Ringkasan Tinjauan
Peringkat Pakar
Pada pandangan pertama, Samsung Galaxy Z Fold6 terbaru tampak tidak memiliki hal baru. Perangkat lipat terbaru ini pertama kali diperkenalkan bersama Galaxy Ring terbaru dan Galaxy Watch Ultra dan kedua perangkat yang bisa dikenakan inilah yang lebih banyak menyita perhatian. Namun, ketika Anda melihat lebih dekat dengan yang ditawarkan dalam Galaxy Z Fold6 – mesin, software, AI dan dukungan S Pen hingga ekosistem UI – menunjukkan bahwa ponsel ini cukup menarik secara menyeluruh. Z Fold6 tidak bisa diabaikan oleh siapa pun untuk yang mencari perangkat dengan fitur lengkap. Nah, saya akan menjelaskan alasanya dalam review dibawah ini.
Table of Contents
Keputusan
Galaxy Z Fold6 dibuat dengan peningkatan kualitas yang lebih baik dari seri sebelumnya, apalagi sudah ada banyak fitur AI, skor tinggi pada performa mesin, baterai yang awet dan kegunaan lain. Memang untuk sektor kamera dan kecepatan pengisian daya tidak terlalu mengesankan. Namun berkat sistem operasi yang kaya fitur seperti dukungan DeX dan S Pen, membuat Galaxy Z Fold6 menjadi salah satu perangkat yang harus digunakan jika butuh perangkat yang bergaya premium.
Desain dan Layar
Bicara desain, Z Fold6 hadir dengan sejumlah pengurangan beberapa millimeter dan gram dibandingkan dengan model sebelumnya, dan meskipun di atas kertas perbedaannya tampak sedikit, pengurangan tersebut ternyata mempengaruhi penggunaan HP secara signifikan …. Tentu saja positif. Saat dilipat, Fold5 memiliki ketebalan 13,4mm, sedangkan model baru ini hanya setebal 12,1mm. Model lama memiliki berat 253gram, sedangkan yang baru hanya seberat 239gram. Ketika membandingkan seri baru ini dengan Galaxy S24 Ultra yang beratnya hanya 232gram, jelas berat ponsel lipat ini terus mendekati berat ponsel biasa. Ini terjadi berkat kombinasi ubahan desain yang disesuaikan mulai dari desain yang lebih mengkotak dan tepi yang datar. Hal ini membuat Z Fold6 bisa lebih mudah dipegang dan digunakan dalam waktu lama. Samsung bahkan menyebut seri ini sebagai Fold tertipis dan paling ringan dan paling kuat. Sebagai catatan, selain menggunakan rangka aluminium baru, Gorilla Glass Victus 2, dan struktur engsel rel ganda, Z Fold6 juga dibekali sertifikasi IP yang lebih baik yakni IP48, berbeda dengan pendahulunya yang hanya IPX8. Ini menunjukkan ponsel lebih tahan terhadap debu dan air. Selain itu, lipatan di layar utama juga semakin berkurang meskipun masih tampak ada lipatan.
Terlepas dari bentuk bodinya yang mengkotak dan sisi tepi datarnya, desain keseluruhan seri ini seperti yang diharapkan banyak pihak. Apalagi, layar sampul dilengkapi dengan kamera depan model punch hole. Engsel di bagian tengah juga sudah diperbaharui sehingga layar utama bisa dibuka lebih lebar. Dibagian bodi belakang juga sudah terpasang tiga kamera yang disusun vertical. Untuk sensor sidik jari juga sudah menyatu dengan tombol power sama seperti seri sebelumnya. Tombol ini bisa bekerja dengan cepat dan akurat untuk memberi Anda akses membuka telepon. Satu hal kecil yang berkaitan dengan pemindai sidik jari di tombol dengan pemindai di bawah layar ialah pengguna sering kali tidak sengaja menyentuh tombol samping sehingga terkadang ponsel akan terkunci dan jika terlalu sering, Anda harus memasukkan PIN atau password untuk bisa membuka ponsel kembali.
Untuk layar sampul, Samsung menggunakan layar dengan aspek ration 22,1 : 9 yang masih tampak sempit daripada layar ponsel pada umumnya, yang berarti Anda akan sedikit kesulitan jika ingin mengetik sesuatu. Meskipun demikian, gabungan bobot yang ringan dan tepi bodi datar memudah ZFold6 mudah dipegang. Walaupun layar ini terasa sempit, masih bisa digunakan bekerja sesuai dengan kebutuhan, missal jika ingin mengetik pesan dengan cepat dengan satu tangan, layar ini masih mumpuni. Layar sampul ini memiliki ukuran 6,3 inci menggunakan panel Dynamic LTPO AMOLED disokong lapisan Gorilla Glass Victus 2 untuk anti gores. Untuk kecerahan layar, sedikit lebih terang dengan 2.600 nits dan seperti yang diharapkan mampu menyuguhkan visual yang baik.
