Samsung Galaxy Z Flip6 review: Andalkan Fitur AI Yang Menguntungkan

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

8.0/10
Desain
 
8.0
/10
Layar
 
8.0
/10
Sistem operasi
 
8.5
/10
Kamera
 
7.5
/10
Kinerja
 
8.0
/10
Baterai
 
7.5
/10

Pros

  • Desain bersih dengan lipatan yang tidak terlalu je
  • Fitur AI yang menyenangkan dan produktif
  • Performa kamera yang meningkat
  • Performa mesin yang baik

Cons

  • Pengisian daya yang bisa lebih cepat
  • Layar sampul yang terbatas penyesuaiannya

Sudah hampir setengan decade sejak Samsung memperkenalkan pertama kali ponsel lipat, Samsung Flip. Sejak itu, perusahaan telah memperkenalkan berbagai inovasi dan peningkatan bertahap. Nah, sekarang memasuki generasi kelima (karena saat 2021 Samsung melewatkan perilisan generasi terbaru saat itu) ponsel lipat Samsung terbaru ini hadir dengan nama Galaxy Z Flip6. Ponsel ini menampilkan fitur lipatan yang lebih mulus dan desain premium, ada juga chipset canggih, kamera yang ditingkatkan performanya, kapasitas baterai yang lebih besar dan sejumlah fitur AI.

Lalu, apa arti semua ini dalam Samsung Z Flip6 yang dibanderol mulai harga 17,5 juta rupiah ini? Baca review ini untuk mengetahuinya.

Keputusan

Samsung Galaxy Z Flip6 terasa seperti kembaran dari seri pendahulunya tetapi lebih halus di beberapa sisi. Meskipun saya pribadi ingin melihat perubahan yang besar, ternyata perubahan saat ini yang dihadirkan masih terasa wajar. Apalagi, performa mesin, kualitas kamera dan daya tahan baterai, semuanya mengalami peningkatan yang lumayan baik. Selain itu, desain lipatan di layar kini sudah terasa minimalis dan desain bodi juga tampak lebih bersih. Meskipun kecepatan pengisian daya kurang memuaskan, setidaknya ada fitur AI yang dikembangkan untuk memberikan pengalaman lebih menyenangkan.

Desain dan layar

Desain Samsung Galaxy Z Flip6 mirip dengan seri sebelumnya. Walaupun demikian, ada sejumlah ubahan kecil yang membuat desain lebih bersih dan elegan. Misalnya, pada bagian cincin samping kamera yang sekarang berwarna senada warna bodi. Saya sendiri menguji varian dengan warna abu-abu, tetapi ada juga pilihan warna kuning, biru, hijau, lavender dan krem. Selain itu, sudut bodi juga lebih rata dan permukaan bodinya berlapis matte.

Meskipun desainnya menarik secara visual, saya justru menemukan ada satu masalah pada desain ini yakni jika jari Anda bertumpu pada engsel saat membuka perangkat, ada kemungkinan kulit jari Anda akan tersangkut di sudut-sudut yang menutup engsel. Meski tidak akan terasa sakit jika terkena, tentu ini akan sedikit mengganggu. Padahal dalam smartphone lipat lain seperti Motorola Razr 50 Ultra atau Fold5, masalah ini tidak muncul. Solusinya, Anda bisa menggunakan casing di hp lipat ini.

Selanjutnya, Samsung Galaxy Z Flip6 memiliki berat 187 gram dan terasa nyaman untuk penggunaan dalam waktu lama. Perusahaan Korea ini juga telah membuat layar utama yang lebih tahan terhadap benturan dan menambahkan lapisan baru untuk membuatnya lebih tahan gores. Selain itu, perangkat ini juga sudah dilengkapi sertifikasi IP48 yang tahan air dan debu. Ini menjadi keunggulan ponsel ini dibandingkan Razr 50 Ultra, yang hanya sertifikasi IPX8.

