
Merk di bawah payung Transsion Holdings, Tecno, belakangan ini telah meluncurkan sejumlah anggota baru pada Pova 7 series yaitu Pova 7 5G, Pova Curve 5G, dan Pova 7 Ultra 5G. Ketiga smartphone ini rilis di Indonesia pada 4 Juli 2025 untuk melengkapi Pova 7 4G yang lebih dulu hadir pada 25 Juni 2025.
Tecno Pova 7 Ultra 5G adalah varian tertinggi yang dilengkapi spesifikasi menggoda, dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan gamer. Sebagai ponsel di kelas mid-range, HP ini dilengkapi dengan SoC Dimensity 8350 dari MediaTek agar bisa menawarkan performa tinggi.
Di sisi lain, Pova 7 Ultra bukan satu-satunya yang diotaki chipset tersebut. Sebelumnya sudah ada Infinix GT 30 Pro yang lebih dulu meluncur pada 23 Mei 2025 lalu, sama-sama menawarkan Dimensity 8350 agar judul-judul game populer bisa dimainkan dengan lancar.
Lantas, sebagai kedua smartphone yang diotaki Dimensity 8350, mana di antara keduanya yang lebih baik? Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda bisa menyimak poin-poin perbandingan Tecno Pova 7 Ultra dan Infinix GT 30 Pro berikut ini.
Table of Contents
Pova 7 Ultra memang dipasangkan dengan harga rilis paling mahal dibandingkan “adik-adik”-nya. Ponsel ini punya banderol harga Rp 4.999.000 untuk satu-satunya varian memori, RAM 12 GB/ 256 GB.
Lalu, kendati dibekali chipset yang sama, Infinix GT 30 Pro rupanya jauh lebih terjangkau dari pesaingnya itu, yakni hanya Rp 3.999.000 untuk varian RAM 8 GB/ 256 GB.
Ada juga varian memori RAM 12 GB/ 512 GB yang uniknya, masih saja lebih murah dibandingkan Tecno Pova 7 Ultra dengan harga Rp 4.699.000.
Dengan kata lain, pengguna bisa mendapatkan Infinix GT 30 Pro dengan harga lebih murah namun dengan storage lebih luas dibandingkan Pova 7 Ultra.
Adapun harga-harga yang telah disebutkan mengacu pada harga normalnya, bukan harga promo yang umumnya hanya berlaku pada saat awal peluncuran.
| Varian | Tecno Pova 7 Ultra | Infinix GT 30 Pro |
| RAM 8 GB/ 256 GB | – | Rp 3.999.000 |
| RAM 12 GB/ 256 GB | Rp 4.999.000 | – |
| RAM 12 GB/ 512 GB | – | Rp 4.699.000 |
Pova 7 Ultra tampak begitu garang dengan bodi belakang yang terinspirasi dari pesawat luar angkasa di masa depan. Ponsel yang menampilkan desain Interstellar Spaceship Design ini memiliki modul kamera segitiga dengan Mini-LED di sekelilingnya.
Seolah tidak mau kalah, Infinix GT 30 Pro juga menampilkan bodi khas gaming yang dipenuhi aksen visual bernuansa masa depan. Bedanya, modul kameranya tampak sedikit lebih kalem dengan bentuk persegi panjang.
Infinix GT 30 Pro juga mengusung fitur pencahayaan unik di punggungnya, yakni lampu RGB LED yang dapat diprogram. Lampu ini dapat disetel agar senantiasa menyala setiap ada notifikasi, ketika ponsel dibalik, atau pun pemicu-pemicu lainnya. Ritme pencahayaannya pun dapat diatur melalui menu pengaturan.
Selain lampu RGB, Infinix turut membekali GT 30 Pro dengan fitur tombol bahu “L dan R” yang bisa dipetakan pada perintah-perintah di dalam game. Menariknya lagi, fitur ini tidak membuat bodi GT 30 Pro membengkak. Sebab, ketebalannya hanya 8 mm, masih lebih tipis dari Pova 7 Ultra yang setebal 8,9 mm.
Kini beralih ke sisi depan, dua smartphone ini kompak dibekali panel AMOLED 144 Hz kendati dengan ukuran berbeda, yakni 6,67 inci untuk Tecno Pova 7 Ultra dan 6,78 inci untuk Infinix GT 30 Pro.
| Spesifikasi | Tecno Pova 7 Ultra | Infinix GT 30 Pro |
| Layar | AMOLED 6,67 inci (1.260 x 2.800 piksel), refresh rate 144 Hz, kecerahan maksimal 4.500 nit | AMOLED 6,78 inci (1.224 x 2.720 piksel), refresh rate 144 Hz, kecerahan maksimal 4.500 nit |
| Ketahanan bodi | IP64 | Gorilla Glass 7i (depan), plastik (frame dan belakang), IP64 |
| Dimensi bodi | 160 x 75,2 x 8,9 mm | 163,7 x 75,8 x 8 mm, bobot 189 gram |
| Fitur-fitur lain | Mini-LED | RGB LED, tombol bahu “GT Trigger” |
| Varian warna | Geek White, Geek Black | Dark Flare, Blade White, Shadow Ash |
Sejatinya, spesifikasi kamera kedua smartphone ini nyaris sama. Keduanya sama-sama dilengkapi kamera utama 108 MP, tepatnya Samsung ISOCELL S5KHM2 untuk Pova 7 Ultra dan S5KHM untuk Infinix GT 30 Pro. Kedua kamera utama ini tidak dilengkapi dengan OIS.
