
Tecno baru-baru ini mengumumkan tiga teknologi kamera yang tergolong inovatif di dunia fotografi, yakni Tecno Imaging Matrix, kamera yang dapat menghasilkan gambar subjek bergerak tanpa blur serta sistem kamera yang dapat zoom secara otomatis.
Perusahaan asal China tersebut memamerkan dua konsep tadi pada acara Future Lens 2024 di tanggal 6 Desember 2024. Sebelum-sebelumnya, Tecno memang salah satu brand paling rajin menawarkan inovasi kamera ponsel.
Beberapa inovasi kamera yang dihadirkan mencakup kamera telefoto yang retractable pada Tecno Phantom X2 Pro, serta sistem pencitraan PolarAce yang memungkinkan perekaman video AI-NR-HDR full-scene pada resolusi 4K di 30 FPS. Sistem pencitraan ini akan debut pada smartphone Tecno Camon 30 Premier 5G, diklaim sebagai teknologi pertama di industri kala itu.
Lantas, seperti apakah tiga teknologi terbaru yang baru diumumkan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Table of Contents
Tecno Imaging Matrix, teknologi pemrosesan gambar generasi terbaru dari Tecno
Dihimpun 91mobiles Indonesia dari GSM Arena, Tecno Imaging Matrix merupakan teknologi pemrosesan gambar yang terdiri dari empat lapis utama. Lapisan pertama merupakan hardware foundation layer (fondasi perangkat keras). Lapisan ini terdiri atas empat unit pemrosesan gambar utama yakni hardware kamera, sensor chipset, dan layar. Tugas dari lapisan ini adalah untuk mengumpulkan data mentah dari perangkat keras untuk diproses lebih lanjut pada bagian-bagian berikutnya.

Lapisan kedua merupakan deconstruction layer alias lapisan dekonstruksi, menggunakan sepuluh algoritma pemrosesan gambar elemental untuk menganalisis dan memecah data gambar dari lapisan pertama tadi. Pada lapisan kedua ini, data perlu disiapkan agar dapat diproses lebih rinci.
Pada lapisan ketiga yang disebut lapisan engine reconstruction, sistem pemrosesan gambar ini menggunakan mesin berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengolah data. Terdapat juga teknologi Tecno Algorithm Process Stack (TAPS) yang terdiri atas rangkaian algoritma khusus besutan Tecno untuk menghasilkan gambar berkualitas.
Lapisan terakhir adalah application layer, mencakup fungsi-fungsi aplikasi pencitraan seluler seperti AI Snap, AI Image Studio, Portrait Master, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, Tecno Imaging Matrix menargetkan gambar dengan kualitas tinggi melalui kombinasi hardware yang canggih, algoritme mendalam, serta kecerdasan buatan.
EVS Dynamic Snapshot, dapat mengabadikan subjek bergerak dengan tajam tanpa blur
Berbeda dengan teknologi kamera tradisional yang mengumpulkan piksel secara frame-by-frame, teknologi Tecno ini menangkap seluruh jalur gerakan subjek. “Jika kamera tradisional mengumpulkan piksel secara frame-by-frame, solusi Tecno menangkap seluruh jalur gerakan dari suatu subjek,” ujar pihak Tecno dalam sebuah pernyataan yang dimuat pada Android Authority. Adapun teknologi ini hanya berfokus pada subjek yang bergerak, menggunakan piksel EVS untuk merekam data gerakan.

Sensor dapat mendeteksi perubahan piksel pada frekuensi yang sangat tinggi. Objek bergerak yang terdeteksi lalu digabungkan dengan objek statis dari kamera biasa agar hasil fotonya terlihat tajam, bahkan dalam adegan yang bergerak cepat.
Secara garis besar, EVS Dynamic Snapshot menggunakan sensor penglihatan berbasis peristiwa (Event-based Vision Sensor/EVS) untuk menangkan subjek bergerak dengan jelas, digabungkan dengan kamera RGB konvensional.
Sebelumnya, teknologi serupa juga pernah dipamerkan oleh firma desainer sensor bernama Prophesee. Di tahun lalu, firma tersebut juga mempromosikan teknologi EVS yang dibangun bersama dengan Qualcomm.
Teknologi tersebut mesti dipasangkan dengan kamera RGB spesifik sehingga apabila tersambung dengan kamera utama, teknologi ini tidak dapat digunakan pada kamera ultra wide dan telefoto. Teknologi EVS ini juga hanya mendukung resolusi maksimal 12 MP. Hingga kini, belum diketahui apakah keterbatasan-keterbatasan tersebut turut berlaku untuk teknologi besutan Tecno.
Kemampuan kamera tersebut dinilai berguna untuk beberapa kasus nyata yang acap kali melibatkan subjek bergerak cepat, misalnya saat memotret burung yang sedang terbang, hewan peliharaan, mobil yang sedang melaju cepat, atau anak-anak yang aktif bergerak.
Tap Any Zoom Dual Prism Telephoto, dapat zoom secara cepat hanya dengan ketukan ganda
Teknologi kedua yang diumumkan Tecno dinamakan Tap Any Zoom Dual Prism Telephoto. Sistem kamera telefoto inovatif tersebut menggunakan sensor periskop dengan dua prisma, stabilisasi gambar optik (lens-shift OIS) serta algoritma AI cerdas.
Ada dua fitur utama yang diperkenalkan pada teknologi ini, yakni kemampuan melakukan zoom secara instan, serta menghasilkan foto dengan bidang pandang lebih luas dari fitur kamera telefoto lain pada umumnya. Berikut adalah rangkuman detailnya.

- Zoom otomatis dengan cara double-tap: Pengguna hanya perlu mengetuk dua kali pada subjek di preview untuk memperbesar hingga tingkatan 30x. Ini akan segera meletakkan subjek di tengah frame tanpa perlu zoom secara gradual memakai gesture dua jari yang mencubit (pinch to zoom).

- Telephoto Sweep: fitur satu ini dapat menghasilkan gambar komposit telefoto beresolusi 400 MP. Hasil fotonya akan memiliki sudut pandang lebih luas dari telefoto biasa, mirip seperti foto yang biasa dihasilkan kamera ultra wide. Tecno mengklaim fitur ini dapat menghasilkan gambar dengan distorsi yang minim.
Detail cara fitur kedua teknologi bekerja belum diketahui. Akan tetapi, setidaknya telah terungkap batasan-batasan pada keduanya. Untuk fitur zoom menggunakan ketukan ganda, pengguna hanya bisa melakukannya jika di awal memakai mode kamera utama atau ultra wide. Sedangkan jika di awal sudah memakai kamera telefoto, maka tetap perlu pinch to zoom secara gradual untuk mencapai tingkatan 30x.
Lalu untuk fitur Telephoto Sweep, tidak diketahui apakah pengguna perlu memotret area-area foto sekitar frame atau tidak untuk dapat menghasilkan gambar telefoto dengan field of view luas.
Apabila melihat namanya, lumrah mengasumsikan Telephoto Sweep mengharuskan pengguna melakukan sweeping terhadap area sekitar frame foto, persis seperti mode panorama. Jika tidak, rasanya satu-satunya cara lain fitur ini bekerja adalah dengan memakai bantuan generate AI.
Kita masih perlu menunggu kabar hingga Tecno mengumumkan detail lebih jauh soal teknologi-teknologi ini. Tidak diketahui juga apakah fitur-fitur ini akan diterapkan pada ponsel Tecno di tahun 2025, dan ponsel mana yang akan pertama kali mendapatkannya.




