Review Vivo V50: Andal untuk Segala Situasi

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

7.5/10
Desain
 
8.0
/10
Layar
 
8.0
/10
Sistem operasi
 
7.5
/10
Kamera
 
7.0
/10
Kinerja
 
6.5
/10
Baterai
 
8.5
/10

Pros

  • Fitur-fitur baru yang menarik untuk fotografi
  • Kamera bagus, meski tetap sama dengan sebelumnya
  • Baterai tahan lama

Cons

  • Masih menggunakan chip sama dengan V40
  • Performa kurang kompetitif

Pertama kali dihadirkan di Indonesia pada awal 2025, Vivo V50 adalah smartphone terbaru dari jajaran V Series Vivo, meneruskan V40 keluaran tahun lalu. Fitur kamera yang dirancang lewat kolaborasi dengan Zeiss tetap menjadi andalannya dengan mode underwater dan Film Camera Mode.

Selain itu, Vivo turut menerapkan peningkatan dari segi baterai yang kini memiliki kapasitas lebih besar dari sebelumnya, dengan kamampuan fast charging yang lebih cepat pula. Kira-kira seperti apa kemampuan Vivo V50? Simak selengkapnya dalam ulasan oleh 91Mobiles Indonesia di bawah.

Kesimpulan awal

Vivo V50 menyajikan sejumlah fitur kamera yang menarik untuk dicoba dan berkreasi. Pengguna bisa memperoleh foto portrait yang memukau hingga video yang direkam di bawah air. Kinerjanya relatif masih mirip dengan V40 sebelumnya, tapi dengan baterai yang memiliki ketahanan tinggi sehingga sanggup melayani beragam aktivitas.

Unboxing: Lengkap dan langsung siap pakai

Vivo V50 datang dalam kotak kemasan berwarna hitam khas lini V Series dari Vivo. Rangkaian aksesori di dalamnya terbilang komplit. Antara lain, Vivo menyelipkan soft case transparan yang dapat langsung digunakan untuk melindungi perangkat tanpa menutupi keindahannya.

Unboxing dan Hands-on Vivo V50, Merah Menawan dengan Warna Harmony Red
Aksesori pelengkap di dalam kemasan Vivo V50.

Pembeli Vivo V50 juga akan mendapatkan kabel USB A ke USB C berikut unit charger dengan keluaran daya maksimal sebesar 90 watt, sesuai dengan dukungan fast charging ponsel yang bersangkutan.

Hal tersebut sekaligus menjadi salah satu poin pembeda V50 dari pendahulunya yang memiliki fast charging 80 watt. Dengan aksesori yang lengkap, Vivo V50 pun langsung siap dipakai mendampingi pengguna.

Desain: Tetap ramping dengan pilihan warna baru

Dilihat dari luar, desain Vivo V50 masih terlihat mirip dengan V40. Kedua kamera belakang termuat dalam lingkaran besar berwarna hitam, di sisi atas camera island berbentuk kapsul. Bedanya, cincin LED flash Aura Light kini berukuran lebih besar.

Bodi Vivo V50 tetap ramping dengan ketebalan sekitar 7,4-7,6 mm dan bobot 189-199 gram tergantung varian warna. Vivo V50 di tangan 91Mobiles Indonesia kebetulan merupakan model dengan varian warna baru bernama Harmony Red atau merah marun dengan finishing matte.

Selain Harmony Red, Vivo V50 juga tersedia dalam dua opsi warna lain, yakni Solid Black dan Blissfull Purple. Ketiganya menggunakan material berbeda. Harmony Red dan Blissfull Purple memiliki punggung berbahan kaca, sementara bagian belakang Solid Black terbuat dari polikarbonat.

Bodi Vivo V50 bersertifikat IP68/ IP69 sehingga ketahanannya tinggi terhadap air dan debu. Hal tersebut sekaligus membuka peluang untuk fotografi bawah air, seperti yang akan didiskusikan di pembahasan kamera.

Dari segi layar, Vivo V50 menggunakan panel AMOLED 6,77 inci (2.392 x 1.080 piksel) dengan refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan maksimal 4.500 nits (1.300 nits HBM), dan dukungan HDR 10 Plus. Pojokan-pojokan layar tampak sedikit membulat dengan desain quad-curved screen.

Tampilan layarnya sendiri tampak jernih dengan kontras tinggi dan saturasi warna tinggi khas layar AMOLED. Selama menggunakannya di luar ruangan, 91Mobiles Indonesia tetap bisa melihat layar dengan jelas.

