Vivo X300 Ultra vs Vivo X300 Pro, Selisih Harga Rp 7 Juta Apa Saja Bedanya?

Setelah sukses menelurkan Vivo X300 dan X300 Pro pada akhir tahun 2025, Vivo Indonesia resmi melengkapi lini flagship miliknya dengan menghadirkan Vivo X300 Ultra pada 11 Mei 2026. Hadirnya varian Ultra ini merupakan yang pertama dalam sejarah Vivo Indonesia. Sebab, sebelumnya versi tertinggi X series memang tak pernah dibawa masuk ke Tanah Air.

Sebagai sesama ponsel flagship yang menonjolkan kemampuan kamera hasil kolaborasi dengan Zeiss, varian Pro dan Ultra sama-sama punya kemampuan fotografi yang baik. Meski begitu, tentu saja Ultra menyuguhkan hal ekstra yang tak dimiliki Pro. Lantas, sejauh apa peningkatan yang dimiliki Ultra? Simak perbandingannya berikut ini.

Table of Contents

Vivo X300 Ultra vs Vivo X300 Pro: Harga

Di pasar Indonesia, Vivo X300 Pro hadir dengan satu pilihan memori yang cukup lega untuk kebutuhan sehari-hari, yakni RAM 16 GB/512 GB. Sedangkan, Vivo X300 Ultra lebih unggul lagi karena menawarkan opsi storage hingga 1 TB.

Memilih varian 1 TB adalah keputusan yang baik untuk fotografer atau videografer profesional, terlebih bagi yang sering melakukan perekaman dengan format LOG yang punya ukuran file sangat besar.

Meski lebih unggul, Vivo X300 Ultra sayangnya dibanderol dengan harga sangat tinggi yaitu mulai dari Rp 26 juta, terpaut Rp 7 juta ketimbang varian Pro yang seharga Rp 19 juta.

Varian memoriHarga Vivo X300 UltraHarga Vivo X300 Pro
RAM 16 GB/ 512 GBRp 25.999.000Rp 18.999.000
RAM 16 GB/ 1 TBRp 29.999.000

Vivo X300 Ultra vs Vivo X300 Pro: Chipset

Tampilan antarmuka Vivo X300 Ultra (kiri), tampilan laman About Phone (kanan).

Sebagai HP flagship, dua-duanya mengusung chipset flagship dengan performa paling tinggi di tahun 2026, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5 untuk Ultra dan MediaTek Dimensity 9500 untuk Pro.

Selain itu, keduanya sama-sama dibekali chip imaging untuk meningkatkan kemampuan kamera, kendati dengan tingkatan yang berbeda. Pada X300 Pro, Vivo menyematkan chip imaging VS1 dan V3+ untuk menunjang pemrosesan foto serta video, mulai dari HDR, noise reduction, hingga stabilisasi dan pemrosesan warna.

Sedangkan, Vivo X300 Ultra memakai versi lebih canggih yaitu VS1+ (bersama chip V3+ yang sama pada varian Pro). Cip VS1+ pada varian Ultra dirancang untuk menangani kebutuhan fotografi dan videografi yang lebih profesional.

Soal perbedaan performa dalam hal gaming atau multi-tasking, ini bakal bergantung pada perbedaan kinerja masing-masing chipset.

Dihimpun dari GizmoChina, Snapdragon 8 Elite Gen 5 secara umum lebih unggul dari segi skor Geekbench, baik itu single-core maupun multi-core. Namun, perbedaan skornya tergolong kecil.

Pada pengujian AnTuTu, Snapdragon Elite Gen 5 meraih skor mendekati 3,9 juta poin, sedangkan Dimensity 9500 menorehkan skor 3,5 juta poin. Jadi, bagi Anda yang menginginkan sedikit peningkatan pada aktivitas bermain game, varian Ultra bakal lebih cocok dipilih.

Namun jangan salah, Vivo X300 Pro tentunya sudah lebih dari mampu dalam memainkan game berat seperti Genshin Impact dan Wuthering Waves tanpa lagging. Bedanya, karena Ultra memakai Qualcomm, optimasi game bakal cenderung lebih baik sehingga menjadi salah satu alasan di balik keberhasilannya mencapai frame rate lebih tinggi dan stabil.