Beranjak ke dalam, layar utama sudah menggunakan ukuran 7,6 inci dan menggunakan panel LTPO AMOLED yang dapat dilipat, juga sudah ada refresh rate 120Hz dan kecerahan puncak 2.600nits. Lipatan di area tengan masih tampak, meskipun kini lebih halus dibandingkan seri sebelumnya. Layar utama ini mampu menghadirkan visual yang sangat baik untuk browsing atau tugas lainnya. Namun, rasio aspeknya tidak bekerja maksimal untuk menonton video. Masih ada bilah hitam lebar di bagian atas dan bawah. Justru saya menemukan bahwa layar sampul bisa menampilkan konetn yang lebih baik.
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa Samsung Z Fold6 sudah mendukung S Pen di layar utamanya. Ini menjadi salah satu hal yang menjadi kekuatan seri ini untuk digunakan harian. Saya berharap Samsung bisa menemukan cara untuk mengintegrasikan S Pen dengan desain Z Fold6. Namun, dengan S Pen yang bisa digunakan di layar utama sudah menjadi sesuatu yang sangat menguntungkan untuk mereka yang benar-benar butuh perangkat kerja.
Kamera
Secara umum, smartphone lipat memang tidak menawarkan sektor kamera yang berkelas. Jadi Anda jangan berharap bisa mendapatkan hasil kamera yang mirip dengan Galaxy S24 Ultra. Meskipun demikian, Anda tidak perlu ragu untuk membeli ponsel ini hanya karena sektor kameranya yang tidak mewah. Pasalnya, dalam seri ini Anda tetap mendapatkan kamera utama 50MP f/1.8 yang dilengkapi OIS, ada juga kamera telephoto f/2.4 10MP 3x zoom dengan OIS, dan kamera ultrawide f/2.2 12MP. Seperti pada umumnya, sektor kamera tersebut menawarkan hasil foto yang sangat baik diberbagai kesempatan. Apalagi, opsi dan mode pemotretan yang ditawarkan hampir sama dengan yang Anda temukan di ponsel premium Samsung lainnya. Meskipun untuk seri Z Fold6, Anda mendapatkan beberapa keuntungan karena layarnya dapat dilipat. Misalnya, ponsel Fold6 bisa disangga pada permukaan yang rata dengan posisi setengah terbuka dan digunakan untuk memotret tanpa memerlukan dudukan. Faktor bentuk yang dilipat juga memungkinkan Anda menggunakan kamera utama untuk memotret selfie, bisa langsung menampilkan gambar pratinjau langsung pada layar sampul saat ponsel terbuka. Fitur khas Samsung seperti single take dan AR Zone juga ada dalam ponsel ini.
Tentu, untuk urusan kamera, Vivo X Fold3 Pro masih menjadi yang terkuat. Apalagi ponsel ini menawarkan fitur ZEISS optics dan sejumlah fitur fotografi berkelas. Berikut ini perbandingan singkatnya.
Daylight
Di siang hari, kedua ponsel ini hampir seimbang kameranya. Keduanya mampu menghasilkan foto yang tajam, detail dan rentang dinamis yang cukup. Foto yang diambil oleh Vivo X Fold3 Pro tampaknya sedikit lebih baik dalam hal ketajaman, tetapi warnanya terlihat lebih baik pada hasil foto Samsung.
Portrait
Membandingkan hasil foto portrait yang menggunakan Galaxy Z Fold6 dan Vivo X Fold3 Pro, warna kulit keduanya tidak mencerminkan warna di dunia nyata. Namun, hasil dari Galaxy Z Fold6 lebih baik. Pasalnya, Fold3 Pro sedikit mencerahkan warna kulit.
Night mode
Untuk hasil foto malam hari, jelas Vivo X Fold3 Pro memiliki hasil yang lebih baik dengan warna yang lebih baik, detail yang cukup serta ketajaman yang baik.
Secara keseluruhan, dalam hal kualitas gambar, pesaing dari Vivo lebih unggul, terutama dalam kondisi minim cahaya. Namun, untuk kondisi dan mode lainnya, Galaxy Z Fold6 cukup kuat dalam menghadirkan foto berkualitas. Intinya, perbedaan hasil kamera kedua ponsel lipat ini secara keseluruhan tidak terlalu jauh.
Software Dan AI

Software, AI dan ekosistem dalam ponsel menjadi salah satu kunci Galaxy Z Fold6 untuk mendapat nilai tinggi di pasaran. Ketiga hal tersebut membuat ponsel ini layak dimiliki diantara smartphone lainnya. Memang jumlah aplikasi bawaan yang dihadirkan cukup banyak, namun OneUI masih menjadi daya Tarik dalam ponsel Samsung saat ini. Bahkan, Anda tetap bisa merasakan pengalaman premium meski menggunakan Z Fold6. Rasa pengalaman inilah yang menjadi poin kuat ponsel Samsung selama ini. Saya sendiri tidak akan membahas OneUI terlalu jauh karena kami sudah memahami UI ini. Tetapi yang menjadi perhatian ialah adanya fitur DeX, secure Folder dan Samsung Cloud yang masih menguntungkan untuk digunakan hingga saat ini. Samsung masih menjadi produsen yang menekankan ekosistem dari tahun ke tahun, mirip dengan Apple. Alhasil, Samsung memiliki banyak produk mulai laptop, tablet, audio hingga perangkat wearables. Contoh ekosistem yang dimaksud ialah ketika ada pengguna Z fold6 yang juga memiliki laptop Samsung, dapat menggunakan fitur kontinuitas dan kemampuan menggunakan keyboard dan mouse yang sama untuk mengontrol kedua perangkat dan menyeret dan melepas file antar perangkat dengan mudah.

Cerita menarik lainnya ada di bagian AI, khususnya setelah Galaxy S24 Ultra hadir dengan Galaxy AI. Nah, Galaxy Z Fold6 juga dibekali semua fitur AI yang ada pada S24 Ultra dan bahkan menambahkan beberapa lagi. Ada Cirle to Search (didukung Google), ada juga Call Assist (penerjemah langsung selama panggilan suara), Photo Assist (memindahkan atau menghapus objek dalam gambar), Chat Assist, Note Assits, interpreter, transkripsi rekaman audio ke teks, dan lain-lain.

Nah, salah satu fitur AI favorit saya ialah sketch to image yang memungkinkan Anda menggambar sesuatu pada foto dan kemudian menggunakan AI untuk mengubah apa yang Anda gambar menjadi objek nyata. Hasil AI ini bisa saja mengejutkan dengan banyak pilihan foto. Anda pun bisa memilih yang terbaik dan menyimpannya. Sebagai contoh: saya ingin menambahkan Menara Eiffel pada foto yang sudah saya ambil dibawah ini. Anda cukup mencoret bangunan berbentuk Menara atau monumen, kemudian AI akan mengubah coretan saya yang tidak menyerupai bentuk monumen ini menjadi hasil yang saya inginkan. Memang terkadang AI menghasilkan foto yang tidak sesuai, tetapi lebih sering foto yang dihasilkan cukup baik dan nyata. Ada juga fitur portrait Studio yang mengubah hasil selfie menjadi karya seni.

Yang perlu dicatat lainnya ialah jika membandingkan Vivo yang hanya memberikan pembaharuan sistem hingga 3 tahun saja ada X Fold3 Pro, Galaxy Z Fold justru mendapat pembaharuan yang lebih lama. Samsung berjanji menyediakan pembaharuan sistem dan keamanan selama 7 tahun. Ini artinyanya jika Anda membeli Z Fold6 sekarang, Anda bisa menggunakannya hingga 2031 dengan sistem yang masih up-to-date.
Performa dan baterai
Dengan dukungan spesifikasi chipset kelas atas Snapdragon 8 Gen 3 disokong dengan RAM 12GB, Samsung Galaxy Z Fold6 menghadirkan performa yang sangat mulus. Untuk penyimpanan, ada pilihan memori 256GB dan 512GB hingga 1TB. Segala hal tersebut membuat semua tugas dan kegiatan hiburna seperti bermain game di ponsel ini terasa ringan, tidak ada lag atau halangan. Performa tinggi ini terlihat dari skor benchmark, sayangnya ketika membandingkan ponsel ini dengan Vivo X Fold3 Pro, skor dari Vivo tampak lebih baik.
Beralih ke skor Geekbench, Z Fold6 memang sedikit lebih unggul. Akan tetapi, Vivo X Fold3 Pro menawarkan performa yang lebih baik dalam jangka waktu lebih lama, karena ponsel vivo memiliki batas 59.9 persen dari kinerja puncak, sedangkan Z Fold6 hanya 49,1 persen. Namun, secara realistic, perbedaan Angka ini tidak begitu penting, karena dukungan SoC andalan Qualcomm ini membuat penggunaan harian ponsel sangat mulus dan bebas lag.