Bagian frame yang berwarna senada dengan finishing glossy berbentuk membulat sehingga V50 terasa nyaman dalam genggaman. Dalam hal ini, Vivo mengambil langkah berbeda dari tren frame berbentuk flat yang dianut oleh sebagian pabrikan lain untuk produknya.

Kamera: Ada mode underwater dan Film Camera

Vivo V50 dibekali dengan dua kamera belakang dan sebuah kamera depan. Ketiganya sama-sama beresolusi 50 MP dan mengusung nama “Zeiss”. Apabila diamati, spesifikasi kameranya identik dengan milik V40. 

Kamera utama memiliki sensor 50 MP berukuran 1,55 inci, di belakang lensa dengan focal length setara 23 mm (f/1.9) dan OIS. Kamera ultrawide memiliki lensa dengan focal length 15 mm (f/2.0), atau memiliki field of view (FoV) selebar 119 derajat. Lalu, kamera depannya 50 MP (f/2.0) dengan FoV 92 derajat yang termasuk lebar. 

Meskipun memiliki resolusi native 50 MP, semua kamera di Vivo V50 menghasilkan output 12 MP secara default karena teknologi pixel binning yang menggabungkan tiap empat piksel menjadi satu untuk meningkatkan kualitas gambar.

Memotret dengan Vivo V50, Andal untuk Portrait dan Bisa Foto di Dalam Air
Perbedaan tiga tingkatan zoom pada kamera belakang Vivo V50.

Di aplikasi kameranya, saat menggunakan kamera belakang, Vivo V50 menyajikan tiga tingkatan zoom default sebesar 0,6x, 1x, dan 2x. Angka zoom 2x diperoleh dengan melakukan in-sensor zoom dari kamera utama.

Memang tidak ada kamera ketiga berupa, misalnya, macro atau telephoto. Namun, konfigurasi dual-camera wide dan ultrawide seperti yang diusung V50 seharusnya sudah cukup memadai untuk sebagian besar skenario penggunaan sehari-hari.

Tentu, V50 juga menyediakan mode Portait dengan aneka simulasi background blur alias bokeh dan sejumlah lensa ikonik Zeiss. Hasilnya dapat cukup memukau, terutama apabila dikombinasikan dengan tingkat zoom 2x.|

Vivo menambahkan dua kemampuan unik yang menarik untuk dicoba di V50. Yang pertama adalah mode underwater khusus untuk memotret di bawah air. Ketika mode ini diaktifkan, fungsi touchscreen layar akan dimatikan untuk mencegah salah input, sementara kendali kamera dialihkan ke tombol-tombol samping.

Tombol volume up digunakan untuk menjepret foto, sedangkan tombol volume down untuk merekam video. Tombol daya dapat ditekan dan ditahan untuk keluar dari mode underwater.

Saat keluar dari mode underwater, Vivo V50 akan menjalankan prosedur pengeringan perangkat dengan cara mengaktifkan motor getar dan memutar suara untuk mengeluarkan air dari celah speaker, konektor USB, dan lubang-lubang lain di tubuh HP.

Selain itu, ada Film Camera Mode berupa interface khusus yang dapat dipanggil dengan cara swiping dari bawah ke atas layar di aplikasi kamera. Dengan mode ini, pengguna bisa menambahkan frame dan filter vintage untuk membuahkan hasil serupa kamera instan retro. Filter dan frame dapat dikustomisasi sesuai selera sehingga hasilnya bisa beragam.

Review Vivo V50: Andal untuk Segala Situasi
Film Camera Mode di Vivo V50.

Software dan performa: Cukup kencang dengan tambahan AI

Unit Vivo V50 di tangan 91Mobiles Indonesia merupakan varian memori 12 GB/ 256 GB. Sistem operasi yang dijalankan adalah FuntouchOS 15 berbasis Android 15. Dapur pacu ponsel ini masih sama dengan sebelumnya, yakni Snapdragon 7 Gen 3.

Dengan skor AnTuTu di kisaran 800.000 poin, performanya pun relatif tidak berubah dibandingkan V40, namun tetap relatif kencang dan mencukupi untuk bermain game kompetitif, meskipun mungkin tidak dengan setting grafis maksimal.

Review Vivo V50: Andal untuk Segala Situasi
Vivo V50 menjalankan FuntouchOS 15 berbasis Android 15. Unit yang diuji 91Mobiles Indonesia merupakan varian 12 GB/ 256 GB.


Setidaknya 91Mobiles Indonesia masih dapat menjalankan game Mobile Legends: Bang Bang dengan setting grafis “Ultra” dan frame rate “Super” dengan lancar tanpa mengalami hambatan terkait kinerja.

