<\/span><\/h2>Saat dipasangkan dengan Photography Kit (dijual terpisah), Xiaomi 15 Ultra melambangkan bagaimana sistem kamera smartphone<\/em> seharusnya. Meski sudah disokong oleh Snapdragon 8 Elite, perangkat ini mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan pengguna yang berfokus pada kinerja. Baterainya yang lebih besar juga memastikan daya tahan yang lebih lama dan bisa diandalkan. Namun, supaya bisa menonjol di pasar flagship<\/em> yang kompetitif, Xiaomi perlu lebih jauh mengeksplorasi fitur AI, khususnya AI generatif. <\/p><\/span>Desain dan layar<\/span><\/h2>Berdasarkan desain dan dimensinya, Xiaomi 15 Ultra hampir identik dengan Xiaomi 14 Ultra yang rilis tahun lalu. Versi terbaru ini sedikit lebih berat, kemungkinan karena punya kapasitas baterai 5.410 mAh yang lebih besar. Selain itu, desainnya masih terasa familiar<\/em>, dengan modul kamera besar yang menempati setengah bagian atas bodi. Camera island<\/em> miliknya cukup menonjol meski jarang mengganggu. Kami pribadi tidak keberatan dengan modul kamera besar, berikut dengan cincin di sekelilingnya yang memberikan kesan seperti kamera DSLR.<\/p>
<\/div>
Sayangnya, Xiaomi 15 Ultra hanya hadir dalam satu varian warna, yakni Silver Chrome, dengan kombinasi material kaca dan kulit vegan. Ini kontras dengan generasi pendahulunya yang ditawarkan dalam opsi hitam dan putih. Biasanya, kami pribadi lebih suka jika ada lebih banyak opsi warna di segmen flagship<\/em>, seperti pada ponsel Apple, Google, dan Samsung. Warna yang tersedia saat ini memang tidak buruk sama sekali, namun tampaknya bakal lebih menarik jika Xiaomi menawarkan varian hijau atau biru. Dua warna ini rasanya akan terlihat menarik dengan finishing<\/em> seperti ini.<\/p>Dalam hal ergonomika, kami sangat menyukai Xiaomi 15 Ultra. Kendati bobotnya berat, ponsel ini terasa kokoh dan seimbang di tangan. Penempatan tombol di sisi bodi juga terasa nyaman ketika digenggam. Lalu, tekstur kulit pada bagian belakang memberikan grip<\/em> yang baik, sementara bagian material kaca di sisi lainnya terasa halus di telapak tangan. Xiaomi memang belum menambahkan tombol ekstra seperti tombol shutter<\/em> kamera seperti iPhone 16 series<\/em> dan Oppo Find X8 Pro. Namun, ada kemungkinan fitur ini bakal hadir di generasi-generasi ke depannya. <\/p>Perlu dicatat pula bahwa ukuran Xiaomi 15 Ultra mungkin tidak akan cocok untuk semua orang. Jika Anda lebih menyukai ponsel dengan layar lebih kecil, Xiaomi 15 “reguler” bisa menjadi pilihan ideal lantaran menawarkan keseimbangan antara ponsel compact<\/em> dan flagship<\/em> berlayar jumbo. Kedua ponsel ini hadir dengan konfigurasi tombol dan port yang sama. Menariknya, keduanya juga sudah dilengkapi sensor sidik jari ultrasonik di layarnya, sehingga memiliki responsivitas yang tinggi. Hal ini terlepas dari harga keduanya yang terpaut sangat jauh. <\/p>
<\/div>
Layarnya mengusung panel quad-curved<\/em> berukuran 6,73 inci dengan resolusi 3.200 x 1.440 piksel ini punya bezel<\/em> yang sangat tipis, menawarkan pengalaman menonton yang lebih imersif dan intuitif. Berdasarkan pengujian di laboratorium kami, Xiaomi 15 Ultra sanggup mencapai tingkat kecerahan yang sangat tinggi, baik itu saat fitur HDR aktif maupun nonaktif. Sistem stereo speaker<\/em> miliknya juga menghasilkan suara yang lantang dan “nendang”. <\/p>Untuk saat ini, Galaxy S25 Ultra masih menjadi satu-satunya ponsel varian “Ultra” di pasaran yang punya lapisan anti-glare<\/em> unik pada layar tanpa memengaruhi akurasi warna. Jika absennya fitur ini bukan masalah bagi Anda, maka Xiaomi 15 Ultra tetap menjadi opsi dengan pengalaman visual memukau, baik untuk membaca maupun menonton konten di dalam dan luar ruangan. <\/p>Smartphone<\/em> ini turut mendukung berbagai format tampilan, termasuk HDR dan Dolby Vision, serta dilengkapi fitur wet-touch support<\/em> yang memungkinkan layar tetap responsif saat terkena air. Hal ini sungguh meningkatkan pengalaman multimedia<\/em> secara keseluruhan. Layar tersebut juga dilapisi dengan Xiaomi Shield Glass 2 generasi terbaru, ditambah satu lapisan pelindung ekstra untuk memberikan perlindungan lebih terhadap goresan.<\/p><\/span>Kamera<\/span><\/h2>Yang menjadi paling menonjol pada konfigurasi empat kamera Xiaomi 15 Ultra adalah lensa telefoto 200 MP baru dengan dukungan OIS yang aktif pada zoom<\/em> di tingkatan 4,3x. Saat subjek memiliki jarak yang tepat, hasil fotonya sungguh terlihat detail, dengan deteksi tepi (edge detection<\/em>) terbaik yang pernah kami temui di ponsel mana pun. <\/p>Xiaomi juga menyematkan sensor utama 1 inci 50 MP LYT-900 dengan aperture<\/em> tetap f\/1,63. Pilihan ini sedikit mengejutkan, mengingat Xiaomi 14 Ultra sebelumnya menawarkan aperture<\/em> variatif. Secara teori, konfigurasi baru ini memang tidak sefleksibel pendahulunya. Namun, pada pemakaian nyata, kami tidak mengalami perbedaan kinerja kamera yang signifikan. Sistem kameranya turut dilengkapi kamera ultra wide<\/em> 50 MP dengan tambahan telefoto 50 MP, punya lensa periskop yang bisa zoom<\/em> pada tingkatan 120x.<\/p>\r\n