Tetap Produktif di Pesawat, Menyusun Business Pitch Memikat dengan Bantuan Lenovo AI Now

Sorotan
  • Lenovo dan T&DON menggelar workshop yang dihadiri awak media untuk meningkatkan keterampilan business pitch menggunakan Smart Connect, Lenovo AI Now, dan rangka susunan ORANGE.
  • Lenovo AI Now merupakan fitur LLM lokal yang bekerja selayaknya asisten AI virtual, tanpa harus terkoneksi dengan internet.
  • ORANGE adalah kerangka susunan presentasi yang terdiri dari Opening, Relation, Attraction & Navigation, Game, dan Ending, dirancang untuk menarik perhatian audiens dalam waktu singkat serta membuat mereka merasa dipedulikan.

Lenovo menggandeng T&DON, konsultan komunikasi yang berfokus pada pengembangan keterampilan presentasi, untuk membuka sesi workshop pada Kamis (6/3/2026) guna membekali para jurnalis dan tech reviewer dengan strategi pembuatan proposal yang efektif. Tim 91Mobiles Indonesia kebetulan menjadi salah satu awak media yang diundang dan menghadiri acara tersebut. 

Sesi yang diadakan di Melas Dining, Jakarta ini bukan hanya membahas teknik pembuatan slide presentasi yang efektif, melainkan juga mendemonstrasikan bagaimana teknologi AI via LLM (Large Language Model) lokal dapat meningkatkan produktivitas dalam situasi nyata. 

Simulasi “Flight Mode”, uji produktivitas tanpa koneksi

Workshop dimulai dengan sebuah simulasi role-playing yang sangat menarik. Fendy Alwi selaku perwakilan sekaligus founder dari T&DON mengajak peserta membayangkan situasi unik, yakni mengerjakan tugas di pesawat.

Peserta diminta membayangkan sedang melakukan perjalanan bisnis dan akan terbang ke Surabaya. Sesaat sebelum naik pesawat, mereka baru saja menerima dokumen yang sangat panjang (sekitar 54 halaman) dari rekan kerja.

Karena waktu yang sangat sempit, peserta tidak mungkin membaca seluruh dokumen tersebut di bandara. Maka, satu-satunya pilihan adalah mempelajari dokumen bersangkutan di dalam pesawat agar siap dipresentasikan saat mendarat. 

Pada laptop Lenovo yang disediakan di masing-masing meja grup peserta, tampilan layarnya menunjukkan sebuah aplikasi software yang punya fungsi amat krusial untuk menunjang produktivitas, yaitu Smart Connect. 

Fendy Alwi, Founder T&NDON yang tengah menjelaskan simulasi role-play. 

Di awal perkenalan sesi workshop, kami semua diminta untuk menginstal aplikasi Smart Connect di ponsel terlebih dahulu sebelum memulai, yang mana hal ini tidak perlu saya lakukan karena Motorola Edge 60 Pro yang saya pakai sudah memiliki aplikasi itu secara prainstal. 

Dalam sesi role-playing, para peserta dihimbau membayangkan untuk berniat merangkum file presentasi 54 halaman menggunakan AI secara singkat, namun dengan satu syarat: mode airplane diaktifkan.

Yang tidak terpikirkan saat itu adalah seluruh asisten virtual AI yang akan digunakan ternyata tidak dapat membantu, karena perangkat tidak akan terhubung dengan internet saat berada di pesawat. 

Smart Connect di Lenovo untuk memindahkan file antar perangkat dengan cepat (drag and drop).
Smart Connect di Lenovo untuk memindahkan file antar perangkat dengan cepat (drag and drop).

Dalam kondisi tanpa internet, peserta ditantang untuk merangkum dokumen slide presentasi setebal 54 halaman hanya dalam waktu 3 menit, yang artinya, tanpa dibantu AI. Barulah setelah “pain point” dari situasi ini dirasakan secara nyata, Fendy memperkenalkan fitur Knowledge Assist pada Lenovo AI Now, yakni fitur AI lokal yang dapat bekerja tanpa terhubung ke internet.

Fitur Smart Connect sangat membantu dalam berkirim file antar perangkat, memudahkan peserta untuk memindai barcode di layar presentasi untuk mengunduh PDF lalu mengirimkannya ke laptop secara drag and drop

Cara kerja Lenovo AI Now, LLM lokal yang intuitive

Berbeda dengan AI berbasis awan (cloud), sistem ini bekerja secara lokal di perangkat alias on-device. Hal ini memberikan dua keuntungan utama, yakni efisiensi waktu karena tidak tergantung pada sinyal, serta keamanan data yang lebih tinggi karena informasi sensitif tidak keluar dari jaringan lokal pengguna. 