Untuk PUBG Mobile, pengguna dapat memilih antara setting grafis “Ultra HDR” dengan frame rate “Ultra (60 fps)” atau grafis “Smooth” dengan frame rate “Extreme (90 fps)”. Keduanya bisa dijalankan dengan mulus.

Genshin Impact menjadi satu pengecualian, di mana ponsel ini agak kedodoran ketika diminta menjalankannya dengan setting grafis maksimal dan target frame rate 60 fps yang sepertinya tidak bisa dicapai secara konsisten. Namun, hal tersebut wajar karena Genshin Impact memang cukup demanding.


Vivo turut menyematkan sejumlah fitur AI di FuntouchOS 15, termasuk untuk manipulasi foto seperti AI Erase yang hasilnya ternyata bisa cukup meyakinkan apabila background gambar tidak terlalu ruwet. Kadang kala gambar olahannya terlihat kurang apabila foto terlalu “ramai”.

Selain itu, ada Google Circle to Search yang sangat memudahkan proses pencarian dengan mendeteksi segala sesuatu di layar secara otomatis dan akurat. Pengguna cukup menyeleksi obyek yang ingin dicari saja, kemudian V50 akan mengidentifikasinya dan menampilkan hasil search yang sesuai.

Review Vivo V50: Andal untuk Segala Situasi
AI Erase dan Circle to Search di Vivo V50.

Baterai: Lebih besar, lebih cepat

Meskipun bodi V50 sama rampingnya dengan V40, Vivo berhasil menambahkan kapasitas baterai sebesar 500 mAH sehingga kini menjadi 6.000 mAh. Ponsel ini mencetak skor PC Mark Work 3.0 Battery Life selama 21 jam 23 menit yang terhitung sangat lama. Pengguna pun bisa mengandalkannya tanpa kehabisan daya dalam aktivitas sehari-hari.

Review Vivo V50: Andal untuk Segala Situasi
Benchmark AnTuTu, Geekbench, dan PC Mark Work 3.0 Battery Life di Vivo V50.

Selain kapasitasnya lebih besar, baterai Vivo V50 juga mendukung fast charging dengan daya lebih besar, yakni 90 watt. Pengujian dengan charger 90 watt dan kabel USB bawaan membuahkan waktu sekitar 40 menit untuk mengisi baterai dari kapasitas 20 persen hingga 100 persen.

Kesimpulan

Dibandingkan dengan pendahulunya, Vivo V50 bisa dibilang tak terlalu banyak menghadirkan perubahan spesifikasi di luar kemampuan baterainya yang meningkat. Rangkaian kameranya tetap mirip, demikian juga desain luar sehingga kurang menarik untuk pemilik V40 yang ingin upgrade.

Akan tetapi, jika Anda belum memiliki V40 dan sedang mencari HP menengah saat ini, jelas V50 merupakan pilihan yang lebih menarik. Terlebih, Vivo menambahkan sejumlah fitur baru yang layak dicoba seperti FIlm Camera Mode, Underwater Mode, dan kemampuan AI terkini.

Daya tahan baterai V50 yang meningkat pun membuatnya jadi lebih kompetitif dengan ponsel-ponsel Android lain di 2025 yang mulai banyak menaikkan kapasitas. Vivo V50 semestinya bisa menemani selama seharian atau lebih dalam skenario penggunaan normal dan sesekali bermain game.

Aspek kinerjanya memang kurang mendapat perhatian karena Vivo memilih untuk tetap menggunakan Snapdragon 7 Gen 3. Sejumlah ponsel lain di bawah segmen harga Vivo V50 (Rp 6,5-Rp 8 juta) bisa mengalahkannya dengan mudah dalam hal ini.

Namun, biarpun mungkin tidak ada aspek yang benar-benar menonjol, jika dilihat secara keseluruhan, rangkaian fitur baru, kemampuan kamera, dan tenaga yang masih mencukupi dari Vivo V50 membuatnya masih layak dilirik sebagai HP all-rounder yang andal untuk segala situasi.

Rating editor: 7,5 / 10

Kelebihan:
+ Fitur-fitur baru yang menarik untuk fotografi
+ Kamera bagus, meski tetap sama dengan sebelumnya
+ Baterai tahan lama

Kekurangan:
– Masih menggunakan chip sama dengan V40
– Performa kurang kompetitif

iconicon
Oik telah bekerja untuk sejumlah media ternama di Indonesia. Karirnya diawali dengan menulis review hardware komputer untuk Majalah Chip dan JagatReview. Dia kemudian menjadi jurnalis di Kompas.com selama lebih dari satu dekade, meliput produk-produk dan tren terkni di dunia teknologi, sebelum bergabung dengan 91Mobiles Indonesia sebagai Associate Editor.