
Sang eksekutif Vivo mengeklaim bahwa selain mampu memberikan zoom optis 8,7x untuk kamera telephoto 200 MP di X200 Ultra, lensa add-on dari Zeiss ini mampu menghasilkan zoom (digital) 35x atau setara 800 mm yang “highly usable”. Selain itu, kualitas gambar di tingkat zoom 70x (1.600 mm) yang dihasilkannya sebanding dengan zoom 30x di kamera telephoto X200 Ultra tanpa tambahan lensa.
Untuk membuktikan klaimnya, Boxiao mengunggah sejumlah contoh jepretan Vivo X200 Ultra yang diambil dengan lensa add-on Zeiss untuk focal length native optical 200 mm, zoom digital 35x 800mm, dan zoom digital 70x 1.600 mm, sebagaimana bisa dilihat di bawah.
Satu kekurangannya mungkin adalah lensa add-on ini berukuran cukup besar dan panjang, meskipun bisa dimaklumi untuk focal length dan aperture yang dimilikinya. Penggunanya pun harus rela lebih repot menenteng dan memasang aksesori tersebut -bersama dengan photography kit– apabila ingin menggunakannya dalam perjalanan.
Namun, setidaknya Vivo sudah berani mewujudkan konsep lensa tambahan untuk smartphone ke dalam produk final yang siap dipasarkan. Beberapa pabrikan lain seperti Realme dan Xiaomi juga sedang bereksperimen dengan lensa add-on, tapi mereka belum merealisasikannya ke dalam produk komersil.
Sebagaimana dihimpun dari Android Authority, masih ada beberapa pertanyaan soal lensa add-on Zeiss untuk Vivo X200 Ultra, seperti harganya dan kompatibilitasnya dengan fitur-fitur kamera di ponsel, seperti mode portrait, perekaman video 4K 120 fps, night mode, dan lain-lain. Kemungkinan Vivo bakal mengungkap informasi lebih detil mengenai X200 Ultra dan aneka aksesorinya ketika perangkat tersebut meluncur di China pada 21 April mendatang.