Samsung Galaxy Z Flip6 menggunakan layar utama FHD+ Dynamic AMOLED 6,7 inci yang disokong refresh rate 120Hz dan kecerahan puncak 2.600nits, bersama dengan layar sampul HD Super AMOLED 3,4 inci dengan refresh rate 60Hz. Tidak ada sedikit pun perubahan dalam sisi layar. Hanya saja lipatan pada layar utama kini telah ditingkatkan dan hampir tidak terlihat. Selain itu, layarnya juga sama praktis dan  nyaman digunakan seperti seri sebelumnya.

Untuk layar di bagian sampul, Samsung memberikan informasi melalui widget, aplikasi seperti cuaca, kalender, hingga pemberitahuan. Selain itu, akses ke aplikasi seperti WhatsApp, Youtube, maps dan lainnya  dapat diaktifkan melalui Samsung Labs di pengaturan. Memang tidak bisa dipungkiri, area layar terasa agak sempit bahkan saat digunakan mengetik. Walaupun demikian ini cukup fungsional. Anda pun bisa memeriksa arah hingga berkirim pesan dengan mudah tanpa harus membuka perangkat. Untungnya, sejumlah aplikasi saat ini sudah mendukung penggunaan di layar sampul dengan baik.

Layar sampul ini bisa memberikan informasi memalui aplikasi widget seperti cuaca, kalender, dan notifikasi. Selain itu, akses ke aplikasi seperti WhatsApp, Youtube, Maps dan lainnya juga bisa diaktifkan melalui Samsung labs di pengaturan. Meskupun, ruang di layar ini agak sempit untuk mengetik, layar ini cukup fungsional dan dapat digunakan untuk mengirim pesan atau memeriksa petunjuk arah dengan cepat tanpa harus membuka perangkat sepenuhnya. Bagaimanapun, saya berharap layar ini bisa lebih banyak disesuaikan atau diatur serta bisa banyak digunakan oleh aplikasi lainnya.

Layar iyama yang dihadirkan sudah dikalibrasi dengan baik untuk sebagian besar aplikasi kecuali untuk penggunaan multimedia. Pasalnya layar ini memakai rasio 22:9 yang terasa kurang ideal untuk menonton video, karena Adna akan melihat bilah hitam tebal di kedua sisi. Namun demikian, layar ini menawarkan warna-warna yang kuat dan cerah. Sekarang layar ini bahkan sudah mendukung mode fleksibel yang memungkinkan Anda menggunakan trackpad di bagian layar bagian bawah saat ponsel dilipat tegak seperti laptop. Satu-satunya kekecewaan saya ialah visibilitas ruangan. Kecerahan layarnya sedikit mengecewakan dibandingkan Motorola Razr 50 Ultra, yang mendukung kecerahan hingga 3000nits.

Untuk keamanan, Samsung Galaxy Z Flip6 memiliki pemindai sidik jari yang dipasang dibagian samping bodi, yang membuka kunci perangkat dengan cepat. Selain itu, ponsel ini memiliki speaker stereo yang memberikan suara yang cukup keras tanpa pecah saat maksimal.

Kamera

Samsung Galaxy Z Flip6 juga sudah meningkatkan sektor kameranya. Sensor utama telah diubah dan naik menjadi 50MP OIS, naik dari 12MP pada Galaxy Z Flip5. Kamera ini juga sudah ditemani lensa ultrawide 12 MP dengan aperture f/1.8. Kedua sensor ini berhasil menghasilkan gambar yang tajam dengan warna yang hampir akurat (meskipun saturasi sedikit meningkat) di lingkungan yang cukup terang. Dalam kondisi minim cahaya, gambarnya juga masih menyenangkan, meskipun detailnya agak kacau. Sekedar info, kamera memang belum menjadi titik fokus dari perangkat lipat. Konon, perangkat ini fokus pada performa yang mengagumkan.

