kamera | Indonesia Blog https://www.91mobiles.com/id/hub Sat, 27 Jun 2026 03:56:20 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.5.3 Sony Gelar Aplha Festival 2026, Ada Photowalk hingga Shooting Wildlife Indoor https://www.91mobiles.com/id/hub/sony-gelar-aplha-festival-2026-ada-photowalk-hingga-shooting-wildlife-indoor/ https://www.91mobiles.com/id/hub/sony-gelar-aplha-festival-2026-ada-photowalk-hingga-shooting-wildlife-indoor/#respond Sat, 27 Jun 2026 01:48:09 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=22934 PT Sony Indonesia kembali menghadirkan Alpha Festival 2026, ajang tahunan yang mempertemukan fotografer, videografer, filmmaker, content creator, serta para penggemar visual storytelling untuk mengeksplorasi inovasi digital imaging terbaru dari Sony. Diselenggarakan di Agora Mall, Sports Hall Lantai 11 dari 26-28 Juni 2026, Alpha Festival 2026 menampilkan rangkaian produk digital imaging Sony, experience zone yang lebih […]

The post Sony Gelar Aplha Festival 2026, Ada Photowalk hingga Shooting Wildlife Indoor first appeared on Indonesia Blog.

]]>
Sorotan
  • Alpha Festival kembali digelar untuk kelima kalinya, bertempat di Mal Agora, Jakarta.
  • Sony menyediakan berbagai kamera, lensa, dan aksesorinya yang bisa dicoba di berbagai experience zone, mulai dari wedding hingga wildlife.
  • Para pengunjung Alpha Festival juga bisa mendapat diskon produk-produk Sony hingga jutaan rupiah.

PT Sony Indonesia kembali menghadirkan Alpha Festival 2026, ajang tahunan yang mempertemukan fotografer, videografer, filmmaker, content creator, serta para penggemar visual storytelling untuk mengeksplorasi inovasi digital imaging terbaru dari Sony.

Diselenggarakan di Agora Mall, Sports Hall Lantai 11 dari 26-28 Juni 2026, Alpha Festival 2026 menampilkan rangkaian produk digital imaging Sony, experience zone yang lebih beragam dan interaktif, serta berbagai sesi talkshow dan workshop bersama para pelaku industri kreatif terkemuka.

Memasuki penyelenggaraannya yang ke-5, Alpha Festival telah berkembang menjadi salah satu acara digital imaging terbesar Sony di Indonesia setelah pertama kali diadakan pada 2018.

Tahun ini, Alpha Festival menghadirkan lebih dari 18 kreator lokal dan 1 kreator internasional yang akan berbagi pengalaman dan wawasan di berbagai bidang, mulai dari wildlife, sports, travel, street photography, wedding, hingga filmmaking.

“Melalui Alpha Festival 2026, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar pameran produk. Kami ingin menciptakan ruang di mana teknologi, kreativitas, dan komunitas dapat saling terhubung untuk menginspirasi para kreator dalam menghasilkan karya yang lebih bermakna,” ujar Presiden Direktur PT Sony Indonesia, Motoya Itako.

Foto “wildlife” Indoor, workshop, dan photowalk

Selama Alpha Festival 2026, pengunjung dapat menjelajahi ekosistem digital imaging Sony yang mencakup jajaran kamera Alpha, Cinema Line, lensa G Master, serta berbagai solusi pendukung bagi fotografer, videografer, dan filmmaker.

Berbagai perangkat Sony tersebut bisa dicoba di area festival dengan mengunjungi sejumlah experience zone yang tersedia. Masing-masing zona menyediakan tema berbeda sesuai dengan perangkat untuk dijajal.


Misalnya, ada experience zone wedding lengkap dengan pelaminan berhias aneka bunga, zona macro dengan objek-objek berukuran kecil, hingga wildlife yang dipenuhi rimbun pepohonan meskipun dalam setting indoor serta menyajikan lensa-lensa super telephoto.

Setiap zona menghadirkan skenario pemotretan dan perekaman yang berbeda sehingga pengunjung dapat mengeksplorasi kemampuan kamera dan lensa Sony dalam kondisi penggunaan yang mendekati nyata.

Pengunjung juga dapat mendaftarkan diri di berbagai event workshop dan photowalk yang ikut digelar dengan berbagai tema, seperti Cinematic Experience through Culture and Technology bernama Director Alffy Rev, hingga Street Photowalk Fragments of Jakarta bersama Anton Sky.

Informasi selengkapnya mengenai agenda Alpha Festival 2026 dapat dilihat di situs Sony Indonesia di tautan berikut.

Promo pembelian kamera, lensa, dan aksesori

Bagi pengunjung yang tertarik melakukan pembelian, Sony Alpha Festival 2026 ikut memberikan promosi berupa cashback untuk produk-produk kamera (full frame, APS-C, dan compact camera), lensa, hingga aksesori. Promo ini berlaku hingga 28 Juni 2026.

  • Untuk kamera dan lensa full-frame, ada penawaran cashback hingga Rp 4 juta dan voucher hingga Rp 2 juta.
  • Kamera dan lensa APS-C memberikan cashback hingga Rp 2,5 juta dan voucher hingga Rp 750.000,
  • Pembelian aksesori bisa mendapatkan cashback hingga Rp 1,7 juta dan voucher hingga Rp 150.000.

The post Sony Gelar Aplha Festival 2026, Ada Photowalk hingga Shooting Wildlife Indoor first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/sony-gelar-aplha-festival-2026-ada-photowalk-hingga-shooting-wildlife-indoor/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2026/06/IMG20260626151323-150x150.jpg150150
Pertama Kali, Oppo Reno 16F Sekarang Dibekali Kamera Telephoto https://www.91mobiles.com/id/hub/pertama-kali-oppo-reno-16f-sekarang-dibekali-kamera-telephoto/ https://www.91mobiles.com/id/hub/pertama-kali-oppo-reno-16f-sekarang-dibekali-kamera-telephoto/#respond Wed, 24 Jun 2026 10:46:14 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=22852 Oppo akan segera merilis lini smartphone premium terbarunya di Indonesia. Seperti biasa, jajaran ponsel bernama Reno Series itu akan terdiri dari tiga model, yakni Reno 16F, Reno 16, dan Reno 16 Pro. Ada sejumlah fitur baru yang diterapkan oleh Oppo di Reno Series tahun ini, seperti dipaparkan dalam event media hands-on di Jakarta, Rabu (24/6/2026).Selain […]

The post Pertama Kali, Oppo Reno 16F Sekarang Dibekali Kamera Telephoto first appeared on Indonesia Blog.

]]>
Sorotan
  • Reno 16F adalah model paling terjangkau di lini calon smartphone terbaru Oppo Reno 16 Series.
  • Biasanya model F dari jajaran ponsel Reno tidak dibekali kamera telephoto, tapi Reno 16F mengubah hal tersebut dengan menyematkan kamera telephoto dengan zoom 3,5x.
  • Selain itu, Reno 16 Series turut membawa kembali kamera selfie dengan sudut pandang lebar seperti pendahulunya. 

Oppo akan segera merilis lini smartphone premium terbarunya di Indonesia. Seperti biasa, jajaran ponsel bernama Reno Series itu akan terdiri dari tiga model, yakni Reno 16F, Reno 16, dan Reno 16 Pro. Ada sejumlah fitur baru yang diterapkan oleh Oppo di Reno Series tahun ini, seperti dipaparkan dalam event media hands-on di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Selain punggung berpola desain 3D yang unik, perubahan lainnya yang paling menarik adalah penyematan kamera telephoto dengan tingkat zoom 3,5x untuk pertama kalinya pada Reno 16F. Sebelumnya, model terbawah dari Reno Series tersebut tidak pernah dibekali kamera telephoto. Reno 15F keluaran Januari lalu, misalnya, hanya dibekali kamera utama 50 MP dan kamera macro 2 MP.

“Kamera telephoto kami hadirkan ke semua model (Reno 16 Series) tanpa kecuali, termasuk pada Reno 16F untuk pertama kalinya,” ujar Product Manager Oppo Indonesia, Deni Setiawan, ketika memberi penjelasan tentang lini produk tersebut di panggung acara.

Product Manager Oppo Indonesia, Deni Setiawan, dalam acara Reno 16 Series Media Hands-on di Jakarta (24/6/2026).

Angka zoom optis 3,5x berlaku untuk kamera telephoto pada ketiga model Reno 16 Series. Dengan demikian, Oppo Reno 16F kini memiliki kapabilitas zoom yang sama dengan dua saudaranya sehingga lebih bisa diandalkan untuk menangkap gambar dari kejauhan dibanding model yang sama di seri terdahulu.

Selfie lebar dipertahankan, ditambah filter kamera retro

Terkait kamera, satu fitur andalan yang dihadirkan lagi oleh Oppo pada Reno 16 Series adalah kamera depan 50 MP dengan bidang pandang lebar, untuk memudahkan pengguna dalam mengambil group selfie ataupun pemandangan luas di latar belakang.

Sebelumnya, kamera depan serupa sudah lebih dulu disematkan di Oppo Reno 15 Series. Kini, ketiga smartphone anggota Reno 16F Series kembali menerapkan kamera depan yang sama dengan tingkat zoom hingga selebar 0,6x. Menurut Deni, ada alasan di balik pemilihan tingkat zoom yang sebanding dengan kamera (belakang) ultrawide di kebanyakan ponsel Android tersebut.

Fitur Pop Cam pada Reno 16F (kiri) berikut contohnya. Tampilan aplikasi kamera ikut menampilkan tingkat zoom kamera telephoto sebesar 3,5x.


“Selain cukup luas untuk group selfie, tingkat zoom 0,6x juga tetap minim distorsi yang umum terjadi pada lensa ultrawide,” papar Denny. Distorsi dimaksud adalah barrel distortion yang kentara pada kamera bersudut pandang lebar, terutama untuk subyek yang berada di pinggir frame.

Efeknya, orang yang berada di pinggir frame kerap terlihat “melar” seperti ditarik. Tingkat zoom 0,6x, lanjut Deni, menghasilkan tingkat distorsi yang tidak terlalu “memelarkan” penampilan subyek di dalam foto.

Oppo turut menambahkan fitur kamera baru bernama Pop Cam yang muncul dalam bentuk mode khusus di aplikasi kamera. Fitur ini merupakan filter bergaya retro yang menambahkan efek visual seperti pinggiran frame kamera instan, light leak, dan tampilan hard flash seperti kamera pocket digital.

Reno 16F Series dijadwalkan rilis di Indonesia pada 3 Juli mendatang. Oppo kini tengah membuka pre-order untuk lini ponsel tersebut dengan menawarkan bonus senilai hingga Rp 5,1 juta. Informasi selengkapnya dapat dilihat di artikel 91mobiles Indonesia di tautan berikut.

