Review Tecno Pova Curve 5G: Tampil Gaya dengan Fitur Melimpah

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

7.8/10
Desain
 
8.0
/10
Layar
 
8.0
/10
Sistem operasi
 
7.5
/10
Kamera
 
7.8
/10
Kinerja
 
8.0
/10
Baterai
 
8.0
/10

Pros

  • Desain ergonomis dengan bodi ramping dan ringkas
  • Layar mulus dengan refresh rate 144 Hz
  • Performa gesit dengan Dimensity 7300 Ultimate

Cons

  • Tidak ada slot microSD dan jack audio
  • Detail foto kamera depan yang masih kurang

Dalam sebuah wawancara dengan CEO Tecno, Arijeet Talaprata pada awal tahun ini, disebutkan bahwa seri Pova dirancang untuk menghadirkan faktor “wow” bagi penggunanya. Salah satu ponsel terbarunya, Tecno Pova Curve 5G, dengan desain melengkung setebal 7,45 mm, masih memegang prinsip yang sama. Harganya pun terjangkau, hanya Rp 3,5 juta. 

Dari segi spesifikasi, Tecno Pova Curve 5G hadir dengan layar AMOLED 144 Hz, chipset MediaTek Dimensity 7300 Ultimate, kamera ganda 64 MP, baterai besar 5.500 mAh dengan pengisian cepat 45 watt, serta sistem operasi Android 15 yang dibekali fitur AI. Menariknya lagi, ponsel ini adalah salah satu yang pertama di industri dengan dukungan “no-network communication”, yang memungkinkan komunikasi tanpa jaringan seluler. 

Tim 91Mobiles telah menguji secara menyeluruh spesifikasi dan klaim dari ponsel ramping ini. Dalam review Tecno Pova Curve 5G berikut ini, kami akan membahas apakah desainnya yang menawan dan spesifikasinya yang menarik benar-benar mampu memberikan kinerja solid dalam penggunaan sehari-hari, atau hanya sekadar tampil gaya tanpa kekuatan nyata di dalamnya. 

Kesimpulan awal

Tecno Pova Curve 5G menonjol berkat desainnya yang ramping, layar AMOLED yang cerah, dan performa mulus dengan chipset Dimensity 7300. Kombinasi baterai 5.500 mAh dan pengisian cepat 45 watt juga memberikan daya tahan baterai yang awet. Hasil kameranya tergolong memadai, bahkan mampu merekam video 4K dari kedua lensanya. 

Namun, antarmuka penggunanya terasa agak penuh dan ramai, sementara absennya OIS membuat hasil foto menjadi buram. Meski begitu, Tecno Pova Curve 5G tetap menjadi pilihan bernilai tinggi jika Anda bisa menerima sejumlah kompromi tersebut.

Desain ergonomis dengan layar memukau

Sejak memakai ponsel ini untuk pertama kalinya, ada dua hal yang langsung kami perhatikan. Yang pertama adalah pola dan motif bertema sci-fi pada bodi belakangnya. Kedua, kesan ramping yang dihasilkan dari sisi-sisinya yang melengkung. Bobotnya pun cukup ringan, hanya 177 gram, sehingga ponsel ini terasa begitu nyaman digenggam dengan bentuknya yang ramping dan melengkung. Kami bisa dengan mudah memasukkannya ke saku celana jeans, mengeluarkannya, dan memakainya sambil berdiri di dalam kereta metro yang padat. Bahkan beberapa kali desainnya menarik perhatian orang di sekitar. 

Kendati begitu, tonjolan kecil pada modul kamera belakangnya membuat ponsel sedikit goyang saat disimpan di atas permukaan datar, seperti meja. Bahkan casing TPU bawaannya pun tidak mampu mengatasi hal ini dengan sepenuhnya. Casing tersebut transparan dengan sedikit tone hijau, kemungkinan untuk menyesuaikan warna bodi ponsel. 

Unit yang kami uji merupakan varian warna Neon Cyan yang sebenarnya lebih menyerupai warna hijau. Selain itu, Tecno Pova Curve 5G juga ditawarkan dalam warna Greek Black dan Magic Silver. Sisi samping ponsel memiliki bingkai yang mengilap, namun saat dimasukkan ke dalam casing bawaan, muncul pola garis-garis yang menambah karakter visualnya. 

