Walau pun kami tidak tega mengetes ketahanan bodi ponsel ini secara ekstrem, namun kami telah mencoba menenggalamkan Vivo V60 di rendaman air selama beberapa saat. Hasilnya, perangkat mampu bertahan dengan baik. Kinerja ketahanan ini berkat sertifikasi IP68 dan IP69 miliknya yang mampu bertahan di kedalaman air hingga 1,5 meter selama 120 menit. Ponsel lain umumnya hanya bisa bertahan hingga 30 menit. <\/p>

<\/div>
Menariknya lagi, Vivo berhasil memberikan bodi yang tahan banting sekaligus membuatnya tampil ringkas dengan bobot ringan. Vivo V60 berhasil menjadi ponsel dengan baterai 6.500 mAh tertipis, hanya setebal 7,53 mm. Bobot bodnya berkisar antara 192 hingga 201 gram, dengan distribusi bobot yang merata sehingga nyaman digenggam pada durasi panjang sekalipun.<\/p>
Perangkat ini mengusung desain curved edge<\/em> (bingkai melengkung), membuat cengkeraman tangan kurang kokoh dibandingkan flat edge<\/em> (bingkai rata). Di dalam boksnya namun terdapat casing<\/em> yang membuatnya lebih nyaman digenggam. Tombol power<\/em> dan volume <\/em>terletak di sisi kanan, pada lokasi yang mudah digapai oleh jari. <\/p>Di luar itu, kami agak menyayangkan posisi sensor sidik jarinya di layar yang terletak agak menjorok ke bawah. Ini menjadikannya sedikit sulit diraih jari setiap kali ingin membuka kunci layar. Ditambah lagi, kecepatan pembukaan kunci layarnya tergolong kurang instan, memerlukan waktu nyaris sedetik hingga dua detik untuk mengenali sidik jari dan membuka kunci layar. <\/p>
Perihal port-nya, Vivo V60 menyediakan lubang USB-C di sisi bawah untuk melakukan transfer data dan pengisian daya. Ponsel ini juga hadir dengan konektivitas NFC untuk melakukan pengisian kartu uang elektronik dengan mudah. <\/p>
<\/span>Kamera: Lengkap dan cocok untuk segala kondisi<\/span><\/h2>
<\/div>
Untuk fotografinya, Vivo V60 dilengkapi setup<\/em> tiga kamera yang merupakan hasil kolaborasi dengan Zeiss, perusahaan lensa ternama. Konfigurasi kamera ini mencakup 50 MP Sony IMX 776, ultra wide<\/em> 8 MP, dan telefoto 50 MP Sony IMX 882 yang mendukung tingkatan pembesaran optis hingga 2x.<\/p>Setup <\/em>kamera ini mirip seperti yang dimiliki Vivo X200 FE, salah satu ponsel dengan kualitas kamera paling baik di kelasnya. Ponsel ini juga menyediakan fitur perekaman video 4K dan mode portrait<\/em> AI Four Season yang dapat menangkap gambar dengan empat latar belakang unik berdasarkan empat musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin.<\/p>Selain itu, Vivo V60 juga kembali menghadirkan semua mode kamera dan filter<\/em> dari pendahulunya, termasuk Wedding Portrat Studio dan Film Camera Mode. Fitur Film Camera tersebut menerapkan tone<\/em> berbeda seperti filter<\/em> perkawinan, serta menawarkan bingkai yang bisa dikustomisasi. Pihak perusahaan juga menambahkan sejumlah tone<\/em> baru dan mode “Wedding vlog” untuk mereka yang ingin mengabadikan momen bahagia di kawinan. <\/p>
<\/div>
Fitur “Wedding vlog” ini merupakan bagian dari mode “Micro Move” yang memungkinkan pengguna merekam video engaging<\/em> menggunakan efek suara dan lagu. Efek dan lagu tersebut secara otomatis diterapkan pada filter Wedding vlog, guna menghasilkan teaser<\/em> dan momen-momen menarik pada acara tanpa harus menghabiskan waktu untuk mengedit sebelum dibagikan ke platform<\/em> media sosial.<\/p>Seluruh mode-mode unik ini dipadankan dengan kualitas kamera Vivo V60 yang mumpuni, mampu menangkap foto dengan hasil tajam dan detail serta dynamic rance<\/em> yang mengagumkan. Pada pengaturan awalnya, perangkat ini menghasilkan foto dengan warna-warna yang lebih cerah dan hidup sehingga membuatnya lebih memukau, kendati tampak kurang realistis. <\/p>Bagi mereka yang ingin menghasilkan estetika foto yang lebih natural, aplikasi kamera menyertakan filter Zeiss yang mampu menghasilkan warna-warna nyaris akurat. Filter bernama “Texture” juga tersedia, dapat membuat hasil foto lebih tajam sembari meningkatkan kecerahan warna. <\/p>\r\n