The post Pertama Kali, Oppo Reno 16F Sekarang Dibekali Kamera Telephoto first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/pertama-kali-oppo-reno-16f-sekarang-dibekali-kamera-telephoto/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2026/06/oppo_reno16f_unboxing-13-150x150.jpg150150
Insta360 Luna Ultra Resmi Masuk Indonesia, Kamera Vlog Berlensa Leica https://www.91mobiles.com/id/hub/insta360-luna-ultra-resmi-masuk-indonesia-kamera-vlog-berlensa-leica/ https://www.91mobiles.com/id/hub/insta360-luna-ultra-resmi-masuk-indonesia-kamera-vlog-berlensa-leica/#respond Mon, 15 Jun 2026 05:02:55 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=22554 Pekan lalu, Insta360 baru saja memperkenalkan kamera vlog gimbal pertamanya, Luna Ultra. Hanya berselang beberapa hari kemudian, perangkat yang membidik kalangan kreator konten, vlogger, hingga traveler itu telah resmi dirilis di Indonesia. Luna Ultra dikembangkan bersama dengan pabrikan kamera legendaris, Leica. Selain gimbal dengan stabilisasi 3-axis dan EIS, Luna Ultra juga dibekali dengan dua buah kamera […]

The post Insta360 Luna Ultra Resmi Masuk Indonesia, Kamera Vlog Berlensa Leica first appeared on Indonesia Blog.

]]>
Sorotan
  • Luna Ultra merupakan kamera gimbal pertama dari Insta360 yang menyasar kreator konten, vlogger, hingga traveler.
  • Perangkat ini dibekali kamera utama dengan lensa Leica Summicron dan kamera telefoto yang memiliki tingkat zoom hingga 12x.
  • Di Indonesia, Insta360 Luna Ultra dijual dengan harga mulai Rp 14 juta.

Pekan lalu, Insta360 baru saja memperkenalkan kamera vlog gimbal pertamanya, Luna Ultra. Hanya berselang beberapa hari kemudian, perangkat yang membidik kalangan kreator konten, vlogger, hingga traveler itu telah resmi dirilis di Indonesia.

Luna Ultra dikembangkan bersama dengan pabrikan kamera legendaris, Leica. Selain gimbal dengan stabilisasi 3-axis dan EIS, Luna Ultra juga dibekali dengan dua buah kamera sehingga tampak berlensa ganda. Tampilannya mirip dengan DJI Osmo Pocket 4P yang juga baru diperkenalkan.

Kamera utamanya dibekali sensor 1 inci yang dipasangkan dengan lensa Leica Summicron 20 mm (ekuivalen full-frame) f/1.8. Sedangkan, kamera keduanya berjenis telefoto dengan sensor 1/1,3 inci dan lensa 60 mm f/2.0 (zoom optis 3x). Kamera telefoto mendukung lossless zoom hingga 6x, dan pembesaran maksimal hingga 12x.

“Melalui perangkat ini, kami ingin menghadirkan kualitas gambar premium sekaligus pengalaman pengambilan konten yang lebih praktis,” ujar perwakilan Insta360 untuk kawasan Asia Tenggara dalam sebuah keterangan tertulis.

Insta360 Luna Ultra menyediakan tiga profil warna Leica serta enam profil sinematik untuk menghasilkan karakter visual sesuai keinginan pengguna. Foto panorama dapat diambil dengan resolusi hingga 200 MP, lalu ada juga UltraPhoto hingga 37 MP.

Insta360 Luna Ultra Resmi Masuk Indonesia, Kamera Vlog Berlensa Leica


Luna Ultra memiliki layar OLED 2 inci yang dapat dilepas-pasang untuk berfungsi sebagai monitor sekaligus remote control. Pengguna pun bisa mengatur framing dan merekam dari jarak jauh, hingga 20 meter dalam resolusi HD. Layar tersebut bisa digunakan dalam mode portrait maupun landscape.

Untuk lebih jauh mempermudah pengguna dalam berkreasi, Luna Ultra memiliki berbagai fitur AI seperti smart tracking, group tracing, dan AI-assisted editing. Kebutuhan profesional didukung oleh perekaman 10-bit I-log yang kompatibel dengan workflow ACES untuk color grading yang fleksibel.

Tenaga Luna Ultra berasal dari Triple AI Chip yang terdiri dari satu chipset 4 nm dan dua chip imaging khusus. Kombinasi tersebut memungkinkan pengolahan gambar yang lebih cepat, sekaligus mendukung fitur PuraVideo hingga 4K/60 fps.

Insta360 Luna Ultra yang berbobot sekitar 235 gram turut dibekali dengan memori internal 47 GB dan slot kartu memori microSD (hingga 1 TB), berikut baterai 1.550 mAh yang diklaim cukup untuk perekaman hingga empat jam.

Di Indonesia, Luna Ultra telah tersedia mulai hari ini, Senin (15/6/2026), melalui toko resmi dan marketplace resmi Insta360, dalam pilihan warna Cosmic Black dan Stellar White. Harganya adalah Rp 13.999.000 untuk paket Standard Bundle dan Rp 17.799.000 untuk Creator Bundle yang dilengkapi aksesori tambahan seperti Battery Handle, Wide-Angle Lensa, Mic Pro Transmitter, dan Carry Bag.

The post Insta360 Luna Ultra Resmi Masuk Indonesia, Kamera Vlog Berlensa Leica first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/insta360-luna-ultra-resmi-masuk-indonesia-kamera-vlog-berlensa-leica/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-09.33.52-150x150.jpeg150150
Vivo X300 Ultra Punya Kamera Canggih, Kok Kalah dari Versi Pro? https://www.91mobiles.com/id/hub/vivo-x300-ultra-punya-kamera-canggih-kok-kalah-dari-versi-pro/ https://www.91mobiles.com/id/hub/vivo-x300-ultra-punya-kamera-canggih-kok-kalah-dari-versi-pro/#respond Thu, 04 Jun 2026 07:01:59 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=22271 Pertama kali diperkenalkan di China pada akhir Maret, X300 Ultra adalah smartphone teratas dari Vivo yang dibekali dengan rangkaian kamera mumpuni hasil kolaborasi dengan pabrikan lensa legendaris asal Jerman, Zeiss. Perangkat ini diposisikan di atas Vivo X300 Pro yang juga dibekali kamera Zeiss. Namun, berdasarkan hasil uji situs digital imaging DxoMark yang belakangan dipublikasikan, skor […]

The post Vivo X300 Ultra Punya Kamera Canggih, Kok Kalah dari Versi Pro? first appeared on Indonesia Blog.

]]>
Sorotan
  • X300 Ultra adalah smartphone tercanggih dari Vivo yang dibekali rangkaian kamera Zeiss mumpuni.
  • Kendati demikian, skor penilaiannya di situs digital imaging DxoMark berada di bawah versi Pro.
  • DxoMark menyoroti kemampuan video X300 Ultra yang tidak sebagus X300 Pro.

Pertama kali diperkenalkan di China pada akhir Maret, X300 Ultra adalah smartphone teratas dari Vivo yang dibekali dengan rangkaian kamera mumpuni hasil kolaborasi dengan pabrikan lensa legendaris asal Jerman, Zeiss.

Perangkat ini diposisikan di atas Vivo X300 Pro yang juga dibekali kamera Zeiss. Namun, berdasarkan hasil uji situs digital imaging DxoMark yang belakangan dipublikasikan, skor X300 Ultra ternyata berada di bawah “adiknya” tersebut dengan selisih skor tipis, hanya 1 poin.

Vivo X300 Ultra pun menempati urutan ketiga di tangga ranking kamera smartphone DxoMark dengan skor 170 poin. Persis di atasnya, di urutan kedua, ada X300 Pro dengan skor 171 poin. Posisi pertama ditempati oleh Pura 30 Ultra dari Huawei.

Kenapa DxoMark memberikan nilai lebih rendah untuk X300 Ultra dibandingkan dengan X300 Pro? Berdasarkan laporan NotebookCheck, DxoMark, X300 Ultra sebenarnya mencetak skor tinggi, tapi kedodoran saat uji video.

Vivo X300 Ultra Punya Kamera Canggih, Kok Kalah dari Versi Pro?
Perbandingan skor pengujian kamera Vivo X300 Ultra (kiri) dan X300 Pro oleh DxoMark.


Lebih tepatnya, dalam uji video yang dilakukan dengan modul kamera 35 mm untuk memberikan hasil terbaik, kinerja low-light X300 Ultra terlihat tak sebagus X300 Pro. Para penguji menemukan bahwa X300 Ultra kurang konsisten sehingga exposure, warna, dan ketajaman bisa berubah-ubah.

Mereka juga menyoroti tingkat noise yang relatif tinggi, berikut artefak yang muncul seperti ghosting dan tekstur yang tidak natural akibat overprocessing oleh AI di sejumlah scene gelap. “Secara keseluruhan, performa videonya solid, tapi tak mencapai tingkatan versi Pro,” tulis DxoMark.

Hasil pengujian video pun menurunkan skor overall X300 Ultra sehingga akhirnya berada di belakang X300 Pro. Hal tersebut cukup mengherankan karena Vivo secara khusus jor-joran soal kemampuan video di smartphone teratasnya itu. Hasil pengujian X300 Ultra oleh DxoMark dapat dilihat di tautan berikut.

Vivo X300 Ultra sudah tersedia di Indonesia dalam dua pilihan warna, yaitu Shutter Black dan Film Green. Harganya dipatok sebesar Rp 26 juta untuk versi 16 GB/512 GB dan Rp 30 juta untuk versi 16 GB/1 TB. Spesifikasi selengkapnya bisa disimak dalam artikel 91mobiles Indonesia di link ini.

The post Vivo X300 Ultra Punya Kamera Canggih, Kok Kalah dari Versi Pro? first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/vivo-x300-ultra-punya-kamera-canggih-kok-kalah-dari-versi-pro/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2026/05/iQoo-Neo-10-Vs-Infinix-GT-30-Pro-56-150x150.jpg150150
Review Vivo X300 Ultra: HP Flagship untuk Fotografer Serius https://www.91mobiles.com/id/hub/review-vivo-x300-ultra-hp-flagship-untuk-fotografer-serius/ https://www.91mobiles.com/id/hub/review-vivo-x300-ultra-hp-flagship-untuk-fotografer-serius/#respond Thu, 28 May 2026 06:22:19 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=21795 Banyak flagship mendekati penawaran sistem kamera layaknya DSLR, seperti Vivo X300 Pro, OPPO Find X9 Pro, Samsung Galaxy S26 Ultra, dan iPhone 17 Pro Max. Namun, kemudian hadir Vivo X300 Ultra yang tidak hanya “mendekati penawaran foto layaknya DSLR.” Ia mencapainya. Tentu saja, asalkan Anda bersedia totalitas dan membeli tidak hanya ponselnya tetapi juga photography kit-nya. […]

The post Review Vivo X300 Ultra: HP Flagship untuk Fotografer Serius first appeared on Indonesia Blog.

