
<\/div>
Logo Poco besar terpampang di panel belakang, meski secara pribadi kami tidak suka tampilannya yang terlalu mencolok. Namun material kulit sintetis bertekstur pada bodi belakang mampu mencegah sidik jari dan noda menempel dengan baik. <\/p>
Di sisi bawah, tersedia port USB-C, laci kartu SIM, dan speaker stereo<\/em>, sementara speaker<\/em> keduanya terletak di sisi atas perangkat. Tombol volume<\/em> dan daya, seperti biasa, ada di sisi kanan dan mudah dijangkau. <\/p>Perangkat ini mengantongi sertifikasi IP66, IP68, dan IP69 sehingga tahan terhadap debu dan air. Ponsel ini telah diujikan dengan cara dibawa mandi. Setelahnya, Poco X7 5G masih berfungsi dengan baik. Kami tidak berani menguji ketahanan airnya lebih lanjut karena alat elektronik dan air memang bukan kombinasi yang bagus, meskipun sudah memiliki sertifikasi tahan air sekalipun. Layar melengkung ponsel ini turut dilindungi lapisan Corning Gorilla Glass Victus 2, sesuatu yang jarang dijumpai di kelas harganya. <\/p>

<\/div>
Poco X7 5G dilengkapi dengan layar AMOLED 6,67 inci beresolusi 1.220 x 2.712 piksel, disertai refresh rate<\/em> 120 Hz. Panel ini juga sudah mendukung sertifikasi HDR10, Dolby Vision, serta mencakup 100 persen gamut warna DCI-P3 sehingga mampu menampilkan warna yang cerah dan kontras tajam. Ini termasuk layar dengan kualitas terbaik di kelas harganya, cocok bagi pengguna yang gemar menonton film atau bermain game<\/em>. <\/p>Perangkat ini turut disertai dua speaker stereo<\/em> yang menghasilkan suara lantang dan tetap jernih meski volume<\/em> dinaikkan. Kecerahan maksimal layar mencapai 3.000 nit, sehingga tampilannya tetap jelas di bawah terik matahari. Lalu, sensor sidik jarinya di layar bekerja cepat dan responsif meski jari dalam kondisi basah, berkat teknologi Wet Touch 2.0 dari Poco. <\/p><\/span>Kamera<\/span><\/h2>Poco X7 5G dipersenjatai dengan kamera 50 MP Sony LYT 600 yang disertai OIS dan EIS, serta kamera ultrawide<\/em> 8 MP. Di bagian depan, ada kamera selfie<\/em> 20 MP. Perangkat ini sanggup menghasilkan foto siang hari yang memukau dengan detail melimpah serta akurasi warna dan ketajaman yang baik. Meski warnanya agak terlalu dilebih-lebihkan, pengoreksian warnanya cukup baik sehingga dapat meningkatkan hasil foto tanpa membuat warnanya terlalu cerah.<\/p>
<\/div>
Pada kondisi low light<\/em>, hasil fotonya lebih halus (soft<\/em>) dan tingkat detailnya pun berkurang. Kami mengujinya dengan mengaktifkan mode AI Night Mode dan meskipun ini dapat meningkatkan hasil gambar, masih ada ruang untuk peningkatan. Ketajaman gambarnya pun belum optimal, dan noise<\/em> masih cukup terlihat di seluruh bagian foto. <\/p>Kamera depan menunjukkan hal yang serupa. Dalam kondisi terang, kamera selfie<\/em> mampu menghasilkan gambar yang tampak menarik meskipun wajah cenderung terlalu soft<\/em> akibat pemrosesan AI. Di kondisi cahaya minim, hasilnya juga terlihat lebih lembut serta dipenuhi noise<\/em>. <\/p>\r\n