Input apa pun yang dimasukkan, karena tidak diunggah ke internet, tidak akan pula dijadikan bahan training AI sehingga keamanan rahasia dokumen tetap terjaga. 

Untuk menggunakannya, kami hanya perlu melakukan drag-and-drop file PDF ke dalam aplikasi Lenovo AI Now. Setelah dijadikan sumber di dalam basis knowledge, pengguna dapat memberikan prompt apa pun untuk menanyakan isi dari PDF tersebut, termasuk membuat ringkasan secara lokal (summarization). 

Fitur Knowledge Assist dapat "menyetel" file PDF sebagai sumber referensi saat membuat rangkuman atau menanyakan informasi di dalamnya.
Fitur Knowledge Assist dapat menjadikan file PDF sebagai sumber referensi saat membuat rangkuman atau menanyakan informasi di dalamnya.

Hasilnya, Lenovo AI Now dapat merangkum dokumen panjang setebal 54 halaman menjadi poin-poin utama dalam waktu singkat, sekitar 3 menit saja. Hasil ringkasannya pun mencakup ringkasan utama, poin-poin utama, serta takeaway di bagian akhir. 

Di dalam dokumen tersebut, terdapat sebuah istilah yang cenderung dianggap asing oleh orang awam yaitu “talent velocity”. Dengan cukup menanyakan “what is talent velocity” sebagai prompt, fitur Lenovo AI Now akan menyajikan jawabannya berdasarkan data yang ada di dalam PDF. 

Integrasi dengan Smart Mode

Selain aspek pemrosesan data, sistem ini juga terintegrasi dengan fitur pendukung produktivitas lainnya yang dinamakan Smart Mode. 

Di dalam Smart Mode, tersedia fitur Attention Mode yang bisa dipakai pengguna untuk fokus pada tugas tertentu dalam durasi waktu yang ditetapkan, misalnya 20 menit, sebelum mengambil waktu istirahat. 

Lalu ada Wellness, fitur yang menggunakan sensor untuk mendeteksi postur tubuh pengguna. Jika duduk terlalu membungkuk atau terlalu dekat dengan layar (tech neck), sistem akan memberikan peringatan untuk memperbaiki postur duduk.

Fitur Collaboration turut hadir untuk mengoptimalkan kualitas audio dan visual, misalnya bentuk noise cancelling dan peningkatan kualitas cahaya rendah secara otomatis saat melakukan rapat virtual.

Lalu ada fitur Privacy Guard yang sesuai namanya, dapat memberikan proteksi ekstra saat membuka dokumen sensitif di tempat umum, termasuk mendeteksi jika ada orang lain yang mencoba mengintip layar laptop pengguna. 

Framework “ORANGE” untuk membuat proposal yang memikat

Fendy, fasilitator dari T&DON, menekankan bahwa banyak profesional sering terjebak dalam rutinitas presentasi tanpa benar-benar mempelajari keahlian presenting secara terstruktur. Untuk mengatasi hal ini, ia memperkenalkan kerangka kerja ORANGE dalam menyusun proposal bisnis, yakni singkatan dari:

  • Opening. Dirancang untuk menarik perhatian dalam 7 detik pertama melalui isu yang relevan. 
  • Relation. Membangun hubungan dengan audiens dengan menunjukkan pemahaman atas masalah mereka. 
  • Attraction & Navigation. Memberikan gambaran solusi dan alur kerja yang ditawarkan. 
  • Game (portofolio). Bagian ini tidak memiliki arti “game” dalam bentuk ice-breaking, melainkan menunjukkan rekam jejak atau angka-angka yang membuktikan kredibilitas presenter.
  • Ending. Bagian ini dimaksudkan sebagai penutup yang kuat untuk memancing diskusi lebih lanjut.

Dengan menggunakan framework ORANGE tersebut, kita dapat menarik perhatian audiens dalam waktu dalam singkat, serta melakukan pendekatan berbasis manfaat (benefit-first) untuk mengutamakan apa yang akan didapatkan oleh klien atau audiens terlebih dahulu. 

Bahkan tidak hanya terpakai untuk proposal bisnis, Fendy menyebutkan bahwa dirinya pun memakai urutan logika ORANGE ini untuk berbagai konten modern, seperti skrip video TikTok agar penonton tidak cepat bosan (menjaga view retention) hingga konten media sosial seperti Instagram. 

Dalam workshop ini, peserta diberikan perspektif baru bahwa kecanggihan teknologi AI harus selaras dengan cara berkomunikasi yang kuat. Dengan memanfaatkan AI lokal untuk pengolahan data cepat dan menerapkan kerangka kerja komunikasi yang tepat, seseorang dapat menghasilkan proposal yang tak hanya inovatif melainkan juga memenangkan hati para pengambil keputusan.