]]>
.perf_test { border-bottom: 1px solid #e0e0e0; padding: 20px 0 20px 0; } .perf_test_wrap { padding: 7px 0 1px; position:relative; } .sortcode-table th:last-child, .sortcode-table td:last-child { border-right: none; } .perf_test_wrap:before { content: ''; background-image: repeating-linear-gradient(to right, #ededed54 0%, #f6f6f6 1px, transparent 1px, transparent 9.6%); position: absolute; left: 12%; top: 0; height: 100%; width: 100%; z-index: 1; } .pref-row { display: flex; align-items: flex-start; justify-content: space-between; background-image: repeating-linear-gradient(to right, black 1px, /* Line color & thickness */ transparent 1px 50px); z-index: 2; position: relative; margin: 3px 0; } .perf-img { flex: 0 0 10%; margin: 1px 10px 0 0; height: 38px; } .td-pb-span12 .perf-img { flex: 0 0 9.5%; } .perf-box { flex: 1; max-width: 100%; overflow: hidden; } .perf-num { flex: 0 0 20%; font-size: 16px; text-align: right; font-weight:normal; line-height: 25px; } .td-pb-span12 .perf-num { flex: 0 0 23%; } .perf-img img { max-width: 100%; border-radius: 0; max-height: 100% } .perf-meter { position: relative; font-size: 14px; font-weight: 400; height:20px; display: flex; align-items: center; } span.pref_meterbar { position: absolute !important; background: #ccc; height: 22px; width: 100%; left: 0; z-index: -1; border-radius: 2px; } .perf-meter span { margin: 9px 0 0; position: relative; width: 100%; padding: 0 6px; white-space: nowrap; text-overflow: ellipsis; overflow: hidden; color:#000000; } .perf-meter.thisphone span:first-child { font-weight: 600; } .thisphone .pref_meterbar { background: #FF9352; } .thisphone .perf-meter { color: #fff; } .perf-val { font-size: 12px; color: #7c7c7c; margin: 2px 0 10px; display: flex; align-items: center; font-weight:normal; } .perf_desc { text-align: center; font-size: 14px; margin-bottom: 30px; margin-bottom: 10px; } .greytxt { font-size: 14px; color: #777; line-height: 18px; display: block; } .perf_test_wrap .sprite-icn { background: url(https://www.91-cdn.com/images/hub/sort-code-widget-sprite.svg); background-repeat: no-repeat; } .sprite-icn.battery { background-position: 0px -16px; width: 19px; height: 15px; display: inline-block; } .sprite-icn.processor { background-position: 1px 1px; width: 19px; height: 17px; display: inline-block; } .sprite-icn.cam { background-position: 0 -31px; width: 19px; height: 11px; display: inline-block; } .perf-num.thisphone { font-weight: bold; } .td-container perf-img { flex: 0 0 8%; } .sortcode-container { width: 100%; overflow: auto; } .sortcode-table { width: 100%; background: #fff; text-align: left; border: solid 1px #e4e0e0; border-bottom: none; border-radius: 8px; border-collapse: unset; overflow: hidden; border-collapse: separate; } .sortcode-table th, .sortcode-table td { border: none; padding: 8px 12px; line-height: 20px; border-bottom: solid 1px #d4d4d4; border-right: solid 1px #d4d4d4; min-width:120px; font-size:16px; } .sortcode-table thead { background-color: #FFECDE; font-weight: bold; height:48px; } .sortcode-table th { text-align: center; font-size: 16px; line-height: 20px; } @media only screen and (min-width : 1025px) { .perf_test { padding-top: 0px; overflow: hidden; } .perf-img { flex: 0 0 10%; margin: -2px 7px 0 0; height: 50px; width: 46px; } .perf-img img { max-height: 100%; max-width: 100%; } .perf-num { flex: 0 0 9%; margin: -2px 0 0 16px; line-height: 25px; } .perf-val { font-size: 14px; margin-top: 7px; } .perf_test_wrap:before { left: 70px; } .td-pb-span12 .perf_test_wrap:before { left: 70px; } span.pref_meterbar{ height: 28px; } .pref-row { margin:13px 50px 0 0; } .perf_test_wrap:before { background-image: repeating-linear-gradient(to right, #ededed87 0%, #f6f6f6 1px, transparent 1px, transparent 9%); margin: 3px 60px 0 0; } .perf_desc { margin-top: 22px; } .perf-meter { font-size: 16px; } .greytxt { font-size: 16px; line-height: 22px; } .td-pb-span12 .perf-img { flex: 0 0 6.3%; margin: -2px 5px 0 0; } .td-pb-span12 .perf-num { flex: 0 0 16%; line-height: 28px; } .sortcode-table th, .sortcode-table td { padding: 12px 12px; } }

Banyak flagship mendekati penawaran sistem kamera layaknya DSLR, seperti Vivo X300 Pro, OPPO Find X9 Pro, Samsung Galaxy S26 Ultra, dan iPhone 17 Pro Max. Namun, kemudian hadir Vivo X300 Ultra yang tidak hanya “mendekati penawaran foto layaknya DSLR.” Ia mencapainya. Tentu saja, asalkan Anda bersedia totalitas dan membeli tidak hanya ponselnya tetapi juga photography kit-nya. Vivo X300 Ultra bukanlah flagship untuk khalayak umum; ini untuk pembeli yang serius tentang fotografi. Maksud saya, benar-benar serius.

Kesimpulan awal

Vivo X300 Ultra adalah, yang pertama dan terpenting, sebuah camera phone. Setiap keputusan desain, mulai dari Zeiss camera module yang besar hingga aksesori photography kit, memperkuat identitas tersebut. Sebagai camera phone, X300 Ultra adalah yang terbaik yang bisa Anda beli saat ini. Sistem tiga lensanya memberikan konsistensi terdepan di kelasnya di seluruh focal length, color science Vivo tetap menjadi yang terbaik di industri, dan Zeiss Telephoto Extender Kit memperluas kemampuan X300 Ultra ke wilayah yang tidak tersentuh smartphone lain.

Performance, display, dan baterai semuanya berkelas flagship. Software-nya memiliki beberapa kekurangan, tombol shortcut-nya tidak ada, dan harga mulai Rp 26 juta untuk ponselnya saja memastikan ini adalah ponsel untuk pembeli yang sangat spesifik. Jika kamera adalah alasan utama Anda membeli ponsel, X300 Ultra adalah jawabannya. Jika tidak, ada flagship yang lebih seimbang, termasuk Vivo X300 Pro milik Vivo sendiri, yang tersedia dengan harga lebih murah.

Kamera: Tiga lensa, satu standar konsisten

Anda bisa saja membeli Vivo X300 Ultra tanpa photography kit dan tetap puas dengan kameranya. Vivo telah memastikan ponsel seharga mulai Rp 26 juta ini memiliki sistem kamera terbaik yang seharusnya ditawarkan oleh ponsel ultra-premium.

Secara teknis, X300 Ultra memiliki empat kamera belakang, tiga di antaranya dapat digunakan, masing-masing dengan tujuan yang berbeda. 35 mm Zeiss Documentary Camera adalah kamera utama dengan sensor 200 MP Sony LYTIA 901 berukuran 1/1,12 inci. Focal length tersebut adalah yang paling mendekati cara mata manusia melihat suatu pemandangan, yang menjadikannya default alami untuk street photography, travel, dan pengambilan gambar sehari-hari. 14 mm Zeiss ultra-wide menggunakan sensor 50 MP dengan 2-degree OIS dan dukungan untuk 4K 120 fps. 85mm ZEISS Gimbal-Like Stabilisation APO Telephoto melengkapi tiga lensa utama, dengan gimbal-grade 3-degree OIS, 200MP output, dan 60fps AF tracking dalam mode Snapshot. Ini mencakup apa yang Vivo sebut sebagai “golden focal length.”

Masing-masing dari ketiga lensa ini memiliki coating ZEISS T* dan Super Blue Glass untuk mengurangi flare dan ghosting. Kamera keempat, 5MP multispectral sensor dengan 12 color channels, berada di latar belakang dan memastikan warna di setiap bidikan seakurat mungkin, terlepas dari ambient light.

Hal yang paling mengesankan dari kamera X300 Ultra adalah konsistensinya di ketiga lensa. Baik Anda memotret pada 14mm, 35mm, atau 85mm, hasilnya terasa seperti berasal dari kamera yang sama. Satu-satunya perbedaan berarti yang saya temukan adalah bahwa telephoto dan ultrawide sedikit lebih rentan terhadap motion blur dengan subjek bergerak cepat dalam pencahayaan yang kurang ideal. Saya menghabiskan lebih banyak waktu memilih di antara lensa untuk menemukan framing yang tepat untuk sebuah bidikan daripada menghitung lensa mana yang paling tidak akan mengecewakan saya. Itu adalah masalah yang menyenangkan untuk dimiliki.

Color science Vivo terus menjadi yang terbaik. Pemrosesannya naturalistik daripada punchy, menghindari tampilan oversaturated yang diandalkan beberapa pesaing untuk membuat foto terlihat mengesankan pada pandangan pertama. Anda perlu tahu tentang Zeiss colour styles, khususnya Vivid, Refined, dan Natural. Vivid cenderung meningkatkan warna untuk foto-foto cerah yang siap di media sosial. Natural menurunkan colour saturation dan merupakan gaya yang paling saya sukai. Refined membawa warna paling dekat dengan apa yang mata Anda lihat, sehingga paling akurat, meskipun relatif kusam. Saya juga menemukan Super Macro mode cukup mengesankan untuk bidikan ultra-close bunga dan serangga, dengan stability dan detail yang sangat baik.

Saya membandingkan X300 Ultra dengan X300 Pro untuk memberi Anda gambaran yang lebih baik tentang apa yang Anda dapatkan dengan tambahan sekitar Rp 7juta. Semua sampel diambil dalam Zeiss Natural mode.

Cahaya Siang

Kamera ultrawide X300 Ultra adalah salah satu yang terbaik di kelasnya dalam cahaya yang baik. Dynamic range-nya luas, white balance akurat, dan level detail pada native 14mm focal length-nya secara konsisten sangat baik. Kamera utama 35mm memberikan keandalan yang sama. Warna-warna cerah tanpa terasa diproses, background blur dalam Photo mode cukup alami sehingga Portrait mode jarang diperlukan.