Baterai 4.400mAh memberikan daya tahan baterai yang wajar, Anda dapat menggunakan ponsel ini hingga tahan sehari dengan penggunaan yang sedang. Namun, sisa baterai akan bervariasi tergantung berapa lama dan berapa sering Anda membuka layar utama yang besar. Layar utama yang besar ini memang mempengaruhi masa pakai baterai yang ditunjukkan oleh uji baterai PCMark. Dalam pengujian tersebut, kami mendapati masa pakai ponsel ini hanya 12 jam 21 menit (menguras baterai dari 100% ke 20%). Tetapi saat layar utama dibuka, Anda hanya bisa meraih daya baterai 8 jam 17 menit saja.
Kecepatan pengisian kabel yang didukung oleh Galaxy Z Fold6 memang sedikit mengecewakan, karena hanya ada dukungan kamera 25W yang tidak cocok dengan kondsi pasar saat ini. Perangkat ini membutuhkan waktu 78 menit untuk mengisi daya hingga penuh dari level baterai 20 persen (sekitar 90 menit untuk mengisi dari 0-100). Ini tentu jauh lebih lama daripada perangkat lipas saingan, dimana Anda hanya mendapatkan pengisian 15W, dan pengisian nirkabel terbalik 4,5W.
Keputusan akhir
Jika Anda belum pernah menggunakan smartphone lipat sebelumnya, maka butuh waktu untuk menyesuaikan untuk menggunakan Z Fold series. Tetapi begitu Anda mengambil pilihan maka Galaxy Z Fold6, Vivo X Fold3 dan OnePlus Open layak dipertimbangkan. Harga awal untuk Z Fold6 pro mulai dari 26,5 juta rupian , Vivo X Fold3 Pro mulai dari 27 juta rupiah, Sedangkan OnePLus Open memiliki harga 32 juta rupiah . OnePlus menjadi salah satu pesaing yang kuat dan tidak dapat diabaikan. Perbedaan harga ini sebetulnya tidak terlalu penting. Tetapi sangat sulit untuk menemukan ponsel yang tepat, karena antara X Fold3 pro dan Galaxy Z Fold6 menawarkan spesifikasi yang bersaing ketat. Ponsel Vivo ini cukup unggul berkat kamera dan kecepatan pengisia daya. Namun untuk urusan daya baterai dan performa, keduanya terbilang setara. Desain tentu tergantung selera masing-masing. Vivo lebih ramping desannya. Berbeda dengan Z Fold6 yang nyaman karena memiliki tepi bodi yang melengkung.
Dalam hal fitur AI, Galaxy Z Fold6 cukup unggul. Selain itu, ponsel ini sudah dilengkapi software dan ekosistem yang baik. One UI yang digunakan memang masih memiliki sejumlah aplikasi bawaan. Namun, pengalaman penggunaan HP ini tidak terasa berbeda atau berkurang, justru ekosistemnya semakin kuat. Samsung diharapkan terus menambahkan banyak fitur untuk memastikan penggunanya mendapatkan manfaat dan tetap setia. Tambahan fitur DeX dan S Pen membuat Samsung lipat ini menjadi pilihan menarik untuk dicoba.
Dibandingkan dengan paruh pertama tahun lalu ketika Samsung tidak memiliki pesaing di kelas ponsel lipat dunia, banyak hal telah berubah secara drastis. Merek seperti Vivo pun akhirnya menawarkan persaingan yang ketat dan Google pun masih mencoba untuk bersaing. Ini berarti, Samsung tidak boleh berbesar hati dan harus segera bekerja keras untuk memastikan produknya memiliki standar yang tinggi dan sesuai permintaan pasar ponsel lipat saat ini. Maka disini dan sekarang, Saya akan mengatakan bahwa Samsung galaxy Z Fold6 memang sangat direkomendasikan jika Anda ingin bergaya.
Editor’s rating: 8 / 10
Alasan Untuk Membeli
- Desain Samsung Galaxy Z Fold6 lebih kuat dan berkembang dibanding seri sebelumnya
- Ponsel ini lebih ringan dari seri sebelumnya, mudah digenggam berkat fitur tepi bodi datar.
- Fitur Galaxy AI cukup berguna dan ekosistem di ponsel ini menyenangkan untuk dipakai sehari-hari
- Performa dan Hasil kamera cukup jelas dan detail
- Performa mesin terbaik untuk smartphone lipat
Alasan Tidak Membeli
- Masih adanya bekas lipatan di layar utama
- Kecepatan pengisian hanya25W yang membuat butuh waktu lama untuk mengisi baterai 4000 mAh
- Harga cukup mahal