SpesifikasiVivo X300 UltraVivo X300 Pro
ChipsetSnapdragon 8 Elite Gen 5 (3 nm TSMC)Dimensity 9500 (3 nm TSMC)
CPU dan GPU8-core (2x 4,6 GHz Oryon Gen 3 + 6x 3,62 GHz Oryon Gen 3), GPU Adreno 8408-core CPU (1x 4,21 GHz C1-Ultra + 3x 3,5 GHz C1 Premium + 4x 2,7 GHz C1-Pro), GPU Immortalis Mali-G1 Ultra MP12
Chip tambahanVS1+ dan V3+VS1 dan V3+
AnTuTu 113.548.426 poin3.893.781 poin
Geekbench 63.452 poin (single-core), 10.128 poin (multi-core)3.725 poin (single-core), 11.318 poin (multi-core)

Vivo X300 Ultra vs Vivo X300 Pro: Desain dan layar

Vivo X300 Pro

Dari segi fisik, varian Ultra hadir dengan dimensi lebih bongsor dan bobot yang lebih berat ketimbang Pro. Hal ini namun wajar mengingat spesifikasi kameranya yang lebih unggul dan layar yang lebih besar.

Vivo X300 Ultra mengusung layar 6,82 inci, sedikit lebih luas dari layar 6,78 inci pada Vivo X300 Pro. Varian Ultra juga punya layar lebih mulus dengan refresh rate 144 Hz ketimbang Pro yang “hanya” 120 Hz. Ini akan membuat pengalaman scrolling dan gaming lebih mulus pada Ultra, terlebih jika Anda memainkan game yang berhasil menyentuh frame rate di atas 120 FPS.

Bodi belakang Vivo X300 Ultra.

Tampilan luarnya tampak tidak jauh berbeda karena sama-sama mengusung housing kamera bundar raksasa, terletak di sisi atas bodi belakang. Modul kamera lingkaran ini sama-sama menampung empat lensa yang disusun dalam format 4 x 4, berbeda dengan Vivo X300 standar yang susunan kameranya menyerupai “belah ketupat”.

Bahkan penempatan logo Zeiss di tengah kamera bundar ini pun identik satu sama lain. Bedanya, jika dilihat secara saksama, masing-masing lensa pada varian Ultra terlihat lebih berjarak.

Yang unik dari desain Vivo X300 Ultra adalah kehadiran varian warna hijau (Film Green) yang punya nuansa dual-tone. Selebihnya, semua varian warna Vivo X300 Pro dan Ultra hadir dalam satu tone saja.

SpesifikasiVivo X300 UltraVivo X300 Pro
Layar6,82 inci LTPO AMOLED (2K), refresh rate 144 Hz6,78 inci LTPO (1,5K), refresh rate 120 Hz
Dimensi bodi163 x 76,8 x 8,2 mm, bobot 232 gram161,2 x 75,5 x 8 mm, bobot 226 gram
KetahananArmor Glass, IP68/ IP69Armor Glass, IP68/ IP69
Varian warnaShutter Black dan Film GreenCloud White, Dune Brown, Phantom Black

Vivo X300 Ultra vs Vivo X300 Pro: Kamera

Vivo X300 Ultra mengusung sensor utama 200 MP Sony Lytia 901 dengan focal length 35 mm, sedangkan Vivo X300 Pro dibekali kamera 50 MP Sony LYT-828.

Untuk perekaman videonya, perangkat Ultra jauh melampaui Pro karena sudah mendukung Multi-Focal 4K 120 FPS di semua kamera belakang. Fitur ini dipadukan dengan dukungan 10-bit Log dan integrasi ke sistem pascaproduksi profesional seperti ACES Workflow, menjadikannya alat produksi film yang sangat “proper” sekaligus bisa dimasukkan ke dalam saku.

Vivo X300 Ultra saat terpasang dengan hand grip dan teleconverter kit 400 mm.

Berlanjut ke kamera pendamping, Vivo X300 Ultra hadir dengan kamera 200 MP kedua dengan fungsi periskop telefoto, menggunakan sensor Samsung HP0 yang mendukung zoom optis 3x.

Berbeda dengan Ultra yang punya dua kamera 200 MP, varian Pro hanya punya satu kamera 200 MP ISOCELL HP0 yang mengusung fungsi periskop telefoto (zoom optis 3,7x).

Mengenai kamera ultrawide, varian Ultra didukung sensor 50 MP Sony Lytia 818 yang turut dibekali OIS, sementara varian Pro dikemas dengan 50 MP Samsung JN1.

Vivo X300 Ultra vs Vivo X300 Pro: Aksesoris