
Samsung resmi meluncurkan tiga perangkat lipat terbaru pada ajang Galaxy Unpacked di London, Inggris pada Rabu kemarin. Tiga perangkat yang dimaksud adalah Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Ultra, dan Galaxy Z Flip 8.
Untuk pertama kalinya, Samsung menghadirkan varian Ultra pada lini Fold. Sekilas varian ini memang tampak seperti model baru. Namun, sebenarnya Galaxy Z Fold 8 Ultra merupakan penerus langsung dari Z Fold 7.
Varian yang hadir sebagai anggota baru justru adalah Galaxy Z Fold 8 “reguler”, karena memiliki desain lebih lebar dan layar utama beraspek rasio 4:3. Saat dilipat, perangkat ini menyerupai ukuran paspor sehingga menawarkan pengalaman yang unik dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.
Perbedaan keduanya pun rupanya tidak berhenti di situ. Ada alasan mengapa Samsung menyematkan nama “Ultra” pada Galaxy Z Fold 8 Ultra. Sebab, versi tertinggi ini memang punya spesifikasi dan harga yang lebih tinggi ketimbang Fold 8 standar. Simak perbandingan Galaxy Z Fold 8 dan Fold 8 Ultra selengkapnya sebagai berikut.
Table of Contents
Galaxy Z Fold 8 Ultra meneruskan tradisi ponsel lipat bergaya buku dengan aspek rasio layar utama 11:10 berukuran 8 inci, berbeda dengan Galaxy Z Fold 8 yang layar internalnya beraspek rasio 4:3 dengan ukuran 7,6 inci.
Secara gambaran visualnya, Fold 8 Ultra punya bodi yang lebih tinggi dibandingkan Fold 8 “reguler”. Sebaliknya, Galaxy Z Fold 8 namun lebih lebar dibandingkan Ultra. Itulah mengapa sejumlah media di jagat maya kerap menyebutnya sebagai Galaxy Z Fold “Wide” saat awal mula perangkat ini dirumorkan.
Dimensi bodi keduanya pun berbeda saat kondisi terlipat. Galaxy Z Fold 8 memiliki layar cover 5,5 inci dengan rasio 16:10, sementara varian Ultra punya layar cover 6,5 inci dengan aspek rasio 21:9.
Alhasil layar cover Fold 8 pun menyajikan viewing area lebih luas dibandingkan Ultra. Jika sebuah layar semakin mendekati bentuk persegi (aspek rasio 1:1), maka total luas areanya pun akan semakin besar untuk memperlihatkan lebih banyak konten tanpa mengharuskan pengguna banyak-banyak melakukan scrolling.
Ditambah lagi, aspek rasio 16:10 pada layar cover Galaxy Z Fold 8 mendekati format video 16:9 yang umum digunakan saat ini, sehingga lebih nyaman dipakai menonton atau konsumsi konten tanpa menyisakan banyak ruang kosong.
Dengan penggunaan teknologi Flex Titanium yang terdiri atas film paduan titanium dan pelat titanium fleksibel, Galaxy Z Fold 8 Ultra pun kini mencapai ketebalan 4,1 mm saat terbentang dan 8,9 mm ketika dilipat; ini adalah foldable tertipis dari Samsung sepanjang sejarah. Sementara itu, Galaxy Z Fold 8 sedikit lebih bongsor dengan ketebalan 4,5 mm (unfolded) dan 9,7 mm (folded).
| Spesifikasi | Galaxy Z Fold 8 | Galaxy Z Fold 8 Ultra |
| Layar utama | 7,6 inci , rasio 4:3 | 6,5 inci, rasio 11:10 |
| Layar cover | 5,5 inci, rasio 16:10 | 8 inci, rasio 21:9 |
| Dimensi bodi | 161,4 x 123,9 x 4,5 mm (unfolded), 81,9 x 123,9 x 9,7 mm, (folded) | 158,4 x 143,2 x 4,1 mm (unfolded), 158,4 x 72,8 x 8,9 mm (folded) |
| Bobot | 201 gram | 215 gram |
Samsung turut membekali Galaxy Z Fold 8 dan Fold 8 Ultra dengan chipset yang sama yaitu Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Chipset ini juga turut digunakan pada seluruh jajaran Galaxy S26 series yang rilis di Indonesia. Samsung tidak menyediakan varian Exynos untuk kedua perangkat foldable ini.
Selain memiliki chipset yang sama, konfigurasi memori dari dua HP ini pun tidak berbeda yakni dari RAM 12 GB/ 256 GB hingga RAM 16 GB/ 1 TB.
