
Era kepemimpinan Tim Cook di Apple resmi akan segera berakhir. Apple mengumumkan bahwa Tim Cook bakal mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Chief Executive Officer (CEO) setelah lebih dari satu dekade memimpin raksasa teknologi tersebut.
Posisi Cook akan digantikan oleh John Ternus, yang saat ini menjabat sebagai Senior Vice President Hardware Engineering di Apple. Pergantian kepemimpinan ini dijadwalkan akan efektif mulai 1 September 2026 mendatang.
Meski menanggalkan kursi CEO, Cook tidak sepenuhnya meninggalkan Apple. Ia akan menduduki posisi baru sebagai Ketua Eksekutif (Executive Chairman) di dewan direksi perusahaan. Cook juga akan tetap menjalankan tugasnya sebagai CEO selama musim panas ini untuk memastikan proses transisi berjalan mulus, sebagaimana dihimpun 91Mobiles Indonesia dari CNN.com.
Selain itu, Tim Cook juga akan membantu dalam aspek tertentu, misalnya seperti berhubungan dengan pembuat kebijakan (policymaker) di seluruh dunia.
Table of Contents
Tim Cook mengambil alih kursi kepemimpinan Apple pada tahun 2011, sesaat sebelum pendiri Apple, Steve Jobs, meninggal dunia. Di bawah kendalinya, Apple berkembang dari sekadar perusahaan pembuat gadget menjadi penyedia layanan dan ekosistem global.
Secara finansial, prestasi Cook tergolong fenomenal. Pada tahun 2018, Apple menjadi perusahaan publik pertama yang mencapai valuasi 1 triliun dolar AS, dan kini nilai perusahaan tersebut sudah menyentuh angka 4 triliun dolar AS.
Cook juga berhasil memperluas portofolio produk Apple di luar iPhone, Mac, dan iPod, dengan memperkenalkan kategori baru seperti Apple Watch dan AirPods, serta memperkuat bisnis layanan melalui Apple TV+.
Ia juga dikenal sebagai pemimpin yang sangat dekat dengan konsumen, di mana selama 15 tahun terakhir ia selalu memulai harinya dengan membaca email dari pengguna Apple di seluruh dunia.
Selama masa jabatannya, Cook berhasil mengarahkan Apple melewati berbagai momen krusial sejarah, mulai dari pandemi COVID-19 hingga kebijakan tarif dan perang dagang era President Donald Trump. Cook bahkan berkomitmen melakukan investasi sebesar 600 miliar dolar AS untuk memperluas jejak Apple di Amerika Serikat.
John Ternus bukanlah orang baru di lingkungan Cupertino, tempat di mana Apple didirikan. Ia telah berkarir di Apple selama 25 tahun dan memiliki latar belakang teknik yang sangat kuat, berbeda dengan Cook yang lebih fokus pada aspek operasional dan logistik.
Ternus bergabung dengan tim desain produk Apple pada 2001, kemudian naik jabatan menjadi VP Hardware Engineering pada tahun 2013 dan menjadi SVP (Senior Vice President) pada 2021. Ia juga terlibat dalam pengembangan hampir semua produk ikonik Apple, termasuk seluruh generasi iPad, berbagai model iPhone, hingga transisi prosesor Mac ke Apple Silicon. Baru-baru ini, ia telah memimpin peluncuran MacBook Neo, laptop murah pertama dari Apple.
Cook memuji Ternus sebagai sosok eksekutif yang visioner. “Ia memiliki pikiran seorang teknisi, jiwa seorang inovator, dan hati untuk memimpin dengan integritas serta kehormatan,” puji Cook dalam pernyataan resminya.
Meski sukses secara finansial, Ternus mewarisi sebuah tantangan besar. Apple belakangan dikritik lantaran dianggap lambat dalam persaingan kecerdasan buatan (AI) dibandingkan kompetitor seperti OpenAI dan Google.
Produk high-end Apple Vision Pro juga dinilai masih menjadi produk niche yang belum mencapai kesuksesan massal. Analis dari Wedbush Securities, Dan Ives, menyebutkan bahwa Ternus akan menghadapi tekanan besar untuk segera membuat pencapaian, terutama di bidang AI.
Para analis menilai pemilihan Ternus yang berlatar belakang perangkat keras merupakan sinyal bahwa Apple ingin melakukan diferensiasi produk dan keluar dari ketergantungan pada iPhone. Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan besar untuk Siri pada bulan Juni mendatang. Lalu, pengembangan iPhone lipat (foldable) juga tengah berjalan dan diprediksi akan rilis September nanti.
Mundurnya Cook turut mengundang reaksi dari tokoh industri, termasuk bos OpenAI, Sam Altman. “Tim Cook adalah seorang legenda. Saya sangat berterima kasih atas semua yang telah dia lakukan, dan saya berterima kasih kepada Apple,” tulis Altman melalui akun X/Twitter miliknya, sebagaimana dihimpun dari BBC.com.