
Kabar perihal generasi terbaru “flagship murah” besutan Samsung kini telah mengemuka. Ponsel yang diyakini sebagai Samsung Galaxy S26 FE kini terpantau muncul pada basis data Geekbench versi 6.2.2, mengungkapkan sejumlah detail terkait spesifikasi utamanya, termasuk chipset yang akan digunakan.
Untuk diketahui, varian “FE” pada seri Galaxy merupakan singkatan dari “Fan Edition”, yang merupakan versi khusus untuk menghadirkan pengalaman seri flagship utama dengan harga yang lebih terjangkau. Biasanya varian FE ini akan menyederhanakan sejumlah aspek seperti material bodi atau spesifikasi tambahan, namun tetap mempertahankan pengalaman inti dari seri utama.
Table of Contents
Berdasarkan data dari Geekbench, perangkat dengan nomor model SM-S741 ini berhasil menorehkan skor 2.426 poin untuk pengujian single-core dan 8.004 poin untuk multi-core. Ponsel ini disebut akan menggunakan chipset dengan kode S5E9955, yang diprediksi mengacu pada Exynos 2500, sebagaimana dikutip dari GSM Arena.
Chipset tersebut diproduksi dengan fabrikasi 3 nm, sebuah peningkatan drastis dibandingkan chipset Exynos 2400 (4 nm) yang digunakan oleh Galaxy S25 FE.
Menariknya lagi, Exynos 2500 juga digunakan pada Samsung Galaxy Z Flip 7. Namun chipset yang sama pada Galaxy S26 FE menunjukkan performa yang lebih tinggi dari foldable tersebut, yakni 15 persen lebih cepat pada single-core dan 8 persen lebih cepat pada multi-core, sebagaimana dikutip dari SamMobile.
Perbedaan performa ini tampaknya disebabkan oleh form factor Galaxy S26 FE yang lebih besar, sehingga berpeluang memiliki sistem manajemen suhu yang lebih baik.
Dalam pengujian Geekbench, disebutkan bahwa prototipe Galaxy S26 FE ini dibekali dengan RAM 8 GB dan sudah menjalankan sistem operasi Android 17 dengan antarmuka One UI 9. Penggunaan Android 17 ini menunjukkan bahwa Galaxy S26 FE belum akan rilis dalam waktu dekat, mengingat Android 17 itu sendiri masih belum resmi diluncurkan oleh Google.
Selain spesifikasi dapur pacu, sejumlah prediksi lain perihal spesifikasi Galaxy S26 FE juga sudah mulai beredar. Smartphone ini kabarnya akan memakai layar OLED 6,7 inci dengan refresh rate 120 Hz yang diproduksi perusahaan asal China, CSOT. Fitur pendukung lainnya mencakup sensor sidik jari di layar (in-display fingerprint), stereo speaker, dan sertifikasi IP68 untuk ketahanan debu dan air.
Menyoal fotografinya, Galaxy S26 FE disebut akan memakai konfigurasi tiga kamera yang terdiri dari 50 MP wide-angle (plus OIS), ultrawide 12 MP, dan telefoto 8 MP dengan zoom optis 3x dan OIS.
Di bagian depannya, tersedia kamera 12 MP untuk menunjang selfie dan video call. Ponsel ini juga dikabarkan bisa melakukan perekaman video 4K 60 FPS menggunakan kamera depan, kamera utama, maupun ultrawide.
Samsung Galaxy S26 FE juga diprediksi akan tersedia dalam tiga varian penyimpanan internal, yakni 128 GB, 256 GB, dan 512 GB. Untuk mendukung mobilitas, perangkat ini akan dibekali baterai 4.900 mAh yang mendukung pengisian cepat 45 watt via kabel. Sisi konektivitasnya pun tergolong lengkap dengan dukungan 5G, Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, NFC, dan port USB-C.
Pendahulunya, Galaxy S25 FE, resmi diumumkan ke pasar global, termasuk Indonesia, pada September 2025 dengan harga mulai dari Rp 9.999.000. Ponsel tersebut menggunakan layar OLED 6,7 inci dengan refresh rate 120 Hz serta chipset Exynos 2400 (4 nm), dipadukan dengan RAM 8 GB serta opsi storage 128 GB dan 256 GB.
Galaxy S25 FE juga hadir dengan kamera utama 50 MP, ultrawide 12 MP, telefoto 8 MP, dan kamera depan 12 MP. Baterainya memiliki kapasitas 4.900 mAh dengan pengisian daya 45 watt, hadir dalam varian warna Dark Grey, White, Navy Blue, dan Icy Blue.
Mengingat pendahulunya ini rilis pada September 2025, kemungkinan kuat Galaxy S26 FE pun akan rilis di bulan yang sama tahun ini.