
Pabrikan ponsel asal China, Vivo, sepertinya tengah bersiap menghadirkan ponsel terbarunya dari lini Y series di pasar global. Ponsel bersangkutan bernama Vivo Y32 5G, terpantau muncul di basis data sertifikasi SIRIM (Standard and Industrial Research Institute of Malaysia).
Berdasarkan dokumen sertifikasi yang tertanggal pada 24 September 2026, ponsel ini didaftarkan oleh pemohon VTALENT BUSINESS SDN BHD dengan nomor model V2639 serta memuat nama pemasaran resmi Y32 5G.
Meskipun sudah mengantongi sertifikasi di Malaysia, rincian spesifikasi Vivo Y32 5G yang beredar saat ini masih tergolong sangat minim. Dokumen pendaftaran SIRIM sendiri tidak membeberkan spesifikasi hardware perangkat tersebut.
Alhasil, komponen utama seperti jenis dan ukuran layar, chipset, konfigurasi kamera, kapasitas baterai, hingga kecepatan pengisian daya masih belum diketahui.
Adapun munculnya Vivo Y32 5G (V2639) ini tergolong menarik karena menyusul varian Vivo Y32 lainnya yang telah lebih dulu terpantau muncul di SIRIM.
Sebelumnya, pada 14 September 2026, perangkat Vivo Y32 dengan nomor model V2638 terdaftar di SIRIM dengan kode referensi RGQL/52L/0926/S(26-5070). Berbeda dari V2639 yang secara gamblang mengusung jaringan 5G, model V2638 ini diperkirakan hadir sebagai varian 4G.
Sebagai informasi, nama “Vivo Y32” ini sendiri sebenarnya bukan hal baru bagi Vivo. Pabrikan tersebut pernah merilis ponsel kelas mid-range bernama Vivo Y32 berbasis 4G pada Desember 2021 lalu, yang saat itu menjadi ponsel pertama dengan Snapdragon 680.
Melihat dari namanya, dapat diasumsikan bahwa Vivo Y32 5G bakal hadir sebagai penerus dari Y31 5G yang rilis pada September tahun lalu. Ponsel pendahulu ini mengusung layar 6,68 inci dengan refresh rate 120 Hz, baterai besar 6.500 mAh, dan chipset Snapdragon 4 Gen 2.
Menariknya, meski menggunakan chipset untuk ponsel di harga murah, Y31 5G sudah mengantongi sertifikasi IP69 yang membuatnya tidak mudah rusak saat berhadapan dengan debu, rendaman air, hingga semburan air bertekanan dan bersuhu tinggi.
Selain itu, ponsel bersangkutan juga sudah dinyatakan lolos beragam pengujian ekstrem yang membuatnya mengantongi standar militer MIL-STD-810H. Perangkat ini mengandalkan sensor sidik jari di samping sebagai fitur keamanannya, serta berjalan pada sistem operasi Android 15 saat pertama kali rilis.
Kala itu Vivo Y31 5G rilis di India pada September 2025 dengan harga mulai dari 18.999 rupee India, alias sekitar Rp 3,5 jutaan. Di Malaysia, HP menengah tersebut rilis pada Desember 2025 dengan harga mulai dari 999 ringgit (Rp 4,3 jutaan).
Tidak diketahui apakah penerusnya akan dibanderol harga yang sama. Dengan tren kelangkaan chipset belakangan ini, tidak menutup kemungkinan Vivo Y32 5G akan mengalami kenaikan harga.