Pada resolution modes, kamera utama memotret pada 12MP secara default, tetapi sweet spot di ketiga lensa adalah 25MP atau 50MP. Mode 200MP menghasilkan hasil yang dapat digunakan dalam cahaya yang baik tetapi menambah ukuran file. Sebaiknya tetap gunakan 50MP sebagai batas atas.

Dibandingkan dengan X300 Pro pada default 12MP resolution-nya, X300 Ultra menangkap warna yang lebih realistis, dan ada lebih banyak ketajaman serta detail retention saat zooming in. Kamera utama 35mm pada Ultra menangkap frame yang lebih rapat dibandingkan dengan lensa 24mm pada X300 Pro, memberikan yang terakhir sedikit lebih banyak kebebasan dalam framing bidikan.

Before image
Vivo X300 Pro
After image
Vivo X300 Ultra

Pada ultrawide, X300 Ultra juga unggul, menawarkan sharpness dan detail yang lebih baik daripada X300 Pro.

Before image
Vivo X300 Pro
After image
Vivo X300 Ultra

Potret

Pada 50mm, lensa telephoto menangani bidikan orang dengan sangat baik. Proporsi wajah alami, skin tones akurat, dan ada cukup background separation pada jarak dekat hingga menengah tanpa perlu mengaktifkan Portrait mode. Telephoto 85mm membawa ini lebih jauh dengan framing yang lebih rapat, subject isolation yang lebih baik, dan headshots yang mempertahankan detail.

Sampel di bawah ini diambil dengan kedua ponsel dalam ZEISS Natural mode. Kedua gambar serupa dalam colour reproduction, menawarkan warna alami dan true-to-life di seluruh latar belakang dan pakaian. Potret 85mm juga crisp dan detailed di kedua perangkat. Namun X300 Ultra menghasilkan skin tones yang lebih datar dan netral, sedangkan X300 Pro cenderung ke arah warna yang lebih hangat, keemasan, yang mungkin lebih disukai untuk media sosial.

Before image
Vivo X300 Pro 50mm
After image
Vivo X300 Ultra 50mm
Before image
Vivo X300 Pro
After image
Vivo X300 Ultra

Selfie

Kamera depan memotret pada 24mm dan 47mm crop. X300 Pro dan OPPO Find X9 Ultra keduanya lebih lebar untuk memungkinkan lebih banyak orang dalam frame. Ini bukan kekurangan yang berarti dalam praktiknya, dan X300 Ultra menangani close-up selfie dengan baik terlepas dari itu. Sharpness umumnya sangat baik dalam cahaya siang, tetapi cenderung melunak di area wajah tertentu saat memotret di dalam ruangan atau dalam low light. Meskipun demikian, dynamic range sangat baik, dan warna-warna akurat saat memotret di luar ruangan.

Dibandingkan dengan X300 Pro, portrait selfie X300 Ultra menunjukkan exposure yang lebih seimbang, warna yang lebih realistis, dan subject separation yang lebih baik.

Before image
Vivo X300 Pro
After image
Vivo X300 Ultra

Makro

Saya sebutkan sebelumnya bahwa super macro mode X300 Ultra benar-benar hebat. Meskipun X300 Pro dan Ultra keduanya menawarkan macro shots yang stabil, Ultra menangani colour separation dengan lebih baik. Itulah inti cerita X300 Ultra: color reproduction yang lebih baik.

Before image
Vivo X300 Pro
After image
Vivo X300 Ultra

Low-light

Kamera utama 35mm adalah yang terkuat dari ketiganya dalam low light, menghasilkan dynamic range yang luas, warna yang akurat, dan sharpness yang sangat baik tanpa noise reduction agresif yang menghaluskan tekstur pada ponsel lain. Ultrawide juga bertahan dengan baik, dengan exposure yang seimbang dan white balance yang akurat. Telephoto bekerja dengan andal pada native 85mm-nya dan tetap dapat digunakan melalui 135mm zoom range, meskipun detail mulai melunak secara signifikan di luar itu dalam cahaya yang menantang.

Sensor yang lebih besar pada X300 Ultra menangkap lebih banyak cahaya dan mempertahankan clarity serta detail yang lebih baik daripada X300 Pro dalam low-light conditions.

Before image
Vivo X300 Pro
After image
Vivo X300 Ultra

Video

Vivo telah melakukan dorongan serius pada video tahun ini, meskipun peningkatannya ditujukan langsung untuk pengguna profesional . X300 Ultra mendukung 4K 120 fps 10-bit Log recording di ketiga lensa belakang, dengan color science dan dynamic range yang konsisten di antara focal length yang ada. Custom 3D LUTs dapat diimpor untuk real-time monitoring, dan Pro Video mode menawarkan full manual controls, termasuk shutter speed, ISO, white balance, dan fokus. Jika Anda tahu apa arti semua itu, X300 Ultra adalah salah satu smartphone dengan kemampuan video paling mumpuni yang tersedia saat ini. Jika tidak, mode video standar sangat baik dan tidak memerlukan pengetahuan tambahan untuk menghasilkan hasil yang bagus.

Perlu juga disebutkan bahwa X300 Ultra memiliki camera app UI yang didesain ulang. Photo mode sekarang menunjukkan focal length alih-alih tingkat zoom. Ada ikon enam titik baru di kanan bawah untuk akses yang lebih mudah ke pengaturan aspect ratio, pemilihan super macro, snapshot, dan sebagainya. Street Photography kini telah berpindah ke carousel alih-alih menggeser ke atas dari bawah — meskipun saya lebih suka cara geser ke atas yang lama. Meskipun desain baru ini memudahkan penggunaan beberapa kontrol tambahan tanpa meregangkan jari atau menggunakan dua tangan, ini masih bisa terasa overwhelming.

Photography kit: Mengubah kamera hebat menjadi luar biasa

ZEISS Telephoto Extender Kit membawa X300 Ultra ke tempat yang sebagian besar kamera smartphone tidak bisa menjangkau. Sebenarnya ada kit dengan dua lensa teleconverter seperti tampak di bawah, masing-masing dengan focal length 200 mm dan 400 mm. Namun, di Indonesia hanya ada satu versi dengan lensa 400 mm saja seharga Rp 6 juta. 

Sebelum Anda bersemangat, ada realitas praktis yang patut disebutkan di awal. Ini bukan kit untuk memotret secara spontan. Memasang grip dan lensa membutuhkan satu menit atau lebih, jadi setiap momen yang membutuhkan reaksi cepat sudah hilang. Anggap saja seperti perbedaan antara point-and-shoot dan DSLR: keduanya mengambil foto, tetapi hanya satu yang mengharuskan Anda memutuskan terlebih dahulu. Satu hal lagi: selalu pastikan teleconverter yang benar dipilih di camera app. Memilih yang salah akan menciptakan masalah stabilitas yang merusak seluruh pengalaman.

Lensa 200mm adalah lensa yang lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari. Ini lebih kecil, lebih ringan, dan cukup serbaguna untuk potret dari jarak jauh, detail arsitektur, dan situasi di mana Anda membutuhkan jangkauan ekstra. 

Lihat beberapa bidikan yang diambil menggunakan lensa 200mm di bawah ini.

Lensa 400mm beroperasi dalam kategori yang sama sekali berbeda. Ini front-heavy dan membutuhkan dukungan dari grip, tetapi ketika Anda memiliki subjek di kejauhan yang tidak dapat dijangkau dengan jelas oleh smartphone lain, hasilnya benar-benar sulit dipercaya berasal dari ponsel.

Berikut adalah beberapa hasil tangkapan dengan lensa 400mm. 

Camera grip menambahkan two-stage shutter, control dial yang dapat disesuaikan, zoom lever, dan baterai built-in 2,300 mAh untuk mengoperasikan kontrol, bukan untuk mengisi daya ponsel. Di tangan, pengaturan lengkap ini terasa seperti kamera khusus. Saya telah menulis secara panjang lebar tentang pengalaman ini, termasuk siapa yang harus dan tidak boleh membelinya, dalam artikel khusus di sini. Versi singkatnya: untuk pemotretan yang direncanakan dan subjek yang jauh, lensa teleconverter benar-benar masuk akal. Untuk fotografi kasual dan spontan, tiga kamera native sudah lebih dari cukup.

Desain: Besar, berat, tapi tak mengapa

Vivo X300 Ultra adalah versi yang sedikit lebih tebal dan lebih besar dari X300 Pro. Bagian belakang, tentu saja, adalah highlight-nya, dengan modul kamera bundar yang menonjol lebih dari pada X300 Pro. Begitu menonjolnya hingga Anda bahkan bisa memegang camera module dengan jari dan mengangkat ponsel. Varian warna Victory Green yang kami terima memiliki dual-tone finishing yang terlihat cukup bagus. 

Bagian belakang glass fiber matte finish terasa lembut saat disentuh, terkadang sedikit licin, dan tidak akan meninggalkan noda di bagian belakang. Anda kemungkinan akan menggunakan case untuk melindunginya dari benturan. Softcase berwarna hijau yang disertakan membuat ponsel lebih mudah digenggam. Dan saya lebih menyukai ini daripada camera kit case, yang membuat ponsel menjadi lebih bulky dari yang sudah ada.

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, X300 Ultra adalah ponsel besar dan akan memenuhi seluruh saku Anda. Varian warna Victory Green memiliki berat 237 gram, yang terasa substansial dan dapat membuat pergelangan tangan Anda tegang jika Anda menggunakan ponsel dengan satu tangan untuk waktu yang lama. Versi Eclipse Black beberapa gram lebih ringan.

Menariknya, Vivo telah menghilangkan shortcut button pada X300 Ultra dan X300 FE. Sebagai pengingat, X300 Pro memiliki tombol tambahan di sisi kiri yang dapat melakukan beberapa fitur, seperti beralih antara ring dan vibrate, mengaktifkan senter, merekam audio secara instan, atau meluncurkan aplikasi favorit. Pada saat hampir setiap brand lain telah menambahkan shortcut button (mirip dengan Action button iPhone), Vivo memilih untuk melewatkannya pada ponsel X300 terbaru. Meskipun bukan dealbreaker, saya merindukannya untuk beralih sound profiles dengan cepat.

X300 Ultra memiliki sertifikasi IP68 dan IP69, memastikan tidak ada kondisi cuaca yang menghentikan Anda menangkap jenis foto wildlife atau alam yang dirancang untuk dihasilkan oleh kamera.