Di sisi kanan bodi terdapat tombol power dan tombol pengatur volume, keduanya terasa taktil dan mudah dijangkau dengan satu tangan. Sisi atas ponsel memuat mikrofon dan port infrared, yang memungkinkan ponsel ini berfungsi sebagai remote control untuk perangkat elektronik rumah tangga. Di sisi bawah, terdapat port USB-C, mikrofon tambahan, speaker dengan suara yang nyaring dan jelas, serta slot kartu Dual SIM. Akan tetapi, sayangnya tidak ada slot MicroSD maupun port audio jek 3,5 mm, fitur yang masih bisa ditemui pada sejumlah rivalnya, misalnya Poco M7 Pro. 

Beralih ke sisi layar, Tecno Pova Curve 5G hadir dengan layar besar 6,78 inci, lebih luas dibandingkan sejumlah kompetitornya yakni iQoo Z10x dan Poco M7 Pro. Panel AMOLED miliknya pun menawarkan tampilan warna hitam yang bekat, warna-warna cerah yang terlihat hidup, kontras yang baik, serta detail yang tajam. Ponsel ini tersertifikasi Widevine L1, namun di Netflix hanya dapat memutar konten Full HD non-HDR, sementara di YouTube bisa memutar video hingga 4K HDR. 

Di luar ruangan, layar ponsel ini tetap menawarkan keterbacaan yang baik meskipun di bawah terik matahari. Ini karena layarnya mendukung tingkat kecerahan maksimal hingga 1.300 nit, dipadukan dengan fitur Outdoor Booster. Kombinasi ini digabung dengan perlindungan Gorilla Glass 5 sehingga terasa menyenangkan saat kami membawanya mendaki di daerah Jibhi, India. 

Kamera memadai di siang hari

Di sisi belakang, tersedia kamera utama 64 MP Sony IMX682 yang dimuat di dalam cincin besar yang menonjolkan ukuran serta keberadaannya. Dengan ukuran sensor 1/1,73 inci, kamera ini lebih besar dibandingkan sensor 1/1,95 inci milik Poco M7 Pro. Sementara itu, meskipun iQoo Z10x tidak menyebutkan ukuran sensornya secara spesifik, kamera 50 MP miliknya memiliki resolusi lebih rendah dibandingkan milik Pova Curve 5G. 

Kombinasi resolusi tinggi dan sensor besar, ditambah dengan aperture f/1,8, memungkinkan masuknya lebih banyak cahaya, menghasilkan foto siang hari yang detail dengan warna yang mendekati sesungguhnya pada ponsel Tecno ini. Akan tetapi, aperture kamera tersebut tidak sebesar milik Poco M7 Pro, dan juga tidak dilengkapi dengan OIS (Optical Image Stabilization). Karena itu, meskipun hasil fotonya di malam hari masih oke, namun masih belum sebaik para pesaingnya. 

Pada pemotretan siang hari, foto dari Tecno Pova Curve 5G terlihat lebih soft dibandingkan pesaingnya, dengan detail yang lebih sedikit. Hal ini bisa terlihat jelas jika Anda memperbesar bagian daun, permukaan bangunan, dan pantulan di jendela. Namun jika tidak diperhatikan secara mendalam, hasil jepretan ponsel ini justru tampak lebih menarik berkat warna yang lebih cerah dan pemrosesan HDR yang lebih efektif. 

Pada mode portrait, hal pertama yang kami perhatikan dalam perbandingan ini adalah efek blur background pada kamera Tecno yang lebih kuat, namun terlihat sedikit artifisial. Sementara itu, hasil foto iQoo Z10x menampilkan efek bokeh yang lebih alami. Namun, warna dan ketajaman detail justru lebih baik pada Tecno, terlihat jelas pada tekstur janggut dan rambut,  tulisan di kancing baju, serta warna kemeja. 

Kendati Tecno cukup baik dari segi edge detection, ada bagian yang terlewat, seperti area dada samping yang tidak ikut dibuat buram. Jadi, subjek terlihat lebih menarik di hasil foto Tecno, hanya saja proses pengaburan latar belakangnya masih perlu ditingkatkan. 

Kini beralih ke selfie. Dalam kondisi terang, Tecno Pova Curve 5G menghasilkan selfie yang lebih menarik dengan warna hangat dan exposure yang lebih seimbang. Sebaliknya, iQoo Z10x memberikan hasil dengan tone warna yang lebih dingin dan agak pucat. Walau begitu, fitur wajah dan detail pada kemeja terlihat lebih jelas pada hasil foto iQoo dibandingkan Tecno. 

Saat selfie di dalam ruangan, hasil dari Tecno tampak lebih soft dengan warna agak pudar, sementara iQoo justru menampilkan warna yang sedikit berlebihan alias oversaturated, namun masih mempertahankan detail dengan baik. 

