
Tecno, merk di bawah payung Transsion Holdings, baru saja meluncurkan ponsel Tecno Spark Go 2 di kelas harga entry-level pada Kamis, 24 Juli 2025 untuk pasar Indonesia.
Smartphone ini hanya dibanderol dengan harga normal Rp 1 juta kecil, menjadikannya pesaing dari Poco C71 yang lebih dulu rilis beberapa waktu lalu.
Persamaan Tecno Spark Go 2 dan Poco C71 cukup banyak, seperti harganya yang sama-sama Rp 1 juta kecil, penggunaan chipset Unisoc T7250, hingga layar yang mendukung refresh rate 120 Hz.
Di luar dari beberapa persamaan ini, keduanya juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut ini adalah perbandingan dari Tecno Spark Go 2 dan Poco C71.
Table of Contents
Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, baik Tecno Spark Go 2 maupun Poco C71 sama-sama dibanderol harga Rp 1 jutaan.
Bedanya, Spark Go 2 hadir dengan harga normal Rp 1.129.000 untuk satu-satunya varian, RAM 3 GB/ 64 GB, sedangkan Poco C71 dijual lebih murah lagi yaitu Rp 1.099.000 untuk RAM 4 GB/ 128 GB.
Kedua smartphone terlihat kentara berlomba-lomba untuk mendapat julukan “di bawah Rp 1 juta”, setidaknya saat periode flash sale masih berlaku.
Saat hari perdana peluncurannya, Tecno Spark Go 2 dan Poco C71 masing-masing bisa dibawa pulang dengan harga promo Rp 978.000 dan Rp 999.000.
Menariknya, walau harga normal Poco C71 sedikit lebih murah, smartphone ini sudah menggunakan storage 128 GB yang begitu lega. Kontras dengan Spark Go 2 yang mentok di 64 GB.
| Varian | Harga Tecno Spark Go 2 | Harga Poco C71 |
| RAM 3 GB/ 64 GB | Rp 1.129.000 | – |
| RAM 4 GB/ 128 GB | – | Rp 1.099.000 |
Dua pesaing HP Rp 1 jutaan ini sama-sama dibekali desain yang premium namun dengan ciri khasnya masing-masing.
Pada Tecno Spark Go 2, misalnya, hadir dengan modul kamera oval berisikan dua lensa yang membuatnya mirip dengan iPhone 16. Bisa dibilang satu-satunya yang membedakannya dengan iPhone 16 adalah absennya logo Apple di punggung.
Sementara, Poco C71 juga tampil menawan dengan konsep desain dual-tone khas perusahaan, memisahkan area kiri yang kosong dengan bagian kanan yang dipenuhi aksen visual garis-garis diagonal.
Poco C71 juga akan terlihat lebih besar karena memiliki ukuran layar jumbo 6,88 inci, kontras dengan Tecno Spark Go 2 yang “hanya” 6,67 inci.
Di luar itu, pengguna namun akan tetap merasakan pengalaman grip yang serupa, karena keduanya kompak mengusung ketebalan 8,4 mm.
Soal mana desain bodi belakang yang lebih baik, itu urusan selera. Namun saat menilik bagian depan, Tecno Spark Go 2 lebih unggul karena sudah menawarkan kamera depan punch hole.
Untuk ukuran HP Rp 1 juta, desain kamera punch hole jelas merupakan fitur istimewa. Ia terlihat lebih menyerupai ponsel kelas atas dibandingkan Poco C71 yang masih memakai kamera waterdrop notch.
| Spesifikasi | Tecno Spark Go 2 | Poco C71 |
| Layar | IPS LCD 6,67 inci HD Plus (720 x 1.600 piksel), refresh rate 120 Hz | IPS LCD 6,88 inci HD Plus (720 x 1.640 piksel), refresh rate 120 Hz |
| Dimensi dan ketahanan bodi | 165,6 x 77 x 8,3 mm, IP64 | 171,8 x 77,8 x 8,3 mm, bobot 193 gram, tahan debu dan percikan air |
| Desain kamera depan | Punch hole | Waterdrop notch |
| Varian warna | Veil White, Ink Black, Titanium Grey | Black, Blue, Gold |
Menyoal fotografi, Poco C71 menjadi pemenangnya karena difasilitasi kamera utama dengan resolusi lebih besar, yaitu 32 MP. Ponsel ini disebut-sebut punya tambahan satu kamera lagi sebagai pendamping, namun resolusi dan fungsinya tidak disebutkan.
Pada Tecno Spark Go 2, kamera miliknya hanya mengusung resolusi 13 MP tanpa tambahan kamera pendamping. Secara umum, resolusi kamera lebih besar akan mampu menangkap lebih banyak cahaya sehingga dapat menghasilkan foto yang lebih detail dan jernih.
| Spesifikasi | Tecno Spark Go 2 | Poco C71 |
| Kamera belakang | 13 MP f/1.8 27 mm, PDAF | 32 MP f/1.8, PDAF + auxiliary lens |
| Kamera depan | 8 MP | 8 MP |
Dalam hal kapasitas baterai, sebenarnya tidak ada perbedaan yang terlalu mencolok dari dua smartphone ini. Tecno Spark Go 2 disuplai dengan baterai 5.000 mAh di saat Poco C71 memiliki baterai 5.200 mAh.
Mengingat dua HP ini sama-sama memiliki chipset Unisoc T7250, efisiensi keduanya secara teori sama. Layarnya pun sama-sama mendukung refresh rate hingga 120 Hz.
Akan tetapi, layar Poco C71 yang sedikit lebih besar mungkin akan lebih banyak menyedot daya dibanding pesaingnya dari Tecno. Sehingga, pada ujungnya dua HP ini akan punya ketahanan baterai yang kurang lebih sama.
Pada pengisian dayanya, Tecno Spark Go 2 dan Poco C71 juga sama-sama menghadirkan fast charging 15 watt. Dua-duanya juga turut dilengkapi dengan charger yang sesuai pada boks penjualan masing-masing.
Ponsel dari merk Xiaomi dan Poco biasanya dibekali dengan sensor infrared, tapi kali ini Poco C71 menjadi pengecualian. Ponsel yang justru dibekali infrared adalah Tecno Spark Go 2, sehingga dapat dialih-fungsikan sebagai remote TV dan AC.
Tak cukup sampai situ, keunggulan Tecno Spark Go 2 berlanjut pada sistem audionya yang menghadirkan stereo speaker. Dengan speaker di atas dan bawah, HP ini akan memberikan pengalaman suara lebih immersive dibandingkan Poco C71 yang punya mono speaker.
Itu tadi poin perbandingan antara Tecno Spark Go 2 dan Poco C71. Secara umum, keduanya memiliki spesifikasi yang sangat mirip.
Perbedaan yang ada pun hanya terletak pada detail kecil dengan selisih yang tidak terlalu signifikan. Namun, Poco C71 memang memiliki spesifikasi yang lebih baik.
Jika Anda masih perlu bantuan dalam memilih salah satunya, mungkin bisa mengacu pada poin pertimbangan berikut ini.
Pilih Tecno Spark Go 2 kalau…
Pilih Poco C71 kalau…