Layar: Cerah, tajam, dan tanpa cela

Dalam hal layar, Vivo telah melakukan segalanya. X300 Ultra mendapatkan layar 6.82 inci yang luar biasa dengan bingkai yang sangat tipis di sekelilingnya, resolusi 2K, refresh rate 144 Hz, tingkat kecerahan maksimal 4500 nits, cakupan color space P3 100 persen, dan dukungan untuk Dolby Vision, di antara fitur-fitur lainnya.

Layarnya besar, jernih, dan menarik, menjadikannya bagus untuk melihat konten saat bepergian. Warna terlihat cerah, dan hitam tampak pekat. Speaker stereo juga jernih dan detil pada tingkat volume menengah. Layar juga cukup terang di bawah sinar matahari yang terik. Secara keseluruhan, hampir tidak ada yang bisa dicela dari layar X300 Ultra.

Kinerja: Snapdragon 8 Elite Gen 5 melakukan apa yang dijanjikan

Sama seperti layarnya, kinerja X300 Ultra juga top. Ditenagai oleh chip flagship Snapdragon 8 Elite Gen 5, Vivo X300 Ultra memecahkan benchmark dan dengan mudah menangani apa pun yang Anda berikan padanya setiap hari. Ada beberapa flagship Snapdragon 8 Elite Gen 5 tahun ini, termasuk Xiaomi 17 Ultra, Samsung Galaxy S26 Ultra, iQOO 15, OnePlus 15, dan Realme GT 8 Pro. Vivo X300 Ultra menjadi yang paling dekat untuk mencapai angka 4 juta dalam uji AnTuTu kami, menunjukkan bahwa Vivo telah melakukan optimalisasi yang mengesankan.

Skor AnTuTu
vivo X300 Ultra
Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5
3,977,648
Samsung Galaxy S26 Ultra
Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5
3,905,605
iQOO 15
Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5
3,842,735
Xiaomi 17 Ultra
Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5
3,654,776
vivo X300 Pro
MediaTek Dimensity 9500
3,536,552
AnTuTu mengukur kinerja CPU, GPU, memori, dan user experience keseluruhan dari sebuah smartphone (lebih tinggi lebih baik)

Selama saya menggunakan X300 Ultra sebagai daily driver, saya tidak menemukan masalah apa pun dengan kinerja ponsel ini. Semuanya berjalan cepat, lancar, dan tanpa lag, mulai dari membuka apps hingga beralih di antaranya. Saya tidak mengalami aplikasi yang crash secara acak. Ponsel memang menjadi lebih hangat daripada flagship lain yang kami uji selama 30-menit main game, tetapi saya sebagian menyalahkan itu pada cuaca musim panas yang semakin meningkat.

Software: Cerdas dengan beberapa kekurangan

Vivo X300 Ultra hadir dengan Android 16 dan OriginOS 6. Ponsel ini menerima beberapa update selama proses review, termasuk security patch untuk April. Vivo menjanjikan update versi OS selama lima tahun dan patch sekuriti selama tujuh tahun. Lumayan lama, tetapi Samsung dan Google masih unggul dengan kebijakan update 7+7 tahun mereka. 

OriginOS 6 memiliki banyak daya tarik bagi pengguna yang suka melakukan kustomisasi tampilan ponsel mereka, seperti flip cards di lockscreen themes, di mana wallpaper dapat bergeser antara dua gambar saat ponsel dimiringkan. Ada Origin Island yang menampilkan notifikasi, music playback, live alerts, dan lainnya. Anda mendapatkan Airdrop support dengan Quick Share, memungkinkan transfer file antara X300 Ultra dan iPhone. Animasi lebih cepat dan lebih responsif.

Meskipun OriginOS sebagian besar lancar dan mengesankan, saya merasa lockscreen notifications dapat ditingkatkan, seperti menampilkan chat terpisah dari aplikasi seperti WhatsApp dan tidak membatasi kemampuan untuk memperluas notifikasi ke panah kecil yang mengarah ke bawah di sudut kanan. Masalah lain yang terus-menerus adalah ketika Anda beralih dari app drawer ke widgets dan lupa untuk beralih kembali, dan widgets menjadi default setiap kali Anda swipe up. Saya juga menemukan sensor sidik jari terkadang glitchy, gagal mengenali sidik jari saya atau membeku sama sekali, yang saya yakin dapat diperbaiki melalui update software.

Baterai: Cukup untuk bertahan sehari, pengisian 100 watt menangani sisanya

Baterai Li-ion 6,600 mAh di dalam Vivo X300 Ultra mungkin tidak terdengar besar hari ini. Sekarang sudah umum melihat sub-flagship diluncurkan dengan baterai 8.000 mAh dan 9.000 mAh. Kapasitas 6.600 mAh masih lebih besar dari Xiaomi 17 Ultra atau Samsung Galaxy S26 Ultra, meskipun lebih kecil dari unit 7.050 mAh di OPPO Find X9 Ultra. Pada kenyataannya, daya tahan baterai Vivo X300 Ultra sama bagusnya dengan flagship mana pun di pasaran saat ini.

Skor Baterai PCMark (dalam jam)
vivo X300 Pro
6510 mAh
16.0
Xiaomi 17 Ultra
6000 mAh
15.5
vivo X300 Ultra
6600 mAh
15.2
Samsung Galaxy S26 Ultra
5000 mAh
14.4
PCMark battery test mengukur daya tahan baterai ponsel dari 100 persen ke 20 persen (lebih tinggi lebih baik)

Vivo X300 Ultra dapat dengan nyaman bertahan sehari penuh dengan sekali pengisian daya. Pada penggunaan sedang, saya bisa mendapatkan sekitar 1,5 hari dengan sekali charge, yang sama sekali tidak buruk.

Juga membantu bahwa Vivo X300 Ultra mendukung 100W FlashCharge, dan Anda mendapatkan charger 100 watt di dalam kotak. Saat Anda menancapkannya, Anda dapat memilih antara normal dan rapid charging. Memilih yang terakhir mengisi baterai dari 20 persen hanya dalam 36 menit, tetapi akan menghangatkan perangkat dalam proses tersebut. Normal mode membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk mengisi daya, yang harus Anda pilih jika Anda tidak terburu-buru.

Kesimpulan: Untuk siapa sebenarnya Vivo X300 Ultra?

Vivo X300 Ultra tidak mencoba menjadi flagship all-round terbaik. Ia mencoba menjadi camera phone terbaik di luar sana, dan ia berhasil. Sistem tiga lensanya adalah yang paling konsisten yang pernah saya uji pada smartphone mana pun, colour science-nya naturalistik dan akurat, dan kemampuan videonya menempatkannya dalam kategori tersendiri untuk mobile video profesional. Vivo X300 Ultra dengan Zeiss telephoto extender kit membuat fotografi jarak jauh tingkat profesional yang menakjubkan terasa sangat mudah dijangkau oleh siapa pun yang menggunakannya.

Di luar kamera, X300 Ultra adalah flagship yang mumpuni dalam setiap aspek lainnya. Snapdragon 8 Elite Gen 5 menangani semuanya tanpa ragu, layar 6.82-inci 2K termasuk yang terbaik yang tersedia, dan baterai 6.600 mAh dengan charging 100 watt berarti Anda mengakhiri setiap hari dengan sisa daya dan menghabiskan sangat sedikit waktu menunggu untuk mengisi penuh. OriginOS 6 memiliki personality dan sebagian besar lancar, meskipun masalah keandalan pemindai sidik jari, notifikasi di lockscreen, dan beberapa elemen lain membutuhkan perhatian. Jaminan update software lumayan panjang, tetapi Samsung dan Google tetap unggul dalam hal ini.

Harga mulai Rp 26 juta dan berat 237 gram menjadikan X300 Ultra ponsel yang menuntut komitmen. Tambahkan photography kit, dan Anda melihat total investasi di kisaran 30 jutaan untuk sistem kamera penuh. Ini bukan untuk pengguna kasual, melainkan fotografer serius yang menginginkan kamera paling mumpuni dalam form factor ponsel, yang berfungsi sebagai daily driver tanpa kompromi. Vivo X300 Ultra berada di liganya sendiri pada tahun 2026.

Rating Editor: 8.7 / 10

Alasan untuk membeli:

  • Sistem kamera tiga lensa terbaik dan paling konsisten pada smartphone mana pun saat ini.
  • Colour science Vivo naturalistik, akurat, dan dapat disesuaikan dengan film simulation profiles yang benar-benar berguna.
  • Zeiss Telephoto Extender Kit membuka optical zoom 200mm dan 400mm yang tidak dapat ditandingi smartphone lain.
  • Flagship performance dan 2K display yang luar biasa menjadikannya ultra-premium flagship phone yang hampir sempurna.

Alasan untuk tidak membeli:

  • Banderol mulai Rp 26 juta adalah harga yang signifikan, dan full photography kit menambah Rp 6 juta lagi ke total.
  • Meskipun daya tahan baterai dapat diandalkan, jarang bertahan lebih dari sehari penuh, terutama jika Anda banyak menggunakan kamera.
  • OriginOS belum sepenuhnya sempurna, terutama notifikasi lockscreen, dan masa update tertinggal dari Samsung dan Google.
vivo X300 Ultra Harga
Rp. 24.449.900
Pergi Ke Toko
Rp. 25.999.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua

The post Review Vivo X300 Ultra: HP Flagship untuk Fotografer Serius first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/review-vivo-x300-ultra-hp-flagship-untuk-fotografer-serius/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2026/05/tampilan-belakang-saat-hp-terhubung-dengan-phone-case-dan-teleconverter-150x150.jpg150150
Memotret dengan Oppo Find X9 Ultra, Sebagus Apa Hasil Fotonya? https://www.91mobiles.com/id/hub/memotret-dengan-oppo-find-x9-ultra-sebagus-apa-hasil-fotonya/ https://www.91mobiles.com/id/hub/memotret-dengan-oppo-find-x9-ultra-sebagus-apa-hasil-fotonya/#respond Sat, 23 May 2026 01:43:05 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=21909 Oppo Find X9 Ultra akan segera meluncur di Indonesia. Ponsel flagship ini mengandalkan aspek kamera yang lengkap dan mumpuni sehingga dijuluki sebagai “The King of Mobile Imaging” oleh pembuatnya.Rangkaian kamera Find X9 Ultra dirancang bersama dengan Hasselblad. Penampilannya pun (untuk varian Tundra Umber) didesain agar mirip dengan kamera-kamera medium format dari pabrikan asal Swedia tersebut, […]

The post Memotret dengan Oppo Find X9 Ultra, Sebagus Apa Hasil Fotonya? first appeared on Indonesia Blog.

