Sony Umumkan Lytia 910, Sensor Kamera HP Berteknologi LOFIC

Sorotan
  • Dengan teknologi LOFIC, Lytia 910 bisa menangkap dynamic range yang sangat luas tanpa perlu mengandalkan teknik multi-exposure seperti sensor lain.
  • Sensor ini pun mengatasi kendala terkait implementasi multi-frame untuk HDR seperti motion blur, termasuk dalam video.
  • Lytia 910 kemungkinan akan mulai digunakan pada smartphone yang dirilis pada akhir tahun 2026.

Sony kembali memperkenalkan produk sensor kamera baru untuk ponsel. Sensor bernama Lytia 910 ini terbilang istimewa karena merupakan yang pertama dari Sony dengan teknologi LOFIC alias Lateral Overflow Integration Capacitor.

LOFIC menambahkan struktur khusus pada sensor gambar untuk menampung overflow dari fotodioda (piksel) saat mengambil gambar. Sony juga menerapkan teknologi Triple Conversion Gain-HDR (TCG-HDR), di mana charge dari tiap exposure diambil sebanyak tiga kali, masing-masing dengan conversion gain berbeda (low, mid, dan high).

Efeknya, kapasitas saturasi bertambah sehingga rentang tonal atau dynamic range yang bisa ditangkap menjadi jauh lebih luas. Detail di area terang (highlights) seperti langit dalam situasi backlit yang kontras dapat diselamatkan tanpa mengalami blowout atau berubah menjadi putih polos.

Menurut Sony dalam keterangannya, Lytia 910 mampu menghasilkan dynamic range hingga 100 desibel dalam satu kali exposure. Angka tersebut terbilang luar biasa karena sensor-sensor sebelumnya, seperti Lytia 901 atau 828, hanya bisa mencapai dynamic range yang sama lewat teknik multi-exposure yang menggabungkan banyak frame menjadi satu.

Karena bisa menghasilkan high dynamic range tanpa perlu bergantung pada multi-frame, Lytia 910 pun mengatasi permasalahan klasik pada gambar HDR, seperti artefak yang muncul saat subjek bergerak di frame yang digabungkan (motion blur). Kelebihan ini juga berlaku ketika merekam video HDR, di samping foto.

Sony Umumkan Lytia 910, Sensor Kamera HP Berteknologi LOFIC
Screenshot video demonstrasi perbedaan rentang dynamic range antara Lytia 910 dan sensor konvensional.

Teknologi lainnya yang ikut diterapkan pada Lytia 910 adalah sirkuit Ultra High Conversion Gain (UHCG) yang meningkatkan efisiensi konversi charge to voltage sehingga random noise bisa dikurangi hingga 30 persen untuk meningkatkan kualitas gambar dalam situasi low-light.

Soal spesifikasi lainnya, Lytia 910 terbilang mirip dengan Lytia 828. Ukuran fisiknya 1/1,28 inci, dengan resolusi 50 MP. Perekaman video HDR didukung hingga 4K/60 fps, sebagaimana dilaporkan oleh GSM Arena.

Sony akan memulai produksi Lytia 910 pada pertengahan 2026. Produk-produk smartphone pertama yang menggunakannya kemungkinan akan mulai hadir pada kuartal-IV atau menjelang akhir tahun ini. Menurut rumor yang beredar, salah satu ponsel flagship yang akan dibekali Lytia 910 adalah seri X500 dari Vivo.

Meskipun baru pertama kali dipakai oleh Sony, teknologi LOFIC sendiri sebenarnya tidak benar-benar baru karena sudah lebih dulu diterapkan di sensor Omnivision OV50K di Honor Magic6 Ultimate pada 2026. Setelah itu, Xiaomi 17 Ultra datang dengan sensor LOFIC 50 MP, yakni Light Fusion 1050L, yang juga dibuat oleh Omnivision.

iconicon
Oik telah bekerja untuk sejumlah media ternama di Indonesia. Karirnya diawali dengan menulis review hardware komputer untuk Majalah Chip dan JagatReview. Dia kemudian menjadi jurnalis di Kompas.com selama lebih dari satu dekade, meliput produk-produk dan tren terkni di dunia teknologi, sebelum bergabung dengan 91Mobiles Indonesia sebagai Associate Editor.