Kinerja foto malam harinya pun cukup oke. Saat Super Night Mode diaktifkan pada Tecno Pova Curve 5G, hasil foto menunjukkan exposure yang lebih baik dan detail lebih jelas. Misalnya, nama Stasiun Metro terlihat jauh lebih terbaca pada foto dengan Super Night Mode dibandingkan mode default

Kontrol exposure dan noise juga lebih baik dibandingkan iQoo Z10x. Pada foto iQoo tersebut, gedung di sisi kiri dan dedaunan tampak grainy, sementara pada hasil Tecno tampak lebih bersih dan soft

Beralih ke perekaman videonya, dukungan 4K 30 FPS di kamera depan dan belakang merupakan fitur yang jarang ditemui di kelas harga ini. Hasil videonya cukup baik, dengan fokus otomatis yang cepat dengan keberadaan PDAF, serta stabilitas yang mengesankan meski tanpa OIS. 

Performa kencang dengan software bersih dan customizable

Chipset Dimensity 7300 Ultimate milik Tecno Pova Curve 5G dibangun dengan proses fabrikasi 4 nm dan memiliki clock speed hingga 2,5 GHz. Chipset ini sudah terbukti andal dan bahkan digunakan pada sejumlah ponsel kelas menengah. Hal ini juga tercermin pada hasil pengujian benchmark internal kami. 

PonselGeekbench 6 multi-core
Tecno Pova Curve 5G3.152 poin
iQoo Z10x (Dimensity 7300)2.577 poin
Poco M7 Pro (Dimensity 7025 Ultra)2.276 poin

Kinerja tersebut didukung juga oleh RAM LPDDR5 hingga 16 GB (termasuk RAM 8 GB tambahan secara virtual), dan penyimpanan internal 128 GB UFS 2.2. Namun, tidak ada dukungan untuk kartu MicroSD. Sebagai perbandingan, iQoo Z10x menawarkan penyimpanan UFS 3.1 yang lebih cepat, sementara Poco M7 Pro dilengkapi RAM LPDDR5x serta slot MicroSD. 

PonselSkor AnTuTu v10
iQoo Z10x (Dimensity 7300)696.045 poin
Tecno Pova Curve 5G (Dimensity 7300 Ultimate)684.142 poin
Poco M7 Pro (Dimensity 7025 Ultra)486.435 poin

Seandainya HP Tecno ini menawarkan penyimpanan yang bisa diperluas dan standar RAM serta storage yang lebih baru seperti beberapa pesaingnya, pasti akan lebih bagus lagi. Namun, hal itu tidak terlalu mengurangi performa Pova Curve 5G secara keseluruhan. Sebab, booting di ponsel ini masih cepat, bisa membuka aplikasi tanpa jeda, dan berjalan mulus saat scrolling atau berpindah antar aplikasi. Bahkan dalam uji throttling Burnout, performanya lebih baik dibandingkan Poco M7 Pro dan iQoo Z10x. 

PonselBurnout
Tecno Pova Curve 5G75,0 persen
Poco M7 Pro67,6 persen
iQoo Z10x62,2 persen

Untuk urusan gaming, Tecno Pova Curve 5G mampu menjalankan game kasual maupun game berat. Namun untuk judul-judul yang menuntut grafis tinggi, memang masih diperlukan penurunan pengaturan grafis. Misalnya, BGMI (PUBG Mobile) bisa dijalankan dengan frame rate Ultra, namun hanya pada kualitas grafis Low. Hal yang sama juga berlaku untujk COD Mobile. 

Performa yang terasa lancar ini sebagian besar dikarenakan software HiOS 15 berbasis Android 15. Antarmuka ini tampil bersih, namun tetap dibekali fitur melimpah dan mudah disesuaikan. Anda dapat membuat tampilannya lebih minimalis dengan menghapus banyak aplikasi bawaan, memilih tema ikon unik dan seragam bernama Vision Art, menggunakan sidebar untuk mengakses file terbaru dan aplikasi favorit, melihat notifikasi serta informasi layanan penting lewat UI berbentuk pil mirip Dynamic Island, multi-tasking dengan jendela mengambang alias floating window atau split-screen, serta menjalankan dua akun aplikasi sekaligus melalui fitur App Twin. 

Software ini juga menyertakan fitur AI standar seperti ringkasan teks atau suara, terjemahan, analisis dokumen, alat bantuan soal matematika, dan asisten penulisan. Ada juga asisten suara bawaan bernama Ella Voice. Meskipun menyenangkan memiliki banyak opsi, pengalaman pengguna bisa bervariasi, kadang lancar kadang tidak. 

