
Pada awal tahun, tim 91mobiles Indonesia pernah mengadakan survei akbar untuk mendapatkan insight perihal kebiasaan konsumen dalam pembelian smartphone. Salah satu informasi yang berhasil didapatkan adalah merk mana saja yang paling banyak dimiliki warga Tanah Air.
Kini survei yang serupa kembali diselenggarakan untuk mengetahui apakah ada perubahan terhadap perilaku tersebut atau justru tetap sama.
Laporan berkala ini menyajikan dinamika cukup menarik perihal persaingan brand teknologi di Tanah Air, termasuk pergeseran popularitas merek dan loyalitas konsumen. Kami pun kembali mengajukan kuesioner kepada ribuan pengguna smartphone di Indonesia, dan dari sana terlihat beragam temuan yang cukup menarik.
Table of Contents
Dari insight yang telah didapatkan, terungkap lima merek ponsel terbesar yang paling banyak dimiliki oleh responden. Lagi-lagi, Samsung berhasil mempertahankan posisi di urutan pertama seperti pada awal tahun. Kali ini angkanya bahkan naik ke 26,0 persen setelah sebelumnya meraih angka 25,5 persen.
Menyusul di belakangnya adalah pabrikan asal China, Xiaomi, yang mengamankan posisi runner-up dengan raihan 17,0 persen (angka ini tidak mencakup sub-brand Poco yang berdiri sendiri di angka 4,7 persen).
Sementara itu, posisi ketiga dan keempat secara berturut-turut diisi oleh Oppo dengan 12,7 persen dan Vivo dengan angka 8,6 persen.
Kejutan terbesar justru berada di posisi kelima. Jika pada survei sebelumnya posisi ini ditempati oleh Realme, kini Infinix sukses merebut spot tersebut dengan pangsa kepemilikan 8,2 persen pada edisi pertengahan 2026 ini. Alhasil, Realme pun mesti rela turun ke peringkat keenam dengan angka kepemilikan 6,5 persen.
Pergeseran ini mengindikasikan keberhasilan Infinix dalam merebut hati warga Indonesia, dan mendapatkan sambutan positif dari konsumen lokal sepanjang pertengahan tahun 2026.
Seperti pada survei sebelumnya, jumlah pemilik iPhone di Indonesia rupanya tergolong sangat sedikit kendati mengalami kenaikan pada edisi kali ini. Laporan terbaru memperlihatkan bahwa sebesar 4,6 persen saat ini memiliki atau menggunakan perangkat Apple, naik 2x lipat dari angka kepemilikan Apple sebelumnya yang hanya 2,3 persen.
Meski begitu, rupanya minat responden untuk meminang HP Apple sebagai ponsel berikutnya justru menurun. Sebelumnya tercatat ada sebanyak 17,2 persen responden yang berminat menjadikan iPhone sebagai pilihan HP berikutnya, namun kini angka tersebut turun menjadi 11,6 persen.
Penurunan ini alhasil membuat posisi Apple turun ke peringkat ke-3. Di saat bersamaan, Xiaomi yang sebelumnya ada di posisi tersebut justru kini mengalami sedikit kenaikan minat dari 11,4 persen menjadi 12,2 persen, membuatnya naik ke posisi ke-2.
Lalu, siapa yang mendominasi urutan pertama? Merk tersebut tak lain tak bukan adalah Samsung dengan persentase minat mencapai 28,9 persen. Untuk posisi keempat dan kelima, rupanya diisi oleh Oppo (7,0 persen) dan Vivo (5,9 persen).
Jika menggabungkan kenaikan angka kepemilikan Apple yang mencapai 2x lipat dengan turunnya minat beli HP Apple sebagai produk berikutnya, kita dapat tiba pada sebuah kesimpulan.
Sebagian besar konsumen Indonesia yang awalnya hanya mendambakan iPhone di awal tahun, kini sukses mewujudkan impiannya dan benar-benar membeli perangkat tersebut di pertengahan tahun. Hal ini lantas menyebabkan jumlah calon pembeli iPhone yang belum kesampaian menjadi berkurang.
Selain mengukur popularitas merk, survei terbaru 91mobiles Indonesia juga turut merangkum beragam faktor penting yang paling dipertimbangkan konsumen Indonesia sebelum memutuskan untuk membeli HP baru.
Hasilnya, aspek “performa dan kecepatan” mutlak menjadi pertimbangan paling utama bagi 54,0 persen responden. Angka ini jauh mengungguli beberapa faktor pertimbangan lain, seperti:
Menariknya, meski saat ini para vendor smartphone kerap berbondong-bondong menyediakan baterai besar hingga 7.000-8.000 mAh, prioritas akan baterai justru hanya menempati urutan keenam.
Adapun faktor-faktor pertimbangan lain seperti desain atau tampilan bodi (2,3 persen), fitur kecerdasan buatan/ AI (0,9 persen), dan kualitas layar (0,8 persen) berada di urutan terbawah dalam daftar prioritas konsumen saat ini.
Sama seperti survei sebelumnya, kuesioner didistribusikan secara digital melalui platform situs web resmi 91mobiles.com/id serta berbagai kanal media sosial resmi milik 91mobiles Indonesia.
Polling besar yang digelar sepanjang bulan Agustus 2026 ini berhasil menjaring opini dan suara dari 5.000 lebih pengguna smartphone di seluruh wilayah Indonesia. Profil responden dalam survei kali ini didominasi oleh kelompok laki-laki sebesar 82 persen, sementara porsi responden perempuan berada di angka 18 persen.
Sebanyak 31 persen responden berasal dari kategori usia 25-34 tahun, disusul oleh 26 persen dari usia 35-44 tahun, 24 persen dari usia 18-24 tahun, 16 persen di atas 44 tahun, dan 4 persen usia di bawah 18 tahun.