Sebagai kamera pendampingnya, dua HP mid-range bersangkutan hadir dengan kamera 8 MP ultra wide. Namun bedanya, di saat kamera ultra wide pada Tecno Pova 7 Ultra masih fixed focus, kamera ini sudah disertai autofokus pada Infinix GT 30 Pro.
| Spesifikasi | Tecno Pova 7 Ultra | Infinix GT 30 Pro |
| Kamera belakang | 108 MP + 8 MP ultra wide (fixed focus) | 108 MP + 8 MP ultra wide GalaxyCore GC08A8 (autofokus) |
| Kamera depan | 13 MP | 13 MP |
Pova 7 Ultra memiliki spesifikasi baterai yang lebih unggul dibandingkan pesaingnya. Tecno mempersenjatainya dengan baterai berkapasitas 6.000 mAh, sedikit lebih besar dari Infinix GT 30 Pro yang berkapasitas 5.500 mAh.
Bukan itu saja, Pova 7 Ultra juga dibekali fast charging 70 watt via kabel yang diklaim dapat mengisi baterai hingga penuh dalam 44 menit. Sementara, Infinix GT 30 Pro mengusung daya 45 watt via kabel.
Pengujian internal yang dilakukan 91Mobiles mengungkapkan bahwa GT 30 Pro memerlukan waktu 59 menit untuk terisi penuh dari kondisi baterai 20 persen.
| Spesifikasi | Tecno Pova 7 Ultra | Infinix GT 30 Pro |
| Baterai | 6.000 mAh | 5.500 mAh |
| Pengisian daya | 70 watt, terisi penuh dalam 44 menit (klaim), 30 watt nirkabel (magnetis), bypass charging | 45 watt, terisi penuh dalam 59 menit (pengujian internal), 30 watt nirkabel, bypass charging |
| PC Mark Battery Life | – | 7 jam 26 menit |
Pova 7 Ultra berjalan pada sistem operasi Android 15 saat rilis, berselimutkan antarmuka HiOS 15, didukung oleh Tecno AI dan Ella AI Assistant dan juga AI Studio yang meliputi AI Raw, AI Eraser 2.0, AI Image Extender, dan lain sebagainya.
Tidak jauh berbeda, Infinix GT 30 Pro juga hadir dengan sistem operasi Android 15 dari pabrikannya, dipoles dengan antarmuka XOS 15.
Untuk fitur kecerdasan buatannya, tersedia fitur asisten AI Folax yang terintegrasi dengan DeepSeek R1, Circle to Search, AI Wallpaper Generator, pemrosesan dokumen dengan AI, opsi untuk pengolahan AI di perangkat (on-device), serta AI Gallery yang mencakup Object Eraser dan Subject Cutout.
Baik Tecno Pova 7 Ultra maupun Infinix GT 30 Pro dijanjikan masa pembaruan OS hingga 2x dan patch keamanan selama 3 tahun. Selain itu, keduanya juga dilengkapi sederet fitur konektivitas seperti Wi-Fi 5 dual-band, infrared, NFC, stereo speaker, dan juga Bluetooth.
Sayangnya, Infinix GT 30 Pro tidak dihadirkan dengan port audio jek 3,5 mm agar dapat terhubung dengan earphone kabel. Untungnya port ini masih disediakan di Tecno Pova 7 Ultra.
| Spesifikasi | Tecno Pova 7 Ultra | Infinix GT 30 Pro |
| Sistem operasi | Android 15, HiOS 15 | Android 15, XOS 15 |
| Masa jaminan update | 2 tahun OS, 3 tahun patch keamanan | 2 tahun OS, 3 tahun patch keamanan |
| Konektivitas | Wi-Fi 5, Bluetooth, NFC, infrared, port audio 3,5 mm | Wi-Fi 5, Bluetooth, NFC, infrared |
Setelah mengetahui perbandingan Tecno Pova 7 Ultra dan Infinix GT 30 Pro di atas, diharapkan calon pembeli dapat mengambil keputusan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Jika menginginkan HP yang lebih murah dan punya storage lega serta tombol bahu, Infinix GT 30 Pro adalah opsi yang tepat. Sedangkan, jika ingin ponsel dengan baterai yang lebih awet, bisa memilih Tecno Pova 7 Ultra.