]]>

Oppo Find X9 Ultra akan segera meluncur di Indonesia. Ponsel flagship ini mengandalkan aspek kamera yang lengkap dan mumpuni sehingga dijuluki sebagai “The King of Mobile Imaging” oleh pembuatnya.

Rangkaian kamera Find X9 Ultra dirancang bersama dengan Hasselblad. Penampilannya pun (untuk varian Tundra Umber) didesain agar mirip dengan kamera-kamera medium format dari pabrikan asal Swedia tersebut, dengan balutan frame logam berwarna mirip magnesium alloy dan vegan leather.

Bagaimana dengan kualitas fotonya sendiri? Kebetulan, 91mobiles Indonesia berkesempatan memotret dengan Oppo Find X9 Ultra di tengah kota Jakarta barang sejenak. Kesan yang kami dapatkan, rangkaian kameranya adalah yang paling lengkap dibanding ponsel flagship lain dan bisa diandalkan di segala situasi. Simak hasil-hasil jepretannya di bawah.

Kamera Oppo Find X9 Ultra: Dilengkapi “Teleconverter built-in”

Apa yang membedakan kamera Oppo Find X9 Ultra dari para kontemporernya sesama smartphone papan atas? Tiga kamera belakang dan kamera depan di ponsel ini sebenarnya bisa dibilang tak terlalu menonjol untuk ukuran flagship “ultra” pada 2026.

Kamera utamanya menggunakan sensor 200 MP Sony Lytia 901 dengan ukuran fisik 1/1,12 inci, dipadukan dengan lensa ekuivalen 23 mm (f/1.5, OIS).

Sebagai pendampingnya, ada kamera ultrawide bersensor 50 MP Sony Lytia 600 (1/1,95 inci, 14 mm, f/2.0, AF) dan kamera telefoto dengan sensor 200 MP Omnivision OV52A (1/1,28 inci, 70 mm, f/2.2, OIS, zoom optis 3x). Kamera depannya memiliki sensor 50 MP Samsung Isocell JN5 (1/2,75 inci, 21 mm, f/2.4, AF).

Nah, pembeda utama rangkaian kamera Oppo Find X9 Ultra adalah keberadaan kamera telefoto kedua dengan sensor 50 MP Samsung Isocell JNL (1/2,75 inci) yang dipasangkan dengan lensa tele ekuivalen 230 mm (f/3.5, OIS), atau dengan kata lain memiliki tingkat zoom optis 10x dibanding kamera utama.

Angka tersebut setidaknya dua kali lebih tinggi dibandingkan HP flagship modern lain yang menawarkan zoom optis paling banter di angka 5x. Oppo pun menyebut kamera telefoto kedua ini sebagai “Teleconverter built-in”.

Maksudnya, berbeda dari Find X9 Pro yang membutuhkan lensa teleconverter Hasselblad untuk mencapai tingkat zoom optis serupa, Find X9 Ultra bisa langsung melakukannya tanpa perlu aksesori tambahan.

Rangkaian kamera Find X9 Ultra pun bisa dibilang adalah yang paling lengkap untuk ukuran smartphone flagship sejauh ini. Rentang focal length native tersedia dari ultrawide ekuivalen 14 mm hingga telefoto 230 mm. Penggunanya pun memiliki fleksibilitas tinggi dalam menjepret aneka macam objek, mulai dari pemandangan dan arsitektur dengan perspektif lebar hingga satwa di kejauhan.

Memotret dengan Oppo Find X9 Ultra, Sebagus Apa Hasil Fotonya?
Tampilan aplikasi kamera Oppo Find X9 Ultra.

Di aplikasi kamera Oppo Find X9 Ultra, pengguna akan menemui beberapa tingkatan zoom yang penjabarannya adalah sebagai berikut:

  • 0,6 x: Kamera ultrawide (14 mm)
  • 1x: Kamera utama (23 mm)
  • 2x: Pembesaran dari kamera utama (47 mm)
  • 3x: Kamera telefoto pertama (70 mm)
  • 6x: Pembesaran dari kamera telefoto pertama (139 mm)
  • 10x: Kamera telefoto kedua (230 mm).

Tentu, apabila diinginkan, pengguna masih bisa melakukan digital zoom. Find X9 Ultra menyediakan jangkauan hingga 120x. Namun, seperti biasa, semakin tinggi pembesaran digital, kualitas gambarnya akan makin menurun. Untuk menjaga agar hasil gambar tetap optimal, sebaiknya berpatokanlah pada tingkat zoom native (0,6x, 1x, 3x, 10x) atau in-sensor zoom yang tidak terlalu jauh (2x, 6x).

Hasil foto Oppo Find X9 Ultra: Jauh-dekat, gelap-terang, semua bisa

Seperti Find X9 Pro sebelumnya, Oppo Find X9 Ultra dibekali dengan tombol kapasitif Quick Button yang bersifat pressure-sensitive. Letaknya di sisi kanan, berseberangan dengan tombol daya dan tombol pengatur volume agar mudah dijangkau oleh jari telunjuk tangan kanan ketika ponsel digenggam dalam orientasi horizontal.

Fungsi utamanya adalah untuk mengendalikan fitur-fitur kamera. Pengguna bisa menekannya sebanyak dua kali sebagai shortcut untuk memanggil aplikasi kamera. Quick Buttons kemudian dapat digunakan untuk menjepret foto atau merekam video, serta mengatur tingkat zoom dengan cara menyapukan jari ke arah kanan dan kiri.

Menggenggam Oppo Find X9 Ultra, HP "Raja Mobile Imaging" Berkamera Hasselblad
Tombol Quick Button di sisi kanan, sejajar dengan tombo daya dan pengatur volume.

Kamera Oppo Find X9 Ultra terasa responsif tanpa jeda shutter lag yang mengganggu, baik saat digunakan untuk memotret dengan Quick Button maupun dengan tombol shutter on-screen. Berkat jangkauan focal length yang sangat lebar (14-230 mm), ponsel ini sangat mudah digunakan untuk mengambil foto tanpa harus beranjak dari tempat memotret, kecuali saat ingin mengubah perspektif.

Ketika dicoba di siang hari dengan setting default (dengan auto HDR) tanpa mengubah setting atau menambah filter di samping watermark tambahan, hasil jepretannya cukup memukau. Warna-warna tampak cenderung natural tanpa saturasi berlebihan, sementara dynamic range juga luas sehingga Find X9 Ultra sama sekali tak kesulitan menangani kondisi kontras tinggi di siang bolong ketika itu.

Hasil gambar antara keempat kamera belakangnya juga konsisten sama bagusnya sehingga tak terlihat belang antara kamera. Satu catatannya adalah white balance yang kadang bisa sedikit meleset ke arah ungu sehingga terdapat purple tint di beberapa foto. Namun, hal ini mungkin bisa dikoreksi lewat update software.

Kamera telefoto 10x memberikan hasil jernih di tingkat zoom tinggi. Hanya saja, layaknya lensa tele dengan focal length 230 mm, jarak fokus minimalnya cukup jauh, sekitar 1 meter. Apabila membidik objek berjarak kurang dari itu dengan kamera telefoto 10x, ponsel akan otomatis beralih menggunakan pembesaran dari kamera telefoto 3x agar bisa mengunci fokus.

Memotret dengan Oppo Find X9 Ultra, Sebagus Apa Hasil Fotonya?
Contoh hasil foto macro dari kamera telefoto 3x Oppo Find X9 Ultra.

Nah, soal ini, kamera telefoto 3x punya kemampuan lain berupa jarak fokus yang relatif dekat, yakni 15 cm, sehingga bisa difungsikan sebagai kamera “tele-macro”. Objek-objek kecil yang dibidik pun bisa diperbesar secara signifikan. Untuk memperbesarnya lebih jauh lagi, pengguna bisa menggunakan tingkat zoom 6x. Hasil akhir sama jernihnya dengan tingkat zoom 3x tanpa penurunan kualitas yang terlihat karena resolusi sensornya sangat tinggi, yakni 200 MP.

Bagaimana dengan situasi low-light? Kamera-kamera Oppo Find X9 Ultra ternyata juga bisa membuahkan hasil foto yang indah. Kontras dan saturasi tetap tinggi, sementara noise atau penurunan detail karena noise reduction nyaris tak tampak.


Apabila kondisinya sangat gelap seperti malam hari, Find X9 Ultra secara otomatis akan mengaktifkan night mode. Hal tersebut lebih sering terjadi di kamera telefoto karena bukaannya memang lebih kecil dibanding kamera utama dan ultrawide (f/3.5 untuk telefoto 10x dan f/2.2 untuk telefoto 3x).

Secara keseluruhan, bisa dibilang bahwa rangkaian kamera Oppo Find X9 Ultra adalah salah satu yang terbaik di dunia smartphone sekarang. Kemampuannya juga paling lengkap karena dibekali dengan kamera telefoto berjangkauan zoom optik 10x.

Oppo rencananya akan meluncurkan Find X9 Ultra di Jakarta pada 26 Mei mendatang. Selagi menunggu, simak dulu tampilan selengkapnya dari ponsel ini lewat artikel hands-on 91mobiles Indonesia di tautan berikut.

The post Memotret dengan Oppo Find X9 Ultra, Sebagus Apa Hasil Fotonya? first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/memotret-dengan-oppo-find-x9-ultra-sebagus-apa-hasil-fotonya/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2026/05/oppo_find_x9_ultra-28-1-e1779465793740-150x150.jpg150150
DJI Umumkan Osmo Pocket 4P, Kamera Vlog dengan Dua Lensa https://www.91mobiles.com/id/hub/dji-umumkan-osmo-pocket-4p-kamera-vlog-dengan-dua-lensa/ https://www.91mobiles.com/id/hub/dji-umumkan-osmo-pocket-4p-kamera-vlog-dengan-dua-lensa/#respond Tue, 19 May 2026 01:26:54 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=21713 Festival film Cannes yang dilangsungkan di Prancis minggu lalu dimanfaatkan oleh DJI untuk memperkenalkan produk kamera saku bergimbal terbarunya, Osmo Pocket 4P. Perangkat ini merupakan versi lebih canggih dari Osmo Pocket 4 yang telah lebih dulu diumumkan pada April.Berbeda dengan Osmo Pocket 4 yang lebih menyasar kreator konten dan vlogger mainstream, Osmo Pocket 4P membidik […]

The post DJI Umumkan Osmo Pocket 4P, Kamera Vlog dengan Dua Lensa first appeared on Indonesia Blog.

]]>
Sorotan
  • Osmo Pocket 4P adalah versi lebih canggih dari Osmo Pocket 4 yang diumumkan bulan lalu.
  • Perbedaan utamanya ada di kamera sekunder pada Osmo Pocket 4P yang berjenis telephoto dengan zoom optik 3x.
  • Kamera yang digadang-gadang bakal mewujudkan cinematic vlogging ini diumumkan pada festival film Cannes di Prancis.

