Review Vivo V60: Punya Bodi Slim, Kamera Zeiss, dan Baterai Jumbo

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

7.9/10
Desain
 
8.0
/10
Layar
 
8.0
/10
Sistem operasi
 
8.3
/10
Kamera
 
7.9
/10
Kinerja
 
7.7
/10
Baterai
 
8.0
/10

Pros

  • Punya bodi yang ringkas tapi berbaterai jumbo.
  • Kamera kaya fitur yang didukung Zeiss.
  • Baterai tahan lama dengan pengisian daya 90 watt.
  • Jaminan masa pembaruan software yang panjang.

Cons

  • Kinerja foto minim cahaya yang sedang-sedang saja.
  • Warna kulit yang terlalu kontras.
  • Performa chipset kalah saing.

Vivo V60 sudah rilis di Indonesia pada Kamis, 28 Agustus 2025 kemarin. Perangkat ini membawakan kualitas fotografi khas Vivo V series dengan sejumlah peningkatan dibandingkan pendahulunya, Vivo V50.

Smartphone kelas menengah ini mengusung konfigurasi kamera yang disertai lensa telefoto, menyerupai Vivo X200 FE yang dianggap salah satu ponsel fotografi terbaik di kelas harganya. Selain itu, Vivo V60 juga disokong oleh chipset menengah Snapdragon 7 Gen 4 yang bertenaga serta baterai 6.500 mAh pada bodi yang tipis.

Peningkatan-peningkatan tersebut mesti “dibayar” dengan banderol harga rilis yang ikut meningkat. Kini, Vivo V60 dijual dengan harga mulai dari Rp 6,9 jutaan, sedikit naik dari harga Vivo V50 mulai dari Rp 6,4 jutaan. Lantas apakah harga tersebut cocok dengan spesifikasn dan fitur yang ditawarkan? Simak pada review Vivo V60 oleh 91Mobiles berikut ini.

Table of Contents

Kesimpulan awal

Peningkatan yang dibawakan Vivo V60 menjadikannya opsi smartphone menarik di kelas harganya, terutama bagi mereka yang memprioritaskan tampilan desain dan ketahanan baterai. Bodinya yang ramping, stylish, dan kokoh disandingkan dengan baterai jumbo 6.500 mAh untuk masa penggunaan lebih panjang.

Kinerjanya pun memuaskan, meski bukan yang terbaik di kelasnya. Kameranya yang didukung Zeiss juga unggul dalam kondisi siang hari dan mode-mode kreatif. Akan tetapi, kemampuan fotografi malam harinya yang kurang baik serta aplikasi kameranya yang berantakan membuatnya gagal mencapai kesempurnaan.

Desain: Tampilan bodi yang fresh

Vivo V60 tidak lagi menggunakan modul kamera “raksasa” seperti pendahulunya. Kini, tampilannya lebih compact dengan modul kamera berbentuk oval yang terletak di pojok kiri atas, disandingkan dengan cincin LED Flash bertajuk Aura Light.

Kendati tampilannya sekilas mirip Vivo X200 FE, namun Vivo V60 membawakan sedikit perbedaan dari segi warna. Kali ini warna dari modul kameranya dibuat selaras dengan warna bodi. Tampilan demikian ini membuat kameranya tampak menyatu dengan desain bodi keseluruhan.

Walaupun begitu, pencantuman merk Zeiss pada modul kameranya terasa kurang indah, terutama pada unit berwarna Auspicious Gold yang kami terima. Logo ini tampak terlalu mencolok dan agak kontras dengan estetika desain bodi yang cenderung tampak sederhana.

Untuk warnanya sendiri, kami cukup menyukainya lantaran terlihat soft, bukan warna emas yang mencolok atau mencuri perhatian melainkan condong ke arah oranye yang lembut. Sebagai tambahannya, bodi belakang ponsel ini punya finishing yang halus dan lembut, juga tahan terhadap sidik jari dan noda. Ini membuatnya tampak senantiasa bersih dan elegan. Untuk varian warna Moonlight Blue, bodi belakangnya memiliki finishing bertekstur sementara varian Mist Grey hadir dengan tampilan yang lebih minimalis.

