<\/span><\/h2>Motorola Edge 60 Fusion merupakan ponsel all-rounder<\/em> (seimbang di segala sisi) dengan harga yang kompetitif. Dengan performa multimedia<\/em> yang solid, antarmuka software<\/em> yang bersih, baterai awet, serta kamera menakjubkan, Edge 60 Fusion adalah ponsel yang layak dipilih bagi mereka yang mencari ponsel serba bisa. Namun, sayangnya kemampuan fotografinya di malam hari kurang begitu baik. <\/p><\/span>Desain dan layar<\/span><\/h2>Konsep desain yang sama pada pendahulunya masih dipertahankan pada Motorola Edge 60 Fusion, kendati dengan sejumlah peningkatan. Sisi belakangnya menyerupai Edge 50 Fusion keluaran tahun lalu, mengusung material kulit imitasi di bodi belakang yang terasa premium saat disentuh. Camera island<\/em> pada ponsel ini berbentuk persegi dengan empat bulatan lensa di dalamnya. Pada sisi-sisi modul kamera, terdapat lengkungan halus untuk mencegah ketidak-nyamanan saat tak sengaja bersentuhan dengan jari tangan. <\/p>Bingkainya berbahan plastik, namun memiliki finishing<\/em> metalik yang serasi dengan skema warna cyan<\/em>. Sayangnya, panel belakangnya terasa mudah kotor sehingga perlu sering dibersihkan. Untuk varian yang masuk Indonesia, Motorola turut menyediakan casing <\/em>yang warnanya sama dengan varian warna ponsel. <\/p>
<\/div>
Edge 60 Fusion memiliki ketebalan bodi yang sedikit meningkat, menjadi 8,25 mm dari 7,9 mm pada pendahulunya. Bodi yang “membengkak” ini tampaknya untuk menampung baterai yang lebih besar. Tak hanya lebih tebal, bobot ponsel pun naik 6 gram dibandingkan Edge 50 Fusion.<\/p>
Pada sisi-sisi ponsel ini, tersedia stereo speaker<\/em>, port USB-C, dan slot kartu SIM. Satu hal tambahan paling menarik pada ponsel ini adalah sertifikasi IP68 dan IP69, membuatnya lebih tahan terhadap debu dan air. Bahkan tersedia fitur Wet Touch yang membuat layarnya tetap responsif meski sudah terkena air hujan. Fitur Wet Touch ini sudah ada sejak lama, dan baru diterapkan pada opsi ponsel terjangkau belum lama ini. <\/p>Edge 60 Fusion juga hadir dengan panel P-OLED 6,7 yang melengkung di sisi-sisinya, dengan resolusi 1,5K (1.220 x 2.712 piksel) dan peningkatan kecerahan maksimal hingga 4.500 nit. Meski begitu, refresh rate<\/em> layar kini menjadi 120 Hz, bukan 144 Hz seperti pendahulunya. Kami sebenarnya lebih menyukai layar datar, namun perlu diakui bahwa ponsel ini terlihat bagus dengan sisi-sisinya yang melengkung. <\/p>
<\/div>
Rasio kontras layarnya sungguh memukau, dengan cakupan warna 10-bit dan gamut DCI-P3. Warna-warna yang diperlihatkan sungguh terlihat hidup dan cerah. Stereo speaker<\/em> di ponsel ini juga ditingkatkan dengan Dolby Atmos untuk memberikan pengalaman menonton yang lebih immersive<\/em>. <\/p>Seperti kebanyakan layar melengkung lainnya, layar ponsel ini juga rentan menampilkan refleksi. Namun, hal ini bukan masalah besar jika sudah terbiasa. Tingkat visibilitas layar di bawah sinar matahari juga cukup memadai lantaran mendukung kecerahan hingga 1.400 nit pada HBM (High Brightness Mode). <\/p>
Layar Motorola Edge 60 Fusion tersertifikasi Widevine L1 dan HDR10+, sehingga memungkinkan pengguna untuk menikmati konten beresolusi Full HD pada platform<\/em> OTT (over-the-air<\/em>) seperti Netflix dan Amazon Prime Video. <\/p>Namun pada saat ulasan ini ditulis, dukungan pemutaran Netflix HDR belum didukung. Konten HDR untungnya masih bisa dinikmati pada dua platform<\/em> lain yaitu YouTube dan Amazon Prime Video. <\/p>Layar smartphone<\/em> ini juga dikemas dengan sensor sidik jari yang responsif dan bisa diandalkan. Sayangnya, posisi sensor ini sedikit menjorok ke bawah layar sehingga butuh waktu agar pengguna terbiasa menggunakannya. <\/p><\/span>Kamera<\/span><\/h2>Edge 60 Fusion dilengkapi konfigurasi kamera yang mirip seperti pendahulunya, yaitu dengan sensor 50 MP Sony-LYT 700C dan ultra wide<\/em> 13 MP. Di sisi depan, tersedia kamera 32 MP untuk menunjang selfie<\/em> dan video call<\/em>. Kali ini Motorola turut menyediakan sensor 3-in-1 yang dirancang untuk meningkatkan aspek exposure<\/em>, <\/em>akurasi warna, pengurangan flicker<\/em> pada hasil foto dan video.<\/p>
<\/div>
Pada kondisi pencahayaan bagus, kamera belakangnya bekerja dengan sangat baik. Hasil foto yang ditangkapnya punya warna cerah dan detail yang tajam. Profil warna pada ponsel ini juga sedikit tersaturasi. Jadi, jika Anda menyukai hasil foto dengan warna yang lebih “keluar” sedikit, pasti akan menyukai hasilnya. <\/p>
Kamera depan ponsel ini namun menghasilkan foto wajah dengan detail yang sedikit soft<\/em>, kendati difoto pada kondisi pencahayaan baik. <\/p>\r\n