Teleconverter kit | Indonesia Blog https://www.91mobiles.com/id/hub Wed, 06 May 2026 17:43:43 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.5.3 Begini Hasil Foto Vivo X300 Ultra Pakai Teleconverter Kit 400 mm https://www.91mobiles.com/id/hub/begini-hasil-foto-vivo-x300-ultra-pakai-teleconverter-kit-400-mm/ https://www.91mobiles.com/id/hub/begini-hasil-foto-vivo-x300-ultra-pakai-teleconverter-kit-400-mm/#respond Thu, 07 May 2026 01:00:23 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=21436 Menjelang peluncurannya di Indonesia pada 11 Mei mendatang, Vivo X300 Ultra tak hanya menawarkan spesifikasi yang gahar di atas kertas, melainkan juga ekosistem aksesoris fotografi yang mutakhir.Dengan bantuan aksesoris tambahan berupa teleconverter kit 400 mm, pengguna dapat menjangkau pembesaran zoom yang lebih jauh lagi, melampaui kemampuan telefoto pada kamera bawaan ponsel. Dalam acara media hands-on Vivo X300 Ultra yang […]

The post Begini Hasil Foto Vivo X300 Ultra Pakai Teleconverter Kit 400 mm first appeared on Indonesia Blog.

]]>

Menjelang peluncurannya di Indonesia pada 11 Mei mendatang, Vivo X300 Ultra tak hanya menawarkan spesifikasi yang gahar di atas kertas, melainkan juga ekosistem aksesoris fotografi yang mutakhir.

Dengan bantuan aksesoris tambahan berupa teleconverter kit 400 mm, pengguna dapat menjangkau pembesaran zoom yang lebih jauh lagi, melampaui kemampuan telefoto pada kamera bawaan ponsel. 

Dalam acara media hands-on Vivo X300 Ultra yang diselenggarakan di kawasan Kota Tua, Jakarta, tim 91Mobiles Indonesia berkesempatan mencoba kebolehan dari aksesoris ini. Sejauh apa zoom yang bisa dicapainya, dan bagaimana hasil fotonya? Simak penjelasannya berikut ini.

Jangkauan ekstrem 400 mm

Tampilan Teleconveter Kit 400 mm.
Tampilan Teleconverter Kit 400 mm.

Lensa teleconverter 400 mm ini dirancang untuk dipasang di atas lensa telefoto periskop bawaan Vivo X300 Ultra yang punya focal length asli 85 mm.

Dengan tambahan teleconverter tersebut, jangkauan zoom meningkat hingga 400 mm secara optis, sehingga detail dan ketajaman lebih terjaga ketimbang zoom digital atau hibrida. Setelah focal length 400 mm ini dicapai, selanjutnya zoom akan beralih ke hibrida atau digital. 

Aksesoris ini berukuran cukup panjang. Jadi, ketika terpasang dengan unit ponsel, kami merasa bahwa beban perangkat jadi beralih ke bagian depan. Kami pun agak sedikit kesulitan saat berusaha memotret pada jangkauan paling tinggi (1.600 mm), terutama saat orientasi portrait.

Pada jangkauan paling jauh, viewfinder jadi terasa sangat goyang dan tidak stabil. Hal ini namun tidak menyulitkan kami untuk mendapatkan hasil foto terbaik yang umumnya mustahil dicapai oleh flagship lain pada umumnya. 

Contoh hasil Teleconverter Kit 400 mm

Kami menguji kehebatan teleconverter kit ini pada objek foto yang sama pada pengujian kamera bawaan Vivo X300 Ultra, yakni bendera, subjek manusia, logo BNI, dan kubah museum. Contoh hasil foto tersebut bisa dilihat di tautan ini.

Bahkan tanpa melibatkan aksesoris tambahan, hasil fotonya terlihat memadai dari sisi ketajaman, dynamic range, dan pencahayaannya, bahkan pada zoom terjauh sekalipun. Aksesoris teleconverter ini membawa jangkauan zoom lebih luas lagi dengan kualitas yang kurang lebih sama bagusnya.

Pertama-tama, kami mencoba mengambil foto bendera merah putih dari jarak yang sangat jauh. Pada mode default di 35 mm, bendera tersebut nyaris tak terlihat lantaran jarak pemotretan yang begitu jauh. Dengan zoom 400 mm, bendera ini jelas terlihat meski belum dapat dikatakan close-up

Meningkatkan zoom menjadi 800 mm membuat bendera jadi lebih terlihat. Warna dan detail pada bendera masih tampak sama bagusnya. Namun, detail pada objek di belakangnya (seperti permukaan tembok dan atap genteng) sudah terlihat agak buram.

Kami pun berhasil mendapatkan foto close-up pada bendera ini pada zoom 1.600 mm. Di tingkatan ini, sebenarnya sah-sah saja jika ada penurunan tajam dari segi detail dan warna. Namun berdasarkan pengamatan kami, bendera tersebut masih terlihat sangat tajam tanpa noise yang kentara.

