Simsalabim, Kamera 200 MP Samsung Galaxy S26 Ultra Sulap Foto Jauh Jadi Dekat!

Sorotan



Pernah kehilangan momen menarik karena sibuk mengatur kamera ponsel sebelum memotret? Hal seperti ini sering terjadi karena bingung memilih kamera mana yang dipilih untuk mengambil gambar: wide (kamera utama) atau telephoto. Akibatnya, kejadian menarik yang hanya berlangsung sesaat terlanjur lewat.

Nah, travel vlogger Andy Garcia (@garciandyyy) punya tips untuk mencegahnya, yakni menggunakan ponsel dengan kamera beresolusi tinggi seperti yang terdapat di Samsung Galaxy 26 Ultra. Kamera utama di flagship terbaru Samsung tersebut menggunakan sensor Isocell HP2 dengan resolusi sebesar 200 MP.

Kamera 200 MP Samsung Galaxy S26 Ultra: Anti hilang momen

Selain output default sebesar 12 MP dengan pixel binning, pengguna Samsung Galaxy S26 Ultra juga dapat memilih untuk menjepret dengan resolusi native 200 MP. Hasilnya adalah foto berukuran sangat besar yang juga sangat tajam dan kaya akan detail.

Andy mengatakan, foto 200 MP itu kemudian bisa dipotong (crop) sesuai selera untuk memperoleh framing yang diinginkan. Dengan demikian, pengguna bisa memperoleh field-of-view alias bidang pandang berbeda, tampak lebih dekat menyerupai kamera dengan focal length lebih tinggi.

MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia Ilham Indrawan (kiri) dan travel vlogger Andy Garcia dalam workshop #You&AICan di Hanoi, Vietnam (5/5/2026)

“Jadi, kita cukup memotret dengan kamera utama saja, kemudian hasilnya di-crop supaya dapat framing lebih bagus,” ujar Andy dalam workshop Samsung bertajuk #YouandAICan di Hanoi, Vietnam, pekan lalu.

Menurut Andy, memotret dengan kamera 200 MP di Galaxy S26 membuat pengguna lebih gesit dalam mengabadikan kejadian menarik sehingga tak kehilangan momen. Dia mencontohkan sebuah foto yang memperlihatkan sebuah pesawat tertangkap kamera sedang terbang di antara dua gedung. Foto awalnya berbidang pandang lebar sehingga kurang menarik, kemudian di-crop agar lebih ketat dan membuat pesawat tampil lebih menonjol.

“Momen cepat seperti ini sulit difoto kalau kita ribet pindah kamera dulu ke telephoto. Sebaliknya, kalau pakai kamera 200 MP nggak usah pusing, cukup jepret lalu kita bisa cropping sesuai keinginan. Hasilnya masih sangat tajam karena resolusi awalnya tinggi,” tutur Andy.

Show Full Article
Home Berita Pengumuman