Untuk memberi Anda pandangan yang lebih baik mengenai kualitas kamera Samsung Galaxy Z Flip6, kami sajikan hasil perbandingan dengan salah satu pesaing terdekatnya, Motorola Razr 50 Ultra. Coba lihat:

Daylight

Before image
Samsung Galaxy Flip6 daylight
After image
Motorola Razr 50 Ultra

Anda bisa memotret di siang hari menggunakan kamera utama 50MP di kedua perangkat, dengan autofocus dan mode HDR. Kedua smartphone juga memakai pixel-binning untuk memproduksi gambar 12,5MP secara default. Samsung Galaxy Z Flip6 menawarkan bidang pandang yang lebih luas dibandingkan pesaingnya, dengan kalibrasi warna yang lebih akurat. Namun, jika Anda mencari hasil foto yang tajam, Motorola Razr 50 Ultra mungkin menjadi pilihan yang lebih baik. Smartphone flip ini cenderung menghasilan gambar dengan warna yang lebih hangat, dan detail keseluruhannya tampak lebih baik daripada milik Samsung. Sedangkan, hasil gambar Motorola tampak lebih cocok untuk media sosial.

Portraits

Before image
Samsung Galaxy Z Flip6
After image
Motorola Razr 50 Ultra

Hampir mirip dengan kamera utama di siang hari, Samsung Galaxy Z Flip6 juga bisa menangkap foto portrait dengan warna kulit yang lebih akurat daripada Motorola Razr 50 Ultra. Perangkat Samsung juga menawarkan detail wajah dan deteksi tepi objek yang bagus. Namun, sekali lagi dalam hal ketajaman – teruatam detail wajah dan rambut – Motorola Razr 50 Ultra unggul. Konon smartphone Motorola cenderung meningkatkan warna, sehingga warna kulit yang dihadirkan kurang akurat.

Perlu dicatat bahwa Motorola Razr 50 Ultra memiliki lensa telephoto 50MP yang bisa digunakan untuk memotret portrait atau close-up. Berbeda dengan Samsung hanya hanya menyediakan lensa ultrawide untuk memotret pemandangan yang luas.

Selfies

Before image
Samsung Galaxy Z Flip6
After image
Motorola Razr 50 Ultra

Untuk selfie, detail lebih terlihat pada hasil foto Motorola Razr 50 Ultra. Namun, warna kulit terasa pucat dibandingkan dengan Samsung Galaxy Z Flip6, yang menghadirkan selfie lebih hidup dari kamera depan 10MP.

Night mode

Before image
Samsung Galaxy Z Flip6
After image
Motorola Razr 50 Ultra

Motorola Razr 50 Ultra dan Samsung Galaxy Z Flip6, keduanya menawarkan mode malam khusus untuk meningkatkan performa kamera saat kondisi cahaya minim. Namun, untuk Motorola fitur ini akan aktif terus menerus sehingga Anda tidak bisa menghasilkan foto yang lebih alami. Sedangkan Samsung Galaxy Z Flip6 unggul karena mode malamnya menghadirkan pencahayaan yang lebih kuat meski cahaya disekitarnya  sangat minim.

Performa dan Software

Samsung Galaxy Z Flip6 antutu

Untuk urusan performa mesin, Samsung Galaxy Z Flip 6 ditenagai oleh SoC Snapdragon 8 Gen 3. SoC ini kabarnya khusus dibuat untuk perangkat smartphone yang bisa dilipat. Dipasarkan untuk seri Galaxy, chipset ini memiliki kemampuan AI yang canggih, yang tidak ada di versi reguler chipset. Meskipun skor Benchmark mungkin tidak setara dengan smartphone biasa atau beberapa perangkat lipat lainnya, Galaxy Z Flip6 cukup mengungguli pesaingnya, Motorola Razr 50 Ultra, yang menggunakan Snapdragon 8s Gen 3 SoC. Galaxy Z Flip6 mendapat skor sekitar 1500000 pada AnTuTu dan masing-masing mendapat skor 1891 dan 6158 pada tes  Geekbench untuk single-core dan multi-core.

Samsung Galaxy Z Flip6 Geekbench

Untuk penggunaan harian, ponsel ini memberikan kinerja yang lancar. Tidak ada lag, aplikasi macet, atau aplikasi yang berhenti mendadak selama browsing, streaming, atau saat beralih antara layar sampul ke layar utama. Perangkat ini juga bisa memainkan berbagai game dengan baik. Meskipun ini bukanlah perangkat gaming, ponsel ini memiliki manajemen panas yang cukup bersaing. Suhu Z Flip6 hanya meningkat rata-rata 6 derajat saja setelah memainkan game dengan grafis tinggi seperti BGMI, Call of Duty dan Real Racing 3.

Di bagian software Samsung Galaxy Z Flip6 sudah berjalan dengan sistem OneUI 6.1 dengan basis Android 14. Ponsel ini hadir dengan 48 aplikasi bawaan, termasuk ada 6 aplikasi popular dari pihak ketiga. Selain itu, ponsel Android ini diharapkan akan mendapat pembaruan sistem operasi dan keamanan selama 7 tahun ke depan. Ini merupakan dukungan terpanjang untuk sebuah ponsel lipat hingga saat ini.

Selain fitur AI yang dihadirkan dalam seri Galaxy S24, Samsung juga menghadirkan fitur AI pada Flip6. Berikut beberapa fitur diantaranya.

Sketch to image : seperti namanya, Galaxy AI ini akan mengubah sketsa menjadi gambar. Anda dapat menggambar sketsa apa pun (baik diambil dengan kamera atau diunduh dari internet) selama tersimpan di aplikasi Galeri dan pilih ikon AI yang berkilau. Ai akan mengubah sketsa Anda menjadi objek nyata, menghasilkan beberapa variasi gambar hingga Anda mendapatkan pilihan terbaik. Meskipun ada area yang masih perlu diperbaiki, alat ini cukup menyenangkan kala digunakan. Memang membuat sketsa di Galaxy Z Flip6 tidak seakurat pada Galaxy Fold6 yang mendukung S Pen dan menawarkan layar yang lebih besar. Namun demikian, hasil yang muncul cukup jelas dan dibekali watermark untuk penanda kalau ini hasil AI.

Portrait Studio: Fitur ini memungkinkan Anda untuk mengubah hasil foto portrait yang sederhana menjadi sebuah gambar yang bergaya, seperti komik, kartun 3D, sketsa dan cat air. Untuk pilihan sketsa dan cat air memberikan hasil yang lebih realistis, sedangkan untuk kartun dan komik hasilnya masih kurang akurat dan terkadang tidak bekerja sama sekali. Selain itu, fitur ini hanya bisa digunakan untuk foto satu orang saja, bukan foto grup dan efeknya tidak bisa diterapkan ke isi seluruh foto.

Galaxy AI_1

Suggested Replies: Fitur ini akan menyarankan kemungkinan balasan sebuah pesan dengan cara melihat tujuh pesan terakhir yang dikirim ke obrolan. Fitur ini tampak bisa menjawab dengan akurat. Sayangnya, jawabannya masih tampak formal dan masih mirip AI bukan manusia.

Interpreter: alat ini menggunakan layar sampul dan layar utama dalam menampilkan terjemahan. Alat ini akan menerjemahkan percakapan secara langsung dengan orang lain yang mungkin tidak berbicara menggunakan Bahasa yang sama dengan Anda. Layar sampul akan menampilkan teks yang diterjemahkan kepada orang lain, sedangkan layar utama akan menampilkan terjemahan dalam Bahasa ibu Anda. Ini memberikan pengalaman yang lebih alami daripad Anda harus repot memutar ponsel untuk bisa melihat kedua sisi percakapan.

