maupun ketebalan bodi.

Satu kekurangan yang terasa selama menggenggam Samsung Galaxy Z Fold 7 adalah hadirnya wobble alias goyangan saat diletakkan di permukaan datar, misalnya seperti meja. Meskipun panel belakangnya tampil dengan desain simpel dan minimalis, rangka bodi yang ramping tidak mampu menampung sistem kamera secara rata. Alhasil, modul kamera dan masing-masing lensanya menonjol cukup tinggi, membuatnya bergoyang saat digunakan di atas meja, terutama saat mengetik pesan dalam posisi tersebut.

Selain persoalan tadi, ketahanan bodi tetap menjadi concern utama pada sebuah ponsel lipat. Namun, Samsung terus melakukan peningkatan dari generasi ke generasi, dan Galaxy Z Fold 7 pun tidak mengecewakan dalam hal tersebut.

Engselnya kini disebut sebagai “3rd-Gen Armor FlexHinge” yang menggunakan logam paduan baru, mapmu menahan lipatan berulang kali. Samsung mengklaim bahwa Galaxy Z Fold 7 bisa bertahan hingga 500 ribu kali lipatan, yang secara estimasi kasar berarti sekitar 10 tahun penggunaan, jika perangkat dibuka-tutup 100 kali per hari.

Selain itu, layarnya juga diklaim lebih kuat meskipun lebih tipis dibandingkan generasi sebelumnya. Namun, ada satu hal penting yang dikorbankan, Fold 7 kini tidak lagi mendukung fitur S Pen. Padahal, fitur S Pen ini masih didukung oleh pendahulunya. Kendati hal tersebut bukanlah sebuah deal-breaker besar, mengingat Fold 6 pun tidak punya slot khusus untuk menyimpan stylus tersebut, keputusan ini mungkin tetap mengecewakan bagi sebagian pengguna.

Layar: Yang satu besar, satunya lagi kecil, namun keduanya sungguh memukau

Baik layar cover berukuran 6,5 inci maupun layar utama 8 inci pada Galaxy Z Fold 7 kompak menawarkan tampilan yang memukau dan cerah, tipikal ponsel Samsung. Dengan panel AMOLED yang memiliki refresh rate hingga 120 Hz dan tingkat kecerahan mencapai 2.600 nit, kedua layar ini sanggup menawarkan warna yang tajam, kontras tinggi, dan tetap mudah dibaca di bawah sinar matahari.

Layar cover juga berfungsi sebagai jendela utama untuk aktivitas sehari-hari, seperti membuka pesan, media sosial, atau panggilan telepon, layaknya smartphone biasa. Sementara itu, layar utama 8 inci menjadi bintang utama yang menawarkan ruang tampilan luas untuk menonton video, mengerjakan dokumen, atau menjelajahi situs web dengan pengalaman visual yang jauh lebih immersive.

Kamera: Setara Galaxy S25 Ultra

Aspek lain yang mengalami peningkatan signifikan adalah kemampuan fotografinya. Selama ini, ponsel lipat jarang dikenal sebagai perangkat dengan kamera terbaik, namun kini Samsung berhasil menanamkan sensor utama 200 MP milik Galaxy S25 Ultra ke dalam Galaxy Z Fold 7. Sensor tersebut ditemani dengan kamera telefoto 10 MP yang mendukung zoom optis di tingkatan 3x, dan kamera ultrawide 12 MP. Untuk kebutuhan selfie dan panggilan video, tersedia dua kamera 10 MP, masing-masing di layar cover dan layar utamanya.

Meskipun sistem kameranya tidak sefleksibel atau secanggih Galaxy S25 Ultra, hasil foto di dunia nyata tergolong sangat bagus dan jauh lebih baik dibandingkan generasi pendahulunya. Tahun lalu, Google Pixel 9 Pro Fold dan Vivo X Fold 3 sempat menyalip Samsung dalam hal fotografi, namun kini Galaxy Z Fold 7 mampu menyamai (atau bahkan melampaui) Vivo X Fold 5 di banyak skenario pengambilan gambar.

Software: AI dan ekosistem

Berjalan dengan Android 16 terbaru secara out-of-the-box yang dilapisi antarmuka One UI 8, Galaxy Z Fold 7 menjanjikan dukungan pembaruan software hingga 7 tahun. Ini tentu sebuah awal yang sangat positif. Memang, Samsung masih cukup “berlebihan” dalam memuat aplikasi bawaan, namun selain itu tidak begitu banyak yang dapat dikeluhkan. Sebab, masih banyak hal yang patut disukai, mulai dari opsi kustomisasi yang luas, berbagai fitur khas Samsung seperti Secure Folder, Samsung Cloud, Samsung Pass, hingga Samsung DeX, serta kemampuan multi-tasking yang memanfaatkan area layar besar dengan sangat optimal.

Di sisi AI, kinerjanya juga patut diacungi jempol. Fitur-fitur Galaxy AI kini telah berevolusi dan matang menjadi sekumpulan alat praktis yang solid, mencakup terjemahan langsung, peringkasan teks, transkripsi audio ke teks, dan masih banyak lagi. Fitur Now Bar yang diperkenalkan pada peluncuran Galaxy S25 series dan bertujuan memberikan informasi kontekstual sepanjang hari memang masih butuh sedikit penyempurnaan, agar lebih relevan dan fungsional. Namun di luar itu, fitur-fitur AI miliknya sangat membantu dan menyenangkan untuk digunakan, misalnya untuk melakukan pengeditan generatif, atau meningkatkan hasil jepretan dengan menghapus noise di latar belakang. Singkatnya, ada banyak hal menarik yang ditawarkan di sisi software.

Performa gesit, baterai lumayan awet

Dengan menggunakan SoC (System-on-Chip) kelas atas yaitu Qualcomm Snapdragon 8 Elite sebagai dapur pacunya, dipadukan dengan RAM 12 GB dan storage UFS 4.0, bisa dibilang Galaxy Z Fold 7 merupakan salah satu foldable paling bertenaga saat ini. Meskipun mungkin tidak selalu menempati posisi teratas di hasil benchmark sintetis, desainnya yang ramping dan tipis tampaknya menjadi salah satu faktor pembatas dalam hal mencapai performa ekstrem.

Pada pengujian benchmark, Galaxy Z Fold 7 menorehkan skor 2.008.157 poin. Sedangkan untuk Geekbench 6, skor yang didapatkannya adalah 2.840 poin untuk single-core dan 9.443 poin untuk multi-core.

Namun, dalam penggunaan sehari-hari, perangkat ini mampu menangani semua jenis tugas dengan mulus termasuk menjalankan game berat tanpa kendala berarti. Satu aspek yang kurang menonjol adalah baterainya yang “hanya” berkapasitas 4.400 mAh. Daya tahannya masih cukup untuk penggunaan sedang selama seharian, namun jika Anda termasuk pengguna berat (terutama yang sering menggunakan layar utama dalam posisi terbuka), kemungkinan perlu mengisi baterai sekali lagi pada sore hari.

Kecepatan pengisian dayanya yang cuman 25 watt juga bukan sesuatu yang istimewa untuk kelas flagship, namun setidaknya perangkat ini mendukung pengisian nirkabel, yang menjadi nilai tambah kecil.

Kesimpulan

Di satu sisi, Galaxy Z Fold 7 memang tidak menghadirkan lonjakan besar dibandingkan pendahulunya, apalagi jika dibandingkan dengan beberapa rival yang sudah beredar. Saat ini, satu-satunya pesaing nyata ialah Vivo X Fold 5 yang sangat kompeten dan unggul di banyak aspek. Jika daya tahan baterai dan kecepatan charging menjadi prioritas utama, maka Vivo X Fold 5 bisa dikatakan lebih unggul dibandingkan Galaxy Z Fold 7.

Akan tetapi, Vivo belum dapat menandingi kekuatan ekosistem dan pengalaman software milik Samsung, yang menjadi salah satu fondasi utama lini flagship-nya, termasuk Galaxy Z Fold 7. Kekuatan Galaxy Z Fold 7 justru terletak pada kesederhanaan dan fungsionalitasnya. Dalam kondisi terlipat, ia berfungsi selayaknya ponsel premium biasa yang memenuhi kebutuhan harian tanpa kompromi. Namun begitu dibuka, perangkat ini bertransformasi menjadi jendela besar untuk hiburan dan produktivitas, menjadikannya perangkat serbaguna yang benar-benar memanfaatkan konsep foldable secara maksimal.

Dengan harga mulai dari Rp 28,5 juta, tandanya seluruh kehebatan yang disebutkan tadi datang dengan harga selangit. Semua peningkatan dalam hal ketahanan bodi dan ketahanan lipatan memang membantu pengguna agar tidak perlu terlalu khawatir. Akan tetapi, karena harganya yang mahal, pengguna tetap perlu hati-hati membawa perangkat semahal ini ke mana pun.

Sebagai penutup, dapat dikatakan jika Anda selama ini ragu untuk membeli foldable karena menganggapnya terlalu tebal atau rentan rusak, Samsung Galaxy Z Fold 7 akan membuktikan bahwa anggapan itu salah.

Rating editor: 8,5 / 10

Kelebihan:


Kekurangan:

Samsung Galaxy Z Fold 7 Harga
Rp. 21.961.900
Pergi Ke Toko
Rp. 22.396.700
Pergi Ke Toko
Lihat Semua
Home Reviews