Proses pembongkaran Poco F7 Ultra dan mainboard utamanya (foto kanan).<\/figcaption><\/figure>Poco F7 Ultra memang menjadi ponsel F Series pertama Poco yang mendukung fast wireless charging<\/em> dengan daya sebesar 50 watt, di samping fast wired charging<\/em> 120 watt. Kapasitas baterainya sendiri 5.300 mAh, sedangkan Poco F7 Pro memiliki baterai 6.000 mAh.
Kedua ponsel sama-sama memiliki sistem pendingin 3D Dual-channel IceLoop System dengan vapor chamber<\/em> berukuran 5.400 mm persegi yang diklaim mampu meredam suhu hingga 3 derajat Celsius lebih rendah dibandingkan solusi cooling<\/em> konvensional.
Namun, di bagian mainboard<\/em> di sisi atas ponsel, terlihat bahwa lempengan heatsink<\/em> yang menutupi rangkaian chip<\/em> utama berukuran lebih besar di Poco F7 Ultra. Wajar saja, sebab Poco F7 Ultra memang memiliki dua chipset.<\/em>
Selain motor utama Snapdragon 8 Elite, Poco F7 Ultra membenamkan chip<\/em> pendamping berupa VisionBoost D7. Fungsinya adalah untuk mendongkrak kinerja game sehingga mampu membuahkan frame rate<\/em> 120 fps secara konsisten, di samping menambah fitur Game HDR dan Dual-core Visual untuk meningkatkan kualitas tampilan.
Satu perbedaan lainnya di antara kedua ponsel adalah jumlah kamera belakang. Poco F7 Ultra lebih lengkap dengan tiga kamera, terdiri dari kamera utama 50 MP (f\/1.6, OIS,), kamera tele-macro<\/em> 50 MP (f\/2.0, OIS, 2,5x optical zoom<\/em>) dan kamera ultrawide<\/em> 32 MP (f\/2.2).<\/p>\r\n