<\/span><\/h2>Realme 15 Pro akan menarik bagi konten kreator, atau mereka yang sering mendatangi event<\/em> seperti pesta atau hajatan. Ini berkat kemampuan fotografi malam yang mengesankan serta fitur editing <\/i>foto berbasis AI. Meski performanya tidak termasuk yang terbaik di kelasnya, kinerjanya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan target penggunanya. Daya tahan baterainya pun patut diapresiasi, mampu bertahan seharian penuh. Kendati begitu, dukungan software<\/em>-nya tergolong terbatas, dan hasil foto portrait <\/i>masih belum sesuai harapan.<\/p><\/span>Desain bodi yang menawan<\/span><\/h2>Realme sepenuhnya mengubah desain Realme 15 Pro dibandingkan pendahulunya, Realme 14 Pro. Kini tidak ada lagi modul kamera berbentuk lingkaran yang terinspirasi dari jam tangan, digantikan dengan pulau kamera berbentuk persegi panjang dengan masing-masing lensa yang menonjol dari permukaan. Meskipun desain baru ini menghadirkan nuansa yang fresh<\/em>, ada satu kelemahan yang cukup terasa. Ponsel menjadi sedikit bergoyang saat diletakkan di permukaan datar. Bahkan dengan casing<\/em> bawaan terpasang, permukaannya tetap terasa tidak rata.<\/p>Modul kamera berbentuk lingkaran sebelumnya tidak hanya menambah stabilitas, tetapi juga membuat smartphone<\/em> tampak berbeda dari yang lain. Kendati begitu, Realme 15 Pro menawarkan finishing<\/em> halus seperti velvet<\/i> (beludru) yang terasa nyaman digenggam, serta membantu menjaga bodi tetap bersih dari sidik jari serta noda. Smartphone<\/em> ini hadir dalam tiga varian warna yakni Silk Purple, Velvet Green, dan Flowing Silver. Unit yang kami uji adalah Silk Purple, dengan desain dual-tone<\/em> yang menampilkan modul kamera glossy <\/i>sebagai aksen utama.<\/p>
<\/div>
Smartphone<\/em> ini juga menampilkan beberapa detail menarik, seperti warna tepi cincin kamera yang selaras dengan warna bodi, serta garis putih yang tidak begitu terlihat di sekeliling sensor pada cincin kamera terkecil. Kamera ini berfungsi sebagai ring light<\/em> untuk notifikasi. Realme 15 Pro juga memiliki sisi curved<\/i> alias melengkung, yang dipadukan dengan tepian datar berlapis matte<\/em>, memberikan genggaman yang mantap dan kenyamanan ekstra saat digunakan. Selain itu, bobotnya pun hanya 187 gram, cukup mengesankan untuk ponsel dengan baterai 7.000 mAh sehingga tetap nyaman digunakan dalam waktu lama.<\/p>Dari segi ketahanan, perangkat ini sudah mengantongi sertifikasi tahan air dan debu IP69 serta dilapisi Corning Gorilla Glass untuk melindungi layar.<\/p>
<\/span>Layar AMOLED yang cerah<\/span><\/h2>Realme 15 Pro dibekali layar AMOLED berukuran 6,8 inci dengan tingkat kecerahan puncak 6.500 nit, resolusi Full HD Plus, refresh rate<\/em> hingga 144 Hz, dan rasio aspek 19,8:9. Realme menyebutnya sebagai layar revolusioner di tahun 2025, dipasarkan dengan nama “4D Curve+ display” lantaran memiliki tepian layar yang melengkung di keempat sisi, kendati lengkungan di bagian atas dan bawahnya tidak begitu terlihat.<\/p>Di luar itu, layar ini tetap memukau untuk dilihat, menampilkan bezel<\/em> simetris di semua sisi. Punch hole<\/em> di atas tengah memang terlihat agak besar, namun tidak mengganggu pengalaman menonton maupun menimbulkan efek warna yang mengganggu di sekitarnya. Selain itu, dengan panel 10-bit dan cakupan warna 100 persen DCI-P3, layar ini menghasilkan warna yang hidup dan kontras, sehingga tampilan terasa menonjol.<\/p>
<\/div>
Perangkat ini juga telah mendukung sertifikasi Widevine L1, memungkinkan streaming<\/em> Full HD di platform<\/em> seperti Netflix untuk kualitas gambar yang tajam dan detail. Selain itu, layarnya juga mendukung HDR10+, menghasilkan area terang yang lebih cerah dan area gelap yang lebih pekat, sehingga memberikan pengalaman menonton yang lebih realistis dan immersive<\/em>.<\/p>Meski profil warna bawaannya disetel ke mode Vivid dengan tampilan warna yang mencolok, pengguna yang lebih menyukai warna alami dapat menggantinya ke profil Natural melalui menu pengaturan. Sementara itu, refresh rate<\/em> 144 Hz miliknya memang tidak sepenuhnya dinamis, namun dapat beradaptasi secara cerdas antara 60 Hz hingga 144 Hz, tergantung pada konten yang ditampilkan. Hal ini dilakukan untuk menyeimbangkan kelancaran dan efisiensi daya.<\/p><\/span>Kamera memadai saat memotret malam hari<\/span><\/h2>Salah satu alasan utama mengapa Realme 15 Pro dipasarkan sebagai “AI Party Phone” adalah sektor kameranya. Ponsel ini dibekali tiga kamera belakang, terdiri atas sensor utama Sony IMX896 beresolusi 50 MP dengan OIS dan ultrawide<\/em> 50 MP. Kamera ketiganya, sayangnya, tidak disebutkan secara spesifik. Kamera ketiga ini bukan lensa telefoto yang banyak diantisipasi untuk foto potret maupun pemotretan jarak jauh. Sistem kameranya didukung lampu Dual LED Flash dengan dua nada warna, putih dan warm<\/em>, yang dirancang untuk meningkatkan detail dalam kondisi cahaya redup.<\/p>Di bagian depan, terdapat kamera 50 MP untuk selfie<\/em> dan panggilan video. Ketiga kameranya mendukung perekaman video 4K pada 60 FPS. Kendati demikian, hasil video dari sensor ultrawide<\/em> tampak lebih noisy <\/i>dibandingkan kamera utama. Selain itu, tidak adanya transisi mulus antar lensa menjadi kekurangan lain, sehingga pengguna tidak dapat beralih antara kamera utama dan ultrawide<\/em> saat sedang merekam video.<\/p>
<\/div>
Untuk kualitas hasil foto, Realme 15 Pro cenderung sedikit meningkatkan saturasi warna, membuat warna terlihat lebih cerah. Namun hasil akhir terkadang menampilkan semburat kemerahan. Reproduksi detail tergolong mengesankan untuk kelas harganya, dengan kemampuan menangkap detail kecil, bahkan di area gelap.<\/p>
Sementara, kamera ultrawide<\/em> miliknya mampu menghasilkan warna yang selaras dengan hasil foto kamera utama. Akan tetapi, kamera ini mengalami isu noise<\/i> yang cukup terlihat, distorsi, dan dynamic range<\/em> yang kurang luas.<\/p>Kamera depan mampu menangkap detail dan tone <\/i>kulit dengan cukup baik, tetapi ponsel ini masih kesulitan dalam mode portrait, <\/em>masalah yang semestinya bisa diatasi seandainya punya kamera telefoto. Realme 15 Pro memang berhasil menjaga warna kulit agar tetap alami dan menghasilkan efek bokeh yang lembut, namun detail serta pemisahan antara subjek dan latar belakang masih terasa kurang tajam. Di sisi lain, kemampuan fotografi malamnya justru sangat impresif. Ponsel ini mampu menekan flare<\/em> cahaya dan mengurangi noise<\/em> dengan baik. Sejumlah warna, terutama warna merah, memang kadang terlihat lebih mencuat dari seharusnya, tetapi secara keseluruhan hasilnya tampak bersih dan enak dilihat.<\/p>
<\/div>
Untuk meningkatkan pengalaman foto malam bagi para party-goer<\/em>, Realme 15 Pro menghadirkan fitur Fill Light, yang membuat kedua lampu Flash di kamera belakang menyala terus-menerus alih-alih berkedip singkat. Cara ini membantu menghindari risiko overexposure<\/em> dan menghasilkan pencahayaan yang lebih seimbang. Pengguna juga dapat menyesuaikan tingkat pencahayaannya sesuai preferensi, meski secara umum warna yang dihasilkan cenderung warm<\/em>.<\/p>Secara pribadi, kami lebih menyukai penggunaan mode malam, karena menawarkan warna yang lebih alami dan exposure <\/i>yang lebih proporsional. Namun tentu, itu tergantung selera, kami sendiri bukan tipe yang menggemari foto-foto ria di suasana hajatan.<\/p>\r\n