
Samsung terkonfirmasi akan menyematkan chip buatan mereka sendiri, Exynos 2500, pada ponsel lipat Galaxy Z Flip 7 yang bakal rilis tahun 2025. Selain itu, versi murah Galaxy Z Flip FE juga direncanakan bakal memakai chip yang sama, bukan Exynos 2400e seperti yang sebelumnya sempat dirumorkan.
Exynos 2500 ini sebelumnya diniatkan untuk menempati “jeroan” Galaxy S25 series, namun tidak jadi karena Samsung gagal memproduksi cukup banyak unit chip pada tenggat waktu yang sudah ditentukan.
Alhasil, semua varian Samsung Galaxy S25 series pun menggunakan Snapdragon 8 Elite, kejadiannya mirip seperti Galaxy S23 series dua tahun lalu yang semuanya memakai Snapdragon 8 Gen 2. Ini kabar baik bagi pengguna, tapi akan mempersulit pihak perusahaan untuk mendapatkan profit margin yang tinggi, kecuali dengan meningkatkan harga jual.
Table of Contents
Galaxy Z Flip 7 dan Flip FE bakal diotaki Exynos 2500
Dihimpun 91mobiles Indonesia dari ChosunBiz (via GSM Arena), Galaxy Z Flip 7 dan Flip FE terkonfirmasi bakal punya Exynos 2500 sebagai chipset-nya. Dengan kata lain, Flip 7 bakal menjadi yang pertama di seri HP lipat Samsung untuk tidak menggunakan chip flagship generasi terbaru dari Qualcomm.
Hal ini juga akan memperhambat penjualan Galaxy Z Flip 7 lantaran memiliki chipset yang sama dengan Flip FE. Sebagai informasi, varian “Fan Edition” acap kali menawarkan harga jual lebih rendah dengan spesifikasi yang dipangkas. Namun jika Flip FE punya kinerja yang serupa Flip 7, tidak mustahil banyak warga yang lebih memilih Flip FE untuk menghemat budget.
Penggunaan Exynos 2500 di Flip 7 berpotensi memiliki dampak buruk pada penjualan
Penulis bernama Adrian Diaconescu pada laman Phone Arena menjabarkan dugaannya terhadap reaksi warga mengenai hal tersebut. Menurut dia, sebenarnya masih terlalu dini untuk menilai performa Exynos 2500 akan seperti apa. Namun tidak dipungkiri bahwa dari pengalaman yang sudah-sudah, chip Exynos selalu memiliki performa di bawah Snapdragon 8 series.
Dihimpun dari Nano Reviews, Exynos 2400 yang merupakan pendahulunya meraih skor 1,7 ribuan poin pada AnTuTu v10. Sementara, Snapdragon 8 Gen 3 yang menjadi rivalnya saat itu, sudah menyentuh angka 2 juta poin. Sebelumnya lagi, bahkan Galaxy S23 series memakai chip Snapdragon 8 Gen 3 sepenuhnya.
Adrian percaya bahwa mayoritas calon pembeli bakal ragu untuk membeli Flip 7 karena menggunakan chipset yang dianggap lebih buruk. Pasalnya, semua ponsel lipat flip dari Samsung tidak pernah menggunakan chip Exynos, semuanya diotaki Snapdragon 8 series.
Chipset Exynos sendiri cukup sering menerima kritik tajam perihal kinerjanya, terutama saat dibandingkan dengan chip Qualcomm. Alhasil kritik ini membangun reputasi buruk di benak masyarakat, sehingga menjadi ragu terhadap ponsel flagship Samsung yang menggunakan Exynos.
Dibandingkan Exynos 2500 pada Flip 7, kemungkinan calon pembeli bahkan lebih memilih Flip 6 yang diotaki Snapdragon 8 Gen 3 yang merupakan chip satu generasi lebih lawas.
Masih ada harapan bagi Galaxy Z Flip 7
Agak terburu-buru jika menilai Galaxy Z Flip 7 akan gagal. Sebab, berdasarkan sejumlah komentar di artikel yang ditulis Adrian, belum tentu mayoritas pengguna Samsung sepeduli itu dengan chipset yang digunakan. Apabila ini merupakan representasi akurat soal persepsi masyarakat, maka penjualan Galaxy Z Flip 7 diduga tetap aman.
Salah satu komentar menyebutkan bahwa chipset itu tidak terlalu penting, asalkan ponsel dapat berfungsi sebagai mestinya. Bukan hanya itu, jika memang Galaxy Z Flip 7 ingin mendulang penerimaan yang baik dari masyarakat, Samsung perlu membenahi HP lipat ini pada sisi-sisi lain, seperti ukuran layar, build quality, kinerja kamera, keawetan baterai, dan yang paling penting adalah harganya.
Sebagian biaya produksi Flip 7 berkurang lantaran tidak memakai chip Qualcomm. Oleh karena itu, masuk akal jika kita berharap Flip 7 mengalami penurunan harga rilis dibandingkan Flip 6. Jika memiliki harga yang sama atau malah lebih mahal, mungkin tingkat penjualan tidak akan sesuai ekspektasi.