Satu hal yang membuat varian “Ultra” berbeda adalah penggunaan sistem pendingin dengan lapisan graphite yang lebih besar untuk membantu menyebarkan panas. Hal ini berpotensi membuat kinerja ponsel lebih stabil saat digunakan dalam beban berat pada durasi panjang. Akan tetapi, karena hadir dengan chipset yang sama, performa maksimal varian ini diperkirakan tetap setara dengan Galaxy Z Fold 8.
Jika menginginkan varian yang lebih unggul untuk fotografi, sebaiknya pilih Galaxy Z Fold 8 Ultra. Pasalnya, varian ini menawarkan setup kamera belakang yang lebih lengkap.
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra dibekali kamera utama 200 MP dengan kemampuan HDR yang ditingkatkan, kontras dengan Galaxy Z Fold 8 yang masih mengandalkan kamera utama 50 MP.
Selain punya resolusi kamera utama lebih tinggi, varian Ultra juga mengusung kamera telefoto khusus 10 MP dengan kemampuan zoom optis 3x. Ini berbeda dengan Galaxy Z Fold 8 yang sama sekali tidak memiliki kamera telefoto dedicated, dan hanya mengandalkan kemampuan 2x in-sensor zoom pada kamera utama.
Baik Fold 8 maupun Fold 8 Ultra sama-sama dibekali kamera ultrawide 50 MP dan dua kamera selfie 10 MP di layar internal serta layar cover. Namun, tambahan kamera telefoto dan resolusi kamera utama lebih tinggi membuat Fold 8 Ultra lebih cocok untuk pengguna yang mengutamakan kemampuan fotografi, terlebih jika ingin menghasilkan foto jarak jauh yang lebih detail.
| Spesifikasi | Galaxy Z Fold 8 | Galaxy Z Fold 8 Ultra |
| Kamera belakang | 50 MP wide-angle (2x in-sensor zoom) + 50 MP ultrawide | 200 MP wide-angle + 10 MP telefoto (zoom optis 3x) + 50 MP ultrawide |
| Kamera depan | 10 MP | 10 MP |
Samsung akhirnya menggunakan teknologi baterai silikon-karbon pada Galaxy Z Fold 8. Sebelumnya, Samsung termasuk salah satu brand yang tergolong “telat” dalam mengadopsi teknologi baterai yang punya kepadatan energi lebih tinggi tersebut.
Berdasarkan sejumlah rivalnya yang sudah lebih dulu memakai baterai silikon-karbon, para vendor smartphone berhasil menyematkan baterai yang lebih besar (antara 7.000 mAh hingga 10.000 mAh) sembari mempertahankan bodi yang tetap ramping.
Pada Galaxy Z Fold 8 Ultra, baterainya kini meningkat dari 4.400 mAh pada pendahulunya menjadi 5.000 mAh. Galaxy Z Fold 8 pun dibekali baterai 4.800 mAh yang hampir menyamai kapasitas Ultra.
Dua varian ini pun kompak disertai teknologi pengisian daya cepat 45 watt via kabel dan pengisian nirkabel 20 watt.
Meski kapasitas baterai dua ponsel tergolong kalah saing dengan foldable lain (seperti Vivo X Fold 6) yang dibekali baterai 7.000 mAh, pengadopsian teknologi silikon-karbon pada HP Samsung ini berhasil membuatnya mendapatkan peningkatan baterai tanpa membuat bodinya bongsor.
Jika sekadar ingin memiliki HP lipat Samsung terbaru tanpa memedulikan spesifikasi maupun fitur, perbedaan harga dua varian ini mungkin akan memudahkan Anda untuk menjatuhkan pilihan.
Pasalnya, Galaxy Z Fold 8 Ultra yang diposisikan sebagai varian paling premium memang dibanderol dengan harga paling tinggi, kontras dengan Galaxy Z Fold “reguler” yang masih lebih ramah di kantong.
Harga termurah Fold 8 adalah Rp 28,5 juta, sementara varian Ultra dibanderol mulai dari Rp 30,5 juta. Ya, selisih keduanya mencapai Rp 2 juta.
Meski Ultra lebih mahal, varian ini namun menawarkan kelebihan khusus seperti resolusi kamera utama 200 MP dan tambahan kamera telefoto, baterai lebih besar, bodi lebih tipis, hingga sistem pendingin yang lebih baik. Namun, jika Anda memilih untuk mendapatkan Galaxy Z Fold 8 yang lebih murah, Anda tetap dapat menikmati pengalaman menonton video vertikal lebih baik dengan aspek rasio 16:10.
| Varian | Galaxy Z Fold 8 | Galaxy Z Fold 8 Ultra |
| 12 GB/ 256 GB | Rp 28.499.000 | Rp 30.499.000 |
| 12 GB/ 512 GB | Rp 32.499.000 | Rp 34.499.000 |
| 16 GB/ 1 TB | Rp 38.499.000 | Rp 40.499.000 |