Selain itu, ada beberapa fitur lain seperri Google Magic Eraser untuk menghapus, memindahkan dan mengubah ukuran objek dalam foto, ada juga instan slo-mo untuk mengubah video biasa menjadi video slow-mo. Ada fitur live effect untuk menambah kedalaman pada foto Anda. Text to image untuk membuat wallpapers, Notes Assist, Browser Assist dan lain-lain. Secara keseluruhan, Galaxy AI menawarkan perpaduan alat dan IA yang produktif dan menyenangkan.

Baterai dan pengisiannya

Samsung Galaxy Z Flip6 PC mark

Agar ponsel ini bisa berjalan dengan lancar, Samsung Galaxy Z Flip6 dilengkapi dengan baterai 4.000mAh. Baterai ini sudah dioptimalkan dengan baik agar bisa bertahan seharian penuh untuk penggunaan umum. Pada tes baterai PCMark, ponsel dipaksa menjalankan sejumlah tugas hingga baterai ada di bawah 20 persen, perangkat ini butuh waktu 9 jam 2 menit. Ini cukup mengecewakan dibandingkan smartphone Motorola Razr 50 Ultra, yang mencetak lebih dari 12 jam dengan baterai 4000mAh.

Dalam tes streaming video 30 menit, Galaxy Z Flip6 berkerja dengan baik, hanya mengonsumi baterai 4 persen saja, sedangkan Motorola butuh 5 persen dengan tingkat resolusi dan volume yang sama. Untuk penggunaan saat game, baterai kedua ponsel berkurang tak berbeda jauh. Setelah memainkan game BGMI, Call of Duty dan Real Racing 3 selama setengah jam setiap game, baterai Flip6 hanya berkurang 21 persen, sedangkan Razr 50 Ultra 20 persen.

Samsung Galaxy Z Flip6 mendukung pengisian kabel 25W dan pengisian nirkabel 15W. Namun, pengisi dayanya harus dibeli secara terpisah. Untuk pengisian dengan kabel, ponsel ini membutuhkan waktu 77 menit untuk mengisi dari 20 persen hingga 100 persen. Ini terkesan lambat bila dibandingkan Razr 50 Ultra yang hanya butuh 45 menit dengan pengisi daya 45W.

Keputusan akhir

Jadi siapa yang pantas untuk mempertimbangkan dan membeli Samsung Galaxy Z Flip6. Dengan harga yang cukup tinggi, tidak mudah untuk merekomendasikan ponsel ini. Apalagi, pesaingnya Motorola Razr 50 Ultra memiliki berbagai kelebihan yang tidak ada di seri Galaxy ini seperti layar yang lebih terang, kecepatan pengisian daya dan hasil kameranya. 

Namun demikian, Samsung Galaxy Z Flip6 berhasil menunjukkan kelas saat berbicara performa mesin. Ini menjadikan ponsel ini sebagai smartphone flip paling kuat dan tahan lama digunakan yang ada di pasaran. Selain itu, fitur AI juga tidak dimiliki pesaing menjadi ponsel ini layak dimiliki, meski fitur ini masih harus dilihat jangka panjangnya. Ponsel ini juga menawarkan pembaharuan sistem yang cukup panjang. Apalagi, hasil kameranya cukup menghasilkan warna yang akurat dan tambahan desain bodi yang stylish. Dengan faktor-faktor tersebut, menjadikan Samsung Galaxy Z Flip6 menjadi pilihan yang menarik bagi mereka yang butuh smartphone lipat yang ringkas.

Editor’s rating: 8 / 10

Alasan Untuk Membeli

  • Desain Samsung Galaxy Z Flip6 sangat bersih dan berkembang dibanding seri sebelumnya
  • Fitur Galaxy AI cukup berguna dan menyenangkan untuk dipakai sehari-hari
  • Hasil kamera cukup jelas dan detail 
  • Performa mesin terbaik untuk smartphone lipat

Alasan Tidak Membeli

  • Butuh waktu lama untuk mengisi baterai 4000 mAh
  • Layar sampul masih minim pengaturan atau penyesuaian
Samsung Galaxy Z Flip6 Harga
Rp. 7.999.999
Pergi Ke Toko
Rp. 13.200.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua