
<\/div>
Tahun lalu, Galaxy S24 Ultra dikenal sebagai ponsel berukuran besar. Bodinya yang bongsor juga membuatnya kurang nyaman digunakan. Kini, Galaxy S25 Ultra tetap mempertahankan desainnya yang khas, namun dengan ukuran dan bobot sedikit lebih ramping sehingga lebih terasa nyaman di genggaman.<\/p>
Ponsel ini juga mendapatkan perubahan lain, yakni pada sisi yang lebih datar dan sudut lebih membulat. Hal ini membuatnya memiliki ergonomi yang lebih baik. Bezel<\/em> layar juga dibuat lebih tipis. Selebihnya, desain ponsel masih terasa familiar<\/em>, dengan port, tombol, dan elemen lainnya yang tampak serupa dengan pendahulunya. <\/p>Tampilan Galaxy S25 Ultra juga tetap terlihat minimalis dan bergaya industrial dengan deretan lensa belakang yang kini sedikit lebih menonjol. Seperti biasa, S Pen masih ditempatkan pada sisi kiri bawah bodi. <\/p>
Layar pada Galaxy S25 Ultra masih membawakan ciri khas Samsung, yakni dengan ukuran 6,9 inci yang benar-benar memanjakan mata. Panelnya menggunakan LTPO AMOLED dengan refresh rate<\/em> mencapai 120 Hz, mendukung HDR10+, serta memiliki tingkat kecerahan maksimal mencapai 2.600 nit. <\/p>Kali ini, Samsung turut menambahkan lapisan anti-reflektif yang bisa mengurangi efek pantulan cahaya tanpa mengorbankan warna, sehingga membuat pengalaman visualnya semakin terasa maksimal. <\/p>

<\/div>
<\/span>Kecerdasan buatan, ekosistem, dan software<\/em><\/span><\/h2>Pengalaman kecerdasan buatan (AI) merupakan fokus utama dari Galaxy S25 Ultra dan dua “saudara” lainnya. Galaxy S24 Ultra sudah menonjol dengan fitur-fitur AI miliknya. Kini, penerusnya hadir dengan peningkatan signifikan, menyempurnakan fitur lama sekaligus memperkenalkan yang baru. <\/p>

<\/div>
Salah satu yang paling menarik adalah kehadiran Gemini Live dari Google, berperan sebagai asisten cerdas super canggih. Fitur ini dapat diaktifkan dengan menekan dan menahan tombol power<\/em>, lalu pengguna dapat berinteraksi melalui suara atau teks. <\/p>Tak hanya bisa menjawab pertanyaan biasa, Gemini Live juga mampu menjalankan perintah kompleks lintas aplikasi. Misalnya, pengguna dapat mencari restoran Italia terdekat lalu mengirimkan detailnya ke kontak, mengecek jadwal konser dan menambahkannya ke kalender, hingga menerjemahkan menu restoran dan menyeleksi makanan di bawah harga tertentu. <\/p>
Apabila dimanfaatkan sepenuhnya, aktivitas multi-aplikasi seperti ini dapat menjadi fitur yang benar-benar mengubah cara khalayak umum berinteraksi dengan smartphone<\/em>. <\/p>
<\/div>
Selain itu, masih banyak fitur AI menarik lainnya. Salah satunya adalah Browsing Assist, memungkinkan pengguna mendengarkan ringkasan dari halaman web tanpa harus membacanya sendiri. Lalu, ada Writing Assist yang tidak hanya sanggup merangkum teks melainkan juga menyusunnya dalam bentuk tabel atau poin-poin agar lebih mudah dibaca. <\/p>
Kemampuan AI di sisi gambar, suara, dan video juga semakin ditingkatkan. Fitur Generative Edit di dalam Photo Assist sekarang hadir dengan peningkatan besar, memungkinkan pengguna menghapus objek tak diinginkan pada foto dengan hasil lebih rapi dan natural. <\/p>

<\/div>
Bukan hanya itu, ada juga fitur baru Audio Eraser yang dapat memisahkan berbagai jenis suara di dalam video rekaman, seperti musik latar atau noise<\/em>. Fitur ini juga dapat mengatur volume<\/em> masing-masing suara tersebut atau pun menghapusnya. <\/p>Terdapat juga fitur Now Brief yang menjadi salah satu tambahan fitur paling menarik, dapat menampilkan informasi penting di layar secara berkala: mulai dari cuaca, berita, jadwal acara, hingga kenangan foto. Pengguna juga dapat memilih sendiri konten yang ingin ditampilkan.<\/p>
Galaxy S25 Ultra juga menyediakan fitur AI Select, versi terbaru dari Smart Select yang kini dapat menganalisis konten di layar dan menawarkan aksi lanjutan atau informasi tambahan. Bahkan, pengguna dapat membuat animasi GIF langsung dari video yang diputar. Peningkatan pada Galaxy AI secara keseluruhan membuatnya lebih intuitive<\/em> dan mudah digunakan.<\/p>
<\/div>
Dari segi software<\/em>, Galaxy S25 Ultra menjalankan sistem antarmuka One UI 7 terbaru berbasis Android 15. Selain menawarkan segudang fitur AI yang bermanfaat, versi ini juga menghadirkan sederet pembaruan menarik seperti panel terpisah untuk notifikasi dan quick settings<\/em>, widget<\/em> yang dirancang ulang, dan masih banyak lagi. Ada juga fitur Now Bar yang mirip Live Activities pada Apple, bisa menampilkan informasi dan kontrol langsung di lockscreen<\/em> dalam bentuk kartu interaktif yang bisa digeser.<\/p>
<\/div>
Menyoal aspek ekosistemnya, Samsung masih menjadi satu-satunya brand<\/em> Android yang sungguh berhasil membangun integrasi antarperangkat yang nyaman. Hal ini paling terasa di lini flagship-<\/em>nya, termasuk Galaxy S25 Ultra.<\/p>Ponsel Samsung dapat digunakan sebagai pusat kendali tablet atau laptop Samsung. Pengguna dapat melanjutkan aplikasi seperti Samsung Notes di perangkat lain, melakukan salin dan tempel konten secara lintas perangkat, menjawab panggilan dan pesan, hingga melakukan kontrol menggunakan keyboard<\/em> dan mouse<\/em> yang sama.<\/p>Lalu, bagi pengguna Galaxy Watch atau Galaxy Ring, konektivitas dengan Galaxy S25 Ultra juga berjalan mulus tanpa adanya pembatasan fitur. Tak ketinggalan, fitur Samsung DeX juga hadir untuk mengubah tampilan ponsel menjadi antarmuka layaknya PC di layar besar, baik secara kabel maupun nirkabel. Dengan keyboard<\/em> dan mouse<\/em>, pengguna juga bisa mendapatkan pengalaman produktivitas seolah memakai PC sungguhan.<\/p>
<\/div>
S Pen pada Galaxy S25 Ultra juga menjadi salah satu daya tarik paling menonjol. Stylus<\/em> khas Samsung ini masih mendapatkan slot khusus di bodi ponsel dan menjadi salah satu ciri utama yang membedakan Ultra dan varian Galaxy S lain, mewarisi DNA dari lini Galaxy Note. <\/p>Seperti generasi-generasi pendahulunya, Galaxy S25 Ultra kerap dibekali dengan S Pen, namun kini fitur Bluetooth-nya dihilangkan. Dengan kata lain, pengguna tidak bisa lagi menggunakan fitur Air Actions atau menjadikannya tombol shutter<\/em> kamera jarak jauh. Samsung mengklaim bahwa keputusan ini diambil karena fitur tersebut jarang digunakan. Namun, untuk ponsel flagship<\/em> sekelas Galaxy S Ultra, rasanya penghapusan fitur lama terasa agak janggal. <\/p>Terlepas dari fitur Bluetooth yang absen, S Pen tetapi berfungsi optimal untuk menulis, menggambar, maupun membuat catatan. Jika dimanfaatkan sepenuhnya, S Pen ini dapat menjadi instrumen penting untuk menunjang produktivitas pengguna.<\/p>
<\/span>Kamera<\/span><\/h2>
<\/div>
Pada bagian kamera, Galaxy S25 Ultra kini menawarkan peningkatan besar pada sektor ultra wide<\/em>, kini memakai sensor 50 MP menggantikan kamera 12 MP pada Galaxy S24 Ultra. Kamera utamanya tetap beresolusi 200 MP. Sedangkan, dua kamera lainnya (50 MP dan 10 MP telefoto) tetap dipertahankan. Pengguna dapat melakukan pembesaran optis hingga tingkatan 5x. <\/p>Sebelumnya, Galaxy S24 Ultra juga sudah dikenal memiliki kemampuan fotografi yang mumpuni dan ideal untuk segala kebutuhan. Kini Galaxy S25 Ultra turut melanjutkan kemampuan tersebut. Setelah diuji di berbagai kondisi dan skenario pencahayaan, kamera ponsel ini menawarkan kualitas foto yang tidak mengecewakan untuk segala kebutuhan pemotretan. Berikut ini beberapa hasil fotonya. <\/p>\r\n