Review Xiaomi 15: Banyak Peningkatan, tapi Bodi Malah Lebih Ramping
Dengan sederet peningkatan yang dibawakan Xiaomi 15, flagship ini masih dijual dengan harga yang sama seperti pendahulunya, yakni Rp 12 juta. Di harga tersebut, Xiaomi 15 menyajikan chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite, kamera Leica yang mengagumkan, dan kapasitas baterai lebih besar dari pendahulunya. Menariknya lagi, semua peningkatan ini berhasil diraih tanpa meningkatkan ketebalan bodi.
Kesimpulan awal
Xiaomi 15 bisa dengan mudah dinobatkan sebagai flagship mungil terbaik di pasaran saat ini. Tak hanya mengusung form factor yang sama dengan pendahulunya, perangkat ini berhasil diselipkan dengan baterai lebih besar. Malahan, bobot Xiaomi 15 sedikit lebih ringan. Ponsel ini juga menyuguhkan chipset Snapdragon 8 Elite dengan kinerja tinggi, kamera Leica yang bisa diandalkan, baterai tahan lama, dan pengisian daya yang ngebut. Di luar hal-hal tersebut, pengguna kadang bisa saja mengalami isu terkait kamera dan juga throttling performa. Namun tenang saja, masih banyak hal baik yang bisa dirasakan ketimbang kekurangannya.
Desain dan layar
Sisi paling atraktif dari varian dasar Xiaomi 15 series adalah bodinya yang ringkas. Ponsel ini terasa nyaman digenggam, dan Anda bisa melakukan hal-hal seperti mengatur volume suara, mengetik, dan mengakses kontrol panel dengan hanya satu tangan. Ukurannya yang compact menjadikannya terlihat tipis saat disimpan di saku. Terlepas dari ukurannya yang ringkas, layar smartphone ini masih terasa cukup luas untuk penggunaan umum seperti browsing, mengecek email, mengetik, dan lain sebagainya.
Xiaomi 15 punya tinggi dan lebar yang mirip seperti pendahulunya. Namun yang membuatnya menarik, ketebalannya justru dipangkas dari yang semula 8,2 mm pada Xiaomi 14 menjadi 8,08 mm pada Xiaomi 15. Bobotnya pun mengalami penyusutan, dari yang sebelumnya 193 gram menjadi 191 gram. Padahal, Xiaomi 15 dibekali kapasitas baterai lebih besar.
Finishing dari ponsel ini terasa tak asing jika dibandingkan dengan kebanyakan flagship lainnya. Xiaomi 15 dibekali dengan bahan material logam pada frame, serta memiliki lapisan matte yang lembut. Begitu pun dengan panel kaca di bagian belakangnya. Sentuhan ini memberikan kesan premium saat digenggam, meski membuat bodinya terasa sedikit licin di tangan. Namun, hal ini dapat dengan mudah diatasi dengan menggunakan casing pelindung.
Pilihan warna Black, White, dan Green kali ini hadir dengan rona yang sedikit lebih terang ketimbang Xiaomi 14. Unit yang kami pegang merupakan varian White, tampil secara bersih dan elegan. Sementara itu, varian Green bisa menjadi pilihan menarik bagi mereka yang menginginkan warna lebih segar dan mencolok.
Urusan layar, ukurannya tidak berubah dari pendahulunya, yakni 6,36 inci. Xiaomi melengkapi ponsel ini dengan panel CrystalRes AMOLED beresolusi 2.670 x 1.200, turut disertai refresh rate 120 Hz. Tingkat kecerahan maksimalnya naik sedikit dari 3.000 nit menjadi 3.200 nit. Sejumlah sertifikasi seperti HDR10, HDR10+, dan Dolby Vision juga turut dihadirkan. Bisa dibilang layar Xiaomi 15 punya seluruh elemen yang tepat, yaitu bezel yang tipis dan seragam di setiap sisi, serta sensor sidik jari ultrasonik yang cepat dan responsif.