Perlu ditambahkan bahwa Vivo V60 versi Indonesia datang dalam pilihan warna berbeda dibanding versi India yang diuji oleh tim 91Mobiles. Di Tanah Air, Vivo menghadirkan V60 dalam opsi warna Dancing Blue, Spotlight Grey, dan Festive Purple. Penampilannya dapat dilihat dalam artikel di tautan berikut. Meskipun warnanya berbeda, spesifikasi antara V60 versi India sama dengan versi Indonesia.

Vivo mengeklaim V60 sebagai yang paling kokoh di line-up Vivo V series. Perangkat ini juga dilengkapi kaca proteksi Schott Core yang disebut-sebut 37 persen lebih tahan banting dibandingkan generasi pendahulunya. Smartphone ini juga didukung struktur bantalan yang memadai sehingga mampu menyerap benturan yang dapat menghancurkan layar akibat jatuh atau terjatuh secara tidak sengaja.

Walau pun kami tidak tega mengetes ketahanan bodi ponsel ini secara ekstrem, namun kami telah mencoba menenggalamkan Vivo V60 di rendaman air selama beberapa saat. Hasilnya, perangkat mampu bertahan dengan baik. Kinerja ketahanan ini berkat sertifikasi IP68 dan IP69 miliknya yang mampu bertahan di kedalaman air hingga 1,5 meter selama 120 menit. Ponsel lain umumnya hanya bisa bertahan hingga 30 menit.

Menariknya lagi, Vivo berhasil memberikan bodi yang tahan banting sekaligus membuatnya tampil ringkas dengan bobot ringan. Vivo V60 berhasil menjadi ponsel dengan baterai 6.500 mAh tertipis, hanya setebal 7,53 mm. Bobot bodnya berkisar antara 192 hingga 201 gram, dengan distribusi bobot yang merata sehingga nyaman digenggam pada durasi panjang sekalipun.

Perangkat ini mengusung desain curved edge (bingkai melengkung), membuat cengkeraman tangan kurang kokoh dibandingkan flat edge (bingkai rata). Di dalam boksnya namun terdapat casing yang membuatnya lebih nyaman digenggam. Tombol power dan volume terletak di sisi kanan, pada lokasi yang mudah digapai oleh jari.

Di luar itu, kami agak menyayangkan posisi sensor sidik jarinya di layar yang terletak agak menjorok ke bawah. Ini menjadikannya sedikit sulit diraih jari setiap kali ingin membuka kunci layar. Ditambah lagi, kecepatan pembukaan kunci layarnya tergolong kurang instan, memerlukan waktu nyaris sedetik hingga dua detik untuk mengenali sidik jari dan membuka kunci layar.

Perihal port-nya, Vivo V60 menyediakan lubang USB-C di sisi bawah untuk melakukan transfer data dan pengisian daya. Ponsel ini juga hadir dengan konektivitas NFC untuk melakukan pengisian kartu uang elektronik dengan mudah.

Kamera: Lengkap dan cocok untuk segala kondisi

Untuk fotografinya, Vivo V60 dilengkapi setup tiga kamera yang merupakan hasil kolaborasi dengan Zeiss, perusahaan lensa ternama. Konfigurasi kamera ini mencakup 50 MP Sony IMX 776, ultra wide 8 MP, dan telefoto 50 MP Sony IMX 882 yang mendukung tingkatan pembesaran optis hingga 2x.

Setup kamera ini mirip seperti yang dimiliki Vivo X200 FE, salah satu ponsel dengan kualitas kamera paling baik di kelasnya. Ponsel ini juga menyediakan fitur perekaman video 4K dan mode portrait AI Four Season yang dapat menangkap gambar dengan empat latar belakang unik berdasarkan empat musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin.

Selain itu, Vivo V60 juga kembali menghadirkan semua mode kamera dan filter dari pendahulunya, termasuk Wedding Portrat Studio dan Film Camera Mode. Fitur Film Camera tersebut menerapkan tone berbeda seperti filter perkawinan, serta menawarkan bingkai yang bisa dikustomisasi. Pihak perusahaan juga menambahkan sejumlah tone baru dan mode “Wedding vlog” untuk mereka yang ingin mengabadikan momen bahagia di kawinan.

Fitur “Wedding vlog” ini merupakan bagian dari mode “Micro Move” yang memungkinkan pengguna merekam video engaging menggunakan efek suara dan lagu. Efek dan lagu tersebut secara otomatis diterapkan pada filter Wedding vlog, guna menghasilkan teaser dan momen-momen menarik pada acara tanpa harus menghabiskan waktu untuk mengedit sebelum dibagikan ke platform media sosial.

