Skor Geekbench 6.5 untuk Dimensity 9600 Pro. Sumber: GizmoChina.<\/figcaption><\/figure>Konsumsi dayanya juga disebut lebih rendah. Core<\/em> C2-Ultra dikatakan 37 persen lebih hemat daya, sedangkan konsumsi daya pada beban multi-core<\/em> mengalami penurunan 61 persen untuk tingkat performa yang sama. <\/p>Dalam pengujian Geekbench 6.4, Dimensity 9600 Pro menorehkan skor 4.276 poin untuk single-core<\/em> dan 12.650 poin untuk multi-core<\/em>. Sebagai perbandingan, Dimensity 9500 hanya meraih skor 3.666 poin untuk single-core<\/em> dan 11.014 poin untuk multi-core<\/em>. <\/p><\/span>Mendukung RAM LPDDR6 dan UFS 5.0<\/span><\/h2>Dimensity 9600 Pro juga merupakan salah satu <\/em>SoC (System-on-Chip<\/em>) terbaru yang mendukung LPDDR6 dan penyimpanan UFS 5.0. Satu-satunya pesaing sebelum chipset<\/em> ini yang mendukung LPDDR6 adalah Xring O3, yang debut pada Xiaomi 18 Fold dan Xiaomi Pad 9 Pro Max pekan lalu. <\/p>MediaTek mengklaim bahwa LPDDR6 menawarkan performa hingga 33 persen lebih tinggi dibandingkan dengan LPDDR5X. Penyimpanan berstandar UFS 5.0 juga mampu meningkatkan kecepatan baca dan tulis sekuensial hingga 2 kali lipat dibandingkan dengan UFS 4.0 dual-channel. <\/p>
Untuk pengolahan grafis, MediaTek menyematkan GPU G2-Ultra NX terbaru yang disebut memiliki performa maksimal 27 persen lebih tinggi dari sebelumnya, dengan konsumsi daya yang 24 persen lebih rendah untuk tingkat performa yang sama. <\/p>
Kinerja ray-tracing<\/em> pada cip ini juga dikatakan meningkat hingga 18 persen, bahkan mampu menghasilkan frame rate<\/em> hingga 185 FPS untuk game<\/em> yang mendukung ray-tracing<\/em> tersebut.<\/p>Untuk dukungan kameranya, Dimensity 9600 Pro hadir dengan ISP Imagiq 1290 yang mendukung perekaman video 4K hingga 240 FPS untuk kebutuhan slow motion<\/em>. Chip<\/em> ini juga memiliki hardware decoder<\/em> H.266 yang disebut dapat mengurangi konsumsi daya hingga 23 persen dibandingkan dengan decoding yang sepenuhnya mengandalkan software. <\/p>