Dedaunan di pohon sebelahnya pun masih tampak sangat jelas dan detail, nyaris tidak tampak ciri-ciri penurunan kualitas yang biasanya timbul pada zoom maksimal. 

Selanjutnya, kami mencoba memotret gedung dengan logo BNI yang bertengger pada dindingnya. Hasil dari foto 35 mm cukup predictable, logo BNI ini benar-benar tidak dapat dikenali karena saking jauhnya posisi gedung dengan tempat penulis berdiri.

Menggunakan teleconverter kit, logo BNI jadi jelas terlihat pada jangkauan optis 400 mm dan zoom 800 mm. Uniknya, pada pembesaran 1.600 mm, logo BNI malah terlihat lebih terang dan jelas tanpa terlihat adanya penurunan kualitas secara kasat mata. Bercak-bercak di sekelilingnya pun terlihat lebih detail dan terekspos dari sebelumnya. Kalau pun ada penurunan kualitas di foto ini, kami pribadi tidak menyadarinya. 

Pemotretan subjek manusia dari kejauhan ini berjalan dengan sama mulusnya. Dari kejauhan (35 mm), sulit untuk mengetahui siapa yang akan menjadi fokus utamanya. Wajah salah satu awak media pun baru terlihat jelas ketika zoom dilakukan pada focal length 400 mm. Pada zoom sejauh ini, penampakan unit Vivo X300 Ultra yang dipegangnya pun terlihat jelas.

Begitu pun dengan zoom 800 mm dan 1.600 mm, logo Zeiss di tengah-tengah modul kamera Vivo X300 Ultra bahkan mulai terlihat. Ini benar-benar sebuah pengalaman zoom paling menakjubkan yang pernah kami lihat. 

Di pengujian berikutnya, nyaris keseluruhan dari gedung Museum Fatahillah masuk dalam frame di mode default (35 mm). Kami pun mencoba untuk fokus pada kubah di atas gedung pada jangkauan 400 mm. Sesuai dugaan, lagi-lagi hasilnya cukup memukau tanpa penurunan kualitas drastis. 

Untuk pembesaran 800 mm dan 1.600 mm, kubahnya pun kini sama sekali tidak terlihat karena fokusnya kini beralih ke alat penentu arah angin di atasnya dengan detail yang sangat tinggi. Yang tak kami sangka, bahkan tekstur berkarat di permukaan objek ini pun terlihat dengan jelas. 

Ketersediaan di Indonesia

Kemampuan zoom luar biasa dari teleconverter kit 400 mm ini didukung penuh oleh sensor utama pada kamera telefoto Vivo X300 Ultra yang beresolusi 200 MP. Kamera ini sudah dibekali stabilisasi CIPA 7.0 yang sangat efektif untuk meredam guncangan, bahkan pada tingkat pembesaran tinggi sekalipun.

Namun yang perlu dicatat, kestabilan tangan pengguna masih tetap diperlukan pada focal length 1.600 mm supaya objek berhasil masuk frame. Alangkah baiknya menggunakan tripod agar hal ini teratasi dengan mudah. 

Vivo X300 Ultra yang diotaki Snapdragon 8 Elite Gen 5 ini sudah dipesan melalui program Early Pre-Order hingga 11 Mei 2026 dengan uang muka Rp 2 juta. Meski begitu, harga unit ponsel Vivo X300 Ultra maupun bundle kit untuk pasar Indonesia masih belum diumumkan hingga saat ini. 

The post Begini Hasil Foto Vivo X300 Ultra Pakai Teleconverter Kit 400 mm first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/begini-hasil-foto-vivo-x300-ultra-pakai-teleconverter-kit-400-mm/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2026/05/tampilan-belakang-saat-hp-terhubung-dengan-phone-case-dan-teleconverter-1-150x150.jpg150150
Vivo Pamer Teleconverter 400 mm untuk Vivo X300 Ultra di MWC 2026 https://www.91mobiles.com/id/hub/vivo-pamer-teleconverter-400-mm-untuk-vivo-x300-ultra-di-mwc-2026/ https://www.91mobiles.com/id/hub/vivo-pamer-teleconverter-400-mm-untuk-vivo-x300-ultra-di-mwc-2026/#respond Tue, 03 Mar 2026 09:29:51 +0000 https://www.91mobiles.com/id/hub/?p=19748 Vivo memamerkan kemampuan kamera perangkat flagship terbarunya, Vivo X300 Ultra, dalam ajang Mobile World Congress (MWC 2026 di Barcelona, Spanyol. X300 Ultra akan menjadi varian Ultra perdana yang meluncur ke pasar global, alias tidak lagi eksklusif untuk wilayah pemasaran China. Menariknya lagi, varian Ultra juga diyakini akan rilis di Indonesia lantaran sudah terdaftar di laman SDPPI […]

The post Vivo Pamer Teleconverter 400 mm untuk Vivo X300 Ultra di MWC 2026 first appeared on Indonesia Blog.