Seluruh mode-mode unik ini dipadankan dengan kualitas kamera Vivo V60 yang mumpuni, mampu menangkap foto dengan hasil tajam dan detail serta dynamic rance yang mengagumkan. Pada pengaturan awalnya, perangkat ini menghasilkan foto dengan warna-warna yang lebih cerah dan hidup sehingga membuatnya lebih memukau, kendati tampak kurang realistis.

Bagi mereka yang ingin menghasilkan estetika foto yang lebih natural, aplikasi kamera menyertakan filter Zeiss yang mampu menghasilkan warna-warna nyaris akurat. Filter bernama “Texture” juga tersedia, dapat membuat hasil foto lebih tajam sembari meningkatkan kecerahan warna.

Tambahan lensa telefoto di ponsel ini menghadirkan lebih banyak detail pada foto portrait, fitur yang absen pada seri pendahulunya. Walau begitu, pendeteksian ujung pada mode portrait masih perlu sedikit pembenahan. Vivo juga telah memperkenalkan Stage mode pada ponsel ini, dirancang untuk menangkap foto secara detail pada tingkatan pembesaran 10x. Walau dapat meningkatkan kualitas gambar dengan mempermulus frame dan meningkatkan kecerahan foto, kameranya tidak otomatis berpindah ke pembesaran 10x saat Stage Mode diaktifkan.

Adapun kamera utama 50 MP di ponsel ini mampu menangkap foto dengan detail tinggi. Namun, warna kulit yang ditampilkan cenderung terlalu kontras, sebuah efek yang mungkin menarik bagi pengguna media sosial namun mengorbankan realisme. Kinerjanya pada saat kondisi cahaya rendah juga masih perlu ditingkatkan, begitu pun dengan dynamic range dan akurasi warna yang masih belum begitu sempurna. Lalu, sejumlah noise juga masih terlihat. Aplikasi kamera di ponsel ini juga mungkin akan terasa membingungkan, terutama bagi mereka yang beralih dari smartphone kelas bawah.

Vivo masih dapat meningkatkan kemudahan penggunaan dengan sejumlah penyesuaian kecil, misalnya seprti mencegah aplikasi kembali ke pengaturan awal saat beralih antar mode, serta menetapkan titik fokus secara otomatis untuk berbagai gaya bokeh.

Contohnya saja, Vivo V60 memperkenalkan dua gaya bokeh baru yaitu Sonnar untuk gaya film sinematis biru-kuning dan Planar untuk efek cahaya yang menyerupai daun, masing-masing dioptimalkan untuk titik fokus 85 mm dan 100 mm. Namun ketimbang menerapkan pengaturan default ini secara otomatis, aplikasi mengharuskan pengguna memilihnya secara manual sebelum melakukan pemotretan.

Jika pengguna terbiasa dengan aplikasi ini, kamera Vivo V60 dapat dianggap salah satu ponsel fotografi yang paling serbaguna dan kaya fitur di kelas harganya. Setup kamera di smartphone ini bekerja sangat baik dalam kondisi pencahayaan memadai. Mode pemotretan kreatifnya, termasuk berbagai gaya portrait, sangat cocok bagi mereka yang menggandrungi media sosial. Ponsel ini juga menawarkan opsi untuk meningkatkan kualitas gambar menggunakan alat pengeditan foto berbasis kecerdasan buatan (AI), termasuk menghapus refleksi, penghapusan objek, dan magic move yang berkeja dengan cukup mulus.

Layar: Memukau, namun tidak banyak peningkatan

Layar Vivo V60 mengalami sedikit peningkatan kecerahan, meningkat dari 4.500 nit pada Vivo V50 menjadi 5.000 nit. Di luar itu, spesifikasi layar ponsel tidak berubah dari sebelumnya yakni mengusung panel AMOLED 6,77 inci dengan resolusi Full HD Plus (2.392 x 1.080 piksel), refresh rate 120 Hz adaptif, dukungan HDR10 Plus, dan gamut warna P3.

Kendati kami tidak sedang memegang Vivo V50 untuk membandingkan kecerahan layarnya, layar Vivo V60 tetap tampil menonjol dengan warna yang cerah dibandingkan sejumlah pesaingnya. Warna-warna di layarnya juga tampak natural pada semua skenario lingkungan, dan refresh rate layar tetap konsisten saat menjelajahi antarmuka dan aplikasi yang mendukung.

Meskipun akan lebih baik jika ada refresh rate dinamis pada Vivo V series suatu saat nanti, refresh rate adaptif di layar ponsel ini bekerja dengan sangat baik, dapat menyesuaikan antara 60 Hz, 90 Hz, dan 120 Hz, tergantung dari jenis konten yang ditampilkan di layar.

Vivo V60 juga mendukung playback HDR pada aplikasi YouTube tanpa perlu melakukan penyesuaian pengaturan. Warna-warna yang ditampilkan sangat cerah dengan warna hitam yang mendalam dan dynamic range yang luas. Stereo speaker pada perangkat juga dapat memperdengarkan suara yang seimbang, kendati sedikit condong mengeluarkan suara berfrekuensi tinggi pada volume sedang. Sayangnya, suara distorsi dan suara pecah cukup jelas terdengar saat volume ditingkatkan hingga maksimal.

Software: Jaminan pembaruan yang panjang

Vivo V60 menjalankan sistem antarmuka Funtouch OS 15 berbasis Android 15. Akan lebih baik V60 langsung menjalankan Android 16. Akan tetapi, tampaknya Vivo memutuskan untuk menerapkan Android 16 pada seri flagship Vivo X yang akan rilis akhir tahun ini. Terlepas hal itu, Vivo V60 dijadwalkan untuk menerima update ke Android 16, dengan tiga tambahan generasi OS dan patch keamanan selama 6 tahun. Ini adalah jaminan masa pembaruan software paling panjang di sejarah seri Vivo V, membuatnya memiliki siklus update serupa dengan Vivo X200 series.

Pengalaman yang ditawarkan juga tidak berbeda dengan flagship dan sejumlah ponsel mid-range yang meluncur sejak awal tahun ini. Antarmukanya tampak bersih, namun dipenuhi dengan kustomisasi dan 54 aplikasi bawaan (prainstal). Dari 54 aplikasi ini, 8 di antaranya merupakan aplikasi pihak ketiga yang sudah diunduh hingga jutaan kali. Untungnya saja, pengguna diberikan opsi untuk menghapus aplikasi-aplikasi ini.

Fitur AI Caption pada Vivo V60.

Vivo V60 juga hadir dengan aplikasi store, browser, dan iManager bawaan yang terasa tidak diperlukan mengingat sudah ada counterpart-nya dari Google. Sisi baiknya, Anda ditawarkan opsi kustomisasi yang mendalam, termasuk aplikasi Theme yang dapat disesuaikan dengan antarmuka ponsel sesuka hati.

Smartphone ini juga menghadirkan sejumlah aplikasi produktivitas berbasis AI seperti AI Smart Call Assistant untuk transkripsi real-time, AI Captions untuk terjemahan, pemblokiran spam otomatis pada panggilan telepon, serta AI Image Expender untuk memperluas aspek rasio gambar. Fitur-fitur ini bekerja dengan baik sesuai klaim, terlepas dari ketergantungannya dengan internet dan akun Vivo. Fitur-fitur AI ini akan berguna pada beberapa kesempatan. Dengan adanya software update, fitur-fitur ini bakal meningkat lebih baik lagi.

Performa: Memadai namun bukan yang terbaik

Vivo V60 adalah smartphone pertama di Indonesia yang menggunakan Snapdragon 7 Gen 4, peningkatan dari Snapdragon 7 Gen 3 yang mengotaki pendahulunya, Vivo V50. Snapdragon 7 Gen 4 adalah chip dengan performa memadai, namun kalah saing dibandingkan sejumlah smartphone lain di kelas harganya.

Perangkat ini hanya meraih skor AnTuTu v10 di angka 1,1 juta poin, dengan skor Geekbench 6 di angka 1.300 (single-core) dan 3.500 poin (multi-core).

Salah satu pesaingnya di harga Rp 6 jutaan adalah Realme GT 7T yang dibekali chip Dimensity 8400. Performanya lebih baik dari Vivo V60, menorehkan skor AnTuTu v10 sebesar 1,7 juta poin, berdasarkan pengujian internal 91Mobiles.

Meskipun bukan yang terbaik di kelasnya, Vivo V60 tetap nyaman dipakai gaming. Sebab, perangkat ini masih condong terasa dingin ketika memainkan BGMI (PUBG Mobile versi India), Call of Duty: Mobile, dan Real Racing 3 selama 30 menit (suhu meningkat 9,3 derajat Celsius).

Di Indonesia, Vivo V60 tersedia dalam varian memori RAM 8 GB/ 256 GB, RAM 12 GB/ 256 GB, dan RAM 16 GB/ 512 GB. Unit yang kami pegang merupakan varian RAM 8 GB/ 256 GB. Kendati tidak ada opsi untuk memperluas storage via MicroSD, ponsel ini menawarkan fitur penambahan RAM secara virtual hingga 8 GB.

Baterai jumbo yang tahan seharian

Vivo V60 disuplai dengan baterai berkapasitas 6.500 mAh dan fast charging 90 watt via kabel. Ini adalah kapasitas terbesar yang pernah ada pada Vivo V series. Vivo berhasil menerapkan baterai sebesar itu lantaran menggunakan teknologi baterai silikon-karbon terbaru dengan tingkat kepadatan lebih tinggi dibandingkan Li-Ion.

Setelah menggunakan ponsel ini selama lebih dari seminggu, kami turut mengamini daya tahan baterainya yang awet. Vivo V60 terbukti dapat bertahan hingga seharian penuh pada penggunaan berat seperti gaming, navigasi, multi-tasking, dan lain sebagainya. Pada pemakaian sedang, Vivo V60 bahkan bisa tahan hingga satu setengah hari pada satu siklus pengisian.

Pada pengujian lab internal 91Mobiles, baterai Vivo V60 hanya berkurang 1 persen saat dipakai menonton YouTube selama 30 menit. Perangkat ini juga hanya mengalami penurunan baterai rata-rata 5 persen setelah dipakai bermain BGMI (PUBG Mobile versi India), COD: Mobile, dan Real Racing 3 dengan masing-masing durasi 30 menit. Ini adalah daya tahan yang cukup baik untuk seukuran ponsel non-gaming.

Adapun pada pengujian PC Mark Battery, Vivo V60 berhasil bertahan selama 12 jam 42 menit. Perangkat ini juga mendukung fitur pengisian nirkabel terbaik, membuatnya sanggup “disulap” menjadi power bank bagi perangkat lainnya seperti smart watch atau ponsel kedua.

Dari segi durasi pengisian daya, Vivo V60 hanya membutuhkan waktu 47 menit dari 20-100 persen menggunakan charger yang ada di kemasan penjualan. Durasi ini terbilang mengagumkan mengingat baterai Vivo V60 yang berkapasitas besar.

Kesimpulan

Vivo V60 menggabungkan desain premium, bodi yang kokoh sekaligus ramping, dengan baterai besar 6.500 mAh untuk daya tahan yang awet seharian. Setup kameranya yang didukung oleh Zeiss, lengkapi dengan kamera telefoto dan beragam fitur mode kreatifnya (terutama untuk portrait dan mode Wedding), menjadikannnya pilihan ideal bagi kreator media sosial lantaran hasil fotonya yang mengagumkan di kondisi pencahayaan baik. Dukungan software miliknya juga merupakan yang terbaik di sepanjang sejarah Vivo V series.

Akan tetapi, ada sejumlah kekurangan yang mencegahnya menjadi HP terbaik dari segi kamera dan performa. Ini karena V60 memiliki antarmuka kameranya yang berantakan, hasil foto dengan warna kulit yang tidak konsisten, kinerja foto malam harinya yang kurang baik, serta chipset Snapdragon 7 Gen 4 yang kalah saing. Di kelas harga Rp 6 jutaan, masih ada Realme GT 7T yang menawarkan performa lebih unggul untuk bermain game.

Jika Anda memprioritaskan desain, ketahanan bodi, keawetan baterai, dan kemampuan fotografi siang hari yang bisa diandalkan, Vivo V60 layak dianggap salah satu yang terbaik.

Rating editor: 7,9 / 10

Kelebihan:


Kekurangan:

vivo V60 Harga
Rp. 3.999.000
Pergi Ke Toko
Rp. 6.449.000
Pergi Ke Toko
Rp. 6.999.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua
Home Reviews