Selain itu, meskipun tidak secara eksplisit dikategorikan sebagai fitur AI, Tecno Pova Curve 5G dibekali sistem yang dinamakan “Intelligent Hub System”, memungkinkan pengguna melakukan panggilan antar sesama ponsel Tecno tanpa koneksi seluler. Panggilan ini dilakukan melalui aplikasi bawaan bernama FreeLink, mirip seperti Beacon Link pada ponsel Oppo. Fitur ini menggunakan konektivitas jarak pendek dan hanya berfungsi dalam jangkauan terbatas selayaknya walkie-talkie

Baterai awet, pengisian daya yang cepat

Tecno Pova Curve 5G dibekali baterai berkapasitas 5.500 mAh dengan pengisian cepat 45 watt (dengan adaptor dan kabel USB-A ke USB-C yang disertakan dalam boks penjualan). Dalam uji baterai PCMark, Pova Curve 5G mampu bertahan hingga 11 jam 19 menit, sedikit tertinggal dari pesaingnya yakni iQoo Z10x di durasi 14 jam 20 menit dan Poco M7 Pro di durasi 17 jam 46 menit. 

Terlepas dari hal itu, ketahanan baterai di penggunaan nyata justru lebih baik dari perkiraan. Dalam uji menonton YouTube selama 30 menit dengan kecerahan dan volume di 50 persen, baterainya hanya terkuras 3 persen. Ini menunjukkan daya tahan yang cukup baik untuk penggunaan sehari-hari, dan selama perjalanan akhir pekan ke daerah pegunungan, ketahanan baterainya pun tetap terasa memuaskan.

PonselKapasitas bateraiDurasi (jam)
Poco M7 Pro5.110 mAh17,8
iQOo Z10x6.500 mAh14,4
Tecno Pova Curve 5G5.500 mAh11,3

Kini beralih ke soal pengisian daya. Charger 45 watt yang disertakan di boks penjualan mampu mengisi baterai dari 20-100 persen dalam kurang dari satu jam, mendekati klaim Tecno yaitu 50 persen dalam 15 menit dan terisi penuh dalam 45 menit. Selain cepat, durasi pengisian ini juga lebih unggul dibandingkan beberapa pesaing di kelasnya, seperti iQoo Z10x yang membutuhkan lebih dari 1 jam 15 menit untuk terisi penuh. 

Kesimpulan: apakah faktor “wow” miliknya sudah mencukupi?

Tecno Pova Curve 5G berhasil membawakan keseimbangan antara gaya dan performa. Desainnya terasa ergonomis dan premium, terutama dengan layar AMOLED curved yang nyaman untuk membaca dan navigasi. Dengan harga rilis sekitar Rp 3,5 juta, Anda sudah mendapatkan ponsel dengan chipset MediaTek Dimensity 7300 Ultimate yang tangguh untuk penggunaan harian dan game ringan. Menariknya, meski bodinya ramping, ponsel ini tetap menampung baterai besar dan mendukung pengisian 45 watt

Kamera utama 64 MP miliknya mampu menghasilkan foto secara layak, terlebih dengan dukungan perekaman video 4K di kamera depan dan belakang yang menjadi nilai tambah langka di kelas harganya. Namun, detail selfie terlihat soft dan tidak adanya OIS membuat hasil foto malam hari kurang stabil. Slot MicroSD dan port audio 3,5 mm yang absen juga bisa menjadi kekurangan untuk sejumlah pengguna. 

Di sisi software, HiOS 15 berbasis Android 15 juga menawarkan banyak fitur menarik, beberapa di antaranya cukup berguna namun beberapa fitur lainnya terasa berlebihan. Bloatware yang cukup banyak serta fitur AI seperti Ella Voice yang masih butuh penyempurnaan membuat pengalaman pengguna tidak sepenuhnya mulus. 

Secara keseluruhan, jika Anda dapat memaklumi beberapa kekurangan minornya, Tecno Pova Curve 5G tetap menawarkan value yang solid dengan desain menawan, layar berkualitas, performa stabil, juga daya tahan baterai yang awet. Sebuah paket lengkap dengan sentuhan premium di segmen harga menengah. 

Rating editor: 7,8 / 10

Alasan membeli:

  • Desain ergonomis dengan bodi ramping dan ringkas, serta memiliki sisi melengkung.
  • Layar mulus dengan refresh rate 144 Hz, tampilannya juga cerah.
  • Performa gesit dengan MediaTek Dimensity 7300 Ultimate.


Alasan tidak membeli:

  • Ponsel ini tidak memiliki slot MicroSD dan port audio jek 3,5 mm.
  • Detail foto kamera depan yang masih kurang oke. 
Tecno Pova Curve Harga
Rp. 3.375.000
Pergi Ke Toko
Rp. 3.449.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua