<\/div>
Untuk Galaxy S25 Ultra, model flagship<\/em> tertinggi dan terbaru dari Samsung ini tercatat memiliki skor 2.207.908 poin di AnTuTu v10<\/strong>. Keduanya punya perbedaan performa sekitar 26 persen.<\/p>Hasil pengujian benchmark<\/em> tersebut namun bukan patokan yang “saklek”. Pada pengujian nyata, Galaxy S25 Ultra juga masih menawarkan kinerja yang mulus untuk pengalaman sehari-hari, mulai dari yang ringan seperti scrolling<\/em> media sosial atau chatting<\/em> hingga yang berat-berat seperti gaming<\/em>, multi-tasking<\/em>, dan edit video. <\/p>Hanya saja, karena merupakan generasi chipset<\/em> lebih baru, Dimensity 9500 kemungkinan besar bakal memberikan frame rate<\/em> lebih tinggi untuk gaming<\/em> tingkat berat.<\/p>Dibandingkan dengan pendahulunya, Dimensity 9500 disebut-sebut meraih peningkatan GPU hingga 33 persen dan efisiensi daya 42 persen. Chipset<\/em> ini juga diklaim mendukung ray tracing<\/em> hingga 120 FPS (kemungkinan hasil interpolasi frame<\/em>), NPU 990 yang 2x lipat lebih baik, serta dukungan storage<\/em> UFS 4.1 (4-lane).<\/p>Dimensity 9500 juga memiliki cache<\/em> L3 lebih besar dari Snapdragon 8 Elite, sehingga lebih menunjang dalam hal latensi memori dan akses data cepat. Ini akan membuat pengalaman gaming<\/em> lebih stabil (minimum FPS lebih tinggi) dan juga mencegah aplikasi untuk force close<\/em>. <\/p>Spesifikasi<\/strong><\/td>Vivo X300 Pro<\/strong><\/td>Samsung Galaxy S25 Ultra<\/strong><\/td><\/tr>Chipset<\/td> Dimensity 9500 (TSMC 3 nm N3P)<\/td> Snapdragon 8 Elite (3 nm)<\/td><\/tr> CPU dan GPU<\/td> 8-core<\/em> CPU (1x C1-Ultra 4,21 GHz, 3x C1-Premium 3,5 GHz, dan 4x C1-Pro 2,7 GHz), GPU ARM G1-Ultra.<\/td>8-core<\/em> CPU (2x Oryon V2 Phoenix L 4,47 GHz dan 6x Oryon V2 Phoenix M 3,53 GHz), GPU Adreno 830.<\/td><\/tr>AnTuTu v10<\/td> 2.982.875 poin<\/td> 2.207.908 poin<\/td><\/tr> Geekbench 6 (single-core<\/em>)<\/td>3.473 poin<\/td> 3.057 poin<\/td><\/tr> Geekbench 6 (multi-core<\/em>)<\/td>10.264 poin<\/td> 9.846 poin<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/div><\/span>Vivo X300 Pro vs Samsung Galaxy S25 Ultra: Desain dan ketahanan bodi<\/span><\/h2>Vivo X300 Pro mempertahankan konsep desain yang serupa dengan tahun lalu, yakni dengan modul kamera bundar yang berlokasi di tengah bodi. Tampilan ini cukup kontras dengan Galaxy S25 Ultra yang tampak lebih minimalis, keseluruhan lensanya “menempel” langsung di permukaan bodi sehaingga terlihat seperti tidak punya camera island<\/em>. <\/p>Meskipun hadir dengan tombol tambahan bernama “shortcut button”, Vivo X300 Pro sayangnya tidak dibekali dengan kontrol kamera khusus seperti pada Vivo X200 Ultra. Kini rangka bangun X300 Pro juga berbentuk datar alias flat<\/em>, bukan melengkung seperti X200 Pro. Hal ini membuatnya lebih nyaman ketika digenggam. <\/p>Samsung Galaxy S25 Ultra juga punya frame<\/em> dengan bentuk datar. Bedanya, karena memiliki layar besar untuk menunjang penggunaan S Pen (stylus<\/em>), sudut-sudutnya dibuat lebih lancip dari mayoritas flagship<\/em> lainnya. Sudut lancip ini namun kini dibuat lebih “membulat” agar jari tetap nyaman meski tak sengaja terkena ujung ponsel.<\/p>Rangkaian aksesori di dalam X300 Pro Photographer Kit.<\/figcaption><\/figure>Menyoal ketahanannya, Vivo X300 Pro dibekali dengan pelindung Armor Glass di layar serta frame<\/em> aluminium. Build quality<\/em> Galaxy S25 Ultra lebih unggul karena mengusung pelindung layar Gorilla Armor 2, sebuah kaca keramik anti-reflektif generasi baru yang diklaim tahan jatuh dari ketinggian 2,2 meter ke permukaan keras. <\/p>Galaxy S25 Ultra juga menggunakan pelindung Gorilla Glass Victus 2 dan frame<\/em> Titanium Grade 5, sehingga membuatnya tidak rentan rusak ketika terbentur. <\/p>Meski material yang digunakan tidak sepremium Galaxy S25 Ultra, Vivo namun membekali X300 Pro dengan sertifikasi IP68 dan IP69, membuatnya tahan terhadap rendaman, air panas, dan semprotan air dengan tekanan tinggi. Ini kontras dengan Samsung yang hanya tersertifikasi IP68. <\/p>Galaxy S25 Ultra dengan S Pen.<\/figcaption><\/figure>Kalau dibandingkan, Galaxy S25 Ultra menang dari sisi ketahanan terhadap jatuh, benturan, dan goresan. Material dan finishing<\/em> ponsel ini juga lebih premium. Namun, dari sisi ketahanan terhadap air, Vivo X300 Pro lebih unggul.<\/p>Beralih ke kualitas layar, Vivo X300 Pro dibekali panel LTPO AMOLED 6,78 inci beresolusi 1,5K, lebih kecil dibandingkan Galaxy S25 Ultra dengan layar Dynamic LTPO AMOLED 2X 6,9 inci beresolusi QHD Plus (1.440p). <\/p>
Keduanya sama-sama mendukung refresh rate<\/em> 120 Hz. Namun, kecerahan maksimal lebih tinggi berhasil diraih oleh Vivo X300 Pro (4.500 nit), sementara Galaxy S25 Ultra mencapai peak brightness<\/em> 2.600 nit. Perlu dicatat, angka-angka ini bukan untuk pemakaian terus-menerus melainkan hanya aktif saat konten HDR atau berada di bawah sinar matahari langsung. <\/p>Spesifikasi<\/strong><\/td>Vivo X300 Pro<\/strong><\/td>Samsung Galaxy S25 Ultra<\/strong><\/td><\/tr>Layar<\/td> LTPO AMOLED 6,78 inci (1.260 x 2.800 piksel), refresh rate<\/em> 120 Hz, kecerahan maksimal 4.500 nit<\/td>Dynamic LTPO AMOLED 2X 6,9 inci (1.440 x 3.120 piksel), refresh rate<\/em> 120 Hz, kecerahan maksimal 2.600 nit<\/td><\/tr>Dimensi bodi<\/td> 161,2 x 75,5 x 8 mm, bobot 226 gram<\/td> 162,8 x 77,6 x 8,2 mm, bobot 218 gram<\/td><\/tr> Ketahanan bodi<\/td> Kaca (depan dan belakang), aluminium (frame), IP68\/ IP68.<\/td> Gorilla Armor 2 (depan), Gorilla Glass Victus 2 (belakang), Titanium Grade 5 (frame), IP68<\/td><\/tr> Varian warna<\/td> Dune Brown, Phantom Black, dan Cloud White.<\/td> Titanium Silverblue, Titanium Black, Titanium Whitesilver, dan Titanium Gray.<\/td><\/tr> Fitur khusus<\/td> Tombol jalan pintas<\/td> Lubang S Pen<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/div><\/span>Vivo X300 Pro vs Samsung Galaxy S25 Ultra: Kamera<\/span><\/h2>Kamera utama Vivo X300 Pro mengandalkan sensor 50 MP Sony LYT-828 dengan aperture<\/em> f\/1,57 dan focal length<\/em> 24 mm, turut disertai gimbal OIS. <\/p>Sebagai pendampingnya, disediakan sensor 200 MP periskop telefoto (Samsung HPB) f\/2,67, 85 mm, yang mampu melakukan zoom<\/em> optis hingga tingkatan 3,7x. Kamera satunya lagi adalah 50 MP ultrawide<\/em> (Samsung JN1) f\/2,0, 1,5 mm.<\/p>Selain kehadiran gimbal OIS yang lebih unggul dalam perekaman video, nilai plus lain pada kamera Vivo X300 Pro adalah kompatibilitas dengan aksesoris fotografi khusus. Dengan teleconverter Zeiss, Vivo X300 Pro mampu mencapai tingkatan zoom <\/em>optis yang lebih jauh lagi. Hal ini menjadikannya lebih fleksibel untuk fotografi jarak jauh. <\/p>Kamera Galaxy S25 Ultra, punya kamera utama 200 MP dan dua kamera telefoto.<\/figcaption><\/figure>Susunan kamera belakang Galaxy S25 Ultra terdiri dari 200 MP Samsung ISOCELL HP2 + OIS, 50 MP ultrawide<\/em> (Samsung ISOCELL JN3), 12 MP telefoto (Sony IMX754) dengan zoom<\/em> optis 3x, dan 50 MP telefoto (Sony IMX854) dengan zoom<\/em> optis 5x.<\/p>Kedua perangkat ini kompak mendukung pembesaran digital hingga tingkatan 100x. Kamera periskop telefoto 200 MP Zeiss APO pada X300 Pro bisa zoom <\/em>optis hingga 3,7x dan zoom <\/em>optis hibrida hingga 10x. Jika digabungkan dengan teleconverter<\/em>, dapat mencapai zoom<\/em> optis ekuivalen mendekati focal length<\/em> 200 mm (sekitar 8x hingga 9x). <\/p>Vivo X400 Pro dengan lensa teleconverter Zeiss.<\/figcaption><\/figure>Di bagian depan, Vivo X300 Pro disematkan dengan kamera selfie<\/em> 50 MP Samsung JN1 yang dibekali autofokus. Resolusinya lebih besar dari kamera depan Galaxy S25 Ultra yang sebesar 12 MP (Samsung ISOCELL 3LU, dual pixel PDAF<\/em>).<\/p>Secara garis besar, keduanya sangat layak dijadikan “HP konser” karena memiliki kemampuan telefoto yang mutakhir. Namun jika Anda ingin mendapatkan tingkatan zoom<\/em> optis lebih jauh lagi, Vivo X300 Pro bisa menjadi andalan karena bisa digunakan bersama Zeiss Teleconverter kit. <\/p>Spesifikasi<\/strong><\/td>Vivo X300 Pro<\/strong><\/td>Samsung Galaxy S25 Ultra<\/strong><\/td><\/tr>Kamera belakang<\/td> 50 MP Sony LYT-828 (gimbal OIS) + 200 MP periskop telefoto + 50 MP ultrawide<\/em><\/td>200 MP Samsung ISOCELL (OIS) + 50 MP ultrawide<\/em> + 12 MP telefoto + 50 MP telefoto<\/td><\/tr>Kamera depan<\/td> 50 MP Samsung JN1, autofokus<\/td> 12 MP Samsung ISOCELL 3LU, autofokus<\/td><\/tr> Tingkatan zoom<\/em> maksimal yang didukung<\/td>100x digital, 10x optis hibrida, 3,7x optis, 200 mm Zeiss Teleconverter Kit<\/td> 100x digital, 5x optis, 10x optical quality zoom<\/em><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/div><\/span>Vivo X300 Pro vs Samsung Galaxy S25 Ultra: Baterai dan charging<\/em><\/span><\/h2>Vivo X300 Pro ditopang dengan baterai berkapasitas 6.510 mAh, berikut dengan fast charging<\/em> 90 watt<\/em> yang menjadikannya cukup unggul di kelas harga flagship<\/em>. Baterai ini menggunakan teknologi silikon-karbon (Si\/C) dengan tingkat kepadatan tinggi, sehingga mampu berada meraih kapasitas besar sembari mempertahankan ketebalannya.<\/p>Sementara untuk Galaxy S25 Ultra, perangkat ini masih dibekali dengan kapasitas baterai 5.000 mAh, tidak meningkat dari beberapa tahun lalu. Bahkan, teknologi yang dipakainya masih lithium-ion konvensional. Pengisian dayanya pun hanya menggunakan daya 45 watt.<\/em><\/p>Terlepas dari kapasitas dan pengisiannya yang kalah saing, baterai Galaxy S25 Ultra diklaim tetap awet bertahun-tahun (hingga 2.000 siklus pengisian). Dalam hal ini HP Samsung tersebut lebih unggul ketimbang Vivo X300 Pro dengan ketahanan 1.200 siklus pengisian. <\/p>
Spesifikasi<\/strong><\/td>Vivo X300 Pro <\/strong><\/td>Samsung Galaxy S25 Ultra<\/strong><\/td><\/tr>Baterai<\/td> Si\/C 6.510 mAh<\/td> Li-Ion 5.000 mAh<\/td><\/tr> Pengisian<\/td> Fast charging 90 watt,<\/em> nirkabel 40 watt, reverse wireless <\/em>dan wired<\/em><\/td>Fast charging 45 watt, <\/em>nirkabel 15 watt<\/em>, reverse wireless<\/em> 4,5 watt<\/em><\/td><\/tr>Siklus ketahanan charging<\/em><\/td>1.200 siklus<\/td> 2.000 siklus<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/div><\/span>Vivo X300 Pro vs Samsung Galaxy S25 Ultra: Software<\/span><\/h2>Menyoal software<\/em>, Samsung memang kerap menjadi yang paling unggul di kelas harga flagship<\/em>, baik dari kemampuan AI maupun dukungan pembaruan OS. Kendati begitu, bukan berarti software<\/em> Vivo X300 Pro tergolong buruk.<\/p>Flagship<\/em> Vivo tersebut menjadi yang pertama di pasar global dengan OriginOS, antarmuka yang selama ini eksklusif untuk pasar China. Dengan begitu, pengguna kini mendapatkan tampilan UI yang lebih modern.<\/p>Vivo X300 Pro menjalankan antarmuka OriginOS 6 berbasis Android 16. Sejumlah fitur baru yang dimilikinya mencakup Origin Island (mirip Dynamic Island pada iPhone), Flip Cards (bisa memilih hingga 4 foto untuk lockscreen<\/em>), Connection Center, Private Space, dan Motion Prompts untuk mengurangi motion sickness<\/em>. <\/p>Perangkat ini juga menawarkan cara penggunaan praktis menggunakan fitur-fitur AI yang tersedia. Misalnya, pengguna dapat menggabungkan fitur Circle to Search dan Scroll Translate untuk menerjemahkan teks di layar tanpa berpindah aplikasi. Lalu, fitur Object Remover dan Image Expansion juga dapat menghapus photobomb<\/em> dan memperluas latar belakang. <\/p>Pengguna juga dapat memanfaatkan Connection Center dan AI Task Handoff untuk produktivitas lintas perangkat yang terasa lebih natural, menyerupai ekosistem Apple. <\/p>
Perihal penggunaan jangka panjang, Vivo X300 dijanjikan masa dukungan pembaruan OS hingga 5 tahun dan patch<\/em> keamanan hingga 7 tahun. <\/p>\r\n