Festival film Cannes yang dilangsungkan di Prancis minggu lalu dimanfaatkan oleh DJI untuk memperkenalkan produk kamera saku bergimbal terbarunya, Osmo Pocket 4P. Perangkat ini merupakan versi lebih canggih dari Osmo Pocket 4 yang telah lebih dulu diumumkan pada April.

Berbeda dengan Osmo Pocket 4 yang lebih menyasar kreator konten dan vlogger mainstream, Osmo Pocket 4P membidik kalangan filmmaker profesional dengan menawarkan “cinematic vlogging”.

Salah satu fitur andalannya adalah perekaman video 10-bit D-Log2 untuk menghasilkan dynamic range berkualitas sinema yang cocok dengan workflow color grading. DJI juga menjanjikan teknologi stablisasi mumpuni, serta teknologi ActiveTrack 7.0 untuk tracking pergerakan subyek manusia, kendaraan, hingga hewan.

Menurut DJI, di Cannes, Osmo Pocket 4P sudah dieksplorasi oleh para filmmaker, kreator dokumenter, dan storyteller visual yang mencari alat produksi gesit tapi berkualitas tinggi.

“Bentuknya yang ringkas, dipadukan dengan kinerja imaging sinematik, membuat perangkat ini menjadi teman andal untuk pembuat film independen dan perangkat ideal untuk karya dokumenter,” sebut DJI dalam sebuah pernyataan tertulis.

Fitur lain yang menjadi keunikan Osmo Pocket 4P adalah kemampuan zoom lewat penggunaan bukan satu, tapi dua buah sensor kamera. Sensor pertama yang digunakan pada kamera utama memiliki ukuran fisik 1 inci.

Sementara, sensor kedua dipasangkan dengan lensa telephoto berjangkauan zoom optis 3x (ekuivalen 70 mm). Ukuran fisik sensor ini belum diketahui, tapi diduga sebesar 1/1,5 inci, sebagaimana dilaporkan Android Authority.

Aspek selebihnya dari Osmo Pocket 4P kemungkinan masih identik dengan Osmo Pocket 4, termasuk penggunaan layar sentuh 2 inci serta ketersediaan berbagai aksesori pelengkap, seperti grip dan fill light baru yang bisa dibeli terpisah.

Harga Osmo Pocket 4P sendiri masih belum diungkap oleh DJI. Sebagai gambaran saja, Osmo Pocket 4 dipasarkan dengan harga mulai Rp 8,1 juta untuk paket standar. Bisa dipastikan banderol Osmo Pocket 4P bakal lebih dari angka itu.

The post DJI Umumkan Osmo Pocket 4P, Kamera Vlog dengan Dua Lensa first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/dji-umumkan-osmo-pocket-4p-kamera-vlog-dengan-dua-lensa/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2026/05/dji-osmo-pocket-4p-150x150.jpg150150
Xiaomi 17 Max Segera Hadir, Pertama dengan Kamera Leica 200 MP https://www.91mobiles.com/id/hub/xiaomi-17-max-segera-hadir-pertama-dengan-kamera-leica-200-mp/ https://www.91mobiles.com/id/hub/xiaomi-17-max-segera-hadir-pertama-dengan-kamera-leica-200-mp/#respond Sat, 16 May 2026 02:38:57 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=21675 Xiaomi masih belum selesai dengan lineup smartphone flagship besutannya tahun ini. Pabrikan tersebut sedang menyiapkan Xiaomi 17 yang diperkirakan akan meluncur di China pada akhir Mei 2026. Belakangan, beberapa spesifikasinya diungkap oleh teaser yang disebarkan oleh sang pabrikan.Menurut teaser, salah satu fitur yang menjadi unggulan Xiaomi 17 Max adalah baterai bongsor dengan kapasitas 8.000 mAh, […]

The post Xiaomi 17 Max Segera Hadir, Pertama dengan Kamera Leica 200 MP first appeared on Indonesia Blog.

]]>
Sorotan
  • Xiaomi menebar teaser untuk produk smartphone Xiaomi 17 Max yang bakal diluncurkan akhir tahun ini.
  • Ponsel tersebut dipastikan akan mengusung baterai berkapasitas sebesar 8.000 mAh dan ditenagai chip Snapdragon 8 Elite Gen 5.
  • Selain itu, Xiaomi 17 Max juga bakal menjadi ponsel pertama dari Xiaomi yang dibekali kamera Leica 200 MP.



Xiaomi masih belum selesai dengan lineup smartphone flagship besutannya tahun ini. Pabrikan tersebut sedang menyiapkan Xiaomi 17 yang diperkirakan akan meluncur di China pada akhir Mei 2026. Belakangan, beberapa spesifikasinya diungkap oleh teaser yang disebarkan oleh sang pabrikan.

Menurut teaser, salah satu fitur yang menjadi unggulan Xiaomi 17 Max adalah baterai bongsor dengan kapasitas 8.000 mAh, terbesar yang pernah ditanamkan di ponsel Xiaomi. Teknologi silikon karbon diterapkan untuk memastikan bodi perangkat tetap relatif ramping, sementara pengisian dayanya didukung fast charging 100 watt serta fast wireless charging 50 watt.

Xiaomi 17 Max Segera Hadir, Pertama dengan Kamera Leica 200 MP


Untuk layarnya, Xiaomi 17 Max disebut bakal memiliki panel display “Super Pixel” berdiagonal 6,9 inci yang menggunakan susunan sub-pixel RGB baru untuk menghasilkan ketajaman mendekati resolusi 2K, sedangkan konsumsi dayanya lebih irit dibandingkan dengan panel OLED 1,5K konvensional.

Dapur pacunya, seperti dihimpun dari Gizmochina, akan diperkuat oleh chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang menurut XIaomi akan menghadirkan kinerja gaming dan multi-tasking kelas flagship. Layout komponen internal kabarnya ikut dioptimalkan untuk memastikan peredaman panas yang lebih baik.

Xiaomi 17 Max Segera Hadir, Pertama dengan Kamera Leica 200 MP


Bagaimana dengan kameranya? Xiaomi 17 Max sudah dipastikan akan menjadi ponsel pertama dari Xiaomi yang datang dengan kamera Leica 200 MP untuk kamera utama. Pendampingnya ada dua buah, yakni kamera telephoto 50 MP dengan lensa periscope zoom optis 3x dan kamera ultrawide 50 MP.

Xiaomi 17 Max diperkirakan akan meluncur pada 21 Mei 2026 di China. Pilihan warnanya kemungkinan bakal mencakup Sky Blue, White, dan Pixel Black.

The post Xiaomi 17 Max Segera Hadir, Pertama dengan Kamera Leica 200 MP first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/xiaomi-17-max-segera-hadir-pertama-dengan-kamera-leica-200-mp/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2026/05/xiaomi-17-max-featured-150x150.jpg150150
Simsalabim, Kamera 200 MP Samsung Galaxy S26 Ultra Sulap Foto Jauh Jadi Dekat! https://www.91mobiles.com/id/hub/simsalabim-kamera-200-mp-samsung-galaxy-s26-ultra-sulap-foto-jauh-jadi-dekat/ https://www.91mobiles.com/id/hub/simsalabim-kamera-200-mp-samsung-galaxy-s26-ultra-sulap-foto-jauh-jadi-dekat/#respond Mon, 11 May 2026 04:03:07 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=21530 Pernah kehilangan momen menarik karena sibuk mengatur kamera ponsel sebelum memotret? Hal seperti ini sering terjadi karena bingung memilih kamera mana yang dipilih untuk mengambil gambar: wide (kamera utama) atau telephoto. Akibatnya, kejadian menarik yang hanya berlangsung sesaat terlanjur lewat. Nah, travel vlogger Andy Garcia (@garciandyyy) punya tips untuk mencegahnya, yakni menggunakan ponsel dengan kamera […]

The post Simsalabim, Kamera 200 MP Samsung Galaxy S26 Ultra Sulap Foto Jauh Jadi Dekat! first appeared on Indonesia Blog.

]]>
Sorotan
  • Kamera utama Samsung Galaxy S26 Ultra dibekali sensor Isocell HP2 dengan resolusi mencapai 200 MP.
  • Mode resolusi penuh (200 MP) dari kamera ini bisa mempermudah pemotretan secara spontan dengan memungkinkan cropping di kemudian waktu.
  • Meskipun di-crop secara signifikan, hasil akhirnya tetap tampak tajam dan kaya detail.



Pernah kehilangan momen menarik karena sibuk mengatur kamera ponsel sebelum memotret? Hal seperti ini sering terjadi karena bingung memilih kamera mana yang dipilih untuk mengambil gambar: wide (kamera utama) atau telephoto. Akibatnya, kejadian menarik yang hanya berlangsung sesaat terlanjur lewat.

Nah, travel vlogger Andy Garcia (@garciandyyy) punya tips untuk mencegahnya, yakni menggunakan ponsel dengan kamera beresolusi tinggi seperti yang terdapat di Samsung Galaxy 26 Ultra. Kamera utama di flagship terbaru Samsung tersebut menggunakan sensor Isocell HP2 dengan resolusi sebesar 200 MP.

Kamera 200 MP Samsung Galaxy S26 Ultra: Anti hilang momen

Selain output default sebesar 12 MP dengan pixel binning, pengguna Samsung Galaxy S26 Ultra juga dapat memilih untuk menjepret dengan resolusi native 200 MP. Hasilnya adalah foto berukuran sangat besar yang juga sangat tajam dan kaya akan detail.

Andy mengatakan, foto 200 MP itu kemudian bisa dipotong (crop) sesuai selera untuk memperoleh framing yang diinginkan. Dengan demikian, pengguna bisa memperoleh field-of-view alias bidang pandang berbeda, tampak lebih dekat menyerupai kamera dengan focal length lebih tinggi.

Simsalabim, Kamera 200 MP Samsung Galaxy S26 Ultra Sulap Foto Jauh jadi Dekat!
MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia Ilham Indrawan (kiri) dan travel vlogger Andy Garcia dalam workshop #You&AICan di Hanoi, Vietnam (5/5/2026)

“Jadi, kita cukup memotret dengan kamera utama saja, kemudian hasilnya di-crop supaya dapat framing lebih bagus,” ujar Andy dalam workshop Samsung bertajuk #YouandAICan di Hanoi, Vietnam, pekan lalu.

Menurut Andy, memotret dengan kamera 200 MP di Galaxy S26 membuat pengguna lebih gesit dalam mengabadikan kejadian menarik sehingga tak kehilangan momen. Dia mencontohkan sebuah foto yang memperlihatkan sebuah pesawat tertangkap kamera sedang terbang di antara dua gedung. Foto awalnya berbidang pandang lebar sehingga kurang menarik, kemudian di-crop agar lebih ketat dan membuat pesawat tampil lebih menonjol.

“Momen cepat seperti ini sulit difoto kalau kita ribet pindah kamera dulu ke telephoto. Sebaliknya, kalau pakai kamera 200 MP nggak usah pusing, cukup jepret lalu kita bisa cropping sesuai keinginan. Hasilnya masih sangat tajam karena resolusi awalnya tinggi,” tutur Andy.

Kamera 200 MP Samsung Galaxy S26 Ultra: Jauh jadi dekat, satu jadi tiga

Untuk membuktikan ucapan Andy, 91mobiles Indonesia memotret dengan mode 200 MP Samsung Galaxy S26 Ultra di dataran tinggi Sapa, Vietnam. Jepretan foto beresolusi tinggi diambil dari atas cable car yang menggantung di atas lembah.

Satu foto lagi diambil secara spontan dalam waktu hanya beberapa detik, ketika Andy, sang travel vlogger, kebetulan melintas di depan 91mobiles Indonesia saat berada di wahana Alpine Coaster. Wajahnya penuh senyum, tangan kanan terangkat tinggi mengacungkan jempol, pertanda excitement seperti yang dirasakan para anggota rombongan saat itu.

Masalahnya, bidang pandang foto terlalu lebar sehingga Andy tidak terlihat jelas. Dia tampak kecil di tengah gambar. Di saat seperti ini biasanya timbul penyesalan, “Ah, seandainya saja aku pakai kamera telephoto untuk mengambil gambar yang terlihat lebih dekat!”

Namun, penyesalan itu tidak terjadi karena 91mobiles Indonesia bisa melakukan cropping. Foto jadi terlihat sangat dekat. Ekspresi semringah Andy pun mengemuka sementara detail-detail kecil lainnya tetap tampil sangat tajam dan jelas, mulai dari lipatan baju yang dikenakan, tulisan di mobil wahana, hingga helai daun di latar belakang dan baut-baut kecil di rel. Luar biasa.

Framing dengan bidang pandang berbeda pun bisa dilakukan dengan sama apik, seperti dalam foto berikutnya yang dipotong dalam format landscape (horizontal) untuk menyesuaikan komposisi dan menampakkan lebih banyak latar belakang. Padahal, foto aslinya berorientasi portrait alias vertikal.

Hal serupa kembali dialami saat mengambil gambar pemandangan dari ketinggian cable car. Saat melakukan pembesaran hingga 100 persen (actual size), 91mobiles Indonesia menemukan banyak detail menarik seperti sebuah mobil golf yang kebetulan melintas di antara rumah.

Simsalabim, Kamera 200 MP Samsung Galaxy S26 Ultra Sulap Foto Jauh jadi Dekat!
Area cropping yang dilakukan di foto 200 MP (kiri, kotak merah) dan hasil actual size 100 persen dari cropping.

Detail-detail seperti penumpang di dalamnya hingga pohon dan bebatuan di sekitar masih tampak meskipun area cropping sangat ekstrem, seperti bisa dilihat dalam kotak merah pada contoh gambar. Memang terdapat efek haloing akibat oversharpening, tapi ingatlah bahwa ini merupakan pembesaran 100 persen. Apabila zoom-out sedikit saja, hasil gambarnya sudah jauh meningkat.

Dari satu foto pemandangan itu, 91mobiles Indonesia bisa memperoleh tiga foto berbeda. Satu foto memperlihatkan pemandangan keseluruhan dalam orientasi portrait; dua lainnya fokus pada deretan rumah di tepi lembah dalam orientasi landscape. Semuanya tampak tajam dan detail, seolah diambil dengan tiga kamera berbeda. Padahal kamera yang digunakan hanya satu saja.

Karena resolusi awalnya sangat tinggi, foto hasil cropping pun masih memiliki resolusi besar di kisaran 17-18 MP sehingga jelas memadai untuk dicetak, apalagi sekadar diunggah ke media sosial.

Satu hal yang perlu diingat adalah kamera 200 MP sebenarnya ditujukan untuk pixel binning, yakni teknik di mana beberapa piksel digabungkan menjadi satu untuk meningkatkan kualitas gambar. Misalnya, untuk meredam noise di situasi low-light atau implementasi real-time HDR. Itulah sebabnya resolusi default kamera utama Galaxy S26 Ultra adalah sebesar 12 MP.

Meskipun demikian, apabila berada dalam situasi terang dengan pencahayaan memadai yang tidak memerlukan pixel binning, pengguna dapat memotret dalam mode 200 MP untuk memperoleh detail yang luar biasa seperti dalam contoh-contoh foto di artikel ini. Momen sekejap bisa ditangkap tanpa ribet; satu foto pun bisa disulap menjadi beberapa.

The post Simsalabim, Kamera 200 MP Samsung Galaxy S26 Ultra Sulap Foto Jauh Jadi Dekat! first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/simsalabim-kamera-200-mp-samsung-galaxy-s26-ultra-sulap-foto-jauh-jadi-dekat/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2026/05/samsung_galaxy_s26_ultra_200mp_featured-150x150.jpg150150
Motorola Moto G87 Resmi, HP Tangguh Berkamera 200 MP https://www.91mobiles.com/id/hub/motorola-moto-g87-resmi-punya-kamera-200-mp/ https://www.91mobiles.com/id/hub/motorola-moto-g87-resmi-punya-kamera-200-mp/#respond Fri, 01 May 2026 07:01:28 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=21280 Motorola resmi memperkenalkan anggota baru untuk lini Moto G series di pasar global. Ponsel yang dimaksud adalah Moto G87, menyambangi segmen harga menengah (mid-range) yang mengunggulkan sektor fotografi sekaligus bodi tangguh sebagai daya tarik utamanya.Moto G87 diklaim sebagai ponsel seri Moto G paling canggih yang pernah dibuat oleh Motorola hingga kini. Meski menyasar segmen menengah, ponsel […]

The post Motorola Moto G87 Resmi, HP Tangguh Berkamera 200 MP first appeared on Indonesia Blog.

]]>
Sorotan
  • Moto G87 resmi diperkenalkan untuk pasar Eropa, HP mid-range dengan kamera utama 200 MP. 
  • Ponsel ini mengusung dapur pacu Dimensity 6400, layar AMOLED 6,78 inci, sertifikasi MIL-STD-810H, dan IP69. 
  • Di Eropa, Moto G87 dibanderol dengan harga rilis Rp 8 jutaan.

Motorola resmi memperkenalkan anggota baru untuk lini Moto G series di pasar global. Ponsel yang dimaksud adalah Moto G87, menyambangi segmen harga menengah (mid-range) yang mengunggulkan sektor fotografi sekaligus bodi tangguh sebagai daya tarik utamanya.

Moto G87 diklaim sebagai ponsel seri Moto G paling canggih yang pernah dibuat oleh Motorola hingga kini. Meski menyasar segmen menengah, ponsel ini dibekali dengan spesifikasi kamera yang lebih umum dijumpai pada perangkat flagship

Sebagai kamera utamanya, Motorola menyematkan kamera 200 MP yang sudah dibekali OIS. Sensor ini dilengkapi teknologi Ultra Pixel yang diklaim mampu meningkatkan sensitivitas cahaya hingga 16 kali lebih baik ketimbang sensor standar. Kamera utama ini juga mendukung fitur lossless zoom hingga 2x. Berikut ini rincian spesifikasi selengkapnya. 

Spesifikasi Moto G87

  • Chipset: Di sisi dapur pacu, Moto G87 ditenagai dengan MediaTek Dimensity 6400 (6 nm), dibekali CPU 8-core yang terdiri dari 2x Cortex A76 (2,5 GHz) dan 6x Cortex A55 (2 GHz) berikut GPU Mali G57 MP2. 
  • RAM dan penyimpanan: Perangkat ini menggunakan RAM 8 GB dan storage 256 GB yang masih bisa diperluas via slot MicroSD.
  • Layar: Moto G87 mengusung layar Extreme AMOLED 6,78 inci dengan resolusi 2.772 x 1.272 piksel, mendukung refresh rate 120 Hz dan kecerahan maksimal 5.000 nit. Layar ini juga terlindungi dengan lapisan kaca Corning Gorilla Glass 7i. 
  • Kamera: Sensor utamanya beresolusi 200 MP (plus OIS), didampingi dengan ultrawide 8 MP (f/2,2). Sementara di bagian depan, tersemat kamera beresolusi 32 MP (f/2,2) yang diletakkan dalam punch-hole
  • Baterai dan pengisian daya: Untuk menunjang daya tahan, ponsel ini disuplai dengan baterai 5.200 mAh yang mendukung pengisian cepat 30 watt
  • Software: Perangkat ini berjalan di atas sistem operasi terbaru Android 16, mendapatkan jaminan update keamanan selama 4 tahun ke depan. 
  • Bodi: Moto G86 dirancang dengan sangat tangguh dengan sertifikasi ketahanan debu dan air tingkat tinggi, mencakup IP66, IP68, hingga IP69.

    Tak hanya itu, perangkat ini mengantongi sertifikasi standar militer MIL-STD-810H untuk ketahanan terhadap benturan sehingga tangguh. Moto G86 memiliki ketebalan 7,38 mm dengan bobot 183 gram. 
  • Fitur-fitur lain: Fitur pendukung lainnya mencakup stereo speaker dengan teknologi Dolby Atmos, Bluetooth 5.4, NFC, dan konektivitas USB-C 2.0. 

Harga dan ketersediaan

Moto G87
Moto G87 Blue Atoll (kiri), Overture (kanan)

Moto G87 ditawarkan dalam varian warna Pantone yakni Overture dan Blue Atoll dengan finishing bertekstur kulit. Di pasar Eropa, Moto G87 dibanderol dengan harga 399 euro atau sekitar Rp 8 juta, sebagaimana dihimpun dari Phone Arena

Harga tersebut membuatnya sedikit lebih mahal dibandingkan pendahulunya, Moto G77. Namun, sang penerus ini menawarkan peningkatan pada sektor kamera utama yang sebelumnya hanya beresolusi 108 MP. 

Saat ini Moto G87 belum terpantau muncul dalam database TKDN Kemenperin dan Postel Kemkomdigi, sehingga ketersediaannya di Indonesia belum dapat dipastikan. 

The post Motorola Moto G87 Resmi, HP Tangguh Berkamera 200 MP first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/motorola-moto-g87-resmi-punya-kamera-200-mp/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2026/05/ns1blkgp-150x150.jpg150150