Kamera
Xiaomi 15 memiliki konfigurasi kamera yang mirip dengan Xiaomi 14. Di sisi belakangnya tersedia tiga buah kamera 50 MP, sehingga pengguna dapat merasakan pengalaman fotografi yang konsisten antara mode standar, telefoto, dan ultrawide, yakni dari sisi ketajaman dan warna. Kamera utama 50 MP miliknya menggunakan sensor Light Fusion 900 dengan OIS. Terdapat juga kamera telefoto 50 MP yang disertai OIS, dan kamera ultrawide 50 MP. Di bagian depan, terdapat kamera 32 MP untuk keperluan selfie dan video call.
Xiaomi 15 menawarkan sistem kamera yang fleksibel, cocok bagi mereka yang senang mengambil foto portrait. Pengguna juga dapat merasakan hasil foto yang tajam dan colorful pada pemotretan siang hari. Namun, kadang terjadi kendala pada kontras dan exposure pada hasil foto, sehingga mengharuskan kami mengambil beberapa foto pada adegan yang sama, terlebih yang ada backlight-nya. Anda bisa melihat perbedaannya pada dua foto yang diambil di waktu berdekatan di bawah ini.
Xiaomi sama sekali tidak berkompromi dalam hal performa untuk Xiaomi 15 ini. Disediakan chipset yang sama dengan Xiaomi 15 Ultra, yakni Snapdragon 8 Elite. Pengguna juga bisa mendapatkan RAM 12 GB dan storage 512 GB, sangat memadai untuk sebuah ponsel flagship. Berdasarkan hasil benchmark, kinerjanya pun setara dengan ponsel lain yang juga menggunakan Snapdragon 8 Elite, seperti OnePlus 13, Xiaomi 15 Ultra, dan Samsung Galaxy S25.
Xiaomi 15 menorehkan skor AnTuTu v10 di kisaran 2.431.158 poin, serta skor Geekbench 6 sebesar 3.042 poin (single-core) dan 9.252 poin (multi-core).
Perangkat ini sanggup menangani aktivitas sehari-hari tanpa lagging atau stutter, misalnya saat browsing, mengetik, menjelajahi media sosial, dan lain sebagainya. Ponsel ini juga tetap terasa dingin sepanjang review ketika digunakan sehari-hari sebagai daily driver, hanya terasa hangat sedikit saat dipakai di luar ruangan atau ketika dipakai secara intensif.
Meskipun bisa menjalankan sejumlah game seperti Call of Duty Mobile, BGMI (PUBG Mobile versi India), dan lain-lain, pengalamannya tidak semulus flagship lain seperti OnePlus 13 atau Oppo Find X8. Sebab, Xiaomi 15 tidak dapat memberikan frame rate setinggi rivalnya dan lebih condong overheating, menyebabkan baterainya cepat boros.
Software dan HyperAI
Xiaomi 15 menjalankan sistem antarmuka HyperOS 2.0 berbasis Android 15. Sisi software-nya menghadirkan cukup banyak aplikasi prainstal (sekitar 50 aplikasi), membuat antarmukanya terlihat berantakan. Namun, Anda bisa melakukan uninstall pada aplikasi-aplikasi bawaan yang tidak dibutuhkan. HyperOS sangat mudah dikustomisasi, memungkinkan pengguna untuk mengganti tema, wallpaper, ikon aplikasi, dan masih banyak lagi.
Xiaomi menjanjikan pembaruan OS utama dan patch keamanan selama 6 tahun. Ini termasuk panjang untuk seukuran ponsel flagship. Pihak perusahaan juga menawarkan serangkaian fitur AI di bawah naungan HyperAI. Inti dari sistem tersebut adalah Gemini, yang mampu “dipanggil” dengan menahan tombol daya. Melalui Gemini, pengguna dapat meminta saran mengenai berbagai topik, membuat gambar berbasis prompt, menulis atau merencanakan sesuatu, dan masih banyak lagi.
Selain itu juga tersedia Gemini Live yang memungkinkan pengguna melakukan percakapan alami dan interaktif dengan Gemini secara real-time.
Selain Gemini, HyperAI juga dilengkapi sejumlah fitur pintar lainnya. Salah satunya adalah Circle to Search yang memungkinkan pengguna mencari informasi dari konten apa pun di layar hanya dengan menahan bilah navigasi di sisi bawah layar dan melingkari area yang diinginkan.
Terdapat pula alat bantu menulis berbasis AI seperti fitur summarizing dan proofreading di aplikasi Notes, AI Erase Pro, dan Image Expansion di aplikasi Galeri guna menghapus atau memperluas bagian foto secara cerdas. Lalu, ada fitur AI Translate di aplikasi perekam suara yang bisa menerjemahkan transkrip secara otomatis.
Baterai dan pengisian daya
Baterai Xiaomi 15 mengalami peningkatan kapasitas. Baterai 5.240 mAh di dalamnya meningkat drastis dari kapasitas 4.610 mAh di dalam Xiaomi 14. Menariknya lagi, Xiaomi berhasil meraih peningkatan baterai ini tanpa meningkatkan bobot dan ketebalannya. Baterai yang lebih besar tandanya punya kapasitas lebih besar pula. Kami berhasil mencapai durasi pemakaian satu hari penuh pada penggunaan normal seperti berkirim pesan, berselancar di media sosial, dan streaming. Masih ada sisa baterai di penghujung malam.
Pada pengujian PC Mark, Xiaomi 15 mampu bertahan hingga 13 jam 44 menit dari 100 ke 20 persen, lebih lama daripada flagship lain yang baterainya lebih besar. Ini karena ukuran bodi Xiaomi 15 yang mungil, sehingga lebih hemat daya.
Ponsel ini dibekali dengan pengisian daya 90 watt yang mampu mengisi baterai dari 20 hingga 100 persen dalam waktu 38 menit.
Kesimpulan
Xiaomi 15 adalah HP flagship berukuran ringkas yang worth it di harganya. Dengan harga rilis yang sama seperti pendahulunya, Xiaomi 15 berhasil menawarkan sederet peningkatan seperti chipset Snapdragon 8 Elite yang lebih kencang, juga dengan baterai yang lebih besar.
Yang menariknya lagi adalah peningkatan ini dilakukan tanpa membuat bodinya membesar, baik dari segi ketebalan maupun bobot. Selain itu, pengguna juga ditawarkan kamera Leica yang serba bisa di segala situasi, kendati masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi via pembaruan software, misalnya seperti fitur-fitur AI.
Melihat minimnya flagship mungil di luar sana, Xiaomi 15 tampil sebagai salah satu yang paling menonjol. Namun, jika Anda mencari alternatif flagship compact dengan performa dan kamera yang sama memukaunya, bisa memilih Samsung Galaxy S25, kendati harganya lebih mahal dari Xiaomi 15. Selain itu, jika mencari iPhone dengan bodi yang compact, mungkin iPhone 16e akan terasa cocok. Namun, kendati punya performa gesit yang berasal dari chipset Apple A18, iPhone tersebut hanya punya satu kamera belakang.
Rating editor: 8 / 10
Alasan membeli:
- Kendati punya baterai lebih besar, bodinya lebih ringan dan tipis dibandingkan Xiaomi 14.
- Performanya gesit dengan penggunaan Snapdragon 8 Elite.
- Punya kamera Leica beresolusi 50 MP yang serba guna serta menghasilkan foto konsisten.
- Baterai tahan lama dengan pengisian daya yang cepat.
Alasan tidak membeli:
- Terkadang terjadi isu kontras dan exposure pada hasil foto dan video.
- CPU cenderung mengalami throttling saat melakukan tugas berat.