{"id":3074,"date":"2024-08-28T07:58:46","date_gmt":"2024-08-28T00:58:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.91mobiles.com\/id\/hub\/?p=3074"},"modified":"2024-11-18T08:03:02","modified_gmt":"2024-11-18T01:03:02","slug":"review-infinix-zero-20","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.91mobiles.com\/id\/hub\/review-infinix-zero-20\/","title":{"rendered":"Review Infinix Zero 20"},"content":{"rendered":"\n

Infinix Zero 20 telah diluncurkan di pasar Indonesia dengan harga mulai dari Rp 3,3 juta. Meskipun mengusung sejumlah fitur dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan, perangkat ini justru dipasarkan sebagai ponsel dengan kamera selfie berkemampuan OIS 60MP pertama di dunia. Tapi apakah itu satu-satunya fitur unggulan di Zero 20 atau ada fitur lebih yang tidak terlihat? Mari kita cari tahu dalam ulasan mendetail tentang smartphone<\/em> ini berikut ini.<\/span><\/p>

\"\"<\/div>

Kesimpulan awal<\/h3>

Berbicara mengenai smartphone<\/em> murah, Infinix Zero 20 mendapatkan banyak hal dan aspek pada poosisi yang sesuai dan tepat. Ponsel ini menghadirkan kamera selfie yang bagus, memiliki desain yang solid, tampilan layar yang cerah, dan kinerja yang dapat diterima untuk harian. Kemampuannya dalam fotografi dalam kondisi cahaya redup mungkin sedikit kurang dan ditambah UI-nya bukan yang terbersih di segmennya. Namun, jika masalah ini tidak mempengaruhi dalam keputusan pembelian Anda, maka infinix Zero 20 harusnya menjadi pembelian yang baik.<\/span><\/p>

\"\"<\/div>

Desain dan layar<\/h3>

Infinix Zero 20 terlihat berkelas dengan desain datar berbentuk persegi panjang seperti lempengan. Hasil akhir matte gelap ponsel ini cocok dengan rel perak yang dipoles dan modul kamera yang ditinggikan. Seperti biasa, port USB Type-C dan kisi-kisi speaker dapat ditemukan di bagian bawah dengan tambahan jack headphone<\/em> 3.5 mm. Setelah menggunakan dan mengamati smartphone<\/em> ini untuk sementara waktu, saya menemukan konstruksinya seimbang, kokoh, dan dikerjakan dengan elegan. Singkatnya, Zero 20 harus berada di urutan teratas daftar pertimbangan Anda jika Anda menyukai desain eksterior yang bergaya.<\/span><\/p>

\"\"<\/div>

Dari segi tampilan, perangkat ini dikemas dalam panel AMOLED 6,7 inci dengan kecepatan refresh<\/em> 90Hz. Layar ini menggunakan notch<\/em> bergaya tetesan air yang sayangnya tampak kuno di bagian atas layar. Notch<\/em> ini berfungsi untuk menampung kamera selfie 60MP ini dan untungnya bezel di sekitar panel juga tidak terlalu tipis. Bagaimanapun, pengalaman menonton keseluruhan yang disediakan oleh perangkat ini cukup baik. Warna dan tingkat kecerahannya sesuai dengan keinginan saya meskipun corak yang agak biru dapat terlihat dari waktu ke waktu saat layar dimiringkan. Juga tidak ada kemampuan HDR pada panel dengan konten OTT yang dibatasi hanya untuk HD melalui sertifikasi WideVine L1. Saya juga melihat kecepatan refresh<\/em> 90Hz sedikit tersendat di aplikasi berat seperti YouTube dan Facebook.<\/span><\/p>

\"\"<\/div>

Sekarang beralih ke konfigurasi kamera, infinix menggunakan kamera utama dengan sensor 108MP yang didukung oleh kamera ultra wide<\/em> 13MP dan makro 2MP. Sektor kamera belakang ponsel ini memang cukup menarik dibahas, tetapi justru kamera depan menjadi nilai lebih Zero 20. Kamera selfie OIS 60MP merupakan fitur utama perangkat ini dan saya mengujinya dalam berbagai kondisi pencahayaan. Saat mengklik bidikan 15MP dengan piksel secara default, mode 60MP resolusi penuh dapat diaktifkan dengan satu ketukan. Gambar yang dihasilkan sebenarnya cukup kaya, dan menangkap detail wajah yang substansial. Kamera depan ni juga mengkalibrasi eksposur di belakang wajah saya dengan cukup baik dan berkat OIS, saya masih dapat mengklik bidikan yang tajam jika tangan saya sedikit bergerak atau bergoyang.<\/span><\/p>

<\/span><\/p>

Untuk pengalaman kamera lainnya biasa-biasa saja jika dibandingkan dengan ponsel pesaing di kelas yang sama. Saya memang mengambil beberapa bidikan siang hari yang bagus dari sensor utama yang mendapatkan detail dan warna dengan benar tetapi sayangnya tersendat dalam rentang dinamis. Hal yang sama juga dapat dikatakan untuk sensor ultra-wide<\/em> dan saya masih bisa menerima dan menghargai kurangnya lengkungan di tepinya. Namun, gambar dengan kondisi minim cahaya dari ponsel ini sayangnya butuh sedikit perbaikan agar sesuai dengan yang diinginkan. Objek yang agak jauh dalam bingkai dapat membutuhkan banyak upaya untuk menjadi fokus. Detail dan tingkat noise<\/em> tidak disesuaikan dengan benar, ditambah ada kelembutan keseluruhan pada sebagian besar bidikan di kondisi minim cahaya..<\/span><\/p>

\"\"<\/div>

Di bawah bodi ponsel, Anda memiliki dapu pacu dengan SoC MediaTek Helio G99 yang merupakan pilihan yang cukup baik untuk dimiliki dalam sebuah ponsel harga terjangkau. Sejauh menyangkut angka benchmark<\/em>, skor ponsel cukup untuk kebutuhan saya. Terkadang ada sedikit kelambatan saat mengoperasikan UI, tetapi selain itu, semuanya berjalan lancar. Hanya ada satu varian ponsel ini yaitu RAM 8GB bersama dengan penyimpanan internal 128GB. Sensor sidik jari di bagian samping berfungsi dengan baik dan saya juga menyukai pengaturan speaker stereo yang diterapkan di ponsel. Dalam hal konektivitas, Anda hanya mendapatkan layanan 4G LTE standar karena chipsetnya tidak mendukung 5G. Infinix XOS 12 berbasis Android 12 berjalan di perangkat dan sayangnya masih dilengkapi dengan bloatware.<\/em><\/span><\/p>

\"\"<\/div>

Sedangkan untuk daya tahan baterai, perangkat ini mengimplementasikan baterai berkapasitas 4.500 mAh yang dapat diisi dengan cepat pada pengisi daya cepat 44W. Pada uji baterai PCMark, perangkat ini memberikan hasil 10 jam yang cukup rata-rata untuk ponsel murah. Dalam penggunaan harian, saya melihat sekitar lima jam waktu layar tanpa melakukan permainan intensif. Baterai ponsel ini dapat terisi hingga 100 persen dalam waktu sekitar satu jam, sedangkan pengisian 50 persen hanya dalam 20 menit.<\/span><\/p>

\"\"<\/div>

Kesimpulan akhir<\/h3>

Dengan harga Rp 3,3 juta, Infinix Zero 20 memberikan pengalaman smartphone yang lumayan. Kecuali beberapa kekurangan dalam fotografi malam dan masih adanya bloatware di sistem operasi, tidak banyak yang perlu dikeluhkan dalam ponsel ini. Tingkat kinerja terasa optimal untuk kasus penggunaan biasa karena dukungan RAM 8GB. Dan ya, penggemar selfie pasti akan menganggap perangkat ini menarik untuk digunakan karena mengandalkan kamera depan 60MP OIS.<\/span><\/p>

Rating editor: 3.5 \/ 5<\/span><\/span><\/h3>

<\/span><\/span>Kelebihan<\/span><\/span><\/h3>
  • Kamera selfie<\/em> yang baik<\/li>
  • Performa andal<\/li>
  • Desain bodi Solid<\/li><\/ul>

    <\/span><\/span>Kekurangan<\/h3>
    • kamera kondisi Low-light<\/em> harusnya bisa lebih baik<\/span><\/li>
    • Notch<\/em> Waterdrop terasa kuno<\/li>
    • Bloatware<\/em><\/li><\/ul>