]]>
Sorotan
  • Vivo menunjukkan teleconverter 400 mm untuk Vivo X300 Ultra di pameran MWC 2026.
  • Selain itu, terlihat juga penampakan Camera Cage, serangkaian aksesoris yang mengubah bodi ponsel menjadi rig video portabel. 
  • Vivo X300 Ultra adalah varian Ultra perdana sepanjang sejarah yang bakal dirilis ke pasar global.

Vivo memamerkan kemampuan kamera perangkat flagship terbarunya, Vivo X300 Ultra, dalam ajang Mobile World Congress (MWC 2026 di Barcelona, Spanyol. X300 Ultra akan menjadi varian Ultra perdana yang meluncur ke pasar global, alias tidak lagi eksklusif untuk wilayah pemasaran China. Menariknya lagi, varian Ultra juga diyakini akan rilis di Indonesia lantaran sudah terdaftar di laman SDPPI Postel dari Komdigi. 

Teleconverter 400 mm dan aksesoris Camera Cage

Pada ajang pameran, spesifikasi lengkapnya memang belum diungkapkan. Namun, Vivo memamerkan aksesoris mutakhir bernama Vivo Zeiss Telephoto Extender Gen 2 Ultra, yakni lensa tambahan yang mampu memberikan focal length 400 mm atau setara dengan 17x zoom optis. 

Dengan teknologi in-sensor zoom cropping, kombinasi kamera utama dan kit teleconverter ini diklaim mampu mencapai jangkauan pembesaran (zoom) hingga 800 mm dengan kualitas gambar yang diklaim tetap tajam di output 200 MP, sebagaimana dikutip dari GSM Arena. 

Untuk mendukung mobilitas videografer, Vivo juga memperkenalkan Camera Cage, yakni aksesoris yang mengubah bodi smartphone menjadi rig video portabel yang dilengkapi dudukan lampu flash, kipas pendingin eksternal, tripod, serta tombol shutter fisik. 

Tidak ada kamera “sekunder”

Menjelang pembukaan ajang MWC 2026, Han Boxiao selaku manajer Vivo telah membeberkan tampilan Vivo X300 Ultra di laman situs berbahasa China, Weibo. Pada pos tersebut, telah dikonfirmasi bahwa Vivo X300 Ultra mengusung konsep “Zeiss Master Lens Trinity”, sehingga semua kamera belakangnya punya kemampuan kamera utama, bukan lagi sekadar kamera pendamping.

Ketiga lensa di belakangnya (wideultrawide, telefoto) disebut punya kemampuan yang sama untuk merekam video berformat 10-bit LOG pada resolusi 4K dengan frame rate 120 FPS, sebagaimana dikutip dari GizmoChina

Selain itu, Vivo turut menyematkan dukungan format Dolby Vision 4K 120 FPS dan stabilisasi gambar optis (OIS) di semua titik fokus. Untuk kebutuhan paskaproduksi, ponsel ini juga mendukung encoding video profesional APV 422. 

Vivo juga memudahkan alur kerja sinematografer dengan fitur pemuatan 3D LUT dan kustomisasi LUT secara real-time saat perekaman tengah berlangsung. Ponsel ini juga diklaim kompatibel dengan alur kerja ACES (Academy Color Encoding System) sehingga hasil rekaman LOG dapat langsung masuk proses penyuntingan film profesional tanpa konversi yang rumit.

Pada sisi audionya, Vivo menyematkan sistem empat mikrofon (Quad-Mic Audio Recording Master) dengan enam preset pemandangan (scene) untuk mengisolasi suara target dan meredam kebisingan di sekitarnya. 

Bocoran spesifikasi Vivo X300 Ultra

Spesifikasi lengkap Vivo X300 Ultra memang belum diungkap ke publik secara resmi. Namun, berdasarkan sejumlah rumor, X300 Ultra akan menggunakan kamera 200 MP Sony LYT901 sebagai kamera utama, periskop telefoto Samsung HPB 200 MP, ultrawide 50 MP Sony LYT828, dan sensor multi-spektral.

Dapur pacunya diduga akan mengandalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5, dengan layar 2K BOE LTPO 6,82 inci, serta baterai jumbo 7.000 mAh dengan fast charging 100 watt via kabel. 

Hingga kini Vivo belum mengungkap rincian harga maupun tanggal peluncuran resminya. Namun, perangkat ini dipastikan bakal hadir di pasar global, kontras dengan semua varian Ultra sebelumnya yang eksklusif untuk pasar domestik China. 

The post Vivo Pamer Teleconverter 400 mm untuk Vivo X300 Ultra di MWC 2026 first appeared on Indonesia Blog.

]]>
https://www.91mobiles.com/id/hub/vivo-pamer-teleconverter-400-mm-untuk-vivo-x300-ultra-di-mwc-2026/feed/ 0 https://static.hub.91mobiles.com/multisite/wp-content/uploads/sites/6/2026/03/q8